
kegemparan terjadi di alam Langit, semua Dewa mendapatkan perintah untuk mulai mengawasi setiap gerakan yang mencurigakan.
dan di alam bawah, tepat nya di pulau gunung terbalik.
"saat ini kekacauan melanda alam langit, salah satu tokoh terkuat di tempat itu telah di bunuh, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yun fengyin menatap teman minum nya yang tidak lain pilar langit Huang Fu.
"hemmm.... tiga bulan ini pilar Langit Ling Zhai Yuk sedang menyelidiki sesuatu, aku tidak tahu apa itu, aku pasti melewatkan sesuatu" ucap pilar langit Huang Fu.
terlihat sungging di ujung bibir Yun fengyin,
"lawan dari lawanmu adalah kawan, bagaimana menurut paman Huang Fu?" ucap Yun fengyin.
"hahaha... seperti kau sudah kehilangan kewarasan mu, sang pembunuh dewa bukan orang seperti itu, dia hanya bekerja sendiri, dia adalah bedebah egois menganggap semua orang adalah budak, sebaiknya kau tidak perlu membuang energi mu untuk hal yang tidak penting" ucap pilar langit Huang Fu.
"selama ini aku memerlukan pusaka ibuku, untuk menguasai singasana Kaisar Langit, dan aku harus mendapatkan nya" guman Yun fengyin.
"singasana naga emas hanya memilih orang yang menjadi takdir nya" ucap pilar langit Huang Fu
"aku tahu itu paman Huang Fu, tapi jika aku memiliki pusaka ibuku aku bisa menjadi penjaga tahta jika Kaisar Langit terbunuh" ucap Yun fengyin.
"aku tidak akan terkejut jika kau ingin membunuh orang tua mu, kau bahkan sanggup memakan orang yang selama ini begitu baik dan selalu membela mu saat kau melakukan kesalahan, dosa mu benar-benar tidak terampuni, hahaha..." ucap pilar langit Huang Fu.
"paman Huang Fu kau jangan terlalu membesar-besarkan sesuatu, jangan lupa paman juga tega menyiksa gadis kecil yang sudah menyelamatkan nyawa paman, lagipula Dewa suci Qing Tao tidak lebih dari orang tua yang naif, baiklah ini adalah kesempatan ku untuk mendapatkan pusaka ibuku" guman Yun fengyin.
Yun fengyin menatap punggung pilar langit Huang Fu yang melangkah meninggalkan pulau gunung terbalik.
"tanpa wajah, lakukan tugas mu bawa keluar adik kecil ku dari pulau keseimbangan, dan sisa nya biar aku yang mengurus" ucap Yun fengyin.
"hamba mengerti pangeran" terdengar suara dari balik kain hitam yang begitu Kumal, dan melesat menjadi bayangan hitam.
"sekarang Puteri kesayangan mu sudah di tangan mu, sebaiknya ibu memberikan apa yang aku inginkan" guman Yun fengyin dengan senyum jahat nya.
****"
di pulau keseimbangan.
Xiao Zhou kembali duduk di ruang baca nya sambil membaca buku yang di tinggalkan oleh Dewa Pengetahuan, pikiran nya menerawang jauh dengan tatapan kosong
__ADS_1
"hemmm.... ini sama persis seperti saat aku terluka saat aku berusia delapan tahun, aku seperti sampah tidak berguna sekarang" batin Xiao Zhou
"aahhhkk... jurus penguasa gerbang ke tujuh masih menggerogoti dantian ku, pedang semesta masih menahannya, dan darah Phoenix akan terus mencoba mengobati dantian ku, tapi sepertinya percuma, perlahan dantian ku pasti akan hancur, aku hanya menunggu waktu," Xiao Zhou tersenyum kecut.
"baiklah... mungkin ini saat-saat terakhir ku untuk menghabiskan bersama keluarga ku" batin Xiao Zhou, dan keluar dari ruang baca nya dan mencari anak-anaknya.
"anak-anak, saat nya kita jalan-jalan" ucap Xiao Zhou tersenyum lebar, dan di iringi riuh sorakan dari anak-anak nya.
"suami, anak-anak kita sedang belajar saat ini" ucap Puteri Ming Mei, dan Yumiko hanya mengangguk saja.
"hehehe.... jangan habiskan waktu kalian untuk hal-hal yang serius, istriku... aku menyayangi kalian semua, hidup lah dengan baik" ucap Xiao Zhou dan mengendong anak Yumiko di atas bahunya.
tanpa terasa air mata Puteri Ming Mei menetes, mendengar ucapan dari Xiao Zhou
"kakak Yumiko sebaiknya kau ikut aku" ucap Puteri Ming Mei dan menarik lengan Yumiko menuju kediaman Yun Li Wei.
terlihat Yun Li Wei dan Jung Min Ha sedang berbincang penuh canda.
"nona Min Ha ada yang ingin aku bicarakan dengan mu dan sebaiknya kau tidak menyembunyikan apapun dari kami" ucap Puteri Ming Mei membuat wajah Yun Li Wei berubah drastis, dan menatap tajam kearah Jung Min Ha.
"benarkah luka suami kami tidak dapat di sembuhkan?" tanya Yun Li Wei dalam isak nya.
"itu yang aku tahu dari iblis kecil saat aku memberikan ramuan obat kepada nya" ucap Jung Min Ha.
"baiklah, biarkan ini menjadi rahasia kita berempat, dan biarkan suami kita mendapatkan yang terbaik dari kita" ucap Yun Li Wei, dan di ikuti anggukan setuju dari tiga wanita lain nya.
****
Xiao Zhou dan anak-anak sedang menikmati keindahan kota kecil di pulau keseimbangan, tidak ada yang mengetahui jika remaja itu adalah penguasa pulau itu kecuali para pelayan dari suku bulbul.
mereka menikmati makanan ringan di pinggir jalan kota itu, dan duduk penuh keceriaan, sampai seorang wanita cantik dengan wajah dingin mendekati nya.
"oh kau wanita menyebalkan, katakan apa yang kau inginkan" ucap Xiao Zhou sambil bermain dengan dua bocah kecil di pangkuan nya.
"kenapa kau begitu kasar padaku, apa kau masih kesal karena aku menolak perjodohan kita?" tanya wanita itu.
"ayah kami akan pulang, bibi ini sangat menakutkan" ucap anak Xue dengan bibir penuh makanan.
__ADS_1
"bocah kecil kau bilang apa?" ucap Yun Qixuan.
"kalian pulanglah," ucap Xiao Zhou dan anak-anak Xiao Zhou semua berlari meninggalkan tempat itu dan beberapa dayang sudah menanti mereka tidak jauh dari tempat itu.
Xiao Zhou melangkah meninggalkan Yun Qixuan yang masih berdiri di tempat itu.
"aku tidak pernah bertemu pria dingin seperti ini padaku, tapi ada apa dengan ku? kenapa sekarang aku yang selalu mengikuti nya," batin Yun Qixuan
"tunggu!!! teriak Yun Qixuan dan menarik lengan Xiao Zhou dengan kencang.
"tunggu bocah!!!! aku sudah bersiap bersahabat dengan mu, tapi kau bertingkah seperti anak kecil" ucap Yun Qixuan
"apa maksud mu Puteri? perjodohan kita sudah di batalkan, jadi aku tidak punya kewajiban bersikap bersahabat dengan mu" ucap Xiao Zhou
"dengar kan aku baik-baik bodoh, siapa bilang perjodohan kita sudah di batalkan? pesan Kaisar Langit belum di bacakan, jadi saat ini aku masih calon istri mu, camkan itu" ucap Puteri Yun Qixuan dengan mata berkaca-kaca.
Xiao Zhou menatap wajah Puteri Yun Qixuan, dan mendekati nya membuat nya mundur beberapa langkah.
"kau? apa yang kau inginkan?" ucap Yun Qixuan.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis, dan mengusap air mata yang sudah menetes di pipi Puteri Yun Qixuan, wajah Puteri Yun Qixuan sedikit merunduk dan memerah.
"hentikan omong kosong tentang perjodohan ini segera" ucap Xiao Zhou dan pergi meninggalkan Puteri Yun Qixuan.
hujan salju turun deras menghalangi pandangan mata Puteri Yun Qixuan dan perlahan bayangan Xiao Zhou menghilang.
"kenapa ada orang menyebalkan seperti itu" guman Puteri Yun Qixuan dan tiba-tiba sebuah payung melindungi nya dari salju yang turun di pulau itu.
wajah Yun Qixuan menatap orang yang memayungi nya.
"siapa kau?" tanya Puteri Yun Qixuan, menatap seorang wanita cantik berusia sekitar 30 tahun, yang memegang payung.
"aku hanya seorang yang kita bisa melihat wanita cantik seperti anda menangis" ucap wanita itu
"nona sebaiknya kita masuk, rumah makan itu terlihat sangat menggoda" ucap wanita cantik itu lagi dengan senyum mempesona nya.
"haciiiuuu... hemmm... bau apa ini?" batin Xiao Zhou dan menatap kearah rumah makan tempat Puteri Yun Qixuan makan.
__ADS_1