Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Malam ritual II


__ADS_3

mata Xiao Zhou semakin melebar tidak percaya bahwa wanita yang pernah bersuami belum pernah berciuman.


"Kaisar langit? apa maksud nya? sudah lah aku tidak ingin memikirkan itu saat ini, aku ingin ini cepat selesai," batin Xiao Zhou.


"baiklah nyonya Xhin kau diam saja, biar aku yang mengerjai para pejabat mu itu," ucap Xiao Zhou.


Xiao Zhou terus melakukan aktivitas maju mundur, dan bertumpu pada kedua tangan nya. Ratu Xhin Ye mulai merasakan gairah nya terbakar, dan sesekali memejamkan matanya menikmati gesekan di tubuh nya.


dan wanita itu tanpa sadar semakin melebar kan kaki nya dan kedua lututnya kini sudah terangkat membuat selimut itu melorot dan berkumpul di tengah-tengah, paha panjang, sedikit besar dan mulus milik Ratu Xhin Ye mulai terlihat, dan bersentuhan dengan paha Xiao Zhou, bahkan gunung Ratu Xhin Ye sudah tidak terlindungi selimut sejak awal Xiao Zhou bergerak.


mata Ratu Xhin Ye menatap tubuh di atas perut nya terbuka, sudah seperti tidak peduli, dan selimut itu sebentar lagi akan benar-benar terdorong oleh kaki Ratu Xhin Ye sendiri, karena mulai mengikuti gerakan Xiao Zhou.


"bocah ini sudah pernah melihat seluruh tubuh ku, jadi sudah tidak ada bedanya jika sekarang dia melihat nya lagi" batin Ratu Xhin Ye.


getaran-getaran indah menjalar di tubuh wanita itu, tubuh nya terasa semakin panas, keringat di keningnya sudah menetes, kedua tangan nya memegang lengan Xiao Zhou, mata sendu nya menatap wajah Xiao Zhou yang terus bergerak, sambil menggigit bibir bawahnya, meredam kenikmatan nya.


"apa ini? tubuh ku terasa bergetar, dan sangat nikmat," batin Ratu Xhin Ye, dan tanpa di sadari bibirnya sedikit terbuka dan lenguhan pelan terdengar.


Ratu Xhin Ye tersadar jika dirinya sedang mendesah, dan dengan cepat menggigit bibir bawahnya meredam agar suara nya tidak keluar dari bibir lagi.


Xiao Zhou melihat wajah Ratu Xhin Ye yang mengerutkan keningnya, membenamkan wajahnya nya di samping wanita Ratu Xhin Ye, pipi mereka sesekali bersentuhan, dan berbisik.


tangan Ratu Xhin Ye diatas bahu Xiao Zhou, menahan agar gunung nya tidak bersentuhan, tubuh nya mulai ikut sedikit bergerak, mengikuti gerakan Xiao Zhou, nafas nya mulai terdengar dan setiap hembusan nafas nya kini terdengar lenguhan pendek.


mata Ratu Xhin Ye menatap bibir Xiao Zhou yang bergerak sesuai gerakan tubuh nya maju mundur, jantung Ratu Xhin Ye berdebar kencang, dan larut dalam sandiwara mereka, dan seperti sudah tidak peduli lagi bibir nya menyentuh bibir Xiao Zhou, sambil mengikuti gerakan Xiao Zhou.


"apa yang aku lakukan ini? aku sedang mencium nya, ini membuat ku begitu nikmat, walaupun sangat memalukan, batin Ratu Xhin Ye, tetapi wanita itu tidak menghiraukan rasa malu nya lagi.


Xiao Zhou membiarkan saja bibir nya mulai di cium ringan oleh Ratu Xhin Ye, kedua tangan Ratu Xhin Ye mulai agresif, mulai memeluk leher Xiao Zhou, dada mereka sudah menempel, Ratu Xhin Ye mengangkat sedikit kepala nya, agar bibir mereka benar-benar sudah bersatu.

__ADS_1


sekarang Ratu Xhin Ye terlihat setengah berbaring, karena hanya pinggang kebawah nya saja yang menyentuh ranjang, tubuh atas nya seperti bergelantungan di leher Xiao Zhou dengan kedua lengan nya di leher pemuda itu.


gerakan kencang di bawah, membuat bibir keduanya terbuka semakin lebar, dan lidah Xiao Zhou mulai sedikit keluar, Ratu Xhin Ye yang tidak pernah berciuman sedikit terkejut, tapi semakin lama, wanita itu mulai mengikuti apa yang di lakukan Xiao Zhou, dan ciuman keduanya mulai panas dan liar.


"yaahhhh Dewa.... ternyata berciuman bisa seindah ini," batin Ratu Xhin Ye dan mengeluarkan lidah menerobos bibir Xiao Zhou dan saling membelit.


karena gerakan kaki Ratu Xhin Ye, tanpa di sadari seluruh selimut sudah di kaki mereka, tubuh keduanya semakin ke ujung kepala ranjang, tubuh Ratu Xhin Ye sedikit terangkat di bagian dada ke atas, mengikuti kepala Xiao Zhou yang menahan tubuh dengan bertumpu pada kedua lengan nya.


tanpa pelindung selimut membuat kedua bergesekan langsung, bibir Ratu Xhin Ye sedikit terbuka, dan melenguh, tubuh Ratu Xhin Ye bergetar, begitu merasa nikmat di bagian bawah


"aahh.. ini semakin terasa nikmat," batin Ratu Xhin Ye, dan mencoba mencari tahu penyebab kenikmatan lebih ini.


Ratu Xhin Ye melepaskan ciumannya, bola mata nya sedikit mengintip kebawah dan seperti membeku menatap gesekan itu


Ratu Xhin Ye mengigit bibir bawahnya agar ******* nya tidak terdengar, matanya terpejam dan ingin menikmati sentuhan mereka.


"aah... ini membuat ku gila, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? tapi ada rasa begitu nikmat, dan ini semakin membuat ku tidak dapat menahan nya, bahkan aku juga sudah terus mendesah," batin Ratu Xhin Ye, dan kini setiap kini setiap nafas yang keluar menjadi erangan yang semakin cepat dan kencang.


tubuh Ratu Xhin Ye mulai bergetar, nafas nya mulai tersengal-sengal, bersamaan dengan lenguhan nya terdengar begitu menggairahkan, karena Ratu Xhin Ye memiliki suara khas yang sangat di idamkan para lelaki, gerakan nya semakin liar di bawah tindihan Xiao Zhou, merasakan akan sebentar lagi mencapai puncak, hal yang tidak pernah sekalipun ada dalam bayangan nya,


"bisakah kau lebih kencang lagi," ucap Ratu Xhin Ye, sudah tidak berbisik lagi, suara nya begitu kencang,


para pejabat sedikit mengerutkan keningnya, bahkan para dayang mulai menutup telinga mereka, karena malu mendengar suara wanita dari dalam ranjang tertutup tirai itu.


Xiao Zhou melihat selimut mereka sudah terjatuh, ingin menghentikan gerakan nya,


"Nyonya Xhin selimut kita jatuh," bisik Xiao Zhou.


"biarkan saja, aku tidak peduli, jangan berhenti," teriak Ratu Xhin Ye dan dengan buas ******* bibir Xiao Zhou, kedua tangan nya meraih pinggang bawah Xiao Zhou dan menarik nya, dan perutnya bergetar hebat tanpa bisa dikendalikan nya, sesuatu keluar dan membasahi tubuh Xiao Zhou dan matras di bawahnya disertai dengan lenguhan panjang keluar dari bibir Ratu Xhin Ye.

__ADS_1


Ratu Xhin Ye membeku untuk beberapa saat, matanya terpejam erat, setelah melewati puncak kenikmatan nya, nafas nya berangsur-angsur mulai teratur, tubuh mulus nya bermandikan keringat, dan pikirannya terasa kosong.


Xiao Zhou sudah keluar dari ranjang nya, dan seorang dayang berlari dan menyerahkan pakaian nya dari belakang, para pejabat mulai meninggalkan ruangan itu, begitu juga para dayang.


****


sang pengganti duduk di ruang belajar nya, matanya menatap kosong ke depan, hatinya begitu hancur mendengar lenguhan kencang, dan suara-suara liar dari Ratu Xhin Ye, tangan nya memegang sebuah guci besar minum beralkohol, dan menuangkan nya ke sebuah cawan cantik di hadapan nya.


"kenapa kau begitu kejam, aku selalu berusaha ada di samping mu setiap kau memerlukan teman, aku sudah mengabdikan seluruh hidupku hanya untuk bisa menjadi sang pengganti, aku belajar dan berlatih setiap hari agar bisa selalu mendampingi mu, tapi kau sama sekali tidak pernah menatap ku, seperti kau menatap bocah kurang ajar itu," guman sang pengganti.


"baiklah.... ini belum berakhir, kita lihat saja penguasa siapa yang akan tertawa paling akhir, suami kotor mu itu akan membusuk tanpa kau pernah lihat lagi," guman sang pengganti dan meneguk minuman nya.


****


siang itu Ratu Xhin Ye mulai terbangun di ranjang nya, matanya menatap seluruh tempat itu itu begitu berantakan, bola matanya mulai bergerak-gerak dan mengingat kejadian semalam.


"Hah???? tidak.... apa yang ku lakukan?" ucap Ratu Xhin Ye sambil meremas selimut yang menyelimuti tubuh nya, dirinya sudah tidak sadar siapa yang menyelimuti tubuh nya malam itu,


Ratu Xhin Ye mulai mencoba mengingat kejadian semalam,


"nyonya Xhin selimut kita jatuh," terlintas suara Xiao Zhou di kepalanya di iringi lenguhan kencang seorang wanita dalam pergumulan penuh keringat dari tubuh keduanya,


"biarkan saja, aku tidak peduli, jangan berhenti," terdengar suara nya di kepalanya lagi.


mata Ratu Xhin Ye semakin terbelalak, dan menjatuhkan tubuhnya dan menutupi wajahnya dengan selimut,


"yahhh Dewa... bahkan aku sudah mengeluarkan kata-kata begitu memalukan dengan begitu kencang,


"tapi ini begitu aneh, aku tidak merasa ketakutan sedikit pun, bahkan saat melihat benda besar itu, aku sangatmenginginkan nya," batin Ratu Xhin Ye memejamkan mata nya

__ADS_1


"aku akan membunuhmu bocah kurang ajar, aku pasti membunuh mu!!!!!! teriak Ratu Xhin Ye kencang.


__ADS_2