
Park Min Ji mengerutkan keningnya, tiba-tiba rasa kesal muncul di hatinya, dan kembali membelakangi Xiao Zhou.
"benar... memang seharusnya seperti itu, kau hanya pelayan ku, dan asal kau tahu peristiwa di gudang jerami itu aku tidak menyukai nya, itu hanya suatu kesalahan, jadi kau jangan pernah berpikir macam-macam padaku saat kita berdua seperti ini, lagipula di usia ku ini, aku harus nya menjadi ibu mu, mulai sekarang bicara dengan sopan padaku kau harus menghormati ku," ucap Park Min Ji.
"aku sudah tidak mengingat peristiwa di gudang jerami itu lagi nyonya," ucap Xiao Zhou sedikit tersenyum.
"diam.... dan tidur saja," ucap Park Min Ji, dan keduanya terlelap dalam tidur masing-masing.
****
siang itu pangeran ke empat dan orang-orang suruhan nya mulai membersihkan puing-puing rumah megah itu, tampak tumpukan mayat yang tidak habis terbakar, dan pria itu menemukan cincin penyimpanan milik Park Min Ji.
langit mulai gelap pangeran ke empat hanya duduk tidak jauh dari bekas rumah megah itu, dan sambil menatap cincin dari kekasihnya itu.
"hemmm.... kau memang selalu beruntung Ji'a, kau bahkan selamat di saat-saat terakhir seperti ini," guman Pangeran ke empat, yang tidak menemukan jasad Park Min Ji setengah seharian mencari.
"apa mereka menangkap kakak Min Ji?" tanya Park Geun Soo, matanya sedikit sembab.
"tidak nyonya, mereka tidak membiarkan satu pun orang yang selamat," ucap Kim bong Goo.
"bagaimana dengan tuan muda Liu dan pelayan nya?" tanya Park Geun Soo.
__ADS_1
"sejak sore mereka sudah meninggalkan rumah ini, aku melihat mereka semua keluar secara mengendap-endap," ucap Kim bong Goo.
"tapi kenapa mereka melakukan hal itu?" tanya Park Geun Soo.
pangeran ke empat berdiri,
"prajurit itu sebenarnya ingin menangkap mereka, tapi para prajurit itu salah sasaran, aku akan mencari penginapan, beberapa hari lagi Ji'a pasti memberi tanda pada ku, dia memiliki cara agar aku bisa menemukan nya." ucap pangeran ke empat.
dan sudah dua hari mereka menunggu namun tidak ada tanda yang menunjukkan keberadaan Park Min Ji, pangeran ke empat selalu menatap ke arah langit namun tidak ada awan salju yang dimiliki Park Min Ji muncul.
"berhenti lah menatap ke langit pangeran, ini sudah gelap," ucap Park Geun Soo dan menuangkan isi guci ke cawan pangeran ke empat.
keduanya sedang duduk di sebuah balkon di lantai tiga sebuah penginapan mewah, yang di terangi lentera berwarna merah, membuat tempat itu begitu terasa hangat.
"Ji'a tidak akan berlari jauh, aku sudah memerintahkan orang mencari nya, dia wanita yang sangat berbeda jadi sekali saja dia berada dalam keramaian orang-orang ku pasti dengan mudah mengenali nya," ucap pangeran ke empat dan kembali meneguk isi cawan nya.
"hemmm... kau begitu memuji keindahan kakak Min Ji, kau sudah memiliki sepuluh istri tapi tidak bisa melupakan satu wanita saja," ucap Park Geun Soo.
"tidak bibi... dia adalah cinta pertama ku, aku mencintai nya dari remaja, dan aku menikahi kesepuluh istri ku hanya untuk mengelabuhi ayah ku," ucap pangeran ke empat.
Park Geun Soo menatap wajah pangeran ke empat dalam-dalam,
__ADS_1
"jika dia cinta pertama mu, bagaimana dengan ku? aku pernah mengajari memperlakukan wanita saat kau masih usia remaja," ucap Park Geun Soo sambil menggigit bibir bawahnya.
"haha... itu kenangan lama bibi, waktu itu aku masih benar-benar tidak pernah melakukan itu, bibi lah wanita pertama mengajari ku, itu sedikit membuat ku malu," ucap pangeran ke empat.
Park Geun Soo tersenyum memperlihatkan gigi indah nya,
"hihihi... kau benar...aku masih mengingat nya pangeran, kau hanya terlalu terburu-buru, kau bahkan belum benar-benar masuk," ucap Park Geun Soo pelan.
"waktu itu terasa begitu nikmat bibi, aku keluar hanya dengan bersentuhan saja, bibi... bagaimana jika kau mengajariku lagi malam ini, aku sudah begitu berga*rah," ucap pangeran ke empat dan mulai menyentuh paha Park Geun Soo.
"tidak bocah nakal, aku tidak ingin kecewa lagi seperti malam itu, dan juga aku hanya melayani kekasih ku saja," ucap Park Geun Soo berbisik di telinga pangeran ke empat.
"apa maksud mu bibi?" tanya pangeran ke empat.
"jadikan aku istrimu, dan aku akan dengan senang hati menjepit milik mu ini," ucap Park Geun Soo tangan nya dengan cepat masuk ke dalam pakaian bawah pangeran ke empat dan jemari mungil itu mulai memainkan benda panas pangeran ke empat.
"oohhh..." desa*han pangeran ke empat terdengar saat jemari lentik Park Geun Soo semakin lihai memainkan benda nya yang sudah menjadi begitu keras.
"tapi bibi.... aku akan menikah dengan Ji'a, dan juga bibi sudah memiliki suami," ucap pangeran ke empat.
"aku tahu pangeran, seperti nya malam ini kau tidak akan merasakan tubuh ku ini, sayang sekali padahal malam ini begitu panas," ucap Park Geun Soo dan hanya mend * sah manja saat jemari pangeran ke empat sudah masuk ke sela-sela pakaian dalam nya.
__ADS_1
"bibi.... bagaimana jika kau menjadi selir ku, dan aku akan menyingkirkan suami tua mu itu," ucap pangeran ke empat yang sudah begitu terbakar Bira*hi.
"baiklah.... seperti nya aku juga sudah tidak tahan sayang, ingat kau tidak boleh mengecewakan ku, aku akan bersedia menjadi selir mu, dan juga jangan sampai keluar sebelum aku puas," bisik Park Geun Soo, dengan nafas tersengal dan suara bergetar.