Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.51


__ADS_3

Zhou'er..... "teriak Park Min Ji dengan semua sisa tenaga sebagai tanda perlawanan terakhir nya, matanya terpejam erat.


tiba-tiba bayangan Xiao Zhou muncul di pikiran nya, seorang remaja tersenyum lembut dengan kedua matanya yang terpejam ke arah nya.


mata Park Min Ji melebar dan seperti tersadar saat mendengar nama Xiao Zhou,


"aku mencintaimu, sangat... dan ini tidak boleh terjadi," guman Park Min Ji.


dengan sekuat tenaga tangan nya dengan cepat menghempaskan tangan Kim bong Goo yang memegang pakaian dalam nya, serta menjauhkan tubuhnya dari pria berkulit legam yang selalu mengenakan minyak wangi itu, sebelum ujung milik Kim bong Goo berhasil membuka bibir celah nya.


Kim bong Goo seperti tidak percaya jika Park Min Ji mampu melawan efek dari obat nya yang biasanya selalu berhasil, dan begitu menyesal tidak melakukan nya dengan cepat dari awal, dan memilih memainkan perasaan Park Min Ji.


Park Min Ji mengeluarkan jubah Xiao Zhou dan mengenakan nya, pakaian itu membuat rasa panas gatal di bagian sensitif nya sedikit mereda dan perlahan efek dari obat itu menguap tak berbekas, wanita itu mulai mendapat kesadaran nya secara penuh,


Kim bong Goo semakin bingung melihat perubahan dari Park Min Ji yang sudah terlihat kembali normal, dengan tatapan yang fokus kembali.


"ini tidak mungkin, efek obat ku harusnya masih bekerja," batin Kim bong Goo.


"nyonya Park kau tidak bisa melakukan ini, kau harus melayani ku saat ini atau pelayan kesayangan mu itu akan mati," ucap Kim bong Goo.


"iya aku bisa, pelayan itu kini telah pergi, dan sekarang aku bukan lagi kekasih pangeran ke empat jadi kau tidak bisa mengancam ku lagi," teriak Park Min Ji begitu marah.


"apa yang terjadi?" tanya Park Geun Soo, berpura-pura baru datang, padahal dari awal wanita itu hanya mengintip dari luar.

__ADS_1


"kau wanita pe*lacur, kau mencampuri minuman ku dengan obat perangsang, kau bukan saudara ku lagi, dan pangeran ke empat aku akan mengakuinya, iya... aku sudah tidur dengan pelayan itu, bahkan kami sudah sering melakukan nya di belakang mu," ucap Park Min Ji seperti sudah tidak tahan dengan situasi tertekan nya.


"apa? kau sudah tidur dengan Zhou'er ku," ucap Park Geun Soo.


"jangan menyebut nama itu dengan mulut kotor mu itu," teriak Park Min Ji merasa panas di hati nya saat Park Geun Soo menyebut nama Xiao Zhou.


"Ji'a... apa yang kau bicarakan, pelan-pelan lah, aku akan mendengar penjelasan apapun dari mu, kau pasti terjebak oleh siasat busuk pelayan itu, tenang lah aku akan mempercayai mu, kita belum mengakhiri hubungan kita, aku tidak akan pernah membiarkan nya," ucap pangeran ke empat begitu lemah, dan tidak rela jika kekasih nya itu memutuskan hubungan mereka.


"tidak pangeran... semua sudah aku katakan, aku... aku Park Min Ji tanpa paksaan mendatangi pemuda itu, dan... dan aku sudah tidur dengan nya, sedangkan teman mu ini mengetahui nya dan dia ingin memeras ku agar aku juga tidur dengan nya, aku tidak percaya jika dia benar-benar teman mu, dan aku sudah muak dengan cara-cara kalian semua," ucap Park Min Ji.


pangeran ke empat begitu marah mendengar pengakuan kekasih nya begitu menusuk hatinya, dan baru menyadari siasat bejat Kim bong Goo, serta yang terburuknya adalah pemuda yang begitu di bencinya berhasil mendapatkan milik nya yang begitu dicintainya sejak remaja, dan begitu membanggakan karena kemanapun mereka pergi, kecantikan Park Min Ji selalu menjadi pusat perhatian.


pangeran ke empat mengumpulkan seluruh energi qi dan berteriak begitu kencang sambil berdiri,


"Xiao Zhou..... kau..."


"pangeran...." teriak Park Geun Soo mendekati kekasih baru nya itu.


"pangeran kau baru saja menghancurkan saraf-saraf mu, mungkin saja kau akan lumpuh permanen, dan nyonya Park aku tidak tahu apa yang terjadi, kau begitu cepat berhasil menghilangkan efek dari obat perangsang ku, aku rasa mungkin karena tubuh giok begitu istimewa, tapi jika cara itu tidak berhasil, maka jangan salah aku jika sedikit kasar," ucap Kim bong Goo mendekati Park Min Ji, yang sudah tidak mempedulikan pangeran ke empat lagi.


Park Min Ji menggeleng,


"tidak.... berhentilah bermimpi, kau dan teman mu itu, tidak akan bisa mendapatkan tubuh ku, aku sangat beruntung bertemu bocah pelayan itu sebelum kalian berhasil mendapatkan tubuh ku," ucap Park Min Ji dan berubah menjadi salju.

__ADS_1


Kim bong Goo melesat ke udara mencoba menangkap butiran-butiran salju yang terus bergerak melewati tembok tinggi halaman belakang rumah itu.


"pengawal.... tangkap wanita itu, dia tidak bisa pergi jauh," teriak Kim bong Goo yang mengetahui tehnik milik Park Min Ji itu, butiran salju itu akan kembali menjadi wanita itu dalam beberapa ratus meter saja.


para pengawal mengambil kuda mereka, dan mengejar serpihan salju yang berubah menjadi sosok Park Min Ji di udara.


Kim bong Goo yang masih tegang dan terbakar naf*su, memeluk tubuh Park Geun Soo dan menggendong nya,


Park Geun Soo yang awalnya memegang pangeran ke empat melepaskan nya, dan kini pangeran ke empat duduk dan kepalanya rebah di meja dihadapan nya, wajah nya bersimbah darah yang keluar dari bibir nya.


"lepaskan aku....!!!! ucap Park Geun Soo mencoba berontak.


"kau harus melayani ku, aku sudah terlanjur bernafsu," ucap Kim bong Goo.


"tidak.... aku adalah kekasih dari pangeran ke empat," ucap Park Geun Soo berusaha turun dari gendongan Kim bong Goo.


"tenanglah dia sudah tidak sadarkan diri," ucap Kim bong Goo.


"benarkah?" ucap Park Geun Soo, menatap ke arah pangeran ke empat yang tidak bergerak, dan wanita itu mulai berhenti melawan, dan senyum nakal nya tampak di sudut bibir sensual nya.


semua pembicaraan kedua orang dan cekikikan manja seorang wanita di ranjang tidak jauh dari nya terdengar oleh pangeran ke empat, namun sudah tidak memiliki tenaga untuk bergerak, hanya mampu mengeluarkan air matanya, dan begitu menyesal berteman dengan Kim bong Goo.


semakin lama obrolan nakal mereka berubah menjadi desa*Han panas dan pekikan nikmat dari Park Geun Soo disertai suara ranjang kayu yang berderit, dan keduanya terdengar begitu menikmati pergumulan mereka, bahkan sesekali ejekan kepada dirinya, dan pujian kepada Kim bong Goo terdengar dari bibir Park Geun Soo, membuat pangeran ke empat begitu hancur.

__ADS_1


*****


.


__ADS_2