Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Feng'er


__ADS_3

siang itu Yang Tian berjalan-jalan di taman dari sebuah bangunan megah di ibukota kekaisaran Ming.


dirinya di temani seorang pelayan wanita dan seorang bocah kecil berusia sekitar 3 tahun.


"apa tuan muda yang di dalam itu majikan mu?" tanya pelayan wanita itu


Yang Tian hanya mengangguk,


"iya itu benar" ucap Yang Tian


"mereka berdua sudah seharian di ruangan itu, menurut mu apa yang mereka lakukan?" tanya pelayan wanita itu lagi


"mungkin mereka sedang berhubungan badan" ucap Yang Tian tenang


pelayan wanita itu terpekik, dan menutup telinga bocah kecil itu, dan membawanya pergi karena kesal dengan tingkah Yang Tian


dan terlihat seorang wanita yang turun dari kereta yang tidak kalah mewah dari milik Liu fenghua, terlihat begitu terburu-buru masuk ke dalam gedung dan menuju lantai tempat ruangan Liu fenghua.


wanita dengan wajah sensual itu memiliki tubuh indah seorang wanita dewasa tiada lain adalah nona Yumiko.


hampir semua orang mengenalinya di gedung itu, dan memberi hormat padanya.


"kakak Liu... buka pintunya aku ingin bicara dengan bocah itu" teriak Yumiko saat di depan pintu ruangan Liu fenghua.


Xiao Zhou membuka pintu, Yumiko masuk dengan terburu-buru tanpa menghiraukan tubuh Liu fenghua yang masih terlelap tidur tanpa pakaian di tubuh nya


"bocah kau apakan kakak Liu sampai terkapar tidak berdaya seperti itu"? ucap Yumiko yang baru menyadari Liu fenghua masih tertidur di ranjang nya.


"aahhh... sudahlah nanti kita bahas masalah apa yang kau lakukan pada kakak Liu, aku juga mau, tapi sekarang ada yang jauh lebih penting" ucap Yumiko dan keluar dari ruang tidur Liu fenghua dan duduk di bangku panjang empuk.


tampak pelayan wanita membawa teh dan di ikuti oleh seorang bocah kecil yang menatap Xiao Zhou dengan penasaran, bocah itu memeluk Yumiko dan duduk di pangkuan nya.


mata bocah itu kecoklatan dan rambut yang acak-acakan mirip dengan Xiao Zhou.


"bocah manis kenapa kau menatap kakak itu begitu lama, apa kau mengenalinya?" tanya Yumiko menggoda putra Liu fenghua yang kini sudah mendekati xiao Zhou, karena penasaran.


"silahkan teh nya nyonya Yumiko, tadi nyonya Liu berpesan tidak ada yang boleh mengganggu nya" ucap pelayan wanita itu


"sudahlah... sekarang kau boleh pergi nona Wei, kau sudah melakukan tugas mu dengan baik" ucap Liu fenghua yang sudah berdiri dengan menggunakan pakaian tidur yang hanya mengikat pada bagian pinggang nya saja.


"baik nyonya Liu" ucap pelayan wanita itu dan pergi meninggalkan mereka berempat

__ADS_1


Xiao Zhou memeluk bocah kecil itu dan mereka mulai bercanda


"apa kakak teman ibuku?" tanya bocah kecil itu menatap mata Xiao Zhou


"kau pintar sekali bocah," jawab Xiao Zhou sambil melirik mata Liu fenghua.


"Feng'er beri salam kepada ayahmu" ucap Liu fenghua


bocah kecil itu hanya mengangguk, dan tersenyum saja, Liu fenghua memeluk bocah itu dan mencium nya,


"sebaiknya sekarang kau cari bibi Wei mu dulu ibu ingin bicara dengan ayahmu sebentar" ucap Liu fenghua sambil menutupi tanda merah di lehernya yang selalu di lihat oleh bocah kecil itu


"lihat ulah kebodohan mu" umpat Liu fenghua sesaat setelah bocah kecil itu meninggalkan mereka bertiga


Yumiko mulai bercerita tentang masalah Puteri Ming Mei dan kejahatan penasehat Huang


"bagaimana menurut mu Zhou'er?" tanya Yumiko


Xiao Zhou mengerutkan keningnya,


"masalah tahta, dan politik Kekaisaran sama sekali bukan urusan ku, tapi aku akan mencoba mengobati mertua ku, hanya itu yang bisa aku janjikan untuk saat ini" ucap Xiao Zhou


Yumiko hanya menggeleng,


Liu fenghua tersadar ucapan Yumiko, dan menatap kedua nya


"tadi pagi saat turun dari kereta kuda, aku sudah merasakan kehadiran mu bocah katakan sejak kapan kau tiba di ibukota ini?" tanya Liu fenghua


"aku datang tadi malam, portal pintu yang aku gunakan adalah kamarku di rumah makan merak putih" ucap Xiao Zhou


"hemmm.. jadi kalian sudah melakukan semalaman tanpa memberi tahu aku?"teriak Liu fenghua kesal


"kakak Liu tenanglah, sebenarnya aku ingin memberitahu mu, tapi bocah ini benar-benar menghancurkan tubuhku, baru siang ini kau terbangun kakak Liu" ucap Yumiko melempar kesalahan kepada Xiao Zhou, dan mulai menutupi bagian lehernya yang menyisakan bekas dari Xiao Zhou.


"baiklah aku akan menemui Puteri Ming Mei sekarang, kalian bisa pulang ke rumah baru kita melalui pintu yang ada di kamarku di rumah makan merak putih" ucap Xiao Zhou.


"rumah baru?" bagaimana dengan pekerjaan kami disini? tanya Liu fenghua


"kalian bisa datang ketempat ini setiap saat, jadi tidak akan ada masalah" ucap Xiao Zhou dan kedua wanita itu memeluk Xiao Zhou


"itu seperti menyenangkan suami, tapi jangan katakan kau tidak datang ke rumah baru kita" ucap Yumiko

__ADS_1


"aku masih ada urusan, tapi aku akan berusaha untuk pulang setiap hari" ucap Xiao Zhou mengelak.


"bocah... apa kau tidak mempunyai kata-kata yang dapat menyenangkan wanita hah?, apa pelajaran yang aku ajari dulu tidak ada yang masuk dalam otak mu hah? teriak Liu fenghua dan mulai memukuli Xiao Zhou.


Yang Tian melihat tubuh Xiao Zhou terlempar dari lantai atas dan terbenam di tanah


"jangan menyuruh kami pulang kerumah jika kau sendiri tidak pernah pulang bocah bodoh" terdengar umpatan Liu fenghua dari lantai atas


"tuanku, apa aku boleh membunuh wanita-wanita jahat itu?" ucap Yang Tian dengan wajah datarnya


"lupakan saja, sebaiknya kita cepat-cepat pergi dari sini" ucap Xiao Zhou dan mulai berlari.


pletakk.... suara mendali pengenal mengenai kepala bagian belakang Xiao Zhou


" jika kau ingin ketempat Puteri Ming Mei bawalah mendali itu, dan cepatlah aku tidak yakin bisa menahan Dewi galak ini berlama-lama" teriak Yumiko yang memegang tubuh Liu fenghua yang ingin mengejar Xiao Zhou.


Xiao Zhou mengelus kepalanya dan memasukkan mendali pengenal itu, ke balik jubah nya.


.......


.......


penjagaan begitu ketat memasuki istana, terutama ketempat kediaman Kaisar.


tetapi dengan mendali milik Yumiko, Xiao Zhou dan Yang Tian dapat dengan mudah memasuki kediaman Puteri Ming Mei.


wajah Puteri Ming Mei begitu muram, tampak begitu banyak beban mengisi pikiran nya,


"ayah apa yang harus aku lakukan, untuk membantu mu saat ini?" guman Puteri Ming Mei kedua tangan nya saling meremas,


"bocah saat ini kau sedang dimana? aku merindukan mu" ucap Puteri Ming Mei


"kalian tunggu di sini aku akan menyampaikan kedatangan kalian pada Puteri" ucap seorang pengawal Puteri dengan nada tegas dan terkesan sombong, sambil menatap mendali pengenal yang di serahkan oleh Xiao Zhou


"tuanku... apa boleh aku membunuh orang sombong ini" guman Yang Tian pelan


Xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya


"belum... tunggu beberapa saat lagi" ucap Xiao Zhou


tidak beberapa lama pengawal itu datang dan terlihat lebih sopan

__ADS_1


" tuan muda silahkan, Puteri sedang menunggu anda di halaman belakang istana" ucap pengawal itu


__ADS_2