Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Ramuan Dewa.


__ADS_3

wajah Li Mei yin begitu kesal, menatap seorang pria yang tidak lain adalah Hua Ming, yang selalu mengganggu nya, untuk menemani nya makan malam.


"baiklah tuan muda Hua, jika saja kau bukan kekasih dari adik Tan Lien, mungkin saat ini kau sudah aku bunuh, sebaiknya nanti malam kau tidak macam-macam dengan ku, kita akan malam di kota huangdong" ucap Li Mei yin meninggalkan Hua Ming yang tersenyum penuh kemenangan.


"akhirnya dewa di pihak ku juga Dewi Li, sebentar lagi kau akan merasakan keperkasaan ku ini" guman Hua Ming sambil menatap ke arah goyangan Li Mei yin saat melangkah pergi membelakangi nya.


malam itu Li mei yin terlihat sangat cantik, pakaian merah gelap nya sangat serasi dengan kulit seputih salju nya, mereka terlihat berbincang dengan Xue, sampai seorang pengawal membungkuk memberi hormat.


"hormat Ratu seorang pemuda bernama Hua Ming, dari rumah tamu datang ingin menemui anda" ucap penjaga gerbang istana.


"baiklah... suruh orang itu menunggu di gerbang istana" ucap Li Mei yin


"kakak Xue aku pergi dulu, jangan terlalu lama kakak nanti kakak tidak bisa berjalan" ucap Li Mei yin menggoda Xue yang mendapat giliran tidur bersama Xiao Zhou malam itu.


"berhati-hatilah adik Li, pemuda bermarga Hua itu begitu licik" ucap Xue dan memeluk Li Mei yin.


tidak lama Li Mei yin dan Hua Ming sudah memasuki rumah makan begitu mewah di kota huangdong.


mata Hua Ming tidak berkedip menatap penampilan Li Mei yin malam itu, walaupun pakaiannya begitu sopan tapi, di beberapa bagian sedikit memperlihatkan kulit putih dan mulus dari leher dan sedikit di bagian atas gunung nya.


para pengunjung rumah makan itu pun tampak tercengang dengan kehadiran Li Mei yin yang begitu cantik, dan setiap gerak-gerik nya menjadi pusat perhatian dari semua orang, termasuk para pengunjung wanita yang tidak ada bosan nya menatap kecantikan Dewi Li Mei yin.


wajah Hua Ming tampak begitu senang, dan bangga karena pasangan nya begitu menarik seluruh perhatian semua orang.


"aku bersumpah, aku akan melakukan segala cara agar kau menjadi milikku, tidak ada yang mampu menandingi ke indahan mu di dunia ini" batin Hua Ming, menatap semua orang di tempat itu yang tampak iri melihat nya.


" malam ini akan menjadi malam yang sangat sempurna nona Li" ucap Hua Ming sesaat setelah mereka duduk di meja makan.


"panggil aku nyonya, ingatlah bahwa aku wanita yang sudah bersuami" ucap Li Mei yin


"baik nyonya, aku akan mengingat nya" ucap Hua Ming


"hahaha... justru status mu sebagai istri orang membuat mu semakin menggoda Dewi Li, sebagai wanita yang sudah berpengalaman di ranjang kau merupakan tantangan tersendiri bagi laki-laki seperti ku ini, kau tidak akan menyesal akan ku berikan apa yang suami kecil mu itu tidak akan mampu berikan" batin Hua Ming, sambil membasahi bibirnya dengan lidah nya.

__ADS_1


"silahkan teh nya nyonya" ucap Hua Ming menuangkan teh yang sudah di campur dengan cairan perangsang, beberapa saat tadi.


Li Mei yin mencium aroma teh tersebut, sambil menggelengkan, mata nya menatap jijik ke arah Hua Ming, dan meminum teh tersebut.


"usaha yang cukup bagus, tetapi ini begitu menjijikkan, hanya lelaki yang tidak memiliki kemampuan menaklukkan hati wanita melakukan hal keji seperti ini" ucap Li Mei yin mata nya terlihat dingin.


"hahaha... apa maksudmu nyonya?" tanya Hua Ming berpura-pura berusaha mengulurkan waktu tangan nya melambai memanggil pelayan di rumah makan itu.


Hua Ming melempar sekantong koin emas kepada pelayan yang sudah di dekat nya,


"berikan aku kamar termewah yang kalian miliki malam ini" ucap Hua Ming dengan wajah begitu bahagia.


"aku ini salah satu murid terbaik dari Dewa obat tuan muda Hua, aku bisa mencium bau ramuan dari teh yang kau berikan, dan aku tahu efek dari cairan mu itu padaku, aku tetap meminum nya karena cairan mu tadi tidak akan berarti apa-apa terhadap ku" ucap Li Mei yin


wajah Hua Ming begitu pucat, dan tidak percaya akan pendengaran, semua usaha nya selama ini hancur berantakan, telinga nya bergerak-gerak mendengar suara lonceng.


"guru" batin Hua Ming menatap keluar rumah makan itu, matanya menatap seorang pria kurus bercaping, sedang berdiri di tempat gelap tidak jauh dari rumah makan itu.


"maaf tuan muda Hua, aku tidak bisa menemani mu makan malam menjijikkan ini" ucap Li Mei yin


"hormat guru" ucap Hua Ming sesaat setelah dekat dengan Hua Bai.


"keponakan ku, bulan lalu kau tidak membawakan aku wanita seperti biasa nya, kau malah sedang bersenang-senang dengan seorang Dewi di kota ini, selera mu sangat tinggi juga keponakan ku, hahaha" ucap Hua Bai.


"maafkan aku guru, tapi aku ada kesibukan.." suara Hua Ming terhenti karena Hua Bai memberi isyarat agar Hua Ming tidak melanjutkan kata-katanya.


"hahaha... sudahlah aku mengerti, tapi kau harus membayar nya dengan memberikan Dewi itu padaku, setelah kau puas menggunakan nya, sekarang pergilah dan terima ini ramuan dewa ini, maka Dewi itu tidak akan bisa menolak mu, cukup berikan dua tetes pada minuman nya, maka dia akan menjadi kuda betina mu yang begitu liar malam ini, tidak ada obat untuk ramuan ini selain bercinta sampai kelelahan" ucap Hua Bai sambil terkekeh, dan kedua nya berpisah dalam kegelapan,


wajah Hua Ming kembali bersemangat dan mendekati meja makan nya, dan menetes kan ramuan yang di berikan oleh Hua Bai kepada nya, kedalam cawan yang berisi teh.


"silahkan Dewi Li, jika kali ini kau bisa bertahan aku tidak akan menghalangi mu lagi untuk pergi" ucap Hua Ming dan meletakkan teh yang sudah bercampur ramuan dewa di hadapan Li Mei yin.


Li Mei yin memperhatikan teh itu dengan seksama, kepala nya menggeleng sambil matanya menyipit,

__ADS_1


"haha... apa yang membuat mu yakin aku akan meminum ramuan dewa ini tuan muda Hua, aku hanya tidak percaya kau bisa memiliki nya, aku tidak akan meminum nya, aku mohon diri" ucap Li Mei yin berdiri.


"hahaha... Dewi Li jika kau tidak meminum nya tidak apa-apa, tapi bagaimana jika ramuan ini ku berikan pada Puteri Tang Lien, aku rasa gadis itu akan senang meminum nya" ucap Hua Ming terlihat senyum kemenangan di wajah nya.


"apa kau sudah gila, jika manusia biasa meminum nya, wanita itu tidak akan berhenti bercinta dan mati karena kelelahan, jika tidak ada lelaki dia akan gila bahkan merusak organ intim nya, kau sungguh pria berhati iblis Hua Ming, aku sangat kasihan adik Lien mendapat pria menyedihkan seperti mu


"hahaha... kau boleh mencaciku sepuas mu, sekarang kau bisa memilih kau yang meminum dan mendapatkan sisa dari ramuan ini, atau aku akan memberikan nya pada Puteri Tang Lien," ucap Hua Ming melempar botol berisi ramuan dewa itu di atas meja.


Li Mei yin memperhatikan botol kecil itu, dan yakin jika itu ramuan dewa itu, pikiran nya begitu kacau,


"kakak Xue maafkan aku" ucap Li Mei yin dan meneguk cawan berisi teh dan ramuan dewa itu, dengan cepat Li Mei yin menotok bagian bawah lambung nya, dan mengambil botol ramuan dewa itu.


sambil berjalan gontai Li Mei yin berusaha keluar dari rumah makan itu, dan diikuti oleh Hua Ming dan sambil tertawa.


"kita lihat sejauh apa kau bertahan Dewi Li" ucap Hua Ming.


*****


langkah Hua Bai terhenti, bola matanya bergerak ke kanan, dan melesat keudara dengan kencang hingga sampai di pinggiran danau biru, dan menoleh kebelakang lagi,


"hemmm... kemampuan begitu lemah ingin memata-matai ku" ucap Hua Bai dan melanjutkan langkahnya nya.


matanya menatap sosok yang berdiri di atas sebuah pilar di pinggir danau biru itu.


"kalian mengikuti ku dari rumah makan itu, katakan siapa kau anak muda, kita tidak ada urusan sebelum nya" ucap Hua Bai.


"hahaha... kau memiliki tempat yang bagus untuk menjadi kuburan mu, orang tua" ucap sosok itu dan melompat ke depan Hua Bai.


mata Hua Bai begitu marah, dan menancap tombak nya di jalan berbatu itu membuat batu itu hancur


"bunuh" teriak Hua Bai, dan beberapa orang berpakaian Shinobi melesat ke udara seperti bayangan dan menyerang pemuda itu bersamaan, wajah pemuda itu masih begitu tenang dan menebaskan pedangnya kearah para Shinobi itu tetapi mata pemuda itu menatap kearah lain yaitu arah Hua Bai berdiri.


slaaassshhhh....

__ADS_1


"pemuda ini gilaaaaa" teriak salah satu orang yang berpakaian Shinobi itu sebelum tubuh nya terpotong menjadi dua di udara.


dengan tenang pemuda itu melangkah mendekati Hua Bai.


__ADS_2