Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.44


__ADS_3

cih.... kau hanya lah iblis campuran, akan aku tunjukkan iblis yang sejati, dan sebaiknya kita selesaikan di rumah iblis sesungguhnya," ucap Dewa iblis dan melipat tombak nya ke belakang tubuh dan tangan kiri terbentang dan membentuk lingkaran ke arah kiri.


Xiao Zhou yang mengetahui jika Dewa iblis membuka gerbang teleportasi, menatap ke arah Zhan Ji yang sudah mulai sadar terkena guyuran hujan,


"bawa kakak ke enam mu ke pulau keseimbangan, tenang lah dia akan sembuh," teriak Xiao Zhou dan di jawab anggukan dari Zhan Ji yang setengah berlutut dalam kubangan air.


tiba-tiba saja mereka berdua sudah menghilang dari tempat itu dan hanya menyisakan hujan di sertai petir, dan dua bawahan Xiao Zhou yang sedang terluka, Zhan Ji melompat dengan pelan dan menggendong siluman laba-laba.


"siapa yang menjadi pengasuh saat ini," ucap Zhan Ji menatap khawatir ke arah siluman laba-laba,


"hihi.... bocah, kau tidak perlu khawatir tentang ku, bagaimana jika setelah ini aku mengajarimu menjadi pria sejati," ucap siluman laba-laba, mengolok-olok pria yang menggendong nya itu.


"apa bibirmu itu tidak bisa mengeluarkan kata-kata lain," teriak Zhan Ji begitu kesal


wanita itu hanya tersenyum tipis dan diam saat Shinobi berambut putih itu membuat gerbang teleportasi.


****


sebuah alam baru sudah ada di sekitar kedua nya, tidak ada matahari, hanya kabut dan awan gelap menyelimuti tempat itu, sejauh mata memandang hanya hutan gelap tanpa dedaunan dan bukit karang runcing yang tampak di beberapa tempat.


keduanya masih dilindungi bulatan energi masing-masing, tampak Dewa iblis kali ini terlihat lebih tenang dari sebelumnya, tubuh nya berputar dan kakinya kembali ke atas, namun rambut nya tidak tertarik ke arah bawah, Dewa iblis seperti memiliki gravitasi tersendiri.


"ini adalah rumah ku, dan disini aku tidak akan bisa di kalahkan, bahkan pasukan kaisar langit berpikir masuk ke rumah ku ini," ucap Dewa iblis.


Xiao Zhou menggelengkan kepalanya, mengeluarkan pedang beruap biru nya, dan meletakkan di atas bahu nya,


"sebenarnya aku tidak ada urusan dengan mu, tapi kau sudah membawaku ke tempat ini, dan juga seperti nya kau tidak akan berhenti sampai berhasil memisahkan kepalaku, jadi aku tidak akan sungkan lagi," ucap Xiao Zhou.


"hehehe.... kau sudah mulai serius rupanya, ini akan menyenangkan," ucap Dewa iblis dan sebuah tombak dengan mata menyerupai sabit besar, muncul di tangan kanan baru nya.


"matilah kau bocah beruk," ucap Dewa iblis yang masih dalam posisi terbaik, memutar tombak seperti baling-baling.

__ADS_1


dan ribuan mata sabit besar keluar dari putaran tombak Dewa iblis, melesat ke arah Xiao Zhou dengan begitu ganas, di barengi dengan petir menyambar.


bommmm......


ribuan pohon-pohon tua, dan batu karang di dekat Xiao Zhou itu hancur seketika saat Dewa iblis mengeluarkan jurus nya,


blarrrr.....


bommmmm......


tubuh Xiao Zhou tidak terlihat sama sekali, ledakan demi ledakan menghancurkan tempat nya berdiri, badai debu dan serpihan kayu menyelimuti begitu tebal di tempat Xiao Zhou berdiri.


Dewa iblis seperti belum puas,


"dan ini akan melenyapkan mu selamanya," teriak Dewa iblis yang kini sudah kembali posisi normal, melesat ke udara dan mengangkat tongkat yang berputar itu di atas kepala, dan menghempaskan tombak nya sekuat tenaga ke arah Xiao Zhou berdiri terakhir kali nya.


bommmm......


ledakan terbesar terjadi dan begitu menyilaukan, bahkan bukit-bukit runcing di belakang Xiao Zhou mulai hancur dan tempat Xiao Zhou berdiri sudah menjadi kawah yang begitu besar penuh dengan remukkan bebatuan.


dan tampak dari arah ledakan itu seorang remaja masih berdiri dengan tenang nya, dengan pedang panjang beruap biru masih di bahunya .


mata dewa iblis melebar menatap sasaran nya masih mampu bergerak,


"apa? i-ni... ini tidak baik," guman Dewa iblis


"kau benar-benar sudah mengecewakan aku Dewa iblis, apa cuma ini yang kau miliki? dua belas Dewa terkuat ternyata hanya omong kosong belaka," ucap Xiao Zhou dengan nada merendahkan, bola matanya semakin gelap.


Xiao Zhou mengibaskan pelan pedang semesta nya,


"praaakkkk....."

__ADS_1


mata pedang itu mulai menebal menghilangkan ketajaman nya, serta ujung nya pecah seperti sapu lidi, dan begitu runcing di setiap ujungnya dan memiliki kait.


"aku tidak pernah melakukan ini pada lawan ku, tapi untuk mu akan aku lakukan, kau bahkan tidak melepaskan wanita dan anak-anak, cara kejam mu mengajari Adipati Zhou Yun begitu memuakkan ku," ucap Xiao Zhou dan memejamkan matanya sesaat,


pedang semesta yang sudah berubah wujud nya, mengeluarkan warna merah bara di sela-sela ornamen nya, tampak rambut sedikit panjang remaja itu melambai menandakan panas nya uap dari pedang itu


"hehe.... apa yang akan kau lakukan? kau jangan sombong dulu, pertunjukan nya belum usai," ucap Dewa iblis, dan tongkat nya sudah muncul lagi di tangan Dewa iblis, bersiap melepaskan serangan nya.


Dewa iblis memutar tombak nya dan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi di atas kepala tubuh melengkung seperti busur ke belakang dan siap melempar tombak ke arah Xiao Zhou namun pemuda itu sudah tidak ada di tempat itu membuat Dewa iblis begitu terkejut.


"praannnkkkk....." sebuah tebasan pedang dengan mata tebal mengenai lengan kanan yang siap melemparkan tombak, tidak pemutusan lengan Dewa iblis, namun menghancurkan tulang nya.


"aaahhhkkkkk....." mata Dewa iblis melotot ingin keluar dari cangkang nya karena merasakan kesakitan.


"sudah aku katakan aku membenci tangan kanan mu, kenapa kau menumbuhkan nya kembali, dan seperti nya pertunjukan mu sudah selesai," ucap Xiao Zhou dan kembali menebaskan pedang dengan mata tebal itu secara vertikal.


Dewa iblis memindahkan tombak nya ke tangan kiri nya dan dengan segala kekuatan yang tersisa menahan tebasan pedang itu dengan tombak


"prannkkkkk...."


pedang itu menghancurkan tombak Dewa iblis dan sekaligus menebas di samping leher Dewa iblis kebawah dan menghancurkan tulang selangka hingga seluruh tulang rusuk Dewa iblis, luka yang menganga begitu mengerikan tampak di depan mata Dewa iblis.


"aaahhhkkkkk...... ini benar-benar menyakitkan," tubuh Dewa iblis bergetar hebat rasa perih dan panas, hancur nya puluhan tulang secara bersamaan membuat nya tidak bisa bicara, darah hitam bergelembung keluar dari bibir menunjukkan organ vital nya mengalami luka yang serius.


"ucapkan selamat tinggal," ucap Xiao Zhou melompat kebelakang menarik pedangnya secara brutal, membuat kait-kait di ujung pedang nya mengoyak otot-otot dari Dewa iblis, membuat Dewa iblis menjerit begitu kencang, dan tanpa memberikan kesempatan Xiao Zhou melesat menembus tubuh Dewa iblis.


"uuhuuukkkkk....."


teriakan kesakitan dari Dewa iblis pun terhenti, tubuh nya masih berdiri dan melangkah gontai, matanya menatap kosong dan berbalik menatap kearah Xiao Zhou yang memunggungi nya,


"nyanyian ini begitu indah," guman Dewa iblis dan tersenyum lebar namun tiba-tiba senyum nya menjadi sangat ketakutan.

__ADS_1


"aku tidak menyangka secepat ini kau mendengar nya, itu nyanyian pedang Dewa Kematian," ucap Xiao Zhou dan pedang biru lenyap dari tangan nya.


"nyanyian pedang de-wa kema-tian," ucap Dewa iblis dan perlahan tubuh nya berlutut, kulit nya berubah menjadi hitam dan perlahan mulai menjadi uap hitam melayang ke udara, dan lenyap.


__ADS_2