
di pulau gunung terbalik.
tidak pernah ada sinar matahari langsung di alam bawah, tempat itu selalu di tutupi awan gelap, sehingga siang hari terlihat hanya seperti remang-remang karena awan gelap itu, dan sumber sinar adalah lautan lava pijar di bawah nya, membuat alam itu berwarna merah kekuningan.
lautan lava pijar itu lebih terlihat seperti langit di sore hari, saat matahari hampir terbenam, namun suhu di pulau gunung terbalik tidak panas, bahkan terasa dingin.
mata Yun Fengyin menyipit, menatap remaja di hadapan nya,
"ini tidak mungkin, kultivasi nya masih di tingkat Dewa, bagaimana bisa bocah ini menembus pelindung ku dengan begitu mudah, dan pelindung pulau ini seperti tidak terpengaruh pada nya, apa yang sebenarnya terjadi?" batin Yun fengyin, dan mulai membaca situasi.
wajah Yun fengyin tersenyum lebar, tetapi tidak dapat menutupi keterkejutan nya,
"haciuu...., Xiao Zhou menatap kearah Yun Qixuan palsu, sesaat dengan tatapan dingin membuat wajah Yun Qixuan palsu memucat, keringat dingin membasahi keningnya.
Puteri Yun Qixuan yang di dalam sangkar emas melihat itu,
"suami aku disini, jangan menatap makhluk menjijikkan yang mirip dengan ku itu, katakan jika kau melihat ku," teriak Yun Qixuan.
"bagus.... kau kesini ingin menyerahkan nyawa rupanya, saat ini tidak akan ada lagi yang melindungi mu di tempat ini" ucap Yun Fengyin.
"aku rasa itu tidak perlu lagi, aku di sini untuk istri ku," ucap Xiao Zhou tenang.
"aku tidak bisa menebak kekuatan bocah ini, akan lebih mudah bagi ku melarikan diri dari Dewa perang," batin Yun Fengyin, yang sudah memutuskan untuk memberikan Yun Qixuan palsu kepada Xiao Zhou di bandingkan memberikan nya pada Dewa Perang.
"hahaha.... kalian berdua sama-sama menginginkan gadis itu, baiklah kali ini aku sedang senang karena sudah menerima pertukaran yang bagus, iblis darah berikan gadis itu pada suami nya ini," ucap Yun fengyin menatap iblis darah.
iblis darah mengangguk, dan melempar tubuh iblis tanpa wajah yang menyamar menjadi Yun Qixuan ke arah Xiao Zhou.
Dewa Perang yang ingin mendapat tugas membawa Puteri Yun Qixuan ke alam langit sedikit kesal, dan hanya diam dan mengetahui jika Xiao Zhou lebih berhak dari nya.
iblis darah melempar tubuh Yun Qixuan palsu ke arah Xiao Zhou, seperti gerakan lambat Xiao Zhou sedikit memiringkan tubuhnya kebelakang, dan masih berdiri di atas pedang semesta, dan tidak menangkap tubuh Puteri Yun Qixuan palsu.
mata keduanya saling menatap,
"mahluk rendahan kita bertemu lagi, dan kali ini adalah terakhir kali kita akan bertemu," ucap Xiao Zhou.
wajah iblis tanpa wajah semakin ketakutan, dan merasakan logam dingin sudah menempel di lehernya, dan logam itu adalah pedang kematian yang sudah di tebas kan dengan wajah begitu tenang oleh Xiao Zhou.
semua mata menatap kejadian itu, seperti tidak percaya, bagaimana seorang suami bisa begitu tenang, dan seperti tanpa perasaan menebas leher istrinya sendiri.
zreeeesssttttt.....
kepala Puteri Yun Qixuan palsu terpisah, dalam gerakan lambat, darah menyembur dari leher panjang itu di hadapan mata Xiao Zhou yang tidak berkedip.
tubuh Dewa Perang bergetar hebat, mata nya memerah.
"penguasa ke 15 apa yang telah kau lakukan terhadap Puteri, aku akan membunuh mu hingga jasad mu tidak dapat di kenali lagi kali ini," teriak Dewa Perang menatap Xiao Zhou dengan kemarahan yang begitu dalam.
__ADS_1
Yun Fengyin tidak dapat mempercayai apa yang di lihat nya.
"Yun Fengyin.... sekali lagi aku katakan, aku datang untuk istri ku, bukan mahluk rendahan seperti itu," ucap Xiao Zhou dingin.
ucapan Xiao Zhou sontak membuat Dewa perang membeku dan menatap kepala Puteri Yun Qixuan yang terpisah, dan perlahan wajah Puteri Yun Qixuan itu berubah menjadi tidak berbentuk, hanya terdapat lubang pada daerah bibir nya yang mengeluarkan darah hitam dan bau menyengat.
"apa? penjahat fengyin ingin menipuku tadi, ini sangat memalukan," batin Dewa Perang.
"hahaha... kau pintar juga bocah, tapi percuma saja kalian berdua akan mati di pulau ini," ucap Yun fengyin dan pedang bintang muncul di tangan kanan nya, angin berhembus kencang bersama dengan energi yang di keluarkan dari tubuh Yun Fengyin.
Xiao Zhou seperti tidak peduli, dan tangan nya seperti menarik sesuatu di udara, dan seketika sangkar emas milik Yun Fengyin terlihat dan tertarik ke arah Xiao Zhou. Xiao Zhou melesat ke arah sangka emas itu dan sekali tebasan sangkar itu pun terbelah, dan membebaskan Puteri Yun Qixuan.
Xiao Zhou memeluk tubuh istri nya, tubuh keduanya melayang saling memeluk berputar di udara dan perlahan mendarat di sebuah permukaan batu.
"apa orang itu menyakiti mu?" tanya Xiao Zhou menatap Puteri Yun Qixuan dalam-dalam.
Puteri Yun Qixuan terlihat begitu malu, hanya menunduk, tubuh nya masih di gendong oleh Xiao Zhou.
"suami bodoh, turun kan aku, tidakkah aku lihat di sini begitu ramai," guman Puteri Yun Qixuan, membuat Xiao Zhou melepaskan pelukannya.
Yun Fengyin yang melihat keanehan pada diri Xiao Zhou berusaha mencari celah melarikan diri,
"bagaimana bisa bocah ini melihat sangkar emas ku, dan menghancurkan nya begitu saja, ini akan sulit apalagi Dewa Perang sudah ingin menelan ku bulat-bulat, aku harus mengecoh nya," batin Yun fengyin.
"penjaga pulau, aku tidak ingin orang-orang ini berada di pulau ini, cepat usir keduanya" teriak Yun fengyin.
seekor ular besar keluar, dan berubah menjadi seseorang wanita cantik, mata Yun fengyin melebar, dirinya belum pernah melihat ular itu berubah menjadi manusia, dan seorang pria kecil, bertubuh sedikit gemuk, berusia sekitar sepuluh tahun berdiri di samping nya.
Yun Fengyin berbalik dan menatap istana yang selama ini tertutup, dan di selimuti oleh akar-akar tumbuhan, kini terlihat sudah mulai bersinar, terlihat di dalam nya mulai menyala beberapa cahaya dan gerbang nya mulai terbuka, dan akar-akar pohon sudah tidak tampak lagi.
"apa maksud semua ini penjaga pulau?" teriak Yun fengyin.
"saat pulau ini sudah memilih penguasa nya, maka aku dan kakak kura-kura ku akan berubah menjadi manusia, dan orang itu sudah datang, penguasa selamat datang" ucap wanita cantik dan pria berusia sepuluh tahun itu berlutut.dan memberi hormat pada Xiao Zhou.
wajah Yun fengyin menjadi pucat, dan kemarahan mulai menjalar di sekujur tubuh nya, dan melesat ke arah Xiao Zhou.
"Xiao Zhou aku akan membunuhmu saat ini," teriak Yun fengyin,
Xiao Zhou menarik lengan Puteri Yun Qixuan, hingga posisi Xiao Zhou kini berada di depan Puteri Yun Qixuan, dan kedua tangan nya memegang gagang pedang kematian di depan dadanya, dengan posisi bertahan.
traaangggg...
sebuah tombak dengan ujung nya berbentuk sebuah golok menahan pedang bintang milik Yun fengyin.
bocah pergilah, kau bukan tandingan orang ini biar aku yang menangkap penjahat ini, dan membawa nya ke istana Langit untuk di pancung," ucap Dewa Perang, yang melihat tingkat kultivasi Xiao Zhou masih di ranah pendekar Dewa tingkat tiga.
trangggg.....
__ADS_1
traannnngggg.....
Kilatan cahaya sesekali muncul saat kedua senjata Dewa itu beradu, dan angin berhembus kencang keluar dari tubuh mereka.
Dewa Perang yang hampir tertipu merasa begitu di permalukan oleh Yun fengyin, juga begitu marah dan kedua sudah bertarung dengan brutal.
Xiao Zhou dan Yun Qixuan saling menatap,
"suami sebaiknya kita pergi, paman Dewa Perang akan mengatasi nya, walaupun tidak bisa mengalahkan penjahat itu, tapi ada delapan Dewa penjaga yang terlihat sudah mendekat," ucap Yun Qixuan
"apa kau yakin tidak membutuhkan bantuan ku Dewa?" tanya Xiao Zhou, yang mengerti karena dirinya juga tidak suka jika pertarungan nya di ganggu oleh orang lain.
"aku akan membunuhmu penguasa ke 15, jika kau mengganggu pertarungan ini," teriak Dewa Perang.
Xiao Zhou mengangguk seperti mengerti ucapan Dewa Perang, memasukkan pedang kematian dan juga pedang semesta sudah menghilang dari tempat nya tertancap tadi
terlihat iblis darah melambaikan tangan nya ke arah Xiao Zhou dan tersenyum sangat cantik, sebelum berubah bentuk menjadi semacam benda cair berwarna merah gelap, dan terbang meliuk-liuk dan keluar dari gerbang pulau itu, cairan merah itu menetes di berbagai tempat dan berubah menjadi sosok yang memakai kerudung hitam, sosok itu tidak lain adalah pendekar-pendekar yang sudah mati, yang darah nya pernah terhisap oleh iblis darah.
mata Yun Qixuan menatap marah ke arah iblis darah yang sudah pergi,
"iblis jalang... berani nya kau," guman Yun Qixuan dan sebuah pedang muncul di tangan Yun Qixuan. berusaha mengejar iblis darah namun di tahan oleh para pendekar-pendekar yang di terbuat dari tetesan darah dari iblis wanita itu.
kemampuan pendekar-pendekar itu, cukup tinggi mereka melesat di udara seperti bayangan, dengan jumlah yang begitu banyak dan mengurung Puteri Yun Qixuan, serta Dewa Perang.
Xiao Zhou kembali mengeluarkan pedang kematian nya, namun sebelum Xiao Zhou bertindak para pendekar yang memakai kerudung hitam itu tertebas satu demi satu, darah begitu banyak menyembur ke udara, pendekar-pendekar tidak ada yang bersisa, dengan tubuh kebanyakan tidak utuh, kecemburuan hati Yun Qixuan sudah merubah nya dalam beberapa detik saja.
mata Yun Qixuan masih terlihat kesal, dan menatap Xiao Zhou seperti ingin menelan nya, membuat Xiao Zhou hanya menelan ludah, dan tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya.
"pengecuuuttttt...." teriak Dewa Perang marah, mata menyala putih kekuningan, dan sekali tebasan, tombak itu menghancurkan semua pendekar berkerudung yang mengurung nya.
"mendengar teriakan mu, seperti kau kehilangan buruan mu lagi Dewa," ucap Xiao Zhou dingin, meninggalkan Dewa Perang yang meraung-raung mengumpat.
Yun Qixuan memeluk lengan panjang Xiao Zhou dan mendekati penjaga pulau.
"penjaga pulau, aku ingin mempergunakan gerbang di aula utama," ucap Xiao Zhou seperti sudah pernah ke istana itu.
"tentu saja penguasa," ucap wanita ular itu.
"bibi Li dan paman bo, aku pergi sekarang, aku akan mengurus pulau ini beberapa hari lagi, biarkan para Dewa itu memasuki pulau ini," ucap Xiao Zhou.
wajah kedua penjaga itu terlihat begitu bahagia, tidak menyangka Xiao Zhou menyebut nama mereka.
"aahhh... tentu saja penguasa... tentu saja, kami akan menunggu kedatangan tuan, sampaikan salam kami pada harimau pemarah itu," ucap pria kecil berusia sepuluh tahun itu.
Xiao Zhou hanya mengangguk, sebuah sinar keluar berbentuk lingkaran di lantai di bawah tubuh Xiao, Yun Qixuan perlahan naik ke punggung Xiao Zhou dan memeluk leher Xiao Zhou dari belakang.
"Puteri bodoh, apa yang kau lakukan," guman Xiao Zhou.
__ADS_1
"aku sedang bosan, berikan aku punggung mu, sudah lama aku tidak menemukan lawan berkelahi yang seimbang" ucap Puteri Yun Qixuan.
kedua nya menghilang bersamaan cahaya yang berada di lantai aula utama di istana gunung terbalik.