Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.47


__ADS_3

tidak jauh dari tempat itu ribuan pasukan sedang bergerak, adalah Adipati Zhou Yun yang memimpin langsung pergerakan prajurit menembus hujan yang seperti nya enggan untuk berhenti.


beberapa kereta kuda mewah lain nya juga mengikuti pergerakan pasukan besar itu, salah satu nya adalah kereta kuda milik Kaisar Zhang Rui lengkap dengan seorang pengawal berpakaian serba hitam.


Xiao Zhou sudah berada didalam sebuah kuil tua di kaki sebuah bukit, meski sudah berusia ratusan tahun kuil itu tampak terawat, dan kuil itu memiliki banyak bangunan besar dan cukup megah.


"salam kakak ipar," ucap Tang Bao memberi hormat pada Xiao Zhou dan kedua berbicara di sebuah balkon agak jauh dari kuil utama.


"kakak ipar kami sedang dalam kesulitan, kami sudah terpojok di tempat ini, meski jumlah kami hampir tiga ribu orang tapi itu tidak akan cukup untuk menghadapi pasukan Adipati Zhou Yun yang sudah mengurung tempat ini," ucap Tang Bao.


Xiao Zhou menatap semua orang yang sedang duduk, tampak wajah-wajah yang begitu ketakutan di semua orang, mereka dengan jelas mengetahui bagaimana hukum nya jika memberontak kepada Adipati Zhou Yun.


"adik ipar.... lihat wajah mereka, saat ini kau tidak bisa mengandalkan mereka untuk berperang, rasa takut sudah membunuh mereka dari awal, saat ini nyawa mereka ada di tangan mu, jika kau seorang pemimpin yang bertanggung jawab, saat inilah kau harus berkorban untuk mereka," ucap Xiao Zhou.


hujan mulai menjadi gerimis, pasukan Adipati Zhou Yun sudah mencapai gerbang kuil dan ribuan lain nya sudah mengurung sekeliling tembok dan jalan keluar lain nya dari kuil itu, dan Adipati Zhou Yun duduk di sebuah singasana yang sengaja di bawa untuk dirinya.


beberapa tempat duduk mewah lain nya juga di bawa meski tidak senorak milik nya,


dan kursi-kursi mewah lainnya itu di duduki oleh Kaisar Zhang Rui dan Kaisar dari kekaisaran zharzantium.


Adipati Zhou Yun berdiri dan membungkuk di hadapan kedua pemimpin dua kekaisaran berbeda itu.


"Yang mulia para Kaisar, aku hanya ingin menunjukkan bagaimana aku membasmi para tikus di wilayah ku ini," ucap Adipati Zhou Yun.

__ADS_1


Kaisar zharzantium hanya mengangguk dan tersenyum, tetapi Kaisar Zhang Rui berdiri,


"Adipati Zhou Yun... jika kau hanya ingin memperlihatkan cara membunuh kejammu itu padaku, seperti nya kau hanya membuang waktu ku saja, hah.... maafkan aku... aku sama sekali tidak tertarik," ucap Zhang Rui dan berbalik ingin meninggalkan tempat itu.


Adipati Zhou Yun mengangguk, dan keponakan nya Zhou Chan sudah terbang dan mendarat di sebuah altar besar di halaman kuil itu.


"putera mahkota keluar lah, sampai kapan kau akan menjadi tikus pengecut," teriak Zhou Chan dengan lantang.


langkah Zhang Rui terhenti kening berkerut,


"putera mahkota?" guman Zhang Rui dan berbalik menatap ke arah altar.


wajah Adipati Zhou Yun penuh kemenangan,


Zhang Rui menarik nafas dan memejamkan matanya dalam-dalam, saat seorang pemuda keluar dari balik pintu depan kuil dan terbang ke arah altar.


mata wanita itu bergerak ke segala arah, dan berhenti pada seorang remaja yang tampak begitu tenang berdiri di atas balkon, dan remaja itu mengangguk padanya.


"ehemm.... tentu saja tuan Zhou, ini adalah urusan mu, aku tidak akan mencampurinya." ucap Zhang Rui dan kembali duduk di bangku empuk nya yang sedikit agak panjang.


di atas altar luas itu Zhou Chan dan Tang Bao saling mendekat, para pengikut dari Tang Bao yang awalnya bersembunyi di dalam kuil keluar dan menonton kedua orang di atas altar itu.


"hahaha.... akhirnya kau muncul juga pemberontak, kau dan pengikut mu akan benar-benar mendapat kematian yang layak," ucap Zhou Chan membuat wajah dari para pengikut Tang Bao mengeluarkan keringat dingin.

__ADS_1


"apa pemberontak? aku adalah pewaris kekaisaran Tang, dan aku masih hidup, dan tahta kekaisaran Tang belum habis, jadi kalian lah yang memberontak, dan kau... sebaiknya kau turun dari altar ini karena aku ingin berurusan dengan orang yang pantas," ucap Tang Bao.


"kau? berani sekali kau merendahkan ku, kau akan mati dengan penuh siksaan, prajurit bunuh semua pengikut pemberontakan ini," teriak Zhou Chan.


para jendral dari Adipati Zhou Yun mulai berdiri dan mencabut senjata nya, namun Tang Bao mendekat ke arah pasukan Adipati Zhou Yun, dan masih di atas altar luas itu.


"tunggu.... kalian prajurit setia, dengarkan aku, aku putera mahkota negeri ini, bagaimana jika hentikan pertumpahdarahan ini? dan aku menantang Kasim Zhou Yun untuk bertarung secara adil melawan ku, dan siapapun pemenangnya akan menjadi pewaris kekaisaran Tang kita," teriak Tang Bao.


tampak para jendral dari Adipati Zhou Yun saling menatap dan terdiam, Zhou Chan yang melihat keraguan dari para jendral nya dengan cepat terbang turun dari altar itu, mendekati jendral nya, dan menebaskan pedangnya hingga salah satu jendral itu tewas tanpa kepala.


"sekarang kalian serang mereka, sebelum kalian bernasib sama," teriak Zhou Chan, mengangkat pedang nya yang berlumuran darah.


Adipati Zhou Yun yang melihat peristiwa ini begitu marah, dan membungkuk di hadapan kaisar zharzantium.


"Yang Mulia... ini sedikit ada gangguan mohon Yang Mulia bersabar," ucap Adipati Zhou Yun


Kaisar zharzantium hanya mengangguk, namun Kaisar Zhang Rui juga berdiri,


"tunggu, pemuda itu adalah putera mahkota dari kekaisaran Tang, jadi urusan pemberontakan dari Kasim Zhou belum selesai, jadi biarkan mereka menyelesaikan urusan yang belum selesai itu," ucap Kaisar Zhang Rui.


"tidak... kekaisaran Tang sudah binasa, kau tidak boleh mencampuri urusan kekaisaran kami," ucap Kaisar dari zharzantium itu.


Dewa Fei yu mendekati Kaisar Zhang Rui dan menatap Kaisar dari zharzantium itu dengan dingin,

__ADS_1


"berani nya kau, seharusnya kau memanggil majikan ku dengan sebutan Yang Mulia Kaisar, karena kau bukan Kaisar, kau hanyalah penjaga tahta, karena Kaisar dari kekaisaran kalian yang sebenarnya adalah penguasa ke 15," ucap Dewa Fei yu.


__ADS_2