
"aku tidak percaya ini, aku berpikir tidak akan pernah bisa melihat danau, atau apapun di luar pulau itu, aku benar-benar tidak percaya semua ini," ucap Ratu Xhin Ye semakin erat memeluk tubuh Xiao Zhou.
terlihat beberapa nelayan yang melihat itu seperti kesal, karena melihat dua orang bermesraan di pagi-pagi buta seperti itu.
"nyonya Xhin... sebaiknya kita pergi dari sini," ucap Xiao Zhou menenangkan Ratu Xhin Ye.
Ratu Xhin Ye tersadar, dan melepaskan pelukannya dan pagi itu mereka memasuki kota huangdong, dan mencari sebuah rumah makan.
mereka memasuki sebuah rumah makan mewah, pagi itu tampak ramai pengunjung sedang sarapan dengan berbagai gosip keluar dari bibir mereka.
Xiao Zhou menatap Ratu Xhin Ye, membuat wanita itu sedikit menunduk, tangan Xiao Zhou menarik tusuk rambut wanita itu dan melepaskan perhiasan di kepala wanita itu.
"apa yang kau lakukan?" tanya Ratu Xhin Ye, matanya menatap orang-orang sekeliling nya, dada nya berdetak kencang tapi membiarkan saja aksi Xiao Zhou, rambut tergelung nya mulai jatuh, sebagian menutupi wajahnya dari kedua sisi, terlihat rambut halus sepunggung itu tergerai, membuat wajah Ratu Xhin Ye semakin membuat orang penasaran.
keduanya duduk di sebuah meja yang ada di sudut ruangan, tampak beberapa orang yang ada di tempat itu seperti terbius oleh kecantikan Ratu Xhin Ye, dan menatap iri ke arah Xiao Zhou.
"ada apa dengan orang-orang itu?" tanya Ratu Xhin Ye.
"mereka kesal karena penampilan ku terlihat kotor," ucap Xiao Zhou.
"hemm... biarkan saja, apa di tempat ini tidak ada naga?" ucap Ratu Xhin Ye, dan memeriksa wajah Xiao Zhou yang terlihat beberapa pecahan kerak hitam itu mulai mengelupas.
"naga itu benar-benar kelewatan," guman Ratu Xhin Ye lagi, jemari nya mencoba mencari kerak-kerak yang sudah bisa dilepas.
tingkah Ratu Xhin Ye semakin membuat para pengunjung tempat itu semakin kesal,
"nyonya Xhin orang-orang melihat kita," ucap Xiao Zhou berontak, sudut mata nya menatap orang yang semakin geram.
"plakkkkk..... diamkan wajah mu, mereka juga tidak mengenal siapa kita," ucap Ratu Xhin sambil menjambak rambut kecoklatan remaja itu agar kepala nya berhenti bergerak-gerak.
__ADS_1
beberapa pelayan datang menyajikan makanan, keduanya duduk berdampingan saling menatap,
"baiklah kita sudah melangkah terlalu jauh, dan kita akan mulai setahap demi setahap, apakah aku bisa menerima mu atau tidak, apakah kita melanjutkan hubungan suami istri sebenarnya, atau kita akan kembali seperti pertama bertemu, kita akan mulai melangkah, ceritakan tentang dirimu,";ucap Ratu Xhin Ye menatap dalam-dalam wajah Xiao Zhou.
Xiao Zhou mengangguk, dan mulai bercerita sambil makan dengan tenang.
sesekali Ratu Xhin Ye mencubit keras perut Xiao Zhou setiap bercerita tentang istri baru,
"cerita mu sangat menyebalkan, kau benar-benar pria mesum dan tidak setia, baiklah sekarang aku akan menceritakan masa lalu ku," ucap Ratu Xhin Ye dan mulai bercerita.
ini bermula saat ke tiga klan dewa terkuat itu bersaing semakin memanas, mereka menciptakan mahluk yang sangat mengerikan, yang di namai Zhangji, dan setiap klan memiliki satu Zhangji.
Zhangji adalah mahluk tanpa jantung, karena jantung mereka di kuasai oleh satu orang saja, karena tanpa jantung para Zhangji ini begitu brutal dan tidak pernah takut apapun, dari generasi-ke generasi ketiga Zhangji ini semakin pintar, dan kekuatan nya semakin meningkat, di sisi lain pemegang jantung semakin lemah dan mati, jantung para Zhangji ini pun tidak pernah di temukan.
Dan saat itulah mendiang suamiku Kaisar Langit, mengetahui akan terjadi bencana dan memerintahkan dua belas Dewa terkuat saat itu menciptakan mahluk untuk menghadapi para Zhangji itu, aku dengar ke dua belas Dewa itu melebur pusaka terhebat nya saat itu dan mencampurinya dengan jantung dari Dewa pemegang jantung Zhangji, dan malam itu terjadi suatu kecelakaan dalam menciptakan mahluk itu, Dua mahluk tercipta yang lebih berbahaya dari para Zhangji itu, maka kedua belas Dewa sepakat menggunakan nyawa mereka untuk menyegel dua mahluk berbahaya itu, dan membiarkan Kaisar menyelesaikan masalah Zhangji itu dengan sisa-sisa dewa yang ada.
"jadi wanita ini adalah Ratu langit jaman pertengahan," batin Xiao Zhou.
Ratu Xhin Ye menatap mata Xiao Zhou,
"bagaimana? apa kau bisa menerima masa lalu ku?" tanya Ratu Xhin Ye.
"tidak masalah bagiku, tapi kemana wanita yang tidak berperasaan itu?" ucap Xiao Zhou yang mengingatkan ucapan Ratu Xhin Ye tentang dirinya yang tidak memiliki perasaan.
Ratu Xhin Ye mengerutkan keningnya, dan mengingat di awal-awal Xiao Zhou masuk istana, terlihat senyum indah Ratu Xhin Ye, dan tertawa dengan sedikit kencang.
"hahaha.... aku ingat saat kejadian di menara itu, aku tidak bisa berhenti tertawa membayangkan wajah mu saat itu, kau seperti pria bodoh, hahaha..., maafkan aku Zhou'er tapi ini benar-benar sangat lucu," ucap Ratu Xhin Ye sambil menutup bibirnya karena tertawa lebar membuat Xiao Zhou sedikit kesal.
"cih... itu tidak lucu," ucap Xiao Zhou memalingkan wajahnya, membuat Ratu Xhin Ye tertawa semakin kencang.
__ADS_1
Ratu Xhin Ye mengusap air matanya yang keluar sedikit di ujung luar mata panjang nya karena tertawa, dan menggelengkan kepalanya.
"aaahhhh.... aku tidak tahu kemana wanita itu pergi, dulu aku sudah mematahkan ribuan hati pria, beberapa sang pengganti bernasib sama karena menyukai ku, aku sama sekali tidak bergeming, karena dalam hati ku hanya ada kesetiaan kepada mendiang suamiku, meski aku tidak mencintai nya.
Ratu Xhin Ye menghentikan ucapannya, dan wajah nya kini sedikit berubah serius.
tapi setelah mengenal mu, aku seperti tidak mengenal siapa diriku lagi, aku yang tidak pernah memiliki perasaan kini berbalik, yang awalnya begitu licik, dan selalu memanfaatkan, semua nya sirna tidak berbekas, awal aku mencoba menyangkal nya tetapi aku mulai goyah, dan setelah kejadian di kediaman Penyihir Agung kau benar-benar menghacurkan pertahanan ku, dan sekarang aku menyerah, saat ini aku akan mencoba menata perasaan ku, aku akan mempertimbangkan apakah aku layak untuk ku," ucap Ratu Xhin Ye.
"tapi ada satu hal yang sedikit mengganggu ku," ucap Ratu Xhin Ye lagi.
kening Xiao Zhou berkerut menatap Ratu Xhin Ye.
"katakan," ucap Xiao Zhou
"aku tidak bisa mengatakan nya padamu, orang itu benar-benar mengganggu pikiran ku, sejujurnya orang itulah yang masih menahan perasaan ku padamu, aku tidak bisa benar-benar menjadi istri mu karena pemuda itu, tapi setelah apa yang kita lakukan semalam, seperti nya pemuda itu tidak ada harapan lagi," Ratu Xhin Ye.
Xiao Zhou hanya terdiam, menatap Ratu Xhin Ye, terlintas di pikiran remaja itu adalah Sang Pengganti
"hihihi.... sepertinya kau cemburu? sudah lupakan, nanti ada saat nya aku akan menceritakan siapa pemuda itu," ucap Ratu Xhin Ye, tersenyum.
Xiao Zhou meletakkan satu koin emas, dan meninggalkan meja mereka.
Bola mata Ratu Xhin Ye sedikit berputar,
"itu?" ucap Ratu Xhin Ye sambil menunjuk koin emas Xiao Zhou.
*****
setelah Xiao Zhou meletakkan satu koin emas diatas meja, wajah para bedebah lain nya pun mulai memucat dan keringat bercucuran di seluruh tubuh, dengan tangan gemetar mulai ikut meletakkan vote pada novel ini..... klo ga punya vote yang tersisa, ya tidak papa geng, yang penting sama-sama terhibur... satu imajinasi... izzyl.
__ADS_1