
"benar kah penguasa ke 15 memiliki banyak istri? aku benci lelaki tidak setia, sebenarnya dia begitu terkenal di kekaisaran Yunha, aku ingin sekali bertemu dengan nya di pulau keseimbangan, tapi aku tidak berhasil menemui nya," ucap Park Min Ji.
"Ji'a.... kenapa kau ingin melihat nya? tidak ada yang istimewa dengan nya, bahkan menurut ku dia hanya lah sampah yang tidak memiliki dantian, bagaimana menurut mu pelayan," ucap pangeran ke empat.
wajah Tang Bao mulai memerah, dan dengan tangan terkepal karena begitu marah.
"pangeran... cukup," ucapan Tang Bao, dan dengan cepat di potong oleh Xiao Zhou.
"hemm... istri anda sangat serasi dengan anda pangeran, dan anda boleh berpendapat apapun mengenai penguasa ke 15, dan itu sama sekali tidak di larang di kekaisaran kami,"ucap Xiao Zhou.
"maafkan aku.... aku juga sudah kehilangan selera makan ku," ucap Tang Bao dan meletakkan sumpit dan mangkuk yang belum di sentuh nya sama sekali.
"senang bisa makan bersama,"ucap Tang Bao menatap Park Min Ji.
"nona Song sebaiknya ikut dengan ku," ucap Tang Bao lagi dan di ikuti oleh Song Lung Yi tanpa bicara.
"maafkan aku tuan dan nyonya, aku juga sudah selesai makan, terimakasih atas hidangan nya, nyonya Park Geun Soo anda sangat baik," ucap Xiao Zhou membuat wajah Park Geun Soo sedikit tersipu, dan meninggalkan Park Min Ji yang begitu marah seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
"Ji'a.... kenapa kau begitu membenci pelayan muda itu? sebaiknya kau beristirahat, beberapa hari lagi kita akan berangkat," ucap pangeran ke empat.
"kau benar," ucap Park Min Ji.
"ucapan pangeran ke empat benar, sebaiknya aku tidak membuang energi ku hanya untuk seorang pelayan, sebaiknya aku berdamai dengan nya, lagipula kami tidak akan pernah bertemu lagi," batin Park Min Ji.
****
selesai makan Xiao Zhou keluar dari gerbang dan setelah merasa tidak ada yang melihat remaja itu pun melesat ke udara dan melompat dari pohon ke pohon.
"sudah lama aku tidak merasakan hal ini, menggunakan gerbang teleportasi memang begitu cepat, tetapi aku melewatkan begitu banyak keindahan," batin nya.
dan tidak lama berselang Xiao Zhou mulai memasuki sebuah lembah berkabut, dan begitu banyak prajurit yang berjaga.
Xiao Zhou berhenti dan berjongkok di atas sebuah pucuk pohon bambu, dan tiba-tiba pedang kematian sudah berada di tangan kiri nya, dan Xiao Zhou mulai menyelipkan di pinggangnya.
tanpa mengeluarkan suara sedikitpun remaja itu menyelinap di antara pepohonan dan menginjakkan kakinya di sebuah tanah yang begitu lembab, tumbuhan menyerupai pohon talas yang biasanya tidak terlalu tinggi di tempat itu mampu tumbuh hingga tiga meter, membuat tempat itu begitu basah.
Xiao Zhou merasakan puluhan orang sudah mengelilingi nya dan dengan cepat menunduk dan menutupi sedikit wajah nya dengan telapak tangan kanannya, tangan kirinya menggenggam gagang pedang dan mencabut nya beberapa Senti saja,
__ADS_1
sriiikkkkkk.....
suara dari pedang kematian yang sedikit tercabut, dan mata pedang itu adalah satu-satunya sebagai sumber cahaya dalam kegelapan di bawah pepohonan itu.
"aku datang untuk mahluk itu, sebaiknya kalian pergi," ucap Xiao Zhou.
dan tiba-tiba puluhan bayangan hitam muncul mengelilingi Xiao Zhou,
"kau seperti nya begitu percaya diri anak muda, tapi kenapa kau begitu malu dan menyembunyikan wajah mu itu," ucap salah satu orang berpakaian hitam itu, dan maju beberapa langkah mendekati Xiao Zhou.
"aku sedang menyamar, dan aku minta kalian pergi dari tempat ini sebelum terlambat," ucap Xiao Zhou.
"kami di sini adalah pelindung dan sekaligus pengurus telur dari mahluk itu, dan kami tidak akan kemana-mana, begitu juga dengan mu, kau akan menjadi santapan mahluk itu," ucap pria itu lagi.
Xiao Zhou mengangguk,
"aku mengerti," ucap Xiao Zhou dan menurunkan tangan yang menutupi wajahnya.
"hemmm.... wajah yang cantik, tapi sayang sekali kau tidak menyayangi wajah mu itu, tapi kenapa kau memperlihatkan wajah mu itu, bukankah kau tadi bilang sedang menyamar? hahaha...." ejek pria itu.
"aku sudah memberikan kesempatan pada kalian, sekarang kalian sudah melihat wajah ku, itu artinya tidak satupun dari kalian akan keluar dari tempat ini," ucap Xiao Zhou
zreeeebbbb......
"hekkkkk..... " pria itu hanya sedikit terpekik, dan seteguk darah langsung terlempar jauh dari bibir nya, matanya melebar menatap pedang yang sudah menembus dada nya begitu cepat.
belum hilang kaget nya akan kecepatan pedang yang di lempar Xiao Zhou, remaja itu sudah di hadapan nya dan langsung menebaskan pedang yang masih menembus tubuh itu ke arah kiri Xiao Zhou, memotong tubuh bagian kanan pria itu sekaligus lengan kanan nya.
sreeessstttt......
puluhan orang di tempat itu hanya terdiam menyaksikan kejadian yang begitu cepat, tidak menyangka jika teman mereka yang seorang pendekar suci di bunuh tanpa menggunakan jurus oleh seorang remaja, dan baru tersadar saat seorang teman nya yang lain sudah kehilangan kepala nya,
"serang!!!!!" teriak salah seorang yang paling belakang.
puluhan orang sudah mengurung Xiao Zhou dengan jurus andalan masing-masing,
sresshhhh.....
__ADS_1
cressshhhhh.....
blarrrrr......
suara tebasan pedang energi yang terdengar beradu, dan beberapa pohon mulai tumbang, orang yang paling belakang itu mulai melihat puluhan rekan nya mulai kehilangan anggota tubuh mereka.
"bagaimana ada orang sekuat ini? bahkan usianya begitu muda," batin orang terakhir itu mundur beberapa langkah dan berusaha melarikan diri namun sia-sia karena baru beberapa langkah remaja tadi sudah berada di hadapan nya dengan pedang panjang di pundak nya.
pria itu bergetar, dan perlahan menatap ke belakang, dalam kegelapan terlihat puluhan teman-teman nya mulai terjatuh satu persatu dengan darah menyembur dari bibir nya, dan pria itu pun bersujud di hadapan Xiao Zhou,
"dewa maafkan aku, aku bersumpah tidak pernah melihat wajah anda dewa," ucap pria berpakaian hitam itu, begitu ketakutan dengan mata terpejam.
Xiao Zhou hanya berdiam dan merasakan sesuatu sedang mendekat, dan tiba-tiba semak-semak yang menyerupai pohon talas yang awalnya tenang, seketika berhamburan dan terbelah.
sluuurrrppp.....
mulut seekor ular raksasa sudah menelan pria bersujud itu sekaligus ke arah Xiao Zhou namun Xiao Zhou sudah berada di atas kepala mahluk itu.
"kau harus tidak bisa sebesar ini, ular sumsum hanya mampu sebesar jempol tangan, kau sudah menyerap begitu banyak hawa siluman rupanya," ucap Xiao Zhou dan menusukkan pedang kematian di kepala ular itu.
darah menyembur dari luka di kepala ular itu dan bukan nya mati, tetapi ular itu semakin liar dan melesat ke arah lumpur dengan pedang masih tertancap di kepala ular itu.
Xiao Zhou melayang di atas rawa-rawa itu, dan melihat pergerakan ular itu di bawah nya.
ular raksasa itu melesat ke udara dengan mulut terbuka dan berisap menelan Xiao Zhou.
Xiao Zhou berputar di udara dan sebuah pedang energi berwarna biru keluar dari tubuh nya dan membelah mulut ular itu, hingga sekaligus membelah rawa-rawa itu menjadi dua.
Xiao Zhou meninggalkan tempat itu, dan kini jurang lebar sudah menggantikan rawa-rawa penuh daging manusia yang sudah membusuk.
****
Xiao Zhou memasuki gerbang rumah mewah itu tanpa secuil lumpur dari rawa itu, hanya pakaian nya sedikit sobek pada punggung nya, dan sedikit cipratan noda darah dari para penjaga ular itu, mengenai rahang dan pakaian nya.
remaja dengan rambut sedikit panjang itu melangkah dengan sedikit tergesa mendekat sebuah gudang jerami dengan dermaga kayu di depan nya, dan sepasang mata menatap nya dari atas balkon.
Xiao Zhou setengah berlutut dan melepaskan pakaian atas nya, dan mencelupkan tangannya di telaga untuk ingin mencuci wajah nya, namun remaja itu mengurungkan niat dan hanya diam karena terdengar suara langkah kaki ringan mendekati nya.
__ADS_1
"apa ini? darah? bocah pelayan apa kau terluka?" ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Park Min Ji.
Rahang Xiao Zhou sedikit bergerak-gerak karena kesal, kenapa wanita itu datang saat dirinya hanya berpakaian celana panjang tipis, yang merupakan lembar kain terakhir yang menutupi tubuhnya.