
kejadian di pulau keseimbangan menjadi perbincangan begitu hangat di seluruh dataran utama, banyak yang mengutuk perbuatan pengecut itu, dan ada segelintir orang yang awalnya begitu takut akan kemampuan orang-orang dari pulau keseimbangan kini mulai sedikit memiliki keberanian, dan bahkan ada pihak-pihak yang ingin melakukan serangan ke pulau itu.
di istana langit dua orang Dewa di panggil untuk menghadap Kaisar Langit.
Kaisar langit sedang berdiri menatap ke arah kolam ikan di belakang istana nya, dan dua dewa sudah berdiri di belakang pria yang begitu berwibawa itu, dan mata salah satu dari dewa itu masih terlihat begitu mengantuk.
"satu orang berhasil mengecoh penjaga pulau dan bahkan menculik salah satu putera dari menantuku," guman Kaisar Langit sambil mengelus jenggot panjang nya.
"benar Yang Mulia.... tapi orang ini bukanlah orang sembarangan, dia bukan berasal dari Dewa zaman Dewa pertengahan, aku yakin jika penyerang itu berasal dari zaman yang lebih tua lagi, tapi Yang Mulia ada hal yang sedikit mengkhawatirkan dari semua ini" ucap Dewa pengetahuan.
Kaisar Langit mengerutkan keningnya,
"apa itu Dewa pengetahuan?" tanya Kaisar Langit.
"saat rumah singa mampu di obrak-abrik, maka pemangsa lain akan datang untuk sekedar mencari sisa makanan, untuk kepentingan perut mereka sendiri," ucap Dewa pengetahuan dengan suara serak nya.
Kaisar Langit menghela nafasnya,
"jika sang pembunuh Dewa saja tidak berkutik di hadapan menantuku, katakan Dewa pengetahuan apa ada manusia yang mampu menandingi nya?" ucap Kaisar Langit.
"anda benar Yang Mulia.... tapi setelah ada yang mampu menyegel setengah jiwa Xiao Zhou, dan ada yang berhasil menerobos penjaga pulau, seperti nya akan banyak Dewa yang selama ini bersembunyi dari kekaisaran langit kita akan muncul, bukan rahasia lagi semenjak pedang semesta terlihat di pulau gunung terbalik di alam neraka sebagian Dewa begitu senang dan seperti tidak ada bosannya membicarakan tentang pedang itu," ucap Dewa pengetahuan, dengan kepala menggeleng.
"aku sedikit mengkhawatirkan keadaan menantuku itu," guman Kaisar Langit sambil mengangguk, dan membelakangi para bawahan nya dan menatap ikan merah yang sedang berenang di kolam itu.
"dan kau Dewa Lou Yi, apa kau sudah mengetahui jenis dari segel yang ada dalam tubuh menantuku itu?" tanya Kaisar Langit yang masih memperhatikan ikan-ikan itu.
Dewa pengetahuan menginjak kaki Dewa formasi yang setengah tertidur hingga tersadar, bibir nya hampir terpekik dengan mata terbelalak, pipi gemuknya memerah dengan bibir yang masih mengeluarkan aroma alkohol.
Dewa pengetahuan mengulangi pertanyaannya Kaisar Langit dengan berbisik di telinga Dewa Lou Yi.
"aakkkk... Ya-Yang Mulia... maafkan aku Yang Mulia, tapi segel itu adalah segel kurungan, segel itu membuat bocah itu... maksudku menantu anda kehilangan kebijakan nya, dan membuat nya sedikit arogan serta sedikit buas dalam bertarung Yang Mulia," ucap Dewa Lou Yi.
Kaisar langit mengerutkan keningnya lagi, tampak kekhawatiran terlihat di raut wajahnya.
__ADS_1
"apa itu berbahaya? kalian pasti mengerti, Puteriku tinggal dengan pria buas seperti yang kau ucapan tadi," ucap Kaisar Langit.
hidung Kaisar Langit sedikit bergerak-gerak,
"tapi apa kalian mencium aroma..." ucapan Kaisar Langit terhenti saat Dewa pengetahuan melangkah sedikit maju, dan menghalangi tubuh Lou Yi agar aroma alkohol nya tidak begitu tercium.
"ini tidak berbahaya Yang Mulia.... meski jiwa iblis dari menantu anda lebih dominan, tapi Xiao Zhou masih sadar dengan baik, dia tidak akan menyerang siapapun yang tidak menyerangnya lebih awal, dan kini sungai sastra akan membantu nya dalam melangkah," ucap Dewa pengetahuan.
"baiklah... itu membuat ku tenang sekarang, kalian berdua selalu awasi menantuku itu," ucap Kaisar Langit sambil matanya menatap kearah ujung hidung nya sendiri.
"baik Yang Mulia.... kami mohon diri," ucap Dewa pengetahuan dan Dewa Lou Yi bersamaan.
"pergilah..." ucap Kaisar Langit sambil melambaikan pelan jemari di depan wajahnya.
Dewa pengetahuan dengan cepat menyeret lengan rekanya itu menjauh dari Kaisar Langit, yang hidungnya kembali bergerak gerak.
"apa kalian mencium aro..." ucapan Kaisar Langit kembali terputus karena Dewa pengetahuan dan Dewa Lou Yi sudah berlari cukup jauh.
"bagaimana mereka sudah berada sejauh itu?" guman Kaisar Langit menghela nafasnya, dan kembali memperhatikan ikan-ikan itu.
di pulau keseimbangan.
seperti ucapan jendral Yuan Zhou, Ratu Xhin Ye begitu terpukul dan rapuh, tapi mencoba untuk terlihat tegar, dengan mengenakan pakaian penguasa nya yang indah.
Dewa Wang Riu seperti mendapat kesempatan untuk selalu berduaan bersama Ratu Xhin Ye, pagi itu Dewa Wang Riu menemui wanita cantik itu halaman istana megah nya.
"aku sudah mendengar kejadian itu, sangat di sayangkan aku tidak berada di tempat ini, Ye'er... maafkan aku, seharusnya aku menyelamatkan Putera mu itu," ucap Dewa Wang Riu.
Ratu Xhin Ye menggeleng,
"entahlah, melihat kemampuan Dewa itu, seperti nya dia lawan yang begitu kuat," ucap Ratu Xhin Ye.
"tenanglah.... aku akan membantu mu dengan sekuat tenaga, jika perlu jiwaku aku korbankan demi mu Dewi terataiku," ucap Wang Riu dan memegang jemari kurus Ratu Xhin Ye.
__ADS_1
"Dewi terataiku? kau selalu memanggil ku dengan sebutan itu saat dahulu, jangan berlebihan Dewa Wang Riu kita tidak muda lagi," ucap Ratu Xhin Ye.
"maafkan aku mengganggu kalian, bisakah aku bicara dengan kakak Xhin untuk sebentar saja," ucap seorang wanita dengan nada begitu dingin.
seorang wanita yang tidak kalah cantik dari Ratu Xhin Ye, yang juga sama-sama memiliki bokong yang begitu membulat dan menonjol kebelakang.
ilustrasi Yun Li Wei.
Ratu Xhin Ye dengan cepat menarik jemari yang di genggam oleh Dewa Wang Riu, dan pria itu pun membungkuk sopan ke arah wanita yang baru datang itu
"tentu saja nyonya, baiklah aku akan pergi, nanti jika ada kabar tentang putera mu aku akan memberitahu mu secepatnya," ucap Wang Riu, matanya untuk sesaat menatap kearah wanita yang terlihat begitu kesal.
dan meninggalkan kedua wanita tercantik di zaman mereka masing-masing.
"adik Yun ada apa?" tanya Ratu Xhin Ye.
"seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kalian berpegangan tangan, padahal putera mu belum ada kabar nya," ucap Yun Li Wei.
"untuk putera ku, aku yakin dia tidak apa-apa saat ini, penculik itu akan datang dan meminta imbalan nya, tapi tentang Dewa Wang Riu, adik Yun tolong mengerti lah posisi ku," ucap Ratu Xhin Ye tampak wajahnya begitu kelelahan karena tekanan.
wajah Yun Li Wei berubah drastis, mulai merasa kasihan dengan madu nya itu.
"kakak Xhin aku mengerti, jika saja dia bukan dari masa lalu mu aku tidak akan memaafkan nya karena telah menggenggam jemari mu, baiklah aku tidak akan mencampuri urusan mu lagi, ambil lah keputusan, aku yakin suami kita akan mengerti, dia tidak akan bersedia bersama wanita yang hatinya memikirkan pria lain," ucap Yun Li Wei dan memegang jemari Ratu Xhin Ye dengan kedua tangan nya.
Ratu Xhin Ye tersenyum hangat,
"terimakasih adik Yun, kau benar meski dia berhasil mengalahkan Dewa Wang Riu demi mempertahankan aku sebagai istri nya, tetapi jika hatiku memilih Dewa itu, suami kita pasti tidak akan pernah melihat ku lagi, berikan aku sedikit waktu agar hatiku tidak bimbang lagi," ucap Ratu Xhin Ye.
Yun Li Wei menganggukkan kepalanya,
"jikapun saat waktu nya tiba kau memilih Dewa itu, aku selalu berharap kau akan bahagia bersama nya kakak, dan untuk masalah putera mu kami semua disini akan menjaganya seperti putera kami sendiri, jadi fokus lah pada hatimu saat ini," ucap Yun Li Wei.
__ADS_1
"aku tidak akan meragukan kalian untuk menjaga putera ku jika aku tinggalkan, aku bahkan lebih mempercayai kalian dari pada suami kita yang selalu datang dengan istri baru," ucap Ratu Xhin Ye air matanya keluar dan kedua wanita itupun berpelukan dengan air mata terurai.