
"awowooo..." teriak Yang Tian dengan wajah datarnya.
"aahhh... dasar bodoh saat ini kau jadi kerbau bukan serigala" umpat Xiao Zhou memarahi Yang Tian yang di punggung nya duduk seorang anak kecil lucu yang tidak lain adalah putra dari Ming Mei.
sudah seharian mereka bermain, dan tiba-tiba puteri Ming Mei keluar kamar sehabis membersihkan tubuhnya.
tubuhnya terlihat segar, wajah nya tampak berseri seri,
"sudah sekian lama aku tidak pernah tidur seindah ini" ucap nya sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh para dayang istana nya.
bocah kecil itu turun dari punggung Yang Tian dan berlari memeluk ibu nya, wajah dan kulit bocah itu sama seperti Puteri Ming Mei, hanya warna bola matanya yang sama persis dengan Xiao Zhou.
"putra kita memiliki struktur tulang kecil seperti ku, aku rasa dia akan menjadi alhi pedang yang hebat kelak" ucap Xiao Zhou
"plakkkk..." tamparan ringan mengenai kepala Xiao Zhou,
"dia akan aku jadikan seorang pejabat, agar tidak pergi kemana-mana kelak" ucap Puteri Ming Mei dengan nada menyindir.
"maafkan aku Mei'er, tapi aku berjanji saat binatang iblis itu telah mati, aku akan kembali kepada kalian, dan akan melupakan dunia kultivator, untuk saat ini bersabarlah sebentar" ucap Xiao Zhou memegang jari-jari istrinya dan mengelus kepala anak nya
Puteri Ming Mei tersenyum dan mengangguk,
"aku percaya padamu suami, dan akan selalu begitu, setelah ayahku sehat kami akan pulang ke pulau, dan akan menunggu mu di sana" ucap Puteri Ming Mei yang sudah mendengar semua cerita dari bibir Xiao Zhou.
"bagaimana keadaan ayahku?" tanya Puteri Ming Mei lagi
"masih belum sadar, ramuan ku masih menyembuhkan organ-organ dalam yang rusak selama ini, dan juga aku sudah membaluri seluruh lapisan kulit nya dengan bubuk pembentuk kulit, mungkin dua hari lagi kulit ayah mu akan perlahan kembali sehat" ucap Xiao Zhou.
setelah beberapa hari Kaisar Ming mulai sadar, kulitnya pun terlihat segar lagi.
terlihat Puteri Ming Mei sedang membantu nya meminum ramuan yang di buatkan oleh Xiao Zhou, dan para tabib istana sibuk memeriksa nadi Kaisar.
"kesehatan anda sudah mulai membaik Yang Mulia, selamat" ucap tabib senior itu
"terimakasih tabib" ucap Kaisar Ming
"hamba mohon diri, nanti malam hamba akan kembali lagi Yang Mulia" ucap tabib itu dan pergi dari kediaman Kaisar yang masih penuh dengan penjagaan.
Kaisar Ming hanya mengangguk,
"dimana menantu ayah?, ayah ingin mengucapkan terimakasih kapada nya" ucap Kaisar Ming
"itu tidak perlu ayah mertua, sudah kewajiban ku sebagai menantu anda Yang Mulia" ucap Xiao Zhou yang kini sudah di duduk di samping Puteri Ming Mei
"kau selalu saja rendah hati, baiklah kau menantu yang sangat berbudi, apa ada yang bisa ayah mertua mu ini bantu? sebagai ucapan terimakasih" ucap Kaisar Ming
"untuk saat ini tidak ada Yang Mulia" ucap Xiao Zhou
"hemm... begitu rupanya, aku sudah mendengar semua cerita dari Mei'er, kalian sering-seringlah berkunjung ketempat ini, tanpa bocah kecil itu, tempat ku ini seperti kuburan saja" ucap Kaisar Ming sambil tertawa kecut
"ayah jangan bicara seperti itu, kami akan sering datang ayah, mungkin setelah remaja jika putra mahkota mengizinkan, aku akan menyuruh putra ku belajar di istana ini ayah, agar bisa menjadi orang yang berguna kelak" ucap Puteri Ming Mei
__ADS_1
"tentu saja aku mengizinkan nya, aku juga sangat menyayangi anak itu kakak mei" ucap suara dari luar ruangan itu dan masuk seorang pemuda berusia sekitar 22 tahun.
Xiao Zhou dan Puteri Ming Mei berdiri dan membungkuk,
"salam hormat Yang Mulia putra mahkota" ucap Xiao Zhou sopan.
"ahhh... kau sudah kembali rupanya, baguslah semua masih terkendali" ucap Kaisar Ming
"iya ayah, di perjalanan aku di hentikan seorang yang bernama raijuta, dia memaksa ku untuk kembali dan aku tidak mampu melawannya ayah, maafkan aku" ucap putra mahkota
"dan kakak Xiao Zhou apa kau tidak ingin tinggal di kekaisaran ini, dan membantu ku kelak?" tanya putra mahkota
"maafkan aku Yang Mulia putra mahkota, kemampuan politik ku begitu rendah aku takut akan menjadi beban mu saja kelak" ucap Xiao Zhou menolak dengan halus.
akhirnya mereka semua duduk dalam satu meja makan yang sangat besar, Kaisar juga memanggil nona Yumiko dan Liu fenghua datang ke acara makan malam itu, tidak lupa anak dari Liu fenghua juga ikut meramaikan suasana malam itu
"aahhh... aku benar-benar bahagia malam ini, hemmm... aku tidak menyangka sudah menjadi kakek-kakek, hahaha" tawa bahagia Kaisar Ming menggema di ruang makan malam itu.
"putra mahkota sebaiknya kau cepat-cepat menikah, apa kau tidak malu dengan pemuda itu sudah memiliki banyak istri" ledek Kaisar Ming kepada putra mahkota.
"perintah Yang Mulia akan aku laksanakan" ucap putra mahkota sambil tersenyum.
...
.
...
"besok siang" ucap Xiao Zhou yang sudah memejamkan matanya
"tapi aku masih merindukan ini, hihihi" bisik Puteri Ming Mei sambil memegang milik Xiao Zhou
mata Xiao Zhou terbuka,
"tapi Mei'er di sebelah mu ada anak kita," ucap Xiao Zhou
"hihi... tenanglah kita akan melakukan pelan-pelan dan tanpa bersuara apa kau mampu suami? bisik Puteri Ming Mei nakal sambil mengigit bibir bawahnya, dan kini sudah di atas tubuh suaminya.
hanya beberapa saat saja, wajah Puteri Ming Mei sudah bermandikan keringat, satu tangan nya menahan tubuhnya dan tangan yang lain menutup bibirnya agar tidak ada desahan keluar,
"benda ini masih saja begitu perkasa suami, dan memenuhi ku," ucap Puteri Ming Mei dengan suara bergetar, dan mulai tidak terkendali.
teriakan nya mulai memenuhi ruangan itu seperti tidak peduli lagi jika putra mereka ada di samping mereka, dan rebah dan terlelap di atas tubuh suaminya.
"jika ingin berangkat, pergilah tidak usah membangunkan aku besok," ucap Puteri Ming Mei dan suara nafas halus mulai terdengar.
.........
.......
pagi-pagi sekali Xiao Zhou mencium lembut kening Puteri Ming Mei dan kepala buah hati mereka, dan perlahan meninggalkan kediaman Puteri Ming Mei.
__ADS_1
Yang Tian dan Xiao Zhou sudah melewati gerbang barat ibukota dan memasuki hutan, sebelum matahari menampakkan diri nya, terlihat seorang penduduk mendekati nya.
"tuan muda apa tuan mencari seorang pendeta suci?" tanya penduduk itu
Xiao Zhou menyipitkan matanya
"benar, dan paman siapa?" tanya Xiao Zhou
"setahun yang lalu seorang pendeta memberikan aku surat ini, dan menyuruh ku memberikan ini pada dua pemuda yang ku temui pagi-pagi di hutan gerbang barat ibukota" ucap penduduk itu dan menyerahkan secarik kertas yang sudah usang.
"baiklah paman, terimakasih" ucap Xiao Zhou dan meninggalkan penduduk itu dan mulai membaca surat usang itu
"kalian berjalan Kakilah seperti seorang biasa, maka kau akan bertemu dengan ku, dan mendapatkan jawaban yang kau inginkan" tulisan yang terdapat pada surat itu
Xiao Zhou hanya mengangguk dan memasukkan surat itu kedalam cincin nya dan melanjutkan perjalanan.
semakin siang mereka semakin masuk kedalam hutan.
dari atas dua orang sedang mengawasi mereka
"mereka berdua itu salah satunya adalah penguasa ke 15, aku sedikit bermasalah dengan nya, jadi Puteri.... aku hanya bisa mengantarkan mu sampai di sini" ucap Lou yi dan buru buru melarikan diri.
Puteri Yun Qixuan yang sudah dalam tubuh pelayan nya turun di hadapan kedua orang itu,
"kalian berdua berhenti lah, aku pelayan Puteri Kaisar Langit membawa pesan dari tuan Puteri jadi berlutut lah" ucap Puteri Yun Qixuan.
"siapa di antara kalian yang merupakan penguasa ke 15?" tanya Puteri Yun Qixuan
Xiao Zhou hanya mengangguk,
" anda adalah pelayan dari langit, dan membawa pesan, pasti anda sudah tahu orang yang ingin anda temui, agar tidak salah dalam menyampaikan pesan, apakah aku benar? Xiao Zhou balik bertanya
"tentu saja aku tahu" teriak Puteri Yun Qixuan kesal di remehkan oleh Xiao Zhou
"kakek Lou tidak memberi tahuku yang mana penguasa ke 15, pemuda bermulut tajam itu terlalu muda untuk menjadi penguasa, pasti yang lagi satu nya" batin Puteri Yun Qixuan
"kau penguasa ke 15 berlutut lah, aku akan membacakan pesan dari Puteri Kaisar Langit" ucap Yun Qixuan menunjuk Yang Tian
"aku?" guman Yang Tian menatap Xiao Zhou, Xiao Zhou hanya mengangguk saja.
"tuan muda Xiao Zhou sebaiknya anda berlutut" ucap Xiao Zhou menyuruh Yang Tian berlutut
"dan kau juga ikut berlutut, kau pasti bawahan nya yang bernama Zhifu itu bukan!?" ucap Yun Qixuan menunjuk Xiao Zhou
"baiklah kami berlutut cepat bacakan" teriak Xiao Zhou sambil berlutut
"baiklah, dengarkan baik-baik" ucap Yun Qixuan puas, dan membuka gulungan kosong dan berpura-pura membaca
" aku Yun Qixuan, Puteri dari Kaisar Langit, menolak menikah dengan penguasa ke 15 Xiao Zhou.
karena seperti nya tidak ada kecocokan di antara kita, apa kau tidak sadar wajah mu itu seperti, seper-ti" ucapan Puteri Yun Qixuan berhenti dan menatap wajah Yang Tian dan melanjutkan nya.
__ADS_1
"wajah mu seperti hantu tak ber alis, dan juga aku begitu kesal melihat wajah bodoh mu itu, dan jangan pernah bermimpi tentang pernikahan kita." ucap Yun Qixuan marah.