Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pedang semesta


__ADS_3

malam itu Xiao Zhou tidak bisa memejamkan matanya, pikiran nya masih terbayang ucapan Shinobi bermata merah itu.


"aku hanya utusan dari alam Qin sui , pemimpin kami sang penakluk, mengundang mu ke tempat nya, kami akan menjemput mu, jika saat nya tiba" ucap Shinobi itu dan berubah menjadi kabut hitam.


Xiao Zhou meneguk isi guci nya,


"hehe... sang penakluk? darimana dia mendapatkan julukan bodoh seperti itu hah?" guman Xiao Zhou tersenyum tipis, dan kembali meneguk isi guci nya.


pagi itu Xiao Zhou mencoba peruntungan nya, dan mengantre menuju puncak bukit Junan.


orang-orang begitu banyak dan sangat antusias ingin menyaksikan pedang pusaka langit.


banyak pendekar, melesat keudara karena tidak ingin berdesakan, menelusuri tangga yang begitu banyak.


Xiao Zhou mendekati sebuah batu besar, sebelum anak tangga pertama, dan terdapat tulisan di batu besar itu.


"manusia bisa lari dan terbang, dan semua itu berawal dari langkah kecil mereka, mulailah dengan itu"


Xiao Zhou menyipitkan matanya, dan mulai menaiki anak tangga pertama, tangga yang terbuat dari batu itu berukir ornamen indah dan di tengah nya terdapat sebuah huruf.


Xiao Zhou terus melangkah dan mengamati huruf - huruf itu, dan siang itu dirinya sudah berada di puncak bukit Junan.


terdengar sorakan penonton, saat seseorang naik ke atas panggung luas, mencoba mengangkat sebuah pedang panjang yang ada di atas sebuah batu yang terdapat di atas panggung itu.


tampak seorang wanita, berusia sekitar 15 tahun, memakai kerudung yang juga duduk di atas sebuah batu, menatap kosong ke arah lain.


"masih kurang satu huruf lagi" guman Xiao Zhou dan mencoba mencari huruf yang hilang itu.


mata Xiao Zhou terus bergerak seperti mencari seseorang, dan beberapa orang yang dikenali sedang duduk dan berbincang, tampak Han Yui dengan beberapa pria duduk tanpa ekspresi,


mata Xiao Zhou terus mencari sambil menggeleng, dan terakhir mata nya terbelalak, menatap sebuah batu yang menjadi tempat duduk wanita berkerudung itu.


"Hemmmm.... ternyata kau bersembunyi di sana" guman Xiao Zhou dan mulai menyipitkan matanya, dan memainkan jari kuku nya seperti sedang menghitung.


terlihat sudah semua pendekar mencoba mengangkat pedang itu tetapi tidak berhasil.

__ADS_1


mata Xiao Zhou melihat begitu banyak pendekar pedang hebat seperti pedang khayangan, dan Lun Xiang Tien, tampak putus asa, dan memijit lengannya, bahkan beberapa dewa yang menyamar, terlihat hanya menggelengkan kepalanya.


"apa sudah tidak ada yang ingin mencoba nya?" tanya wanita berkerudung itu, yang di sambut sorakan para penonton.


sorakan penonton tiba-tiba berhenti saat sebuah cahaya melesat dari langit dan sesosok manusia sudah berdiri di depan pedang itu.


mata nya mengamati pedang itu, dengan begitu teliti.


"tuan waktu anda hanya 10 detik untuk mengangkat pedang itu, dan jika tidak ingin mengangkat nya sebaiknya pergi, karena masih banyak yang ingin mencoba nya," ucap gadis berkerudung itu yang masih menatap kosong ke tempat lain.


orang itu hanya mengangguk, dan tangan kiri nya mulai meraih pedang itu dan mencoba mengangkat nya.


praaakkkkk......


prakkkkkkk.....


lantai panggung yang terbuat dari batu itu mulai bergetar, dan remuk tetapi panggung itu tetap berdiri kokoh, walaupun batu-batu yang melapisi nya sudah retak dan mengeluarkan debu, bahkan retakan nya mulai ke tempat duduk para penonton, dan beberapa saat getaran itu berhenti.


dan tangan kiri orang itu kini sudah mengangkat pedang itu.


Xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya, menatap orang itu yang tidak lain adalah pilar langit Huang Fu.


"dasar bodoh" guman Xiao Zhou sambil tangannya kirinya memperbaiki posisi pedang kematian nya,


terlihat ke marahan yang sangat di mata Xiao Zhou, tangan nya mengepal, saat melihat wajah pilar langit Huang Fu, tapi dia sudah berjanji pada Jung Min Ha, dan juga apa yang di ucapkan gadis kecil itu benar.


"pedang ini adalah milik ku sekarang" ucap pilar langit Huang Fu, dan melesat ke udara dan menghilang.


para penonton begitu kecewa, karena sebenarnya mereka ke tempat itu ingin melihat pertarungan, tetapi harapan mereka seperti nya sia-sia, dan mereka mulai berbondong-bondong meninggalkan tempat itu.


Xiao Zhou menjauhi jalan keluar agar tidak di lihat oleh Lun Xiang Tien yang bersama dengan cucunya, dan juga menghindari bertemu dengan Han Yui.


puncak bukit Junan sudah terlihat sepi, dan menjadi hening,


Xiao Zhou melangkah, dan menaiki tangga batu yang sudah retak, dan memasuki panggung batu itu, yang sekarang terlihat seperti tumpukan batu yang sudah remuk.

__ADS_1


"maaf tuan seperti nya anda terlambat, pedang itu sudah ada yang memiliki nya" ucap wanita berkerudung itu.


"haha... sudahlah aku kesini bukan untuk logam berat itu nona, sebaiknya kau tidak usah berbasa-basi lagi, itu membosankan" ucap Xiao Zhou dengan seringai jahat nya.


"saat kekuasaan menyilaukan mata mu, kau akan menyingkirkan, kebenaran di sekeliling nya" ucap Xiao Zhou seperti sedang membaca.


"maafkan aku, tapi aku tidak mengerti" ucap wanita berkerudung itu.


"baiklah, ada seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan buah anak tangga, dan setiap anak tangga terdapat huruf, dan ini adalah sebuah kombinasi segel, dan dari sekian huruf kurang satu huruf dan huruf itu ada di bawah mu." ucap Xiao Zhou sambil menunjuk huruf yang ada di tempat duduk wanita berkerudung itu.


"dan kata-kata yang ku ucapkan tadi bisa terbaca hanya dengan huruf di bawah mu itu" ucap Xiao Zhou.


"hahaha.... kau sangat pintar, baiklah katakan maksud mu?" ucap wanita itu.


"pedang berat itu bukan lah pedang yang sebenarnya, tapi kau adalah pedang yang sebenarnya" ucap Xiao Zhou dan menatap wajah wanita itu, dan mulai memainkan jemarinya di depan wajah wanita itu, dan sebuah simbol perlahan bersinar di kening wanita itu.


wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan membuka kerudung nya.


terlihat kepalanya yang tidak berambut, seperti seorang biksu.


"kau benar, dan kau sudah berhasil menemukan ku serta membuka segel ku, aku sudah menunggu mu tuan," ucap wanita itu dan kini menjadi seorang pria muda berusia 15 tahun.


aku sudah menunggu mu begitu lama, kemunculan ku di tandai dengan bayangan bulan dan matahari menjadi sembilan, dan kini aku akan menjadi pelayan mu, aku tidak akan membuat perjanjian darah dengan mu, karena hanya kau satu-satunya majikan ku, kau tidak bisa meminjam aku pada orang lain, dan aku akan lenyap saat kau mati, dan muncul saat ada darah seperti mu lagi di alam ini, aku adalah lambang keseimbangan semesta, Yin dan Yang, dan akulah PEDANG SEMESTA" ucap pemuda itu.


dan perlahan pemuda itu berubah menjadi cahaya biru dan melesat keudara, dan cahaya biru itu masuk ke punggung Xiao Zhou.


aahhkkkkk..... punggung Xiao Zhou terasa terbakar, dan gambar di punggung nya mulai sedikit memanjang.


dan dua buah huruf suci kuno mulai muncul di leher bagian kanan Xiao Zhou, yang berbaris kebawah.


"tuan tingkat kultivasi mu benar-benar sangat buruk, kau bahkan hampir tidak bisa mengangkat ku" ucap pedang semesta.


"diamlah, aku tidak meminta mu untuk berpendapat" teriak Xiao Zhou kesal.


"baiklah tuan," ucap pedang semesta dengan nada seperti kesal juga.

__ADS_1


__ADS_2