
pasukan suku bulbul mendapat cemoohan yang begitu banyak kultivator saat kedatangan mereka diawal karena hanya membawa pasukan tidak lebih dari enam ribu orang.
adalah Wei houcon orang yang paling keras bicara dan mengolok olok pasukan dari suku bulbul
"hahaha... apa ini pasukan tujuh juta yang kau sombongkan itu" teriak Wei houcon, dan tertawa saat begitu banyak orang berkumpul di kota shinjong.
"kau boleh bicara sesuka mu tuan, tapi kedatangan kami kesini hanya mempertahankan kota ini, bukan menghacurkan markas dari iblis itu, jadi pasukan kami ini sudah lebih dari cukup" ucap pejabat strategi itu.
setelah beberapa bulan, pandangan dari semua orang menjadi berbalik 180 derajat, setelah pasukan suku bulbul begitu terampil, dan memang seperti terlahir untuk pertempuran, mereka menyapu puluhan kali serangan dari para iblis dengan sangat rapi, tanpa melibatkan pasukan aliansi dari kekaisaran.
pasukan suku bulbul kini menjadi sangat di hormati dan begitu di takuti, dan yang lebih mencengangkan sekarang tepi barat kota shinjong berubah menjadi benteng yang begitu kokoh, tampak tembok-tembok tebal dan tinggi di atur sedemikian rupa, dan begitu banyak jebakan dimana letak jebakan utama dari benteng itu juga merupakan pintu masuk utama dari benteng.
banyak orang-orang yang melintasi kota shinjong mulai membicarakan tentang kekuatan pasukan penguasa ke 15 Xiao Zhou, dan benteng kokoh yang kini berdiri di kota shinjong, menjadi pusat pembicaraan di dataran utama.
tapi setelah beberapa bulan, kini wajah ceria para kultivator aliansi di kota shinjong berubah, setelah mata-mata menyampaikan bahwa lebih dari dua ratus ribu pasukan musuh mulai bergerak keluar dari markas mereka.
pertemuan komandan dan tokoh-tokoh kultivator dari aliansi tiga kekaisaran berkumpul di sebuah ruangan di benteng kokoh di kota shinjong, mereka tampak mulai khawatir dengan situasi yang didepan mata mereka.
hanya pejabat strategi dari suku bulbul yang masih terlihat tenang.
"tuan pejabat semua ini terjadi karena kebodohan mu, seharusnya kita menyerang mereka, saat penyerangan mereka gagal beberapa hari yang lalu" ucap Wei houcon
"tuan Wei houcon kau menyalahkan orang lain saat situasi seperti ini, bukan nya mencari jalan keluar atau strategi yang di gunakan, aku sudah muak dengan kata-kata yang sama sekali tidak pernah menyelesaikan masalah" ucap salah satu tetua dari kuil cahaya suci.
semua orang di ruangan itu mengangguk dan setuju dengan ucapan tetua itu, membuat Wei houcon diam yang awalnya ingin mempermalukan pasukan suku bulbul.
"tuan pejabat, apa kau punya rencana dalam mempertahankan benteng kali ini?" tanya tetua itu lagi.
"aku sudah menghitung nya beberapa kali, dan kami sudah menyiapkan formasi untuk menghadapi tidak kurang dari dua ratus tujuh puluh tiga ribu pasukan musuh, dan perang kali ini bisa berlangsung sekitar lima sampai enam hari, jika mereka terus menyerang" ucap pejabat itu.
"kau selalu begitu percaya diri dengan kekuatan pasukan mu, kami tidak akan berani mempercayakan keselamatan kota ini hanya dengan kepercayaan diri yang berlebihan dari mu" ucap Wei houcon.
"jika kau memiliki rencana tolong di sampaikan, tapi jika tidak punya, maka sebaiknya diam dan ikuti rencana dari kami" ucap pejabat militer itu tenang.
semua orang menatap Wei houcon dengan kesal.
__ADS_1
"saat ini aku tidak memiliki strategi apapun" ucap Wei houcon.
"aku tidak akan menghalangi jika kalian memiliki strategi masing-masing, asal tidak menggangu strategi kami, jadi siapa yang ikut dalam strategi ku" ucap pejabat itu.
semua orang diam, dan tetua dari kuil cahaya suci orang pertama bicara.
"kami sudah melihat kemampuan mu dalam bertempur, dan jikapun kali ini kau kalah aku dan semua murid dari sekte kuil cahaya suci, akan ikut dalam strategi anda pejabat," ucap tetua itu, dan di ikuti oleh semua orang di sana yang secara menyeluruh percaya kepada strategi dari pejabat dari pulau keseimbangan.
"anda sangat bijak tetua, saat seperti ini kita harus saling memberi semangat dan bersatu walaupun musuh begitu banyak, aku akan berusaha tidak mengecewakan tetua" ucap pejabat itu.
siang itu tampak lautan pasukan mulai mendekat ke arah benteng di kota shinjong, tampak mereka begitu ganas dan bersenjata mengerikan.
terlihat binatang-binatang asing bagi mata manusia bergerak, tubuh mereka begitu besar dan bentuk mereka juga berbeda-beda.
pejabat dari suku bulbul menempati menara paling tinggi dan paling depan di benteng itu dan ada beberapa orang bersama nya,
"tetua apa kau sudah menyebar beberapa biksu pelindung?" tanya pejabat itu
"sudah pejabat, aku sudah memerintahkan 100 ahli segel di tempat yang kau usulkan" ucap tetua dari sekte kuil cahaya suci.
"kami sudah lebih dari siap pejabat" ucap sepuluh dari pengendali tanah yang ada di menara itu bersama dengan pejabat suku bulbul itu.
tanah bergetar di sekitar benteng itu, karena pergerakan begitu banyak pasukan mendekat, tampak keringat dingin mengucur dari para kultivator yang berdiri di atas tembok tinggi benteng itu, menyaksikan begitu banyak musuh, yang lebih menyerupai lautan hitam.
saat sudah mendekat beberapa binatang besar itu memuntahkan bola api ke udara.
brussss......
ratusan bola api melesat tinggi ke udara dan jatuh menuju benteng kokoh itu
"sudah saat nya tetua," ucap pejabat itu, dan biksu tetua itu pun membuat sebuah perisai yang begitu besar melindungi benteng mereka.
derrrrgggghhhh....
bola-bola itu hancur menghantam perisai yang di buat oleh biksu suci dari sekte kuil cahaya suci.
__ADS_1
dan beberapa ada yang lolos, dan keseratus biksu lain nya menahan dengan perisai lebih kecil, tetapi begitu kuat.
tidak ada bola api yang sampai menyentuh dinding tembok secara utuh.
sekitar dua puluh ribu pasukan bangsa Moin zhu, mou ghol mulai menyerang dengan berlari ke arah benteng.
"gelar labirin kota terlarang" ucap pejabat militer itu, dan kesepuluh pengendalian tanah itu mengatur lima ratus pengendali tanah di posisi masing-masing.
sebuah dinding tanah setebal tiga meter, dan begitu tinggi, menutup di belakang dua puluh ribu pasukan yang menyerang itu.
membuat pasukan yang di belakang nya tidak dapat melihat apa yang terjadi pada teman mereka yang melakukan serangan pertama itu.
"kalian sudah masuk ke labirin kematian kalian, tidak ada jalan pulang, atau pun keluar dari labirin kota terlarang" ucap pejabat itu.
dinding tanah setebal dua meter dan tinggi puluhan meter mulai keluar dari permukaan tanah dan memecah pasukan itu, dan mulai menggiring mereka ke kuburan nya masing-masing, karena pasukan yang di pecah kecil-kecil itu akan langsung berhadapan dengan pasukan petarung yang muncul dari bawah tanah di depan nya dan pasukan pemanah di belakang mereka, membuat mereka tewas sebelum bisa mendekati para pasukan petarung, mereka habis oleh para pemanah yang muncul dari bawah tanah di belakang mereka.
"formasi labirin kota terlarang memang sebuah labirin kematian bagi musuh" ucap biksu itu.
"biksu perintahkan semua pasukan untuk tidak memasuki labirin kota terlarang, karena labirin itu tidak mengenal kawan dan lawan, jika bukan dari suku bulbul, mereka akan membantai nya, karena itulah kunci dari formasi ini bisa bertahan" ucap pejabat militer itu.
"baiklah pejabat... aku mengerti dan aku akan memerintahkan semua pasukan untuk tidak masuk ke daerah formasi anda pejabat" ucap biksu itu dan memanggil semua komandan pasukan untuk tidak memasuki labirin kota terlarang.
hanya dalam hitungan jam, dua puluh ribu pasukan iblis terlihat mulai habis tanpa sisa, dan jasad mereka tidak ada yang terlihat, karena sudah terkubur.
dinding penutup terbuka lagi, mata dari para pasukan musuh terbelalak, tidak percaya dua puluh ribu pasukan mereka lenyap tanpa sisa hanya dengan beberapa jam saja, tanpa bisa mereka lihat bagaimana teman mereka terbunuh.
Medan perang yang tadi nya penuh manusia kini terlihat hanya tanah lapang lagi, tanpa ada satu manusia atau iblis terlihat.
para kultivator yang menyaksikan dari atas Diding benteng begitu tercengang melihat peristiwa di depan mata mereka, mulut mereka terbuka, mata mereka terbelalak, dan mulai terlihat semangat bertempur dari semua orang diatas tembok itu.
"ketua Wei sebaiknya kau tidak mencari masalah dengan orang dari pulau keseimbangan itu, kau bisa melihat nya sekarang, mereka bukan omong kosong seperti yang kau ucapkan, dengan kemampuan seperti itu mereka akan sangat mudah menghapus satu kekaisaran" ucap salah seorang dari kultivator itu.
Wei houcon menelan ludah nya, dan hanya mengangguk.
"seperti nya kau benar, mereka bukan omong kosong" ucap Wei houcon matanya masih tidak bergeming menatap dataran kosong di depan benteng itu.
__ADS_1