Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
teman kecil


__ADS_3

Lun Xiang Tien menyipitkan matanya, dan memperhatikan wajah Xiao Zhou beberapa saat,


"tapi tunggu dulu, kau tidak asing bagiku? apa kita pernah bertemu? hemmmm.... sudahlah kau tidak mungkin penguasa ke 15, kau terlalu kejam tidak seperti dia, katakan siapa nama mu? dan dari aliran hitam mana? aku sangat kagum" ucap Penguasa Timur itu lagi.


"kau terlalu banyak bicara kakek tua, jika tidak ada yang kau inginkan dariku sebaiknya kau pergi," ucap Xiao Zhou.


"haha... anak muda darah mu masih terlalu mendidih, kau mengingatku dengan diriku waktu semasih muda dulu, baiklah katakan padaku, hari ini kau sudah menghabisi kelompok aliran putih, sekarang kau akan di kenal dengan pendekar dari aliran sebalik nya, apa kau tidak keberatan?" tanya Lun xiang Tien, sambil tersenyum tipis, terlihat gigi rapi nya di balik kumis tebal dan panjang nya.


"aku tidak pusing dengan apa yang orang katakan tentang ku kakek tua, aku adalah orang yang sering melanggar aturan, dan sudah terbiasa dengan makian mereka, sekarang aku mohon diri" ucap Xiao Zhou melangkah pelan menuju istana iblis.


"seperti nya kita menuju arah yang sama, bagaimana jika kita berpergian bersama, sudah lama aku tidak bertemu orang yang tidak tahu aturan seperti mu" ucap Lun xiang Tien, mengikuti di belakang Xiao Zhou, dan menelusuri jalan setapak.


tampak tanah terlihat berwarna coklat muda, dan rumput serta daun mulai menguning, menandakan musim penghujan sudah berganti.


Xiao Zhou tidak menjawab dan tetap melanjutkan perjalanan nya.


langit mulai gelap dan kedua orang itu, beristirahat, dan membuat api unggun.


Xiao Zhou mengeluarkan meja dan bangku panjang, mereka berdua mulai berbincang.


"namaku Lun xiang Tien, orang-orang lebih sering menyebut ku Penguasa Timur, mungkin aku tidak begitu terkenal di kalangan remaja seperti mu ini" ucap lun Xiang Tien dengan suara sedikit serak.


"namaku Xiao Zhou, aku dari kekaisaran Ming, dan tujuan ku ke istana iblis bertemu seseorang pemuda" ucap Xiao Zhou dan mengeluarkan guci arak nya, dan dua cawan kecil, serta mengisinya dengan arak.


"hemmm... ini suatu kebetulan, aku juga akan ke istana iblis, aku mendapat undangan dari seorang teman yang akan melangsungkan pernikahan" ucap Lun Xiang Tien dan menerima cawan dari Xiao Zhou dan meneguk isi nya.

__ADS_1


"aahhhh... arak yang sangat istimewa, baru kali ini aku merasakan minuman seperti ini, kau penuh kejutan anak muda haha" ucap Lun xiang Tien lagi, sambil tertawa kecil


"pernikahan?" guman Xiao Zhou sambil mengamati, dan memainkan cawan nya yang sudah kosong.


"jangan katakan kau tidak tahu pernikahan?" ucap Lun xiang Tien sambil terkekeh.


"kakek tua, asal kau tahu aku sudah menikahi tujuh wanita" ucap Xiao Zhou kesal, dengan ucapan Lun Xiang Tien


"benarkah.... hemmm... sayang sekali sebenarnya aku sangat ingin sekali menjodohkan kau dengan cucuku" ucap Lun Xiang Tien sambil menggeleng, terlihat kekecewaan di wajah nya.


"tidak kakek tua terimakasih, aku sudah cukup bahagia dengan istri-istri ku, aku sangat menyayangi mereka semua, dan akan selalu menjaga mereka" ucap Xiao Zhou.


"itu bagus Zhou'er, jika kau bisa menyayangi semua istrimu dengan tulus, aku semakin mengagumi mu, andai aku dulu seberani dirimu mungkin aku punya banyak istri seperti mu hahaha..." ucap Lun xiang Tien.


"seperti kau sudah mulai ngelantur kakek, kita sudah terlalu banyak minum, carikanlah jodoh yang tepat untuk cucu mu yang berharga itu" ucap Xiao Zhou dan memasukkan guci arak nya ke dalam jubah nya.


"hahaha... apa ini?? kau menasehati ku seperti anak kecil, aku tidak yakin usia mu semuda ini," ucap Lun Xiang Tien sambil mengelus jenggotnya.


" tapi kau benar sekali zhou'er.. cucuku sangat berharga untuk ku, dia adalah pewaris kemampuan ku satu-satunya, tidak sembarang orang yang bisa menjadi suami nya, aku sangat kasihan pada nya" ucap Lun Xiang Tien.


"pewaris?" guman Xiao Zhou lagi, sambil menatap Lun Xiang Tien dengan menyipitkan matanya.


"iya aku adalah pengendali air, dan juga mampu mengendalikan darah sama seperti cucuku, apa itu membuat mu takut?" tanya Lun Xiang Tien menatap tajam kearah mata Xiao Zhou, mencari setitik ketakutan di matanya.


tapi usaha nya sia-sia, tidak ada ketakutan dimata Xiao Zhou, bahkan yang terlihat adalah rasa ingin tahu, membuat Lun Xiang Tien sedikit tercengang.

__ADS_1


"kau memiliki sesuatu yang kau sembunyikan anak muda, selama ini setiap mereka mendengar pengendali darah, mereka melihat ku seperti melihat iblis, tapi sayang nya ini tidak berlaku padamu" ucap Lun Xiang Tien.


"tidak kakek tua, aku sama seperti mereka, hanya saja mereka melihat pengendali darah dari sudut yang berbeda saja" ucap Xiao Zhou tenang.


Lun Xiang Tien mengangguk, menyetujui ucapan Xiao Zhou.


"mungkin kau benar zhou'er, tapi kebanyakan orang berbeda darimu, sehingga hampir semua orang takut padaku karena kemampuan ku ini, bahkan keluarga ku sendiri membuangku, mereka menyebut ku aliran sesat.


selama bertahun-tahun aku hidup seorang diri, aku menuruti apa yang orang katakan tentang ku, membuat aku mengucilkan diriku sendiri, aahhh... itu adalah tahun dimana aku merasa seperti di neraka, sudahlah... lagipula itu sudah lama berlalu" ucap Lun xiang Tien mengakhiri cerita nya, terlihat air mata menetes dari mata tua nya.


Xiao Zhou hanya berdiam, tidak ada kata yang keluar dari bibir nya.


"aahhh... zhou'er melihat keberanian hari ini melawan semua aturan, aku percaya kau bisa melindungi semua istri-istri mu, dan aku pikir kau juga bisa melindungi cucuku agar tidak bernasib seperti ku, sayang nya cucuku harus menguasai jurus pengendalian darah secara sempurna baru bisa menikah." ucap Lun Xiang Tien.


"hehe... ternyata takdir mu sebagai pengendali darah sangat menyulitkan mu kakek tua" ucap Xiao Zhou tersenyum kecut.


"iya kau benar, seorang pengendali darah, jika tidak bisa mengendalikan kemampuan secara sempurna, dia bisa membunuh pasangan nya saat melakukan itu, karena saat di puncak, tanpa sadar si pengendali darah akan mengendalikan darah pasangan nya, dan menghancurkan jantung dari pasangan nya itu, kau sudah menikah tentu saja kau mengerti maksud ku" ucap Lun Xiang Tien.


Xiao Zhou hanya mengangguk pura-pura mengerti,


"baiklah teman kecilku.... sekarang aku akan pergi, jika kau dalam kesulitan carilah aku, dan aku Lun xiang Tien akan berjanji membantu mu, kau adalah teman ku mulai saat ini. ucap Lun xiang Tien tersenyum sambil menepuk bahu Xiao Zhou, dan memberikan nya sebuah mendali berbentuk bulan separuh.


"baiklah teman" ucap Xiao Zhou sambil ikut tersenyum, merasa geli setelah mengucapkan kata teman, dan kedua nya tertawa lepas.


*****

__ADS_1


__ADS_2