
di ruangan kecil milik Xiao Zhou di perpustakaan di kota huangdong.
Choe Eun Soo, menunggu kedatangan Xiao Zhou dengan ditemani oleh guci kesayangan Xiao Zhou.
"ini sudah sangat larut, tapi bocah itu belum datang, aku jadi sangat khawatir" guman Choe Eun Soo dan tertidur di samping makanan yang disiapkan untuk Xiao Zhou.
Choe Eun Soo, mulai bermimpi.....
"Zhou'er... cepat bantu aku, pelanggan begitu banyak hari ini" teriak Choe Eun Soo di sela-sela kesibukannya menyiapkan makanan untuk pelanggan di rumah makan kecil milik mereka.
"iya istriku," ucap Xiao Zhou yang menggunakan penutup kepala seperti seorang pelayan, dan dengan sedikit berlari kecil meladeni pelanggan, membuat senyum di wajah Choe Eun Soo terlihat di sela-sela kesibukannya.
"Zhou'er, cepat pijit aku, hari ini aku begitu lelah, kau tahu perpustakaan mu itu sama sekali tidak berguna, aku begitu lelah menghidupi ke empat anak kita dengan membuka rumah makan ini, apa kau mengerti?" teriak Choe Eun Soo, yang berpura-pura marah.
"iya... istriku... maafkan aku, aku tidak berguna," ucap Xiao Zhou sambil terus memijit pundak Choe Eun Soo.
"baiklah suami kali ini aku maafkan, sekarang gendong aku ke ranjang, apa kau tidak menginginkan nya malam ini?" tanya Choe Eun Soo.
Xiao Zhou hanya mengangguk, dan menggendong Choe Eun Soo dan membaringkan nya di ranjang.
"suami kenapa aku mencium harum wanita lain di pakaian mu itu, cepat lepaskan pakaian itu," teriak Choe Eun Soo marah.
Xiao Zhou hanya mengangguk, membuka seluruh pakaian nya, dan naik ke atas ranjang.
"baiklah suami malam ini aku akan memberikan jatah untuk mu, tapi jangan sampai aku hamil lagi, anak kita sudah terlalu banyak, apa kau mengerti?"
"aku mengerti istriku," ucap Xiao Zhou, dan Choe Eun Soo mimpi sangat indah malam itu.
sinar matahari masuk di sela-sela jendela dari ruangan Xiao Zhou di perpustakaan itu.
Choe Eun Soo terbangun, dan mendapati dirinya sudah tidur di ranjang.
__ADS_1
Choe Eun Soo menatap pria yang sangat di kenali nya berbaring membelakangi nya tanpa busana di samping nya, Choe Eun Soo meraba pelan punggung panjang dan telanjang milik Xiao Zhou, dan menatap gambar di punggung pemuda itu.
"kau tampak gagah dengan gambar ini, dan kulit yang begitu halus dan lembut," batin Choe Eun Soo.
matanya melebar dan menatap tubuh nya, dan wajah nya sedikit lega karena pakaian nya masih utuh, dan meninggalkan ranjang mereka.
Choe Eun Soo melihat pakaian Xiao Zhou yang berada di lantai dan memungut nya, tercium aroma minyak wangi yang berbeda, dan persis seperti mimpi nya tadi malam.
Choe Eun Soo menutup bibirnya, dan memasukkan tangannya dan merasakan pakaian dalam nya basah,
"semalam mimpi yang sangat indah, apa bocah itu mendengar semua ucapan ku dalam mimpi?" batin Choe Eun Soo dan terbayang ucapan nya tentang anak dan tentang hamil.
"aahhhh.... aku tidak tahu, aku akan mencari tahu setelah bocah ini bangun," guman Choe Eun Soo,
Choe Eun Soo menatap makanan yang di sajikan nya sudah habis, dan terlihat bekas seseorang telah memakan nya semalam.
senyum nya mengembang dan menatap wajah damai Xiao Zhou yang tertidur.
setelah sarapan keduanya berbincang di bangku depan perpustakaan, Xiao Zhou meletakkan sebuah bungkusan di atas meja di depan mereka.
Choe Eun Soo menatap bungkusan itu, tangan nya sedikit bergetar saat melihat sedikit benda itu, dan kembali membungkusnya dengan tergesa-gesa.
"bocah bodoh, kenapa kau memberikan nya di tempat umum seperti ini, kau tidak tahu betapa berharganya barang ini untuk kami," ucap Choe Eun Soo seperti tidak percaya jika Xiao Zhou dengan begitu mudah mendapatkan benda berharga itu, yang bahkan beberapa kali sudah gagal di ambil oleh para pendahulu Choe Eun Soo.
"benda itu sekarang tidak bisa hilang lagi, saat benda itu tidak di tangan Kaisar kalian, datang lah ke tempat ku benda itu akan ada di tangan ku lagi, benda itu sudah mengikat perjanjian darah dengan ku," ucap Xiao Zhou.
apa maksud mu?" tanya Choe Eun Soo.
"benda itu haus darah, dan banyak sekali yang ingin merebut nya, jika saat kau membawa nya kembali kekaisaran Yunha, dan benda itu dalam perebutan, cobalah memberikan benda itu jika kemampuan lawan mu di atas mu, dan berlari lah ke tempat ku, maka kau akan mendapatkan nya kembali, apa kau mengerti?" ucap Xiao Zhou.
"kenapa kau melakukan itu?" tanya Choe Eun Soo
__ADS_1
"aku hanya tidak ingin kau terluka, hanya untuk mempertahankan benda itu," ucap Xiao Zhou.
degggg.....
dada Choe Eun Soo seperti tertekan beban yang sangat berat, wajah nya menunduk.
"a-pa... apakah dia menyukai aku? yah Dewa.... kenapa aku berpikir seperti itu, aku bahkan tidak muda lagi, dan tidak dalam situasi seperti itu," batin Choe Eun Soo jari-jarinya menutup bibirnya.
"kakak Eun Soo kau baik-baik saja?" tanya Xiao Zhou melihat perubahan wajah Choe Eun Soo.
"aku tidak apa-apa, ada yang harus aku kerjakan," ucap Choe Eun Soo dan berdiri, dan meninggalkan Xiao Zhou, dan tidak berani menatap mata Xiao Zhou.
****
sore itu Choe Eun Soo berpakaian terbaik nya, pakaian hitam sedikit ketat, sampai atas lutut nya, bercorak bunga tulip memanjang, dan terdapat belahan di bagian samping, memperlihatkan sedikit paha panjang yang putih bersih, dan dengan dandanan nya begitu lembut dan tetap mempesona.
semua mata menatap nya saat melewati jalan kota huangdong, dan mendekati perpustakaan tempat Xiao Zhou bekerja.
kakinya berhenti saat seorang pria menghadangnya,
"kau hampir setiap malam menginap di tempat itu, apa kau yakin tidak melakukan itu dengan bocah sialan itu?" tanya bok Joo.
"tenanglah bok Joo, sebentar lagi aku akan mendapatkan yang aku inginkan, dan setelah itu aku akan mencampakkan nya," ucap Choe Eun Soo berbohong.
dan tiba-tiba saja mata Choe Eun Soo menangkap dua orang anak kecil dan dua orang wanita begitu cantik mendekati Xiao Zhou.
"ayah" ucap dua anak kecil itu bersamaan.
jederrrrt...
jantung Choe Eun Soo seperti tersambar petir, mendengar ucapan bocah itu dari jauh, mata nya masih menatap bok Joo yang sedang bicara tapi sama sekali sudah tidak di dengar nya lagi.
__ADS_1