
Para warga terjangkit penyakit di obati berdasarkan laporan racun serigala bertanduk, dan di berikan pil penawaran, akhir nya tertidur tenang, para alchemis senior itu tersenyum bangga akan dirinya karena mampu mengobati para warga.
malam itu Xiao Zhou melesat ke dalam hutan, menggunakan pakaian seperti seorang shinobi, untuk berburu serigala mata tiga, sudah dua jam Xiao Zhou berlari sepertinya ini sudah sangat jauh kedalam hutan pikir xiao zhou.
tiba-tiba dari arah belakang Xiao Zhou muncul 2 ekor serigala mata tiga,
"ahhh... akhir nya kalian yang menemukan mu" ucap Xiao Zhou dan menatap ke arah dua serigala mata tiga itu.
tanpa membuang waktu dua serigala itu menyerang Xiao Zhou, remaja itu dengan mudah menghindari serangan serigala itu karena bagi Xiao Zhou serangan itu seperti gerak lambat saja.
Xiao Zhou menghindar ke samping dan mengeluarkan pedang kematian nya, dan menebas leher serigala itu.
"Crassssshhhh....."
salah satu kepala serigala itu terpotong, belum sempat melihat teman nya tewas, serigala yang satu nya lagi sudah kehilangan nyawa nya, kecepatan membunuh yang sangat hebat di keluarkan oleh Xiao Zhou,
Xiao Zhou mengambil mutiara roh dari kedua binatang tersebut dan mengambil beberapa bagian tubuh dari binatang itu untuk pengobatan, sesuai dengan laporan nya.
"seperti nya sudah cukup," batin Xiao Zhou dan dalam gelap malam Xiao Zhou melangkah pelan, menuju Desa Bambu Hijau.
Hidung Xiao Zhou mencium bau amis darah manusia di udara.
"ini??? bau darah manusia?" batin Xiao Zhou memfokuskan pikiran, mata dan pendengaran Xiao Zhou untuk bekerja lebih keras.
Xiao Zhou melompat ke atas pohon yang paling tinggi dan melihat sekeliling, dan melihat bekas pertarungan, Xiao Zhou mendarat ke tempat itu dan mendekati mayat - mayat itu.
"beberapa dari mereka terkena racun," batin Xiao Zhou, remaja itu tidak ingin terlibat, dan melangkah meninggalkan mayat- mayat itu,
" deggg.." mata Xiao Zhou melebar saat wajah mayat-mayat itu,
"wajah ini tidak asing bagiku" batin Xiao Zhou sambil mengerutkan keningnya memfokuskan ingatan.
"ini adalah pengawal Puteri Ming Mei," guman nya.
"mengapa pengawal puteri ada jauh di dalam hutan?" pikir Xiao Zhou lagi.
"hemmm ada yang mengincar nyawa Puteri Ming Mei seperti nya," pikir Xiao Zhou.
"ini bukan urusanku sebaik nya aku kembali ke desa" batin Xiao Zhou.
tidak jauh dari tempat Xiao Zhou berdiri,
"Kalian mau apa?" ucap wanita itu sambil mengarahkan pedang nya ke arah beberapa orang.
"kami tidak ada dendam dengan mu, kami hanya di perintahkan membunuh anda puteri, sebaik nya anda menyerah dan, kami akan memberikan kematian yang mudah untuk anda," jawab salah satu dari orang-orang itu.
Wajah Puteri Ming Mei menjadi pucat tak percaya bahwa dirinya akan mati di tempat seperti ini, orang yang di hadapan nya bukan lah orang biasa, mereka mampu membunuh pengawal nya dengan mudah padahal 4 pengawal puteri setingkat pendekar raja tingkat puncak.
"sepertinya teman dan kekasih mu semua menjadi pengecut dan berlari meniggalkan mu sendirian disini, hahaha...." ucap salah satu dari pembunuh itu.
"baiklah karena anda akan mati disini sebaik nya kami akan bersenang-senang dengan tubuh indah mu itu dulu, hahaha" ucap salah satu dari 5 orang yang mengelilingi Puteri Ming Mei, yang tidak tahan melihat kemolekan tubuh Puteri Kaisar itu.
"jika kalian pikir akan mudah membunuhku kalian salah" ucap Puteri Ming Mei dan mulai melakukan serangan dengan pedang nya.
"anda bukan lawan kami puteri," ucap salah satu pembunuh itu.
__ADS_1
srettttt...
tiba tiba saja pakaian puteri ming mei sudah sobek memperlihatkan tubuh indah nya,
"kauuuu....?" hanya itu kata-kata dari Puteri Ming Mei, sambil menutupi bagian tubuh nya itu dengan telapak tangan kirinya.
"aku adalah puteri kekaisaran ini setidak nya aku mati dengan melakukan perlawanan" ucap Puteri Ming Mei dan menyerang lagi.
traaaanggggg....
traaaangggg...
beberapa jurus telah beradu
sreettt....
kembali pakaian puteri ming mei menjadi incaran para pembunuh itu.
"sebaik nya kita cepat- cepat kakak.." ucap salah satu dari pembunuh itu.
" aku sudah tidak tahan melihat tubuh mulus nya itu," ucapnya lagi.
ilustrasi puteri ming mei
Puteri Ming Mei mulai kehilangan fokus bertarung nya, karena gerakan tubuh nya harus menutupi daerah sensitif nya yang hampir terlihat karena pakaian yang di gunakan menyisakan kain yang hanya sedikit.
Puteri Ming Mei mulai terdesak langkah nya mulai mundur tenaga dan qi nya mulai habis, terlihat dada indah nya yang sekedar tertutup kain bergerak naik turun karena kehabisan tenaga.
bukkkk..
Pedang Puteri Ming Mei terlempar dan patah, pukulan pembunuh itu telak mengenai perut Puteri Ming Mei, membuat seteguk darah keluar dari bibir merah wanita itu.
"kalian sebaik nya cepat membunuh ku," ucap Puteri Ming Mei, yang sudah merasa tidak dapat bertarung lagi, dan tidak ingin tubuh nya di nodai.
salah satu dari pembunuh itu memeluk tubuh puteri Ming Mei dan menciumi dada wanita berusia 21 tahun itu dengan ***** yang tak tertahan.
"lepaskan aku sialan," teriak Puteri Ming Mei, mencoba berontak mendorong kepala orang yang mencium dada nya itu, dari mata nya mulai menetes air mata.
ingatan nya kembali ke masa lalu melihat dirinya berlari, tersenyum, terlihat senyum manis pemuda di pinggir danau, Xiao Zhou," ucap nya pelan.
"plakkkk...."
sebuah pukulan mendarat di kepala orang nya memeluk tubuh puteri itu, orang yang memeluk puteri tadi pun terlempar dan
"boommm....,"
suara tubuh menghantam pohon, dan orang itu pingsan.
"rupanya kalian sedang bersenang-senang, kenapa kalian tidak mengajakku bergabung dengan kalian, ini barang yang sangat baguss?? hahaha... ucap Xiao Zhou sambil melihat tubuh Puteri Ming Mei yang terbaring di tanah dengan beberapa luka di tubuh nya.
puteri yang mendengar perkataan Xiao Zhou menjadi sangat marah.
"cih... kau jangan harap akan mendapatkan tubuhku sialan," umpat Puteri Ming Mei kepada Xiao Zhou.
__ADS_1
"katakan siapa dirimu dan kenapa kau mengganggu kami?" ucap salah satu pembunuh itu.
"aku lagi tidak ingin berbasa basi dengan kalian sebaiknya kita akhiri sekarang," ucap Xiao Zhou dengan pedang kematian di pinggang seperti posisi pedang seorang samurai.
dengan gaya seperti biasa mengeluarkan pedang panjang nya dari sarung pedang dengan perlahan dan sangat anggun
srrriiiiiinnnnngggggg....
"jika kau ingin hidup tetaplah di belakang ku nona, ini tidak akan lama" ucap Xiao Zhou.
"kau terlalu sombong tuan hanya di pendekar raja, kami adalah pembunuh bayaran propesional, sudah terbiasa membunuh pendekar raja seperti mu, sekarang matilah kau," ucap pembunuh itu menyerang.
traannnngggg
traaaanggggg...
puluhan jurus sudah bertemu Xiao Zhou dengan mudah menghindar,
"kalian semua bantu aku menyerang orang itu," teriak pembunuh yang bertarung itu, dan mereka pun menyerang Xiao Zhou secara bersamaan.
traaangggg...
traaangggg...
kemampuan mereka setara dengan pendekar legenda,
"kalian masih terlalu lambat, masih butuh 100 tahun untuk mengalahkan ku," teriak Xiao Zhou sambil menebaskan pedang panjang nya, dan mulai memotong-motong tubuh para pembunuh itu, dengan mudah nya.
sreeertttt....
slaaaasssshhh....
slaaaaasssshjhh
Puteri Ming Mei melihat pertarungan di depan mata nya menjadi melotot, para pembunuh bayaran itu terlihat pucat pasi, karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa dengan kemampuan mereka.
"ini.... ini..bukan pertarungan ini, pembantaian" batin Puteri Ming Mei.
Wajah puteri pucat melihat Xiao Zhou menebas tubuh pembunuh itu dengan brutal dan kejam.
"pria itu seperti binatang buas" batin Puteri Ming Mei, hanya beberapa saat saja rombongan pembunuh itu tinggal 1 orang yang pingsan menabrak pohon tadi.
setelah membantai pembunuh itu Xiao Zhou mendekati Puteri Ming Mei sambil memikul pedang panjang nya, dan masih mengenakan cadar Shinobi nya.
Puteri Ming Mei, yang mengingat ucapan Xiao Zhou di awal yang ingin bergabung, melangkah mundur kaki nya bengkak sangat sulit di gerakan, sehingga membuah nya jatuh ke tanah, dan memperlihatkan paha putih dan pakaian dalam nya, pemandangan yang membuat hidung Xiao Zhou mengeluarkan darah di balik cadar shinobi nya.
"jangan katakan kau menginginkan tubuhku juga?" ucap Puteri Ming Mei dengan nada memohon.
Xiao Zhou berjongkok di dekat Puteri Ming Mei.
"hemmm... tubuh mu sangat indah, tapi kali ini aku sedang tidak berminat... lagipula kau bukan selera ku nona," ucap Xiao Zhou acuh dan kembali berdiri.
"aku akan meninggalkan mu dengan pembunuh yang masih pingsan itu" ucap Xiao Zhou sambil menunjuk ke arah pohon.
"terserah kau ingin membunuh nya atau menanyai sesuatu padanya, aku mohon diri nona," ucap Xiao Zhou melangkah meninggalkan Puteri Ming Mei.
__ADS_1
"tunggu!!! tolong pinjamkan," ucap puteri sambil menengadahkan telapak tangan nya ke arah Xiao Zhou, seperti orang yang sedang meminta bayaran.