
Dewi pemburu itu begitu terkejut dengan sayap pedang milik Lou fang,
" bagaimana bisa orang tua ini bisa mempunyai tehnik pedang begitu tinggi, dan jurus tombak yang kuat pada waktu bersamaan" batin Dewi pemburu itu, dan matanya kini melebar menatap seorang remaja yang melayang dan mendarat di hadapan nya.
"bocah kau sudah bangun rupanya," ucap Lou fang mendekati remaja itu yang tidak lain adalah Xiao Zhou.
Xiao Zhou hanya mengangguk matanya menatap Dewi pemburu itu, keduanya saling bertatapan tanpa berkedip
" aahhhkk.. apa ini dadaku berdebar, terasa begitu sesak" batin Dewi pemburu itu wajahnya terlihat sedikit malu di tatap oleh Xiao Zhou
Xiao Zhou menyelipkan pedang kematian nya di pinggangnya, mata Dewi pemburu itu menatap pedang panjang milik Xiao Zhou.
" rupanya kau pemilik tehnik pedang yang menyelamatkan kakek itu" ucap Dewi pemburu itu
Xiao Zhou tidak menjawab kini matanya mengarah kepertarungan Zhifu dan empat dewa pemburu lain nya.
tangan Xiao Zhou mencabut pedang panjang nya dan melemparkannya kearah pertempuran itu..
bommmmm.... ledakan terjadi saat energi dari jurus-jurus itu beradu.
kedua pihak saling menjauh dan mengambil nafas masing-masing
"kekuatan dewa ini begitu tangguh, jumlah mereka pun terlalu banyak" batin Xiao Zhou
"keluarkan aku, biarkan aku ikut membantu" ucap suara di pikiran Xiao Zhou
" kau membantu?" tanya Xiao Zhou dalam hati
" iya, aku bisa membantu mu dalam hal bertarung" ucap suara itu
" situasi begitu sulit, baiklah kau aku perintahkan keluar" batin Xiao Zhou
"aahhhkkk..." terasa perih di punggung Xiao Zhou dan perlahan salah satu dari hurup kuno suci di punggung nya bercahaya dan keluar...
jederrrrt....
tiba-tiba sesosok muncul di hadapan lima dewa pemburu itu.
kali ini manusia setinggi dua setengah meter dengan tubuh dari batu, dan lebih besar dari dewa pemburu yang memiliki kulit seperti batu tadi.
" namaku tungku batu, dan aku adalah lawan mu" ucap tungku batu menunjuk kepada dewa berkulit batu itu.
dewa berkulit batu itupun melompat dan mendarat di hadapan tungku batu,
" namaku Yang Dong, kau pikir lebih besar dariku kau akan bisa menang, cih.. jangan bermimpi? ucap Yang Dong dengan nada mengejek
Yang Dong melompat keudara dan menukik kearah tungku batu, dan mengarahkan pukulan nya kearah kening tungku batu.
__ADS_1
tungku batu hanya tersenyum,
" kita akan lihat apa kepalan tanganmu lebih keras dari kepala ku" ucap tungku batu tanpa bergerak sedikit pun
bommmmm.....
suara ledakan terjadi saat kepalan tangan Yang Dong tepat mengenai kening tungku batu yang tidak bergerak.
semua mata menatap pertarungan kedua manusia batu itu, karena bagi mereka ini pertama kali nya melihat hal semenarik ini.
kraaaakkkkkkkk.....
kraaaakkkkkkkk...
bunyi retakan seperti batu pecah.
kepalan tangan Yang Dong masih di kening tungku batu, senyum tungku batu hilang, dan raut wajah nya berubah menjadi sangat garang.
tangan kiri tungku batu, memegang pergelangan tangan kanan Yang Dong yang masih di keningnya, dan tangan kanan tungku batu kini mengepal dan melesat begitu cepatnya dan sangat keras, menghantam dagu dari Yang Dong.
" sekarang giliran ku, kau tidak akan bisa menghindar lagi" ucap tungku batu
mata Yang Dong terbelalak melihat kepalan tangan nya yang mulai retak, dan tidak bisa menghindar dari pukulan lawan nya, karena tangan kanannya di pegang oleh tungku batu.
blaammmmm...
ke empat dewa pemburu mendekati tubuh Yang Dong yang sudah tidak bergerak lagi. terlihat kondisi tubuhnya begitu mengengaskan.
bibirnya Yang Dong mengeluarkan darah segar, terlihat retakan di dagunya, dan lengan kanannya terlepas dari tubuhnya dan masih di pegang oleh tungku batu.
ke empat dewa pemburu menatap tungku batu dengan marah.
" kau akan membayar ini" ucap Wang Cong dan mulai mengeluarkan jurus nya, sampai tiba-tiba petir menyambar dan depan gerbang pulau itu.
tampak seorang pria sepuh berdiri di tempat itu, dan melangkah mendekati ke empat dewa pemburu itu
"kalian lima dewa pemburu, sedang apa di pulau ini?" tanya pria sepuh itu yang tidak lain adalah dewa pengetahuan.
" kau tidak usah mencampuri urusan kami," ucap Wang Cong matanya masih menatap kearah tungku batu
" tenanglah dewa Wang Cong atau kau akan menerima hukuman langit" ucap dewa pengetahuan
"apa yang kau katakan dewa pengetahuan, kau mengenal benda ini bukan? tanya Wang Cong sambil melempar sebuah lencana ke udara.
lencana itu bersinar dan tetap melayang di udara, dan perlahan menghilang.
" tentu saja aku mengenal benda itu, dengan benda itu kau bisa melakukan apa saja di semua tempat yang berada di bawah kekuasaan kekaisaran langit, termasuk membunuh, tapi pulau ini bukan berada di bawah kekuasaan kekaisaran langit kita, kau bisa dikatakan melanggar aturan" ucap dewa pengetahuan.
__ADS_1
mata Wang Cong terbelalak, dan tersadar dengan ucapan dewa pengetahuan,
" baiklah... kali ini kami akan pergi dari tempat ini" ucap Wang Cong dan merapal mantra membuat tubuh rekan nya Yang Dong terangkat.
Wang Cong mendekati Xiao Zhou dan menatap wajah
" kau penguasa ke 15, mudah-mudahan kita akan bertemu lagi, setelah tugasku kali ini selesai, aku berharap aku yang akan mendapat tugas menghabisi mu" ucap Wang Cong dan pergi meninggalkan pulau itu di ikuti oleh semua rekan nya.
mata dewa pengetahuan hanya terpejam dalam-dalam dan menggelengkan sedikit kepala nya.
"bocah kecil bisakah kita bicara berdua saja" ucap dewa pengetahuan
" tentu saja dewa" Xiao Zhou dan dewa pengetahuan berjalan menuju istana milik Xiao Zhou.
"apa maksud dari dewa pemburu itu dewa?" tanya Xiao Zhou saat mereka sudah duduk di sebuah taman di istana milik Xiao Zhou
dewa pengetahuan hanya mengangguk,
"ini sebenarnya rahasia langit, tapi aku akan menceritakan semuanya" ucap dewa pengetahuan.
....
......
behind the novel RDK
Yun Li Wei sedang duduk dan berbincang dengan author izzyl, tiba-tiba saja Lou fang berlari kecil mendekat ke arah mereka
" Dewi Yun... aku menemukan sapu tangan mu di puing-puing pusaka peti mati dewaku yang hancur itu" ucap Lou fang dan menyerahkan kain segitiga hitam, dan berenda.
uhukkkkk... author izzyl terbatuk dan mengeluarkan darah dari hidung nya
wajah Yun Li Wei memerah dan dengan cepat mengambil benda itu dari tangan Lou fang..
bukkkk.... pukulan telak di perut Lou fang membuat terbenam dalam salju
"kenapa kau memukuli nya Dewi Yun" ucap author izzyl mendekati Lou fang dan mencium tangan Lou fang yang memegang benda milik Yun Li Wei tadi
" dasar author cabul" ucap Yun Li Wei
bukkk... sekarang giliran author izzyl yang terbenam di salju
" kenapa kau memukuli ku juga, bisakah kau pinjamkan sapu tangan mu tadi" ucap author izzyl dari bawah tumpukan salju
...
Yun Li Wei melangkah pergi meninggalkan kedua orang bodoh itu, mata nya menyipit, dan pikirannya melayang tentang kejadian di dalam peti mati dewa itu
__ADS_1
" dasar bocah nakal, tapi kapan bocah itu melepaskan benda ini dari tubuhku?? perasaan aku hanya menyingkap nya sedikit saja" batin Yun Li Wei sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya