Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
dalang kekacauan


__ADS_3

sore itu Xiao Zhou duduk di tempat tertinggi di istana nya di dampingi Li Mei yin menikmati matahari yang masih terlihat setengah.


kota huangdong terlihat indah di terangi cahaya dari ribuan lentera di setiap rumah penduduk.


Xiao Zhou meneguk isi guci nya, begitu juga dengan Li Mei yin


" matahari terbenam ini begitu indah, apa kau masih memikirkan kakak Yun? ucap Li Mei yin merebahkan kepalanya di lengan kurus Xiao Zhou


"tidak, suatu saat Wei'er pasti akan pulang" ucap Xiao Zhou


Li Mei yin menganggukan kepala nya,


" aku juga merindukan nya, dia lebih mirip dengan ibuku daripada maduku" guman Li Mei yin


"kita akan menunggu nya" ucap Xiao Zhou dan mengelus kepala Li Mei yin dengan lembut


"bocah kau baik sekali, ucap Li Mei yin dan menjewer pipi Xiao Zhou dan mencium lembut bibir nya.


"katakan padaku apa kau punya rencana, tentang yang di ceritakan oleh dewa bodoh itu" ucap Li Mei yin menatap wajah kekasihnya.


Xiao Zhou menggelengkan kepalanya seperti tidak yakin,


" aku tidak tahu, kekacauan akan terjadi dimana-mana, juga bukan tugasku membantu semua orang, para kaisar lah yang akan melindungi rakyat nya dari para pengacau" ucap Xiao Zhou


"tapi zhou'er... bukankah istrimu keluarga kaisar, bahkan ada yang menjadi kaisar, apa kau tidak membantu para istri mu?" tanya Li Mei yin


mata Xiao Zhou menjadi melebar, tersadar ucapan Li Mei yin benar,


"kau benar, selama ini aku tidak pernah sadar akan hal itu, aku tidak bisa menyebrangi kekaisaran yang begitu luas ini untuk membantu mereka semua, tapi aku akan mencari sumber kekacauan ini" ucap Xiao Zhou dengan kening berkerut.


"sumber kekacauan?, bagaimana kau bisa tahu dimana dan siapa pelaku dari kekacauan ini" tanya Li Mei yin


Xiao Zhou menganggukan kepala nya


"iya... aku sangat tahu, karena dalang dari semua kekacauan ini sekarang berada dalam tubuh ku, yaitu iblis tua Zhen lu" ucap Xiao Zhou


"apa aku benar iblis tua?" tanya Xiao Zhou dalam pikiran nya


" hemmm... kau membangun aku bocah, tapi bisa di bilang begitu, aku yang membawa para pengikutku datang ke bumi, tetapi aku rasa kekacauan bukan dari pengikutku saja, seperti nya akan ada orang lain yang memanfaatkan kekacauan ini, aku bertemu dengan dewa jahat ini beberapa waktu lalu, dan aku mewariskan pedang bintang ku kepada dewa itu, aku rasa dia akan menjadi lawanmu jika kau ingin menghentikan kekacauan" ucap Zhen lu


"bagaimana menurut mu, apa yang aku harus lakukan?" tanya Xiao Zhou

__ADS_1


"apa kau gila bocah? kau meminta pendapat iblis seperti ku? hahaha.... menurutku kita sebaiknya ikut menjadi pengacau, itu jauh lebih menyenangkan" ucap Zhen lu


"apa kau ingin aku jadi perampok?" tanya Xiao Zhou lagi


"hahahah.... bocah aku ini dewa iblis... kau jangan merendahkan aku seperti itu" ucap Zhen lu kesal


"baiklah bocah..., di sebelah barat kekaisaran Wang, ada sebuah benteng tua disana aku membuat gerbang ke alam ku, kau bisa datang kesana dan menyerahkan nyawamu" ucap Zhen lu masih kesal


" adik kecil apa kau tidur?" tanya Li Mei yin dan mengelus kepala Xiao Zhou


" haha... maafkan aku Yin'er, aku tadi bicara dengan iblis tua yang ingin menjadi perampok" ucap Xiao Zhou


"bukan aku bocah bodoh... tapi kau yang ingin jadi perampok kecil-kecilan" teriak Zhen lu di kepala Xiao Zhou


Xiao Zhou mengangguk,


"hemmm... rencana ku, pertama... aku harus menemukan Sastrawan Tangan Dewa, untuk itu aku akan mencari petunjuk dari dewa suci Qing Tao di kekaisaran Ming" ucap Xiao Zhou


"bagaimana dengan serpihan jiwa Mou lu yang terakhir?" tanya Li Mei yin


"aku tidak tahu bagaimana aku bisa mencari benda yang tidak tahu wujud nya?" ucap Xiao Zhou


" awal musim semi ini, apa kau keberatan?" ucap Xiao Zhou


" tidak, aku tidak keberatan, tapi kita sudah punya rumah kapan kau akan menikahi aku" tanya Li Mei yin


"bagaimana jika besok kita menikah?" ucap Xiao Zhou


wajah Li Mei yin memerah dan terlihat senyum bahagia nya, mata nya sedikit berair.


plakkkkkkk... tamparan keras di wajah Xiao Zhou


"bocah bodoh aku sangat bahagia, tapi aku saat kita menikah aku ingin salah satu istrimu yang lain hadir disini, jika mungkin semua istrimu datang" ucap Li Mei yin memeluk Xiao Zhou dan mencium bibirnya


"aku mau memiliki zhou'er kecil di dalam perut ku" ucap Li Mei yin berbisik manja di telinga Xiao Zhou


Xiao Zhou hanya mengangguk, dan menggendong tubuh indah Li Mei yin menuju kamar termegah di istana itu


" bocah kenapa kita tidak berteportasi?" tanya Li Mei yin


" tehnik itu tidak pernah aku pelajari lagi, aku rasa tidak akan pernah bisa menguasai tehnik itu" ucap Xiao Zhou

__ADS_1


"hihihi... ternyata kau juga punya kelemahan suami, tapi tidak apa-apa aku menyukai nya" ucap Li Mei yin


dan mereka memasuki ruangan temaram dimana terlihat ranjang besar, dan indah tepat di tengah-tengah ruangan itu.


ranjang itu memiliki empat pilar kayu, tiga sisi terbuka, hanya di bagian kepala ranjang yang di tutup dengan dinding dan menyatu dengan atap dari ranjang itu.


tirai lembut dan tipis menghiasi ranjang itu, membuat nya menjadi hangat dan nyaman.


"suku bulbul memang pengerajin terbaik" ucap Xiao Zhou


"sebaiknya kau memuji istrimu saat ini, bukan memuji orang lain adik kecil" ucap Li Mei yin yang masih manja dalam pelukan Xiao Zhou


"kau benar, aku akan memuji setelah aku menyelesaikan urusan ku" ucap Xiao Zhou dan melangkah menaiki lantai berundak menuju ranjang indah nya


"urusan?? apa maksud mu?" tanya Li Mei yin


"tenanglah, aku akan baik-baik saja, lagipula ada Zhifu dia tidak akan membiarkan aku mati di pulau ku" ucap Xiao Zhou


"kenapa tidak membiarkan paman Zhifu saja yang meladeni orang itu?" tanya Li Mei yin


Xiao Zhou menggelengkan kepalanya


"tidak... orang itu menginginkan aku, dan orang itu memiliki benda yang ingin ku tanyakan" ucap Xiao Zhou dan meletakkan Li Mei yin di atas ranjang dengan pelan


Xiao Zhou mengeluarkan pedang kematiannya dan menyelipkan di pinggang, melangkah membuka pintu kamarnya, terlihat beberapa pengawal datang mendekat.


" tuan muda ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ucap pengawal itu


" aku tahu" ucap Xiao Zhou dan melangkah ke arah luar istana di ikuti oleh pengawal tadi.


Xiao Zhou mendekati dua orang yang berdiri, di dekat gerbang pulau itu


"tuan muda orang ini cukup kuat, biarkan aku saja" ucap Zhifu yang sudah bersiap bertarung dari tadi


"tidak paman Zhifu, orang ini menginginkan aku" ucap Xiao Zhou mengulang kata-kata yang beberapa saat lalu dirinya ucapkan.


" kau benar aku menginginkan mu bocah, dan aku rasa ini adalah pertarungan terakhir mu, karena jarang aku tidak membunuh lawan-lawan ku, kecuali jika kau berlutut dan memohon di ampuni" ucap orang itu yang tidak lain adalah Yang Tian.


Xiao Zhou menganggukan kepala,


"aku mengerti, ikutlah denganku" ucap Xiao Zhou dan melesat keudara dan mendarat di atas danau biru dan di ikuti oleh Yang Tian yang melakukan hal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2