Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
detak jantung


__ADS_3

pertemuan sudah selesai, untuk sementara pimpinan pasukan penahan iblis di kota shinjong adalah jendral Bai ho, di bantu oleh lima ribu pasukan aliansi, dari tiga kekaisaran dan sekte besar di ketiga kekaisaran itu,


tapi semua orang masih membicarakan kekuatan tak terduga dari penguasa ke 15, di setiap kekaisaran mulai tersebar berita tentang penguasa ke 15 yang begitu kuat, walaupun tidak ada yang mengetahui tentang wajah dan usia penguasa itu, tetapi nama Xiao Zhou selalu menjadi bahan pembicaraan yang hangat di setiap sudut di dataran utama.


rakyat yang awalnya di selimuti ketakutan akan cerita iblis di benteng tua, kini berubah menjadi lebih tenang, dan kembali sibuk dengan pekerjaan mereka.


suasana berbeda terjadi di pulau keseimbangan, tidak ada lagi para pengunjung memasuki pulau itu, karena pulau itu di tutup untuk sementara oleh Lou fang.


para penduduk suku bulbul terlihat begitu muram, tidak ada senyum di bibir mereka, dan lebih sering menundukkan wajah mereka.


di atas ranjang sudah tiga hari Xiao Zhou tidak sadarkan diri, tampak di wajah nya mulai di selimuti lapisan tipis seperti pecahan kaca,


"apa yang terjadi pada suami kami tetua Zhifu?" tanya Xue, mereka semua berkumpul di luar ruang tidur Xiao Zhou.


"aku tidak tahu, tetapi detak jantung penguasa kami semakin lemah, ini sama seperti saat penguasa sebelum-sebelumnya akan meninggal" ucap tetua Zhifu.


"tidakkkkkk.... suami kami tidak akan meninggal dengan cara seperti ini, dia adalah petarung yang hebat, jikapun suatu saat dia meninggal, dia akan meninggal secara terhormat" ucap Xia xhialun air matanya menetes untuk kesekian kali nya.


tetua Zhifu hanya mengangguk, matanya menyala dan melesat keluar ruangan itu,


" jangan ada yang keluar ruangan ini," ucap


tetua Zhifu dan melayang di udara.


tidak beberapa lama sebuah pedang sangat besar mengarah tepat ke istana Xiao Zhou, dan siap menghancurkan istana itu hanya dengan sekali hantaman.


"kekuatan yang cukup mengesankan" ucap tetua Zhifu dan membuat sebuah pelindung di luar segel penjaga pulau itu.


jendinnnngggggg.....


suara pedang besar menghantam perisai pelindung yang di buat oleh tetua Zhifu, menggema di udara, pedang besar itu terus menekan perisai pelindung itu,


blaaammmmmmmm..... lapisan perisai itu hancur, dan pedang itu menghantam lapisan kedua dari empat lapisan perisai yang di buat tetua Zhifu.

__ADS_1


"hahahaha.... seperti nya kau masih lebih kuat dariku, suatu saat aku akan kembali dan menghancurkan pulau dan tuan mu itu" ucap seorang pemuda melayang di udara yang tidak lain adalah Yun fengyin dan membuka sebuah gerbang hitam di depan nya.


Yun fengyin menarik pedang besar itu dan masuk ke dalam gerbang yang di buat nya.


tetua Zhifu melepaskan qi nya ke udara dan membuat perisai pelindung itu menghilang.


"seperti penguasa kali ini memiliki lawan yang sangat jahat." batin tetua Zhifu.


******


Yun fengyin keluar dari sebuah gerbang, terlihat langit di tempat itu tampak seperti senja hari, hanya bias berwarna jingga yang menerangi alam itu.


Yun fengyin melayang mendekati sebuah pulau mengambang, dan mendarat di atas nya.


pulau itu begitu gersang, pohon-pohon tanpa daun, dan berusia ribuan tahun memenuhi pulau,


"pulau ini sangat cocok untuk ku" ucap Yun fengyin yang mulai melangkah menelusuri jalan setapak, mendekati sebuah istana gelap di tengah hutan tanpa daun itu.


"sssstttttttt....." terdengar suara desisan dari hutan tua itu


"kau bisa berbicara menggunakan bahasa kami, tapi sayang sekali kau bukan penguasa pulau kami, sebaiknya kau pergi, atau kau harus menaklukkan kami" ucap suara desisan itu.


"kalian keluarlah dan sambut penguasa baru kalian hahahaha" ucap Yun fengyin Dengan menggunakan bahasa ular.


"kau iblis sangat kuat, dan jahat tapi sepertinya ada yang salah dengan tubuh setengah abadi mu hehehe..." ucap suara itu, tertawa terkekeh, seperti mengejek Yun fengyin.


dan kini seekor ular sangat besar keluar dari balik istana gelap itu dan menyerang Yun fengyin. mulut ular itu begitu besar dan siap menelan Yun fengyin,


Yun fengyin berusaha menghindar dari serangan ular hitam itu, tiba-tiba siraman air membasahi tubuhnya,


"ini bukan air hujan, ini bisa dari ular sialan itu, kulit Yun fengyin mulai melepuh, pakaian nya sebagian sudah hancur, dan kembali ular itu menyeburkan bisa nya ke udara, seperti air hujan, bisa itu kembali menyiram ke arah Yun fengyin.


kali ini Yun fengyin mengeluarkankan pelindung tubuh nya, dan tanpa di duga ekor ular itu sudah menghantam dada Yun fengyin dan menembus perisai pelindung nya,

__ADS_1


bammmmm..... tubuh Yun fengyin terlempar dan menabrak sebuah batu besar yang sangat keras.


batu itu bergetar dan bergerak, Yun fengyin yang masih kesakitan menatap batu itu, terlihat batu itu memiliki mata hijau kekuningan,


"kali ini apa lagi?" batin Yun fengyin mata nya tidak lepas dari mata kekuningan itu.


blaammmmm.... batu itu menghantam tubuh Yun fengyin sehingga terlempar ke udara dan keluar dari pulau itu.


dari kejauhan baru Yun fengyin melihat bentuk asli dari batu itu, batu itu lebih mirip dewa batu Yang Dong tetapi lebih besar dan di punggung nya tampak seperti cangkang kura-kura.


"jadi ini penjaga pulau ini, aku tidak boleh menyerah," batin Yun fengyin mengeluarkankan pedang bintang nya,


"kita lihat sekuat apa tubuh batu mu itu kura-kura" ucap Yun fengyin dan melakukan tebasan ke arah cangkang kura-kura itu,


"praaannnkkkk"....


terlihat cangkang itu sedikit tergores, terlihat senyum di wajah Yun fengyin menghilang,


"seperti nya tidak terlalu keras, tapi itu cukup kuat untuk ku" ucap Yun fengyin


"pedang itu" ucap ular besar dan batu bercangkang itu bersamaan.


"kau memiliki pedang dari calon penguasa kami, kami tidak boleh melawan lagi, kau bisa melakukan apa saja di pulau ini, tapi ingat kau bukan penguasa pulau ini, kau hanya penjaga tahta saja, dan kami tidak tunduk pada perintah mu" ucap batu bercangkang itu


"hahaha.... bagus itu sangat bagus" ucap Yun fengyin


"kau memiliki cangkang yang sangat keras, dan aku menginginkan nya" ucap Yun fengyin dan mulai mengeluarkan jurus penghisap jiwa,


batu bercangkang itu hanya diam tubuh nya mulai terhisap tidak ada teriakan sedikit pun, mata kuning nya mulai meredup dan tubuh batu itu menghilang, dan menyisakan seekor kura-kura kecil berjalan pelan.


"aku adalah ular yang begitu licik, tapi aku masih punya batasan, sedangkan kau iblis yang sangat kejam, bahkan kau menyerang orang yang tidak boleh melawan mu, padahal jika dia mau kau sama sekali bukan tandingan nya." ucap ular besar itu dan melilit kura-kura kecil itu dengan ekornya dan membawa nya pergi.


"aahhhh.... tubuh ini begitu keras sekarang," ucap Yun fengyin dan menggores ibu jarinya dengan pedang bintang, tampak hanya luka kecil saja yang di buat oleh pedang bintang itu.

__ADS_1


"ini tidak buruk, hanya beberapa senjata saja yang mampu melukai ku saat ini... hahhahah" Yun fengyin tertawa lantang.


__ADS_2