
benar yang di pikirkan Xiao Zhou beberapa mata mulai menatap Tang Bao, mereka seperti binatang buas yang mencium bau daging segar.
Tanpa bersusah payah pria gemuk itulah yang mulai bergabung dengan sopan di meja Tang Bao, keduanya tampak seperti teman lama, dan berbincang.
"tuan muda berapa banyak yang anda perlukan?" tanya pria gemuk itu, dan matanya menatap ke sekeliling seperti takut jika terdengar oleh orang lain.
"hemmm... mungkin aku membutuhkan seribu pil untuk di awal," ucap Tang Bao.
mata pria gemuk itu terbelalak,
"tuan muda... aku tahu kau kerabat Kaisar Zhang, tetapi jumlah itu memerlukan uang yang tidak sedikit, dan juga itu sangat mustahil," ucap pria gemuk itu.
"berapa uang yang harus aku keluar untuk itu," ucap Tang Bao yang juga sedikit gugup.
Xiao Zhou mengusap wajahnya, tapi hanya diam.
"setidaknya 2000 sampai 2750 koin emas, dan di awal Anda harus menyiapkan 1000 koin emas sebagai uang muka," ucap pria gemuk.
"apa 2000 koin emas?" ucap Tang Bao yang tidak menyangka akan semahal itu.
"hahaha... melihat reaksi mu seperti nya sulit, meski kerabat Kaisar Zhang tidak semua orang memiliki uang sebanyak itu, apakah kau menjual pelayan mu ini?" ucap pria gemuk itu dan mendekati Xiao Zhou dan memegang rahangnya hingga bibir Xiao Zhou membentuk huruf "O".
"wajah bersih dan gigi yang indah, meski tubuh nya kurus tapi tinggi, aku yakin dia pasti bisa di jual dengan harga 10 koin emas," guman pria gemuk itu, yang di daerah itu sudah biasa memperjualbelikan budak.
"10 koin emas? setidak nya aku berharga 150," geram Xiao Zhou.
Xiao Zhou dengan cepat menepis tangan pria gemuk itu, dan tampak begitu kesal mendengar harga nya hanya 10 koin emas.
"tuan muda... seperti nya anda salah mencari rekan, tuan gemuk ini tidak menghargai Anda tuan muda," ucap Xiao Zhou kesal.
Xiao Zhou menatap kearah pria gemuk itu lagi,
__ADS_1
"tuan gemuk.... berapa jumlah pil yang bisa anda berikan pada tuan muda ku, uang bukan masalah bagi tuan muda ku, tapi sepertinya kau belum siap dengan transaksi besar seperti ini, sebaiknya kami mencari orang yang tepat," ucap Xiao Zhou, dan memilih sebuah cincin penyimpanan di cincin nya, menatap nya sebentar dan melempar ke arah pria gemuk itu.
"ini milik tuan muda ku yang paling sedikit," ucap Xiao Zhou kesal.
pria gemuk itu menatap cincin itu perlahan, dan mata nya melebar saat melihat sekitar empat ribu koin emas di dalam nya.
"tunggu.... tunggu sebentar, maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa melihat tingginya langit, baiklah.... bisakah besok malam anda datang kekediaman ku, dan kita akan bicara dengan tenang dan leluasa," ucap pria gemuk itu dan terlihat begitu senang, dan mulai menjelaskan kediaman nya.
"kakak ipar dimana kau mendapatkan uang sebanyak itu? dan kau membuangnya begitu saja," bisik Tang Bao.
"adik ipar.... itu hanya cincin milik para perampok yang pernah aku temui, dan aku memiliki ribuan cincin seperti itu," bisik Xiao Zhou dan memberikan sebuah cincin pada Tang Bao.
****
besok malam nya, kedua pemuda itu sudah berada di gerbang sebuah kediaman yang begitu mewah dan megah, dan pria gemuk itu menyambut Tang Bao dengan begitu banyak pujian.
"oohhh... tuan muda silahkan, seseorang sudah menunggu anda," ucap pria gemuk itu.
"seseorang?" tanya Tang Bao dengan kening berkerut.
Tampak banyak pria bersenjata berdiri, wajah mereka terlihat begitu dingin dan di ujung tempat itu seseorang menatap Tang Bao dengan salah satu mata kakinya di tindih kan di atas pahanya kaki yang lain, matanya begitu tajam menatap Tang Bao.
Tang Bao mulai memperkenalkan diri dengan nama samaran Liu Zu.
dan orang yang bermata tajam itu memperkenalkan diri.
"namaku Zhou Chan, aku adalah keponakan Adipati Zhou, sekaligus orang kepercayaan nya, dan tunggu sebentar tuan Liu Zu apakah benar anda kerabat Kaisar Zhang yang terkenal dengan kecantikan itu?" ucap Zhou Chan.
"itu benar tuan Zhou," ucap Tang Bao.
"baiklah kebetulan aku memiliki seorang dari Kekaisaran anda, apa anda mengenal orang ini," ucap Zhou Chan dan seseorang tiba-tiba masuk ke ruangan itu, dan berlutut di hadapan Zhou Chan.
__ADS_1
"dia adalah mata-mata di kekaisaran Wang lebih dari sepuluh tahun, dia mengenal semua kerabat dari Kaisar Zhang, kau tatap pemuda ini apa benar dia kerabat Kaisar Zhang?" tanya Zhou Chan menatap pemuda yang berlutut itu.
Wajah Tang Bao memucat, mengingat jumlah mereka begitu banyak dengan tingkat kultivasi semua di atas nya, dan menatap ke arah Xiao Zhou.
Xiao Zhou hanya mengangguk sesaat, dan kembali menunduk.
pria berlutut itu berdiri dan menatap dengan dalam Tang Bao dengan menyipitkan matanya,
"pemuda ini bukan kerabat Kaisar Zhang," ucap pria itu dengan sedikit gugup.
"pengawal tunggu apa lagi," ucap Zhou Chan, dan beberapa pengawal berwajah bersiap mencabut pedang nya
Tang Bao menatap Xiao Zhou seperti bertanya, Xiao Zhou tampak begitu acuh dan seperti terlihat kesal.
"tuan muda, biar aku jelaskan pada orang-orang tidak berguna ini," ucap Xiao Zhou.
Mata Zhou Chan melebar mendengar ucapan Xiao Zhou begitu marah juga terlihat begitu tertarik, dan mengangkat tangan yang terbuka di samping wajah nya seperti isyarat untuk berhenti, membuat semua pengawal itu tidak jadi mencabut pedang nya.
"tuan Zhou apa yang kau lakukan ini? dan tuan gemuk apa begini cara anda menyambut orang yang ingin bertransaksi dengan anda, baik lah seperti kami salah tempat," ucap Xiao Zhou dan melempar sebuah lencana di hadapan Zhou Chan, dan pria itu dengan sigap menangkap benda itu.
"apa ini?" tanya Zhou Chan.
"itu adalah milik tuan muda ku, anda tanyakan saja langsung pada mata-mata mu yang sudah puluhan tahun melakukan tugasnya," ucap Xiao Zhou.
mata-mata itu melebarkan matanya, menatap lencana itu,
"itu adalah lencana untuk izin langsung bicara kepada Kaisar Zhang, hanya suami Kaisar yang memiliki itu," ucap mata-mata itu.
Zhou Chan menatap Xiao Zhou,
"mata-mata mu seperti nya gila, dan menyebut tuan muda ku sebagai suami Kaisar Zhang? sangat di sayangkan seperti nya begitu banyak yang tidak diketahui untuk mata-mata yang bekerja puluhan tahun, tuan Zhou.... jika tidak ada lagi, izinkan tuan muda kami mohon diri," ucap Xiao Zhou dan seperti mempersilahkan Tang Bao melangkah.
__ADS_1
"sriiiinnnngggh....."
"sreeessstttt......"