
di halaman depan istana,
Dewa Wang Riu berjalan begitu pelan, wajah nya terlihat senang dan seperti sudah memenangkan pertarungan.
"aahhh.... jangan katakan kau sudah putus asa, dan menyerah, apa yang akan kau lakukan saat ini hah?" teriak lantang Dewa Wang Riu, seperti sedang mempertontonkan ketidakberdayaan Xiao Zhou.
para istri Xiao Zhou saling memeluk, mereka tidak tega melihat suami mereka dalam kesulitan besar.
Xiao Zhou menarik nafas dalam-dalam, tubuh nya tampak kembali bugar.
"hahaha... terus lah mengoceh bedebah, kau seperti sudah memenangkan pertarungan, bahkan sebelum pertarungan itu di mulai," ucap Xiao Zhou.
"tarian Pedang kematian," guman Xiao Zhou
"selendang pedaaanggg..." teriak nya dan berputar di udara.
puluhan selendang terbuat dari bilah pedang melengkung melesat keluar dari pinggang Xiao Zhou, selendang pedang itu berputar mengelilingi keduanya, dan secara bersamaan menghantam tubuh Dewa Wang Riu,
"hahaha... selain bodoh kau juga keras kepala, tidak ku sangka pertarungan ini begitu mudah," ucap Dewa Wang Riu dengan nada begitu merendahkan.
saat selendang pedang itu mendekati tubuh Dewa Wang Riu, dan di saat bersamaan bayangan selendang pedang yang sama mendekati Xiao Zhou namun terbaca oleh tarian Pedang kematian.
"ternyata kau yang melukaiku, tapi tidak untuk kali ini," batin Xiao Zhou.
traankkkk....
traankkkk.....
trinnkkkkkkk....
tarian Pedang kematian menahan selendang pedang milik Xiao Zhou, pemuda itu seperti bertarung menghadapi jurus nya sendiri.
"jadi ini sebab nya pusaka itu seperti cermin, dia memantulkan apapun di depan nya," batin Xiao Zhou.
__ADS_1
Xiao Zhou kini berdiri di udara dengan rambut melambai-lambai tanpa luka sama sekali,
"hahaha... cukup lumayan juga, kecepatan yang mengagumkan," ucap Dewa Wang Riu.
Dewa Wang Riu kembali merapalkan mantra nya, dan kini huruf-huruf suci keluar begitu banyak membuat bulatan di sekeliling mereka,
namun tiba-tiba dari arah samping muncul seorang wanita melangkah hanya beralas kaki sebuah sandal kayu, wanita itu mengenakan jubah berwarna putih, dengan motif seekor burung merak berwarna biru, wanita itu melangkah begitu anggun, tampak bokong membulat kebelakang nya bergoyang alami saat wanita itu melangkah, dan orang-orang bertempur seperti tidak melihat nya, dan hanya lewat di belakang atau depan wanita itu, bahkan wanita itu seperti tidak merasakan panas dari tornado api di sekitar nya.
wanita bercadar itu terus melangkahkan kaki nya, dan memasuki bulatan huruf-huruf suci buatan Dewa Wang Riu, meski Dewa Wang Riu yang sudah pernah melihat wanita itu, tapi bibirnya masih saja sedikit terbuka saat melihat mata indah dari wanita itu,
wajah wanita itu tidak menoleh sama sekali, hanya bola matanya saja yang sesekali melirik kearah Xiao Zhou, dan wanita itu melewati Dewa Wang Riu dan menghadap ke arah Xiao Zhou, wanita itu mendekati Xiao Zhou serta membuka cadar nya,
"Dewi Lin... apa yang membawa mu kemari, jika kau memastikan kemenangan mu, itu masih terlalu dini," ucap Xiao Zhou sambil mengacungkan Pedang kematian ke leher wanita berambut yang kini sudah sedikit di bawah lehernya.
Dewi Liu Xiang Lin menggeleng, telunjuk nya yang kurus dan panjang menelusuri tulisan di Pedang kematian Xiao Zhou, dan telunjuk lentik dengan kuku indah itu mengetuk empat kali tulisan di Pedang Xiao Zhou.
"kenapa setiap bertemu kau selalu ingin menyentuh leher ku?" ucap wanita itu, dan merapalkan sebuah mantra dengan bahasa Dewa kuno, tidak ada yang mengetahui kata-kata itu kecuali Xiao Zhou.
"kau tentunya tahu arti dari dua mantra itu, dan kau mengerti maksud ku," ucap Dewi Lin, dengan bahasa Dewa kuno.
"aku tahu betul apa tujuan mu, kau pikir aku mau melakukan nya? Dewi Lin kau jangan bermimpi di siang hari," ucap Xiao Zhou.
wanita itu mendekat wajah nya ke telinga Xiao Zhou
"meski kau pemilik waktu, tapi kali ini waktu mu tidak banyak, hanya itu pilihan mu kali ini, lakukan lah!!" bisik wanita itu dan menutup wajahnya lagi dan menghilang.
di atas balkon semua mata menatap ke arah wanita itu.
"kakak Xhin... apa kau mengetahui siapa wanita cantik itu? dan apa yang di katakan nya, kenapa selalu saja ada wanita yang begitu cantik di sekitar suami kita," ucap Xia xhialun.
Ratu Xhin Ye hanya menggelengkan kepalanya,
"mata yang begitu indah, dan wajah nya begitu cantik," guman Ratu Xhin Ye tanpa sadar.
__ADS_1
berbeda dengan Yun Li Wei wanita itu memiringkan wajahnya, dengan kening berkerut menatap ke arah Dewa pengetahuan
"Dewa pengetahuan katakan apa maksud wanita itu, kau begitu dekat dengan suami kami, kau pasti tahu sesuatu," ucap Yun Li Wei dengan mata penuh ancaman.
"aahhhh... Dewi Yun, aku... aku," Dewa pengetahuan menggoyangkan tangan nya seperti tidak tahu, beberapa saat memejamkan mata dalam-dalam,
"kakek Dewa... aku mohon," ucap Puteri Yun qixuan dengan wajah memelas nya.
"aahhh... Puteri langit, tentu saja, siapa yang bisa menolak wajah itu, baiklah.... baiklah, akan aku ceritakan," ucap Dewa pengetahuan.
"saat kami tinggal di sebuah rumah sederhana di pinggiran...
"ceritakan intinya saja Dewa pengetahuan," ucap Ratu Xhin Ye yang mulai kesal.
"iya.... iya... baiklah penguasa," ucap Dewa pengetahuan, wajahnya tampak serba salah, dan melanjutkan ceritanya.
"suami kalian adalah lambang keseimbangan 50 persen dewa, dan 50 lainnya iblis, dan saat terkena pukulan Dewi cantik itu,"
"Dewa Chan... tidak perlu terlalu rinci, kami sudah melihatnya tidak perlu memperjelas lagi," teriak Yun Li Wei yang tidak suka mendengar kata cantik.
"oohhh... tentu saja adik Yun, maafkan aku, langsung ke intinya aku mengerti, baiklah.... singkatnya jiwa Dewa di tubuh suami kalian sedang tertidur, dan iblis mengambil alih delapan puluh persen kendali jiwa Zhou'er, Xiao Zhou mengetahui ini, dan memerintahkan pedang semesta untuk menahan jiwa iblis itu, dan tidak begitu berhasil, pedang semesta hanya mampu mengurangi 10 persen dari pengaruh iblis itu, tubuh nya 70 persen masih di kendalikan iblis, sungai sastra 9000 bab mampu menurunkan menjadi 60 persen, dia masih belum sembuh, bicara nya kasar, dan juga kelakuan nya sedikit gila," ucap Dewa pengetahuan sambil menganggukkan kepalanya.
"semalam dia sedikit lebih kasar, tapi aku begitu menikmati nya," guman Li Mei Yin seperti bicara sendiri wajah nya menghadap ke arah Xiao Zhou namun sorot matanya kosong seperti sedang merenung.
"adik Li..." teriak Yun Li Wei, membuyarkan lamunan Li Mei Yin, membuat wanita itu mulai sadar dengan wajah begitu terkejut sambil menutup bibir nya.
"demi Dewa... apa yang telah ku katakan? maafkan aku," ucap Li Mei Yin, wajahnya tampak begitu menyesal.
"tidak apa-apa adik Li, Dewa pengetahuan benar, dia juga mencukur bulu singa salju ku, aahh, aku harus mengeluarkan banyak energi untuk memanjangkan nya kembali," guman Yun Li Wei begitu kesal.
sinar menyilaukan keluar dari huruf-huruf suci yang di keluarkan oleh Dewa Wang Riu.
"ini sudah di tahap delapan, sebentar lagi semua kemampuan ku akan terbaca oleh cermin ini, aaahhh... tidak ada cara lain lagi," batin Xiao Zhou dan merapatkan telunjuk dan jari tengah nya serta menempelkan nya di topeng nya tepat dimana di kristal biru yang ada di kening Xiao Zhou
__ADS_1
sebuah cahaya putih keluar dari topeng remaja itu dan melesat ke arah istana megah itu, dan Xiao Zhou mengeluarkan kata-kata dalam bahasa Dewa kuno, dan itu adalah sebagian dari mantra yang di berikan oleh Dewi Lin.
Dewa Wang Riu mengerutkan keningnya,