Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
bunga untuk Fei yu


__ADS_3

di pulau keseimbangan.


langit mulai gelap, para pengunjung pulau yang masih begitu ramai, lentera mulai di nyalakan oleh para petugas dari suku bulbul, membuat pulau itu seperti menyala.


rumah makan, penginapan dan rumah sewaan tidak pernah sepi dari para pengunjung, yang datang dari berbagai kekaisaran, dan juga berbagai bangsa.


sehingga di pulau itu orang-orang tidak akan merasa aneh bertemu manusia yang memiliki bentuk tubuh ataupun wajah yang berbeda dari mereka,


Fei yu mendengar suara wanita menangis, dan melangkah kan kaki nya pelan menjauh setelah mengetahui yang menangis itu adalah Dewi Xiang yu.



ilustrasi Dewi Xiang yu.


"kau jangan pergi, temani aku saat ini" ucap Xiang yu dan memperlihatkan guci arak yang hampir mirip guci milik Xiao Zhou.


keduanya menuju sebuah tempat seperti balai kecil beratap indah, mereka duduk bersila di bangunan kecil itu, di hadapan mereka terdapat sebuah meja pendek untuk tempat hidangan dan guci arak milik Dewi Xiang yu.


keduanya mulai minum, tanpa bicara para pelayan datang membawa hidangan, sayur dan juga daging camilan dari minuman mereka.


"rumah tamu ini sangat nyaman, aku bisa melihat keindahan danau biru dan juga kota huangdong yang di terangi ribuan lentera, ini sangat menginspirasi syair ku nanti" ucap Fei yu terlihat senyum di bibirnya, mata nya menerawang jauh


Xiang yu hanya mengangguk, mata nya masih terlihat sembab, dan meneguk isi cawan nya lagi.


"apa kau adik dari Dewi Li Mei yin?" tanya Xiang yu,


"itu benar," jawab Fei yu mata nya masih tidak bergeming dari pemandangan indah di bawah mereka.


"tapi kenapa nama mu berbeda?" tanya Xiang yu


"Li Fei yu, itulah namaku dulu, atau setidaknya itu pernah jadi namaku" ucap Fei yu tampak wajah nya terlihat begitu muram,


"seperti nya ada cerita buruk di balik hilang nya nama marga mu itu" ucap Xiang yu


"tapi apapun itu, sebaiknya kita tidak membahas sekarang" ucap Xiang yu lagi.

__ADS_1


"iya, aku setuju" ucap Fei yu sambil mengangguk, dan meneguk minuman nya.


terdengar orang-orang bernyanyi-nyanyi di rumah tamu terdekat dari tempat mereka.


"kau memiliki kakak perempuan, apa kakak mu tidak mengajari mu cara memperlakukan wanita?" tanya Xiang yu


"aku tidak mengerti maksud pertanyaan mu Dewi Xiang" ucap Fei yu.


"aku tadi menangis, saat seorang wanita menangis kau harus nya menenangkan nya" ucap Xiang yu


" apa kau sedang bercanda? aku menenangkan Dewi pemburu? bahkan kau tidak akan menangis walaupun kuku mu itu di cabut satu persatu, gelar kalian bahkan begitu tersohor di istana langit" ucap Fei yu


"kau benar aku dulu Dewi pemburu tidak perlu menangis lagi, walaupun kali ini hatiku begitu sakit, ini pertama bagiku menggunakan perasaan ku dan menyukai pria, terimakasih Fei yu, aku merasa jauh lebih kuat " ucap Xiang yu


"hehe... ini sangat konyol, siapa yang menyakiti hati mu Dewi, jangan katakan manusia bermata sipit itu.. hahaha, manusia itu sudah bosan hidup rupanya" Fei yu tertawa terkekeh


plaaakkkk...


sebuah tamparan mengenai kepala Fei yu


"dasar kau dewa kematian, sudah lah aku tidak ingin membahas nya lagi" ucap Xiang yu kesal


"hahaha... kau seperti nya kau sedang mendatangi ajal mu sendiri tuan bayangan, berani sekali kau menolak cinta Dewi xiang" ucap Fei yu menatap Xiang yu yang sedikit gugup dengan kedatangan Yang Tian


"duduklah, dan kau mantan dewa diam lah, berhenti mengejekku" ucap Xiang yu tanpa menatap Yang Tian.


"maaf, tapi aku seorang pendeta, perasaan ku sudah mati terhadap wanita, sekali lagi maafkan aku Dewi Xiang" ucap Yang Tian, setelah duduk di balai kecil itu


mereka bertiga mulai minum, dan terlihat mereka semua tersenyum kembali, kecuali Yang Tian yang masih tidak berekspresi.


"katakan Yang Tian kenapa wajahmu selalu seperti itu?" tanya Xiang yu


"aku dulu tidak seperti ini, setelah peristiwa yang sangat ingin ku lupakan terjadi, wajah ku tidak bisa berekspresi lagi, tapi aku masih memiliki hampir semua perasaan di hatiku, kecuali mencintai wanita" ucap Yang Tian.


"bagaimana dengan mu Dewi Xiang kenapa kau tidak kembali ke langit tapi masih di tempat ini?" tanya Yang Tian mengalihkan pembicaraan, tentang peristiwa yang begitu menghancurkan jiwa nya dulu.

__ADS_1


Xian yu hanya menggeleng,


"tidak... langit akan selalu mengingatkan aku dengan kebodohan yang aku lakukan, mengabdi ribuan tahun kepada orang yang salah, sekarang tempat ku adalah di samping penyelamat ku, kau tentu tidak lupa apa yang di lakukan penguasa ke 15 saat nyawaku akan berakhir, aku sudah bersumpah akan membalas kebaikan nya menyelamatkan nyawa ku, bahkan aku akan memberikan nyawa ku jika suatu saat dia minta" ucap Dewi Xiang yu tegas.


mereka semua diam, tidak ada yang membantah ucapan Xiang yu kali ini.


"tapi bagaimana dengan dewa besar itu? jangan katakan dia sama seperti mu, ingin membantu tuan ku." ucap Yang Tian.


"tidak... kakak angkat ku Yang Dong tidak seperti ku, dia terobsesi pada manusia batu milik penguasa ke 15, pikiran nya kadang masih seperti anak-anak, dan akan melakukan apa yang di inginkan nya, Yang Dong hanya memikirkan kekerasan kulit nya saja" ucap Xiang yu, sambil tersenyum.


"kalian berdua seperti nya sangat cocok, Dewi Xiang kenapa kau tidak menikah dengan dewa penyair ini" ucap Yang Tian.


plakkkkk... satu tamparan di kepala Yang Tian.


"kau boleh menolak perasaan ku, tapi kau tidak harus mencampuri perasaan ku, dan menjodohkan ku dengan orang lain," ucap Xiang yu dengan wajah memerah dan sedikit tertunduk.


"hahaha... manusia bodoh, aku ini Dewa kematian, aku juga tidak pernah berpikir ini sebelum nya, tapi kali ini mungkin akan aku pikirkan" ucap Fei yu yang kali ini sedikit tidak asal bicara, dan menatap wajah Xiang yu.


"kalian berdua laki-laki tidak tahu malu, sebaiknya aku pergi saja" ucap Xiang yu hati nya sedikit bergetar, yang kali ini berani menatap mata Fei yu, sehingga beberapa saat keduanya saling bertatapan.


"aku juga mau pergi, Dewi Xiang ikutlah dengan ku, aku akan menghibur mu, mungkin kau bisa melupakan sedikit kegundahan mu, hehe" ucap Fei yu berdiri dan turun dari balai kecil itu.


"dewa Fei yu kau mau kemana?" tanya Xiang yu yang tanpa sadar ucapan nya keluar begitu saja.


"entahlah, malam masih belum larut, aku ingin melihat-lihat kota huangdong," tanya Fei yu.


wajah cantik Xiang yu sedikit bergetar, mendengar tawaran dari Fei yu.


"kau begitu menyebalkan dewa Fei yu, tapi kali ini aku butuh sedikit hiburan, baiklah aku akan ikut" ucap Xiang yu


"hahaha..... bersiaplah Dewi Xiang, syair-syair indah ku akan mulai menghibur mu" ucap Fei yu tersenyum, dan melangkah menuju gerbang pulau keseimbangan dengan Xiang yu.


"tolong berhentilah, syair mu itu membuat ku pusing" terdengar suara Xiang yu di kejauhan, dan tidak berselang lama seorang pria bertubuh batu ikut berlari, dan bergabung dengan mereka.


"kenapa kau kembali dewa batu?" tanya Yang Tian saat melihat Yang Dong mendekati nya, yang sedang meneguk arak nya.

__ADS_1


"adik Xiang melarang ku ikut, apa mereka akan bersenang-senang? pendeta... apa boleh aku bergabung minum itu dengan mu" ucap Yang Dong sedikit muram dengan suara berat dan serak, jari besar nya menunjuk guci milik Xiang yu.


"tentu saja mereka akan bersenang-senang, dewa batu duduk lah, kita akan minum sampai pagi, dan jangan memanggilku pendeta, karena pendeta tidak minum seperti minuman kita ini" ucap Yang Tian dan mereka mulai berbincang.


__ADS_2