Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Sari pati pagoda emas


__ADS_3

pemuda itu pun mendarat di atas sebuah segel dimensi, dan mulai membuka nya.


di bawah segel itu terdapat sebuah kota lengkap dengan istana, yang tampak seperti istana megah pada umumnya, hanya saja penerangan di kota itu berasal dari batu kristal berwarna kuning dan biru, membuat seluruh kota terlihat seperti pagi hari sebelum matahari terbit.


seorang jenderal dengan topeng hitam di wajah nya mendarat keras di halaman istana itu, membuat lantai karang itu remuk.


jendral itu tahu jika segel itu sedang di buka seseorang, dan ribuan prajurit sudah keluar dari istana itu bersiap menyambut tamu mereka.


para pemanah mulai melompat ringan ke atas atap bangunan istana itu, dan bersiap membidik.


segel pun terbuka, tampak pria itu masuk. terlihat dari bawah sosok pemuda itu tampak begitu kecil, karena tempat nya begitu jauh dari jendral itu berdiri.


dan hanya dalam sekejap pemuda itu sudah mendekati istana itu, dan jendral itu mengisyaratkan para pemanah beraksi.


sreettttsssss...


sreettttsssss....


ribuan anak panah dengan ujung berwarna kehijauan melesat cepat dan bersamaan menuju ke arah Sang Pembunuh Dewa. anak panah itu begitu banyak memenuhi angkasa di atas istana itu.


Sang Pembunuh Dewa tetap tenang meski di depannya ribuan anak panah mendekati nya


Sang Pembunuh Dewa mengeluarkan pedang tebal dan berputar di udara, anak panah dengan ujung sinar hijau itu bergerak kesamping melewati tubuh Sang Pembunuh Dewa dan berputar mengelilingi tubuh nya, seperti ular hijau, dan semua anak panah itu kini melesat kembali kearah pasukan yang berkumpul di halaman luas istana itu.


jenderal bertopeng hitam itu melihat serangan nya gagal dan berbalik mengincar pasukan nya, melayang ke udara dan membuat segel pelindung di udara.


prannkkkkk......


prannkkkkk.....


ribuan anak panah yang kembali itu menghantam segel pelindung itu dan hancur.

__ADS_1


Sang Pembunuh Dewa membuka gerbang teleportasi di atas istana itu, dan beberapa pasukan langit bersayap burung, yang berada di bawah perintah jarum Emas milik nya muncul, dan juga beberapa Dewa lainnya serta Yun Fengyin dengan pedang bintang nya.


ribuan pasukan langit milik nya mengarah ke istana itu,


dan pasukan dari istana laut itu beberapa mengeluarkan sayap yang hampir sama hanya saja warna nya hitam, dan melesat ke udara bersiap bertarung.


keduanya pasukan itu saling bertemu, dan memilih lawan nya masing-masing, jenderal bertopeng hitam itu mengeluarkan sebuah Tombak, dan bertarung dengan Yun Fengyin


Sang Pembunuh Dewa melesat ke arah belakang istana itu melewati beberapa kuil megah, dan mendarat di depan sebuah pagoda emas yang begitu besar dan tinggi, pagoda itu berdiri di atas sebuah bukit karang yang sedikit tinggi.


seseorang dengan pakaian perang sudah menunggu nya di depan pintu pagoda itu dan melangkah mendekati Sang Pembunuh Dewa.


"Dewa laut sudah menduga hal ini, tapi ini lebih cepat dari perkiraan nya," ucap pria penjaga pagoda itu.


"cihhh.... hanya seekor serangga, kami sudah tahu jika saat ini Dewa laut ada di istana langit, jadi jika kau pintar cepat lah pergi dari hadapan ku," ucap Sang Pembunuh Dewa.


"hahaha.... jika kau ingin masuk ke pagoda pendewasaan kau harus melangkahi mayat ku terlebih dahulu," ucap penjaga pagoda emas itu.


"hahaha... aku adalah salah satu jendral terkuat di istana ini, dan kau ada....


belum selesai jendral itu bicara pedang tebal Sang Pembunuh Dewa sudah mengarah ke dada jendral itu.


jenderal itu yang sudah siap menahan ujung pedang tebal itu dengan sebuah bilah pedang besar, yang mengeluarkan pelindung bersinar kuning keemasan.


perlahan pelindung itu mulai hancur begitu pun dengan pedang besar dari jendral itu.


prannkkkkk.....


pedang besar itu menjadi serpihan logam kecil, jendral itu terhempas kebelakang, Sang Pembunuh Dewa berputar di udara dan menebaskan pedangnya secara vertikal ke arah kepala jenderal itu, jendral itu mengeluarkan tombak berlapis emas nya dan menahan tebasan itu kedua tangan nya memegang kedua ujung gagang tombak nya, di atas kepala nya.


traannnngggg.....

__ADS_1


pedang tebal itu menekan gagang tombak itu hingga melengkung, mata jendral penjaga pagoda itu melebar, dan kedua lututnya bergetar dan berlutut menghantam lantai di bawahnya hingga hancur.


aahhkkkk..... darah segar mulai keluar dari bibi jenderal itu, dan masih menahan pedang yang semakin mendekati kepala nya.


"bagaimana serangga, apa lengan lemah mu terasa sakit?" ucap Sang Pembunuh Dewa, yang masih mengambang di udara.


jendral itu tidak bisa bicara karena tekanan energi qi dari lawan nya begitu hebat, semua lubang di wajahnya kini keluar darah karena mencoba menahan energi itu,


dan gagang tombak itu semakin membengkok, dan mata pedang tebal itu mulai mengiris kulit kepala jenderal itu dan semakin lama semakin dalam, dan sekali hentakan gagang tombak itu hancur dan tubuh jendral itu terbelah dan terhempas jauh kearah yang berlawanan, bahkan lantai karang di bawah nya pun ikut terbelah.


Sang Pembunuh Dewa melangkah menaiki beberapa anak tangga menuju halaman pagoda itu, dan mulai memejamkan matanya dan bibirnya merapal mantra, tubuh nya melayang di udara


Sang Pembunuh Dewa membuka telapak tangan kiri nya, dan perlahan pagoda itu pun bergetar, bahkan kuil kuil megah yang berdiri tidak jauh dari bangunan pagoda itupun ikut bergetar, beberapa atap nya mulai terjatuh.


Tangan kiri Sang Pembunuh Dewa di angkat semakin tinggi, dan bukit di bawah bangunan pagoda mulai bergerak, dan pagoda emas itu mulai terangkat beserta bukit di bawah nya, kuil-kuil besar itu mulai pecah, dan dan hancur bersamaan dengan terangkat nya bukit tempat pagoda itu berdiri, menuju permukaan segel itu.


blarrr......... suara air laut saat pagoda besar itu muncul di permukaan air beserta bukit karang di bawah nya. tubuh Sang Pembunuh Dewa hampir tidak terlihat jika di bandingkan besarnya bukit karang itu.


air lautan mulai bergejolak lagi, seperti marah karena pusaka dari lautan itu baru saja di ambil oleh orang yang salah. awan gelap muncul disertai gemuruh petir yang menyambar, badai begitu besar terjadi, air laut meninggi, dan seperti mengamuk sebuah gelombang setinggi puluhan meter muncul dari pusat pusaran air tadi dan bergerak ke segala arah.


gelombang tinggi itu mulai mendekati daratan, dan seperti melampiaskan kemarahannya gelombang itu semakin meninggi tanpa melemah sedikit pun juga, menghantam daratan dan menyapu serta menghancurkan apapun di depan nya, ratusan ribu nyawa melayang saat peristiwa itu terjadi.


Sang Pembunuh Dewa, keluar dari dasar samudera dan kini melayang di depan pagoda raksasa itu.


Sang Pembunuh Dewa, merapal mantra dan pagoda emas itu mulai mengeluarkan uap kekuningan dan terhisap ke tubuh Sang Pembunuh Dewa, dan dalam beberapa jam pagoda emas itu pun lenyap dan hanya menyisakan bukit karang yang besar.


kedua tangan Sang Pembunuh Dewa mengepal, rambut nya terlihat memutihkan di beberapa bagian, wajah nya sedikit menua, dan kumis dan jenggot nya pun terlihat menyentuh dada nya, usianya terlihat saat ini seperti menginjak 50 tahunan, dan sang pembunuh Dewa pun berteriak menggelegar di tengah samudra, energi qi mulai keluar dari tubuh nya,


"aaahhkkkkkkk...... aku adalah sang abadi," teriak nya, dan menutup matanya dan tertidur.


Sebuah bayangan pagoda emas terlihat melindungi tubuh pemuda yang tertidur itu. dan bukit karang itupun mulai pecahan kecil-kecil dan terjatuh ke dalam samudera dalam itu.

__ADS_1


__ADS_2