Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pernikahan ke tiga


__ADS_3

ruang baca itu sunyi kembali, semua sedang berpikir siapa pelaku dari pengacau segel di alam Langit.


"saudara Lou bagaimana jika kau meminta mutiara formasi itu dari pilar langit Huang Fu?" saran Dewa kebijaksanaan.


"hehe... aku sudah berkali-kali meminta, bahkan hanya sekedar meminjam saja, tetapi pilar langit Huang Fu selalu mengatakan jika benda itu tidak ada pada nya, aku yakin benda itu telah di wariskan ke keturunan yang ada di kota huangdong ini" ucap dewa Lou yi


"nah bocah... kali ini aku minta bantuan mu untuk mengambil mutiara itu dari keturunan pilar langit Huang Fu, apa kau bisa membantu ku?" ucap Dewa Lou yi lagi.


"a-apa, kau menyuruhku mencuri di kota huangdong? hahaha... apa kau sudah gila dewa formasi, tidak.... aku tidak mau melakukan pekerjaan hina seperti itu" ucap Xiao Zhou kesal.


"jika saja aku mengerti tentang segel, aku sendiri yang melakukan nya bocah, tapi aku tidak memiliki kemampuan seperti mu tadi" ucap dewa pengetahuan.


dewa Lou yi menganggukan kepala,


"saudara Chen benar zhou'er, maafkan kami jika kami meminta mu melakukan tugas kotor kami, tapi ini harus segera diatasi, lagipula dari kami hanya kamu yang mampu melakukan nya, melihat kemampuan mu hari ini aku yakin hanya kau yang bisa membuka segel-segel dari pilar Langit Huang Fu." ucap Dewa Lou yi.


Xiao Zhou berdiri, dan menggelengkan kepalanya.


"maafkan aku jika mengecewakan kalian semua, tapi aku tidak mau melakukan pekerjaan ini, lagipula itu adalah tanggung jawab kalian" ucap Xiao Zhou dan mulai melangkah keluar.


"tunggu menantu, aku tahu kau tidak memilki sifat pahlawan, tapi tolong pikirkan permintaan ayah mertua mu ini" ucap Dewa Kebijaksanaan.


" a-yah mertua?" mata Xiao Zhou sedikit melebar, dan kembali tersadar bahwa sekarang dirinya berhadapan dengan ayah mertua nya.


"tentu ayah mertua, maafkan ke tidak sopanan ku tadi, tentu saja kita akan mencuri, hemmm.... maksud ku, aku akan mencuri benda itu, aku adalah setengah iblis, jadi hal ini sudah biasa aku lakukan, ayah mertua tidak usah terlalu khawatir, aku akan melakukannya dengan senang hati" ucap Xiao Zhou sedikit gugup.


"terimakasih sudah membantu menantu, kau benar -benar berbakti pada ayah mertua mu ini" ucap Dewa kebijaksanaan sambil tersenyum kearah Xiao Zhou.


"bagus... ini bagus sekali, aku sangat tahu sifat dari keturunan pilar langit Huang Fu, setelah acara pernikahan mu, aku akan memasukkan mu ke markas mereka." ucap Dewa Lou yi bersemangat.


****


malam itu Xiao Zhou di temani dua wanita kembar, ketiga begitu terlelap dalam mimpi masing-masing, terlihat keringat dingin keluar dari wajah nya, keningnya berkerut.


bulat tampak membulat penuh, dan dikelilingi sinar biru, membuat nya terlihat berbeda dari biasanya.


cahaya begitu terang sehingga mata Xiao Zhou dapat melihat dengan jelas sekeliling nya.

__ADS_1


langkah nya perlahan menuju sebuah bangunan kecil di tengah hutan, bangunan itu terlihat sangat tua, dan dari luar dapat di pastikan bahwa hanya mempunyai satu kamar saja.


"ini seperti kuil tua," batin Xiao Zhou


cahaya bulan menyinari ruangan di dalam bangunan itu dari celah-celah atap yang sudah rusak sebagian.


pintu yang terbuka karena pegangan nya sudah rusak menambah ke seraman dari bangunan itu.


dari luar dapat di lihat tumpukan batu seperti membetuk lingkaran di dalam bangunan itu, papan kecil bertulisan dewa, di ikat di sekitar tumpukan batu yang di pasang rapi itu.


"itu seperti bibir sumur" batin Xiao Zhou lagi yang tidak bisa menghentikan langkahnya menuju bangunan itu, sampai terdengar suara samar-samar nyanyian gadis kecil.


🎶 serigala melolong,


mengantar malam mu.


cinta indah dariku


menyelimuti mu...


disela-sela nyanyian itu terdengar suara anak kecil tertawa, dan berlarian di atas air


tidurlah adikku... fufu



tidurlah adikku... fufu


tidurlah dengan damai.🎶


suara nyanyian itu begitu terdengar sedih, dan membuat merinding Xiao Zhou,


"siapa kau gadis kecil, bagaimana bisa hanya dengan suaramu saja membuat iblis seperti ku merinding" guman Xiao Zhou yang sekarang sudah di pinggiran batu tertata rapi itu, tangan nya menyentuh batu-batu itu.


Xiao Zhou mengetahui sumber nyanyian itu dari dalam sumur yang di ikat penuh dengan papan jimat.


dan tiba-tiba suara nyanyian itu hilang, bersamaan dengan hilangnya suara anak kecil berlari-larian.

__ADS_1


"tolong aku!!!!!" terdengar teriakan gadis kecil seperti berbisik mengema di udara,


Xiao Zhou terbangun dari mimpi nya, tubuhnya bermandikan keringat, dada nya berdebar hebat, Xiao Zhou menatap kedua tangan nya tampak kotor bekas dari batu-batu yang di sentuh nya dalam mimpi.


"ini bukan mimpi biasa" batin Xiao Zhou dan menarik pakaian tidur nya dan menuju balkon kamar nya.


Xiao Zhou berdiri di atas balkon dan bertumpu pada kedua lengan nya di pagar balkon nya.


terdengar tawa terbahak-bahak dari beberapa orang, yang berasal dari halaman istana nya, dimana Long Fei, Kaisar Ming, dan Lou fang serta teman-teman Xiao Zhou lainnya sedang minum arak.


******


acara ritual pernikahan sudah selesai dilakukan, sekarang beberapa wanita Xiao Zhou sudah sah menjadi istrinya.


wajah mereka tampak begitu bahagia, senyum indah selalu saja terlihat di sela-sela upacara itu.


Xiao Zhou yang mengenakan jubah panjang berwarna merah gelap, dan pakaian tengah yang seirama, dan dengan motif naga berwarna putih keemasan membuat jubah itu terlihat begitu agung, sehingga Xiao Zhou kini terlihat seperti orang lain dengan karisma di wajahnya sangat menawan, dan berwibawa, sangat berbeda dari sebelumnya yang hanya terlihat seperti anak remaja yang mempesona.


di sisi lain para mempelai wanita juga menggunakan jubah panjang bahkan sampai terseret dilantai istana itu, membuat mereka semua seperti Dewi di khayangan, walaupun sebenarnya beberapa dari mereka adalah Dewi yang sebenarnya.


bahkan tetua Zhifu yang biasanya selalu berpakaian yang sama setiap harinya, kali ini juga mengenakan pakaian yang sangat berbeda membuat nya tampak lebih gagah.


Zhania, Ratu Alisa, Li Mei yin, Kim Yun, dan terakhir Yun Li Wei. mereka semua mendapat ucapan selamat dari semua tamu di istana ke 15.


setiap ada kesempatan, mata para mempelai wanita itu selalu saja memperhatikan wajah suami mereka dengan begitu terlihat berbeda dari sebelumnya.


pemusik istana ke 15, terus melantunkan musik mereka dengan merdu, membuat semua tamu undangan begitu menikmati acara itu, dan pentas tari-tarian mulai di gelar, bahkan beberapa istri Xiao Zhou ikut menari bersama para penari sungguhan.


"suami kau tampak sangat tampan dan menggoda, bisakah kita mencari tempat sepi, aku rasa aku bisa cepat melakukan nya kali ini" bisik Kim Yun yang sudah terlihat tidak mampu menahan hasrat nya.


"aku rasa usulan yang begitu menggoda, tapi akan sedikit sulit karena pakaian kita begitu banyak yun'er" ucap Xiao Zhou yang memeriksa pakaian nya yang kali ini lapisan nya sangat banyak.


"kau benar suami, tapi aku sudah begitu basah, dari saat menatap mu tadi pagi hihi" ucap Kim Yun dan cepat-cepat menutup bibirnya dengan jari-jari indah nya, agar tawa nya tidak terlalu lepas.


"adik Kim kau terdengar seperti wanita nakal" ucap Ratu Alisa yang sudah di samping mereka.


"hihi... kakak Alisa, aku akan selalu menjadi wanita nakal hanya untuk pria kecil ini saja" ucap Kim Yun dan merapikan pakaian suaminya.

__ADS_1


malam itu Xiao Zhou tidur di temani semua istri baru nya, dalam satu ruangan, tampak mereka kelelahan karena menerima tamu sepanjang hari.


__ADS_2