
Sejak peristiwa dewi bulan muncul dengan tidak menggunakan topeng, lamaran pernikahan semakin banyak datang, dan semua nya di tolak oleh Liu fenghua, termasuk lamaran dari kaisar langit.
sudah beberapa hari Liu Fenghua tidak keluar kamar nya, dan tidak ingin bertemu dengan siapa pun,
"Suami kenapa kau bisa berpikir seperti itu pada nona Liu, sebaik nya kau minta maaf pada nya," ucap Xue.
Xiao Zhou yang merasa bersalah, berjalan ke arah kediaman Liu Fenghua di villa kabut rindu, Liu Fenghua duduk di lantai disebuah serambi berada diatas air yang terhubung langsung dengan kamar tidur nya.
mata nya yang sembab menatap permukaan danau yang tenang, di selimuti kabut tipis, langit sudah mulai remang karena awan gelap menutupi angkasa.
Xiao Zhou menyalakan lentera di semua sudut di kediaman Liu Fenghua, dan mendekati wanita itu, serta duduk memeluk bahu Liu Fenghua.
"Zhou'er lepaskan aku" ucap Liu Fenghua sambil berusaha melepas pelukan Xiao Zhou tetapi tidak serius.
jika Liu Fenghua ingin, hanya sekali pukul Xiao Zhou sudah terlempar di atas danau.
"maafkan aku hua'er, aku pergi cukup lama, aku pikir kalian berdua.... aahhh aku sudah sangat bodoh," ucap Xiao Zhou
butiran air mata Liu Fenghua kembali keluar,
"suami apa kau ingat saat pertama datang ke tempat ini?" tanya Liu Fenghua.
Xiao Zhou menyipitkan matanya, seperti mengingat sesuatu, dan menggeleng,
"saat aku melihat wajah mu, aku tidak mengerti, dan seperti tidak sadar, a-ku begitu saja membuka topengku di hadapan mu, aku sebenarnya ingin membuka topeng ku di hadapan suami, tapi hari itu kau adalah orang pertama melihat wajah ku, dan aku berkata akan menjaga mu, dan sekarang aku berpikir, bahwa aku sudah melamar mu waktu itu," ucap Liu Fenghua dengan derai air mata.
bibir Xiao Zhou terbuka, dan mengingat semua kejadian itu meski samar.
"suamiku... jangan pernah berpikir seperti itu lagi, aku hanya untuk mu, kesucian ku sudah ku berikan padamu aku bahkan tidak menyesal karena nya, bahkan aku menolak lamaran dari kaisar langit, karena aku adalah wanita yang sudah bersuami, bahkan dari kau berusia 8 tahun," ucap Liu Fenghua dengan tatapan sendu dan menenggelamkan kepala nya di dada Xiao Zhou
"kau benar Hua'er... kau sudah melamar ku saat itu," ucap Xiao Zhou sambil mengelus kepala Liu Fenghua.
"bersabarlah aku akan bicara dengan paman Wu setelah itu aku akan menikahi mu" ucap Xiao Zhou lagi
mendengar ucapan xiao zhou liu fenghua menceritakan semua kejadian di gerbang villa kabut rindu
__ADS_1
"sebenarnya aku dan Wu Tian tidak pernah memiliki hubungan apapun, aku hanya tahu Wu Tian menyukai ku, tapi setelah aku menolak perasaannya, kau bisa menikahi aku kapan saja," ucap Liu Fenghua dengan pipi memerah karena malu,
Xiao Zhou tertawa melihat tingkah Liu Fenghua seperti anak kecil yang tidak sabaran.
"baiklah istri nakal ku aku akan segera menikahi mu, apa sekarang aku boleh minta itu? bisik Xiao Zhou di telinga Liu Fenghua sekedar menggoda wanita itu.
"apa?? sekarang??? wajah Liu Fenghua semakin merah, berpikir jika Xiao Zhou benar-benar ingin melakukan nya.
"sebenar nya aku juga begitu menginginkan nya, tapi kakak rubah akan membunuh ku jika aku melakukan dengan mu sekarang," ucap Liu Fenghua wajah nya tertunduk.
tapi xiao zhou terus saja meraba tubuh Liu Fenghua, membuat wanita itu berontak karena kegelian.
"tolong!!! kakak rubah tolong aku... bocah mesum ini ingin melakukan nya padaku," sambil tertawa Liu Fenghua berguling cepat menghindar dari serangan tangan nakal Xiao Zhou.
pintu kamar Liu Fenghua terbuka dan Xue datang dengan wajah kesal nya.
"kalian pasangan mesum, masih siang sudah ingin berbuat yang tidak-tidak," ucap Xue, dan mulai ikut bermain, dan Xiao Zhou akhir nya berhasil memeluk kedua wanita itu.
"hemm.... akhir nya kalian aku dapatkan," teriak Xiao Zhou.
"suamiku apa rencana mu?" tanya Xue.
"aku akan jadi alchemis (peracik obat,, membuat pil) dan hidup damai di sini bersama kalian dan banyak anak-anak" ucap Xiao Zhou.
"seperti nya itu akan sangat sempurna" ucap Liu Fenghua, di iringi anggukan kepala dari Xue.
"apa kau tidak ingin menjadi penguasa?" tanya Liu Fenghua lagi.
"Mungkin itu adalah impian di kehidupan pertama ku, tapi sekarang?" ucapan Xiao Zhou terhenti sambil menggelengkan kepalanya, dan menghela nafas panjang nya
"aahhh... aku sudah bosan hidup bermandikan darah, dan dendam dari orang yang tidak pernah berujung" ucap Xiao Zhou bersungguh sungguh.
mereka berhasil menangkap beberapa ikan, Xiao Zhou memasak dan makan malam bersama
"apa kalian akan melakukan nya malam ini," tanya Liu Fenghua disela-sela makan malam mereka.
__ADS_1
Xue langsung menyemburkan air yang baru akan di telan nya,
"haissh adik... kenapa bertanya hal seperti itu? kita sedang makan adik," ucap Xue malu dan juga kesal.
"hihihi... Liu Fenghua tertawa manis, memperlihatkan gigi nya rapi sambil menutup bibir nya dengan jari nya yang lentik.
"dasar dewi mesum" guman Xue sambil ikut tersenyum, dan mereka tertawa bersama.
****
malam semakin larut seorang wanita yang kecantikan nya membuat iri para dewi di alam langit, sedang berdiri di depan sebuah pintu kamar milik Xue, terdengar dari dalam kamar suara erangan-erangan manja seorang wanita lain nya.
di dalam kamar Xue terlihat sedang bermandikan keringat, wajah nya tampak begitu bergairah, dan sesekali menggigit bibir bawahnya saat Xiao Zhou bermain di leher, dan gunung lembut nya, di atas tubuh nya.
Xue yang sudah tidak tahan, menarik rambut Xiao Zhou agar tubuh nya sejajar, keduanya paham nya di tekuk dan terbuka lebar di antara pinggang Xiao Zhou, dan kini milik mereka sudah saling menempel.
"bisakah kau memasukkan nya, aku sudah tidak tahan, aku begitu ingin tahu bagaimana rasanya," bisik Xue dengan nafas tersengal dan terdengar ke telinga Liu Fenghua.
"haakkk....," bibir Xue terbuka, keningnya berkerut, seperti menahan sakit, saat Xiao Zhou mulai,
"pelan-pelan suami ini begitu pe-nuh,"ucap wanita itu, suaranya bahkan bisa di dengar oleh Liu Fenghua yang masih berdiri di depan kamar nya.
dan perlahan erangan itu berhenti, dan berganti menjadi ******* pelan seorang wanita, dan semakin lama terdengar semakin liar, terlihat Xue kini begitu menikmati pergumulan itu disertai suara basah yang begitu khas, sesekali tubuh bawah nya bergerak keatas seperti menyambut permainan lembut Xiao Zhou dari atas.
"su-ami ini begitu indah, aku tidak tahan lagi," ucap Xue gerakan nya semakin tidak teratur, tubuh nya bergetar dan mengejang di iringi teriakan kencang dari bibir wanita bertaring itu.
Liu fenghua, yang dari tadi berdiri di depan kamar Xue, hampir terjatuh kaki nya terasa lemas tubuh nya terasa panas dan lembab pada daerah tertentu, paha nya merapat tidak dapat menahan rasa gatal di daerah sensitif nya, dan tak kuat lagi berdiri dan terjatuh.
sebelum terjatuh tiba-tiba tubuh nya sudah di gendong oleh seorang laki-laki yang tadi berada di dalam kamar Xue.
"aku akan membantu mu ke kamar," ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Xiao Zhou,
Liu Fenghua hanya menganggukan kepala sambil menggigit bibir bawah nya, menahan gejolak di tubuh nya.
Xiao Zhou menggendong Liu Fenghua ke kamar nya dan membaringkan tubuh indah Liu Fenghua di ranjang, dan menutup tirai renda itu.
__ADS_1
dan tidak lama berselang dari kamar Liu Fenghua juga terdengar suara ranjang berderit, di iringi ******* manja Liu Fenghua yang lebih liar lagi.