
ceklekkkkkkk....
semua orang memandang ke arah orang yang mengunci pintu,
"hahaha anak ini seperti nya sudah berpihak kita" ucap wang Qibo, berpikir jika Xiao Zhou mengunci pintu agar Xia Xhialun tidak bisa berlari.
"apa kau ingin mendapat giliran menikmati tubuh nyonya ini?? hahaha... sayang sekali kau tidak akan mendapat giliran bocah," ucap wang Qibo.
"bicaralah sesuka kalian karena hari ini hari terakhir buat kalian tidak ada jalan untuk melarikan diri," ucap Xiao Zhou mengeluarkan pedang panjangnya, dan menyelipkan di pinggang nya seperti seorang samurai.
"kalian semua bunuh bocah itu, cepatlah" geram wang qibo,
10 orang setingkat pendekar raja, yang bersembunyi di langit-langit ruangan luas itu, melayang turun dengan jubah hitam, mengeluarkan senjata dan mendekat ke arah Xiao Zhou..
sriinnngggggg.... suara pedang kematian menggema di ruangan itu, semua merasa suhu udara di ruangan itu menurun dengan drastis.
"pedang itu sangat menakutkan" batin para penyerang itu, orang-orang itu tidak sabar lagi dan mulai menyerang.
traanggg
trrraaanggggg
triiiiinnnnngggggg...
mereka beradu senjata kesepuluh pendekar raja itu mengeluarkan jurus senjata masing masing,
"jurus pedang pembuka surga," ucap Xiao Zhou pelan dan
"pedang surga kebajikan," teriak xiao Zhou
Xiao Zhou seperti menggila mata nya menjadi liar dan melepaskan tebasan mengerikan ke arah 10 orang pendekar raja.
"kecepatan bocah ini melebihi pendekar raja." batin Song Qibo
aaahhhhkkkkk.....
salah satu pendekar tertembus pedang kematian tepat di lehernya, dan sekaligus menghancurkan tulang lehernya,dan setelah nya, beberapa orang telah kehilangan kepala,
"awas bocah ini menyerang daerah leher ke atas saja, lindungi kepala kalian" teriak Wang Qibo.
tetapi sudah terlambat tidak ada lagi kepala yang harus mereka lindungi.
"kau memang bocah mengerikan" ucap Song Quon dengan muka pucat nya, Wang Qibo membuka jubah nya dan mengeluarkan golok yang sangat besar, bahkan lebih besar dari tubuh remaja milik Xiao Zhou.
"golok emas ini akan menghancurkan pedang mu berkeping keping," ucap Wang Qibo,
dan melompat ke udara menebas secara vertikal membelah tubuh Xiao Zhou, namun pemuda itu sudah menghilang dari tempat nya berdiri,
praaangggg,,,
suara lantai hancur berantakan karena tebasan golok itu.
__ADS_1
Song Quon yang melihat celah melarikan diri perlahan ingin meninggalkan ruangan.
dan dengan cepat Xiao Zhou menendang salah satu pedang dari mayat 10 pendekar raja itu, pedang pendekar raja itu melesat dan menembus tempurung kaki dari Song Quon.
"aaahhhkkk... kaki ku," ucap Song Quon.
Xia Xhialun mendekat ke arah Xiao Zhou, dan membisikan sesuatu di telinga nya, pemuda itu hanya menganggukan kepala saja.
"seperti keinginan nyonya." ucap Xiao Zhou.
Mendengar ucapan Xiao Zhou, Xia Xhialun tersenyum dia begitu senang hanya mendengar suara xiao zhou.
Wang Qibo menyerang Xiao Zhou dengan sekuat tenaga.
jendrrraaaaaaannnngggggg....
suara pedang bertemu dengan sangat keras dan memekakan telinga.
traaannggg
traaannnngggg....
pedang mereka bertemu dan memercikan api.
Wang Qibo mengaliri golok nya dengan api,
"kau akan rasakan panas api neraka bocah," ucap Wang Qibo yang merupakan seorang kultivator dengan elemen api yang sangat terkenal memiliki api yang sangat panas.
"kau tidak akan bertahan lama, terutama pedang mu akan hancur sekarang juga," ucap Wang Qibo
"juruss golok api raja neraka." teriak Wang Qibo.
jhiaaaatttt.......
Tubuh besar dan kekar Wang Qibo seperti dilapisi api, membuat nya terlihat begitu mengerikan.
traaaangggg....
blaammmm...
suara tubuh Xiao Zhou menabrak dinding, pakaian atas Xiao Zhou sudah habis terbakar, telihat tubuh ramping remaja itu dengan kulit putih dibaluri keringat, membuat wanita sering berhalusinasi jika menatap nya.
dengan gambar dua huruf suci kuno di punggung bagian kiri dari atas kebawah, membuat nya terlihat begitu gagah melebihi kegagahan seorang dewa sekalipun.
"apa kau merasa panas bocah sekarang aku akan membakar mu" ucap Wang Qibo
Xia Xhialun melihat tubuh atas xiao zhou tanpa pakaian membuat nya bergairah, Xia Xhialun yang biasa nya jijik melihat setiap laki-laki, kini sangat menginginkan bocah laki-laki itu.
.......
xiao zhou yang sedikit kewalahan, meladeni serangan ganas Wang Qibo,memejamkan mata nya.
__ADS_1
"kau terlalu sombong dengan api mu paman gorila, akan aku tunjukan api neraka yang sesungguh nya padamu," ucap Xiao Zhou
"jurus pedang pembuka surga level 3,
pedang surga kemarahan api" teriak Xiao Zhou lagi.
seketika pedang kematian di lapisi api hitam yang sangat pekat, udara disekitar mulai terbakar panas dan mulai memuai,
"ini sangat panas," ucap Xia Xhialun, dan menjauhi pertarungan itu.
Xiao Zhou dengan mata tertutup melesat dan menebaskan pedang kematian nya secara bertubi-tubi, ribuan tebasan hanya dalam beberapa detik, arah tubuh Wang Qibo, pria besar itu menangkis semua serangan itu dengan golok emas nya, udara di sekitar tubuh Wang Qibo, ribuan kali lebih panas, meleleh apa saja.
"serangan nya begitu banyak, aku bahkan tidak dapat melihat pemuda itu lagi,' batin Wang Qibo.
Wang Qibo terus saja memutar golok nya, bahkan saat sudah tidak ada serangan, dan berhenti saat sudah tidak terdengar suara benturan di golok nya,dan menurunkan sedikit golok nya, mencari keberadaan Xiao Zhou.
Xiao Zhou yang sudah menanti kesempatan ini menebaskan pedangnya dengan sekuat tenaga, bilah pedang beruap api hitam itu, menghantam golok emas itu yang berada di depan dada Wang Qibo.
bammmmm.....
tubuh gorila wang qibo menghantam meja dan hancur dan setelah nya menabrak dinding, hingga retak.
golok emas wang qibo memuai dan meleleh seperti logam tembaga karena panas dari pedang kematian.
"golok emas ku," ucap Wang Qibo dan dengan cepat melemparkan gagang nya karena masih terasa panas dan mulai meleleh, dan tak tersisa...
"itu jurus apa bocah? tanya Wang Qibo tidak percaya apa yang dilihatnya.
"Seharus nya kau tadi menjadi abu paman gorila, tetapi nyonya Xia meminta aku tidak membunuh mu dengan cepat, sekarang kakimu telah terbakar dan tidak bisa berkutik lagi, mungkin nyonya akan membunuh mu dengan tangan nya sendiri jadi, sabarlah sebentar paman," ucap Xiao Zhou menarik rambut panjang Wang Qibo ketengah ruangan tersebut, mendekat kan nya dengan teman nya Song Quon.
Xia Xhialun melangkah penuh percaya diri
kalian berdua begitu jahat menyiksaku dan memperkosa ku dengan teman- teman kalian, dan sekarang aku sendiri yang akan membunuh kalian," ucap Xia Xhialun.
"sekarang aku beritahu kalian bahwa kemampuan kalian di ranjang jauh di bawah bocah ini, bocah ini bisa membuatku merasakan kenikmatan dalam bercinta, harus nya kalian belajar banyak dari bocah ini," ucap Xia Xhialun.
"kau??? dasar pelacur apa kau sudah tidur dengan bocah itu?" tanya Song Quon.
"iya.... aku sudah berbagi ranjang dengan nya, dan aku Xia Xhialun sangat menikmati, dan kalian berdua terlihat seperti amatiran setelah aku merasakan permainan remaja ini, lihat dan pelajari ini," ucap Xia Xhialun dan menarik tangan Xiao Zhou dan mendorong nya sehingga xiao zhou duduk di kursi panjang yang empuk.
Xia Xhialunlun melepaskan beberapa helai pakaian nya dan menyisakan hanya sedikit pakaian di tubuh nya dan mulai mengangkangi pangkuan Xiao Zhou.
Song Quon dan Wang Qibo saling menatap dan melihat tanpa berkedip kearah dua insan berbeda jenis sedang berpelukan, dan saling ******* dengan liar, keduanya terlihat begitu marah, terutama Wang Qibo yang begitu menginginkan permainan liar Xia Xhialun, namun saat di perkosa oleh nya wanita itu tidak pernah mau bergerak, seperti yang dilihat nya saat ini, hanya diam seperti orang mati.
"nyonya apa ini tidak berlebihan," bisik Xiao Zhou.
"tidak Zhou'er mereka seperti iblis, biarkan mereka tersiksa dengan ***** mereka sendiri, menghancurkan apa yang selalu mereka banggakan, pinjamkan pedang mu padaku,":bisik Xia xhialun, dan xiao zhou yang masih memeluk tubuh indah xia xhialun mengeluakan pedang kematian nya.
Xia Xhialun menarik pedang panjang itu dari sarung pedang nya dan berjalan ke arah Wang Qibo dan Song Quon,
"kalian berdua mengganggu waktu bersetubuh kami," ucap Xia Xhialun, dan
__ADS_1
slassssshhhhh.......
kepala Wang Qibo dan Song Quon telepas dari tubuh nya dan tak bernyawa lagi.