
Di tempat yang tidak bisa di datangi manusia.
"kau datang meminta bulu dari burung suci? kau bukan orang yang tepat," ucap seorang wanita
"ini adalah perintah dari Kaisar Langit nona," ucap pria yang sangat tampan itu.
"maafkan aku Dewa, kau bukan orang yang pantas walaupun itu perintah dari Kaisar Langit mu" ucap wanita itu lagi.
siyyyuuuttttt... sebuah cahaya berbentuk anak panah bewarna merah melesat ke arah jantung wanita itu dan menembus tubuh nya.
"aku membiarkan nya agar kalian semua tahu bahwa semua senjata kalian tidak berlaku pada tubuhku," ucap wanita cantik itu.
Pria sangat tampan itu adalah putera ke 17 Kaisar Langit Yun Fengyin, dia adalah Dewa tertampan di Kekaisaran Langit.
Dan yang melesatkan anak panah adalah dewi cinta, mereka mencoba membujuk dewi pelindung burung api dengan memanfaatkan cinta.
"aku dewi pelindung burung suci tidak terpengaruh pada paras dan tubuh," ucap Dewi penjaga burung suci.
ilustarsi dewi penjaga burung suci
blaarrrrr...
tiba-tiba di sesosok tubuh mendarat di atas batu membuat batu dihadapan Dewi Penjaga burung suci remuk.
"selamat datang pangeran ke 15" ucap dewi penjaga burung suci.
ilustarsi pangeran ke 15 Yun Yuwen.
"kakak," ucap pangeran tampan itu membungkuk mendekati pria kekar yang baru saja datang.
"adik Fengyin, seperti nya rencana mu tidak berjalan lancar," ucap Yun Yuwen.
"maafkan aku kakak Yuwen, aku tidak begitu berbakat," ucap Yun Fengyin menunduk.
"sudah lah adik Fengyin, tidak perlu di pikirkan, biar aku yang menangani masalah ini," ucap Yun Yuwen sampul menepuk bahu adik nya.
Yun Yuwen melangkah mendekati Dewi Penjaga burung suci.
"maafkan aku nona, aku tidak pandai berbasa-basi, tapi waktu semakin sedikit, ku harap kau mengerti dewi" ucap pangeran Yun Yuwen dengan nada tegas.
"aku mengerti pangeran, aku tidak tahu ini jodoh atau tidak, tetapi hatimu jujur aku akan memberimu satu helai bulu burung suci ini, terimalah pangeran Yun Yuwen," ucap Dewi Penjaga Burung Suci, sambil melambaikan tangan ke udara, dan tiba-tiba sehelai bulu burung phoenix sudah melayang dihadapan pangeran Yu Yuwen.
Dewa Yun Yuwen menerima bulu burung itu.
"terima kasih dewi, aku mohon diri," ucap Yun Yuwen.
"semoga kau berhasil" ucap Dewi Penjaga Burung Suci.
Yun Yuwen pun pergi meninggalkan kuil burung suci itu.
Yun Fengyin hanya menggeleng, dan mendekati wanita cantik itu.
"nona... kenapa kau tidak memberiku bulu itu, padahal aku datang lebih awal," ucap pangeran tampan Yun Fengyin.
"maafkan aku karena kedatangan mu sudah sia-sia, aku tidak bisa memberi mu karena hatimu tidak bersih pangeran Yun Fengyin, dan kau penuh tipu daya," ucap Dewi penjaga burung suci.
Yun Fengyin mengerutkan keningnya sesaat,
__ADS_1
"hemm... awal nya aku datang untuk bulu burung itu, tapi setelah melihat kecantikan mu ini, seperti nya kedatangan ku tidak sia-sia, aku ingin melamar mu," ucap Dewa tampan itu,
Mata Dewi penjaga Burung Suci melebar, tersirat kemarahan di wajah nya.
"kalian berdua silakan tinggalkan tempat suci ini" ucap dewi penjaga burung suci menatap kearah Yun Fengyin dan Dewi cinta, dan berubah menjadi cahaya dan hilang.
***
Di sebuah danau di lembah kabut.
"adik Liu apa kau mencium aroma tubuh suami kita?" tanya Xue menatap Liu Fenghua
"aku tidak bisa mencium aroma seperti hidung mu itu kakak, tapi aku melihat bocah mesum itu tersenyum kearah kita," ucap Liu Fenghua, dan mereka semua berhamburan ke arah Xiao Zhou saling memeluk.
untuk beberapa saat mereka begitu bahagia, dan melupakan beberapa orang menatap kearah mereka,
"oh ya... mereka siapa suami?"tanya Xue melihat Xiao Zhou membawa tiga wanita cantik, dan dan seorang pria yang sudah mereka kenal yaitu Raijuta.
"sebaik nya kita bicara di dalam" ucap Xiao Zhou.
tidak berselang lama
bommmm.....
blurrrrr.....
byurrrrrr ( tolong aku tidak bisa berenang)
bommmmmm...
Ketiga wanita dari ibukota saling memegang tangan melihat pemandangan di depan mata mereka.
Raijuta hanya mendengus kesal, dan mengejar untuk membantu tuan nya berdiri, dan dihajar lagi oleh dua wanita sadis itu.
satu jam kemudian....
dua jam kemudian....
"seperti nya sudah cukup adik," ucap Xue
iya kakak badan ku juga sudah pegal menghajar bocah ini," sahut Liu Fenghua.
Xiao Zhou melangkah dengan gontai mendekati kedua istrinya.
"bagaimana istriku?" ucap Xiao Zhou
"kami mengizinkan kau ke ibukota untuk belajar alchemis, kau pulang tidak membawa gelar alchemis tapi kau malah membawakan kami tiga calon istri lagi hah?" ucap Xue
tiba-tiba saja Puteri Ming Mei mendekati xiao Zhou.
"salam hormat ku kakak, aku Puteri Ming Mei salam kenal" ucap Puteri Ming Mei gugup.
Xue menatap Puteri Ming Mei sesaat,
"kau seorang Puteri yang begitu cantik," ucap Xue sambil memeluk lembut Puteri,
"kau dan kedua wanita ini pasti di tipu oleh bocah bermulut manis ini ya?" tanya Xue
"kalian ini begitu bodoh... tapi sudah lah, baiklah aku istri tertua disini, kalian bertiga tuangkan aku teh," ucap Xue, mereka bertiga pun menurut saja
"kalian tuangkan untuk juga untuk ku," teriak Liu Fenghua.
__ADS_1
dan lagi-lagi mereka bertiga melakukan nya, mereka duduk mengitari sebuah meja bundar.
"Baiklah... apa ada dari kalian bertiga yang sudah hamil? aku mencium bau itu suamiku pada tubuh kalian, tapi tidak padamu adik kecil" ucap Xue dan menatap ke arah Yumiko dan Xia Xhialun.
Puteri Ming Mei mulai mengerti apa maksud ucapan Xue, menatap lebar kearah kedua wanita yang di bawa nya dari ibukota.
"bibi??? kalian berdua sudah pernah itu dengan Zhou'er?" tanya Puteri Ming Mei.
"ahhhh tidak Puteri, kami tidak ikut menikah dengan bocah itu" ucap yumiko dan xia Xhialun mengangguk setujui ucapan Yumiko.
"kita di sini semua wanita, dan tahu bagaimana rasa nya jika pria yang kita cintai tidak bisa kita miliki, itu akan membuat kita sedih, dan sesama wanita aku tidak ingin melihat kalian seperti itu, selama kalian tulus mencintai Zhou'er, kami tidak akan menghalanginya," ucap Xue.
semua membeku dan semua menganggukan kepala.
setelah makan malam
"baiklah satu bulan lagi kita menikah, kalian buat persiapan nya, dan kau bocah nakal aku ada urusan dengan mu satu malam ini, dan jangan ada yang mengganggu," ucap Xue sambil menyeret Xiao Zhou kedalam kamar nya.
tidak lama berselang.
"apa rubah setiap bercinta memang berteriak keras seperti itu?" tanya Xia Xhialun yang sudah mengetahui asal-usul kedua wanita Xiao Zhou.
"iya kadang aku pun tanpa sadar seperti itu" jawab Liu Fenghua sambil tersipu.
"adik kecil kau sebaik nya tidak mendengar pembicaraan kami" ucap liu Fenghua sambil menutup telinga Puteri Ming Mei dengan kedua tangan nya.
****
pernikahan di gelar
panggung didirikan di atas danau semua penuh hiasan khas pernikahan terpasang di semua sudut, dan rangkaian bunga yang indah melengkapi tenda-tenda besar, mewah dan indah didirikan, meja-meja bertebaran di berbagai tempat di taman yang di penuhi rumput hijau, kini semua tempat terlihat indah dan tertata rapi.
Undangan dari berbagai kalangan pun berdatangan, pavilliun bulan yang tempat nya tidak jauh dari villa kabut rindu menjadi tempat menginap dari tamu undangan yang datang jauh hari sebelum pernikahan di mulai.
hari pernikahan pun di gelar, terlihat wajah bahagia tersirat pada setiap wanita cantik itu, senyum selalu menghiasi wajah mereka.
Setelah prosesi pernikahan selesai, ke-lima mempelai wanita mulai menyebar dan menyambut para tamu mereka, para tamu undangan memberi hadiah dan selamat untuk mempelai, semua terlihat begitu bahagia.
Kaisar Ming sendiri dan Kakek Puteri Ming Mei hadir, Wu Tian juga datang dengan senyum kecut nya, tetapi kali ini tangan nya menggandeng seorang wanita cantik.
"akhir nya anak kecil yang aku pungut menikah hari ini, hahaha... ucap Wu Tian.
"paman Wu akan aku jelaskan semua," ucap Xiao Zhou.
mata Wu Tian terbelalak, dan menyeret Xiao Zhou, menjauh dan meninggalkan dari wanita yang di pegang tangan nya tadi.
"tidak zhou'er... tidak ada yang perlu kau jelaskan, aku menyayangi mu dan aku sangat bangga kau bisa mendapatkan nona Liu, awal nya hatiku begitu sakit memikirkan nona Liu menikah dengan putera kaisar langit, tapi setelah mendengar kau yang menikahi nona Liu aku begitu senang, tidak ada sesal sedikit pun di hatiku saat ini, aku merestui hubungan kalian jadi berbahagialah zhou'er, dan aku juga akan segera menikah dengan wanita itu" ucap wu Tian, menatap ke arah wanita yang di bawa nya ke pernikahan Xiao Zhou.
"benarkah paman?" tanya Xiao Zhou.
"hahaha... itu benar.... sebaiknya kita rayakan keberhasilan kita berdua, hahaha... " teriak Wu Tian mengebu-gebu, dan tiba-tiba suara nya menghilang, setelah semua mata menatap kearah mereka berdua.
"ehemmm...., semuanya maafkan aku, aku terlalu bahagia," ucap Wu Tian.
****
Di meja tempat Kaisar Ming dan para bangsawan tinggi.
"menantu anda sangat jenius Yang Mulia usia semuda itu sudah di ranah legenda tingkat dua, dan alchemis menengah, ini sangat mengagumkan," ucap seorang undangan yang duduk satu meja dengan Kaisar Ming, yang terlihat seperti seorang patriak sekte.
"sayang nya dia berasal dari kalangan biasa dan tidak ada relasi yang mumpuni," ucap salah satu dari tamu yang mirip seorang bangsawan
__ADS_1
jederrrrrrrr...
tiba-tiba petir menyambar.