Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
penghakiman Hua Bai


__ADS_3

pria sepuh itu tersenyum, mendengar ucapan Xiao Zhou.


"hahaha... kau sangat tidak hormat padaku, tapi tidak apa-apa karena kau belum tahu, mungkin suatu saat kau akan menghormati ku, aku ini Dewa kebijaksanaan," ucap pria sepuh itu dan mengelus jenggot panjang nya, mata nya menatap Fei yu beberapa saat, dan kembali menatap Xiao Zhou.


"hehe.... dewa tidak mencampuri urusan manusia" ucap Hua Bai, terlihat kekhawatiran di wajahnya, karena wajah Dewa kebijaksanaan begitu benci kepadanya.


Xiao Zhou hanya tersenyum, karena kata-kata yang di ucapkan oleh Hua Bai tidak asing baginya kerena kata itu adalah ucapan terakhir nya di lembah kuburan.


Dewa kebijaksanaan mengangguk, sambil mengelus jenggotnya.


"kau sangat benar manusia jahat, aku memang tidak boleh menghukum mu, tapi aku rasa manusia muda ini bisa membantu ku, baiklah bocah nama mu Xiao Zhou bukan? Dewa keadilan menitipkan sesuatu padaku dan menyuruh ku memberikan nya padamu," ucap Dewa kebijaksanaan dan sebuah cahaya hitam keluar dari keningnya, dan masuk kekening Xiao Zhou.


"apa yang kau berikan padaku dewa?" ucap Xiao Zhou seperti kesal.


"itu adalah pusaka dewa yang amat jahat, kau harus sangat bijak menggunakan nya, hanya orang yang sangat jahat yang pantas merasakan pusaka dewa ini" ucap dewa kebijaksanaan.


"pusaka Dewa yang jahat? sebaiknya kau tidak bertele-tele Dewa tua" ucap Xiao Zhou yang semakin bingung dengan hadiah nya.


"hemmm... baiklah anak muda aku tidak akan bertele-tele lagi, itu adalah penjara 1000 tahun.


jika orang yang masuk ke pusaka dewa itu akan sangat tersiksa, dan akan mati secara pelan selama 100 hari, tapi akan terasa seribu tahun bagi orang tersebut, karena siksaan nya, dan yang lebih bagus nya lagi penjara itu akan menyerap apapun setelah orang itu mati, tak terkecuali racun" ucap dewa kebijaksanaan.


"ada seorang manusia, dengan nafas terakhir nya, berdoa dan memohon keadilan kepada dewa, doa nya menggetarkan kediaman Dewa keadilan di gunung buta, jadi dia menitipkan pusaka ini" ucap dewa kebijaksanaan lagi.


wajah Hua Bai menjadi pucat, tidak percaya akan apa yang di dengar nya.

__ADS_1


"bagaimana bisa? aku tidak percaya semua ini" ucap Hua Bai dengan bibir bergetar.


Dewa kebijaksanaan memberi tahu cara menggunakan pusaka itu, Xiao Zhou hanya mengangguk.


kedua jari nya merapat dan ujung kedua jari nya menempel di keningnya, dan mulai memusatkan pikiran nya.


dan perlahan keluar cahaya hitam keluar dari kristal biru di kening Xiao Zhou dan mulai membesar, cahaya hitam itu melayang dan mendekati Hua Bai dan membungkus tubuh nya.


tubuh Hua Bai terlihat seperti didalam sebuah gelembung, berisi cairan lumpur hitam beracun dan berbau sangat busuk.


"tolong jangan lakukan ini, aku tidak akan berbuat jahat lagi, tolong jangan bunuh aku tuan seperti ini" teriak Hua Bai, di sela-sela cairan lumpur yang mulai masuk dari bibirnya.


pusaka itu melayang menuju ke tengah danau biru dan perlahan mulai tenggelam,


"kau tidak akan langsung mati, kau akan bernafas, tetapi yang masuk kedalam hidung mu adalah lumpur beracun, kau bisa membayangkan bukan bagaimana rasanya jika kau begitu ingin bernafas, tetapi yang masuk adalah lumpur, kau akan merasakan bagaimana rasanya mati tenggelam, berulang-ulang seribu tahun, dan tubuh mu akan di makan oleh binatang beracun di tubuh mu itu secara perlahan-lahan, itu adalah hukuman dari dirimu sendiri, karena pusaka ini akan menyesuaikan dengan perbuatan orang yang ada di dalam nya" ucap Dewa kebijaksanaan, dan matanya sesaat menatap Fei yu, keduanya saling bertatapan.


segel dewa Lou yi, kitab dewa pengetahuan, bahkan guci dewa arak, semua pemberian itu membawa mu bertemu dengan istrimu, dan menjadikan mu manusia yang lebih baik dari sebelumnya, aku tidak akan meminta mu bersahabat dengan kami, tapi setidaknya kita tidak bermusuhan, pikirkanlah itu" ucap Dewa kebijaksanaan.


"baiklah Dewa kebijaksanaan, seperti kau ada benarnya, akan aku pikirkan, sekarang ada yang harus aku kerjakan aku mohon diri" ucap Xiao Zhou dan melangkah cepat meninggalkan tempat itu.


"pergilah menantu, pergilah...." ucap Dewa kebijaksanaan setelah Xiao Zhou menghilang, dan menatap Fei yu.


"Fei yu... kau terlihat berbeda, tetap seperti ini, dan carilah kebahagiaan mu seperti kakak mu Mei yin" ucap Dewa kebijaksanaan dan melayang dan menghilang.


"saat ini aku sudah menemukan kebahagiaan ayah, sangat bahagia" guman Fei yu.

__ADS_1


******


ratusan lentera menyinari jalan sempit di pinggiran kota huangdong, hanya beberapa orang saja yang melewati jalanan sempit itu, karena malam sudah mulai larut.


"Dewi Li sebaiknya kau menyerah saja, ikutlah denganku aku akan membantu mu, memuaskan hasrat mu malam ini, kau akan merasakan kenikmatan yang tidak pernah kau rasakan sebelumnya," ucap Hua Ming dengan mata yang sudah penuh birahi.


"cih.... kau bahkan tidak akan ku biarkan menyentuh kulit ku, tubuh ini hanya satu orang yang memiliki nya, dan tidak akan ku biarkan ternoda setitik pun" ucap Li Mei yin, nafasnya mulai berat, matanya sudah terlihat begitu sendu, air liur nya sudah mulai membasahi bibirnya.


"aaahhhh... aku sudah tidak tahan lagi, kewanitaan ku begitu basah, dan gatal.


aku sangat membutuhkan mu suami, cepatlah datang waktu ku tidak banyak lagi" batin Li Mei yin.


"kau jangan memaksa ku, melakukan kekerasan padamu Dewi" ucap Hua Ming yang sudah tidak sabar lagi.


"kau binatang, aku Li Mei yin akan mati sebelum kau menyetuh ku, itu adalah sumpah ku," ucap Li Mei yin memutar tubuh nya dan berdiri menatap kearah Hua Ming.


"saat ini kau sudah dalam pengaruh obat perangsang Dewi Li, walaupun kau seorang Dewi aku akan dengan mudah menghentikan semua cara mu untuk bunuh diri," ucap Hua Ming dan melesat kearah Li Mei yin dan menotok dada Li Mei yin.


tapi sebelum ujung jari Hua Ming menyetuh dada Li Mei yin selembar selendang sudah melilit jari itu, dan menarik tangan nya, membuat Hua Ming terlempar beberapa meter ke belakang.


"singkirkan jari itu dari tubuh adikku" ucap seorang wanita cantik dengan hawa siluman begitu pekat.


"kakak Xue, kenapa begitu lama aku hampir mati menahan ini" ucap Li Mei yin kedua kaki nya merapat menahan rasa di bagian sensitif nya.


"kita tidak ada waktu lagi adik Li, aku mencium aroma tubuh zhou'er di dekat sini, bertahan lah sebentar lagi" ucap Xue dan menggendong tubuh Li Mei yin.

__ADS_1


Li Mei yin hanya mengangguk, dan menggigit bibir bawahnya, tidak ada kata yang keluar dari bibir nya.


__ADS_2