
Xiao Zhou mendekatkan jemari nya dan menatap dua koin perunggu pemberian pria gemuk itu, dengan mata melebar seperti tidak percaya.
"hahaha... kau tidak perlu terkejut seperti itu, dua koin perunggu hal kecil untuk ku, cepat ikut aku," ucap pria gemuk itu dan menarik lengan panjang Xiao Zhou yang belum sempat bicara.
"kakak ipar.... ini adalah pelayan ku, dia akan mengangkat semua barang anda," ucap pria gemuk itu.
Xiao Zhou masih menatap pria gemuk itu dengan mata melebar, dan matanya beralih kepada kedua wanita itu dengan wajah acuh nya, dan hanya diam.
Park Geun Soo adalah sepupu dari selir Park, menatap sesaat ke arah Xiao Zhou, matanya sedikit melebar melihat remaja tinggi itu, tampak seutas senyum terlihat dari bibir nya yang ranum.
"apa dia benar-benar pelayan?" tanya Park Geun Soo, sedikit memiringkan kepalanya.
"kakak ipar apa maksud mu? tentu saja dia seorang pelayan, bocah tengik cepat tundukan kepala mu," teriak pria gemuk itu dan menekan kepala Xiao Zhou agar membungkuk.
"eehhhhh..." guman Xiao Zhou pelan sambil membungkuk, dan sedikit berontak.
"meski wajah nya begitu muda, dia cukup menarik," batin Park Geun Soo
"maksud ku dia begitu kurus, aku tidak ingin dia sampai menjatuhkan barang-barang kami yang berharga," ucap park Geun Soo berbohong.
"adik sepupu sudahlah.. sebaiknya kita masuk, aku begitu lelah," ucap Park Min Ji dengan suara lembut nya, dan menatap Xiao Zhou dengan acuh.
__ADS_1
pria gemuk itu menarik Xiao Zhou dan membawa nya ke belakang kereta kuda, dan mulai melepaskan tali yang mengikat barang-barang milik ke empat tamu nya.
tampak mata pangeran ke empat seperti melihat hantu, wajah nya begitu pucat menatap Xiao Zhou.
"pangeran... kau baik-baik saja?" tanya Selir Park Min Ji
"tentu saja... aku baik-baik saja, kalian masuk lah lebih dulu, aku masih ingin melihat-lihat sebentar," ucap pangeran ke empat.
di belakang kereta kuda pria gemuk sedang memarahi Xiao Zhou,
"aku sudah membayar mu mahal, sekarang selesaikan pekerjaan mu ini dengan sebaik-baiknya, aku sedang ada urusan dengan para wanita ku di rumah hiburan, ingat jangan sampai ada masalah," ucap pria gemuk itu tersenyum dengan mata hampir tertutup, dan berlari kecil ke arah gerbang.
"membayar mahal? tunggu... tunggu pria gemuk!! barang ini terlalu banyak untuk dua koin perunggu," teriak Xiao Zhou kesal, namun pria gemuk itu sudah menghilang dari pintu gerbang nya.
Xiao Zhou menjatuhkan kotak yang di angkat nya, dan berbalik serta menatap pangeran ke empat dengan acuh.
"bagaimana menurut mu? dunia ini benar-benar adil bukan?" ucap Xiao Zhou, menirukan kata-kata yang biasa di ucapkan oleh pangeran itu.
"berhenti bermain-main dengan ku bajingan kecil, kau sama sekali bukan lawan ku, lagipula di tempat ini kau hanya memiliki satu pelindung, tuan muda itu saja tidak akan bisa menandingi ku," ucap pangeran ke empat, dan menarik leher pakaian Xiao Zhou.
Wajah Xiao Zhou masih terlihat tenang, matanya menatap pangeran ke empat dengan acuh, wajah keduanya begitu dekat dan pangeran ke empat harus sedikit mendongak karena tubuh Xiao Zhou sedikit lebih tinggi dari pangeran itu
__ADS_1
"ada apa ini? pangeran apa pelayan ini melakukan kesalahan?" tanya Park Geun Soo menggunakan bahasa dataran Yunha, dan sudah berganti pakaian.
"tidak bibi, aku hanya mengingatkan pelayan ini agar tidak melakukan kesalahan," ucap pangeran ke empat, dan meninggalkan Xiao Zhou.
"apa kau tidak apa-apa? katakan siapa namamu?" tanya Park Geun Soo dengan bahasa dataran utama sedikit kaku, dan memperbaiki kerah pakaian Xiao Zhou.
"aku tidak apa-apa, namaku Xiao Zhou dan orang-orang biasa memanggil ku Zhou'er," ucap Xiao Zhou dingin dan mengangkat kotak-kotak besar dan membawa nya kedalaman rumah, meninggalkan wanita itu di belakang nya.
"Zhou'er.... hemmm... nama yang bagus," guman Park Geun Soo, dan berlari mengejar Xiao Zhou.
keduanya terlihat mulai sedikit berbincang dan memilah-milah kotak, dan Park Geun Soo membantu Xiao Zhou membawa beberapa kotak yang ringan.
Park Geun Soo terlihat kelelahan, dan masuk keruangan sepupu nya, dan menjatuhkan tubuhnya yang berkeringat di ranjang Selir Park Min Ji. kamar itu sedikit berbeda, karena terasa hangat, dari sudut ruangan itu tampak uap keluar yang menghangatkan ruangan itu.
Selir Park Min Ji yang sudah selesai membersihkan tubuh nya, sedang menyisir rambut panjang nya.
"aahhh... aku begitu lelah, ternyata menjadi pelayan begitu berat," guman Park Geun Soo, yang hanya di tanggapi senyuman oleh Park Min Ji.
Park Geun Soo sedikit lebih pendek dari Park Min Ji, namun kedua nya memiliki lekuk tubuh yang begitu ideal, perbedaan usia mereka pun terpaut jauh, hanya saja Park Min Ji terlihat lebih muda karena tubuh Giok nya, membuat nya terlihat putih bercahaya dari ujung kaki sampai wajah.
malam itu Selir Park Min Ji mengenakan pakaian sutra berwarna keperakan, potongan pakaian itu sedikit terbuka memperlihatkan punggung nya yang kurus, dan belahan dada yang begitu halus.
__ADS_1
bagian bawah yang begitu pendek memamerkan paha panjang, dan bokong yang mancung kebelakang, serta pakaian itu mencetak lekukan di perut nya yang tidak begitu datar, membuat nya terlihat begitu menggoda.