
Ratu Xhin Ye terlihat begitu marah, tubuh nya bergetar.
"apa yang kau lakukan? tubuhku tidak bisa di pegang laki-laki yang bukan suamiku, sang pengganti... kau sudah sangat tahu tentang itu," ucap Ratu Xhin Ye berdiri tegak, menatap marah ke arah sang pengganti.
sang pengganti berlutut,
"maafkan aku, tadi saat mendengar anda sakit, aku tidak dapat berpikir jernih, tolong hukum aku penguasa," ucap sang pengganti dengan wajah serius.
"kali ini aku maafkan, jangan pernah melewati batasan mu lagi," ucap Ratu Xhin Ye dan melangkah cepat memasuki gerbang istana nya.
malam itu Ratu Xhin Ye tidak dapat memejamkan matanya, pikiran nya begitu kacau, dan tidak dapat memfokuskan pikiran nya, sesekali bayangan jemari panjang mendekap pinggang dan perut nya melintas di benak nya.
"yaahhh Dewa... kenapa aku selalu memikirkan nya?" ucap Ratu Xhin Ye menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
****
di sebuah ruang belajar di kediaman Penyihir Agung, ruangan itu tampak terlalu gelap untuk di sebut ruang belajar karena hanya di terangi beberapa lentera saja.
"selidiki semua tentang pemuda itu, dan jangan ada sampai terlewatkan," ucap Penyihir Agung menatap seorang pria bercadar hitam.
"baik tuan... akan aku laksanakan," ucap pria bercadar hitam itu dan keluar dari ruangan belajar Penyihir Agung.
Penyihir Agung melambaikan tangan nya dan sebuah kitab yang bersampul tebal tercabut dari rak buku di belakang nya.
kitab itu melayang, dan mendarat di meja di hadapan Penyihir Agung.
Penyihir Agung mulai membuka kitab itu tampak sebuah gambar berbentuk simbol kuno, dan beberapa huruf-huruf suci memenuhi simbol kuno itu, di halaman pertama kitab itu, wajah nya sedikit bersemangat menatap gambar itu, dan jari-jari panjang nya mengelus gambar itu.
****
beberapa hari sudah berlalu, pria bercadar hitam itu sudah berada di kediaman Yu Jin tua, dan pria bercadar hitam itu menghilang, saat penjaga pulau Xiang Sun terlihat memasuki kediaman Yu Jin tua, bersama beberapa pengawal dan pelayan dari suku Fiji.
Yu Jin tua menghampiri Xiang Sun, dengan sedikit berlari dan senyum lebar nya.
"jangan menoleh dan juga jangan bicara satu kata pun Yu Jin," ucap Xiang Sun dengan wajah serius nya, membuat senyum nya menghilang dengan seketika berganti dengan wajah tegang.
__ADS_1
keduanya masuk, Xiang Sun membuat segel agar tidak ada suara yang bisa di dengar dari luar.
"dengarkan saja, aku datang atas perintah penguasa, saat ini kau belum bisa masuk istana karena kediaman baru mu di istana baru di bangun, dan istri mu yang sedang mengandung jangan sampai ada yang tahu, jika itu terdengar oleh orang lain maka kau akan mati hari itu juga," ucap Xiang Sun.
Yu Jin tua menelan ludah nya, kepalanya mengangguk sebagai isyarat menyetujui semua ucapan Xiang Sun.
"baiklah.... kau terutama istrimu sama sekali tidak boleh keluar dari pagar rumah mu, demi janggut naga... berjanji lah kau untuk melakukan nya, ini untuk penguasa kita," ucap Xiang Sun.
"a-aku berjanji," ucap Yu Jin tua dengan suara bergetar.
Xiang Sun mengangguk,
"baiklah teman lama, sekarang aku akan ke istana, semua kebutuhan mu mulai saat ini akan di penuhi oleh 25 pelayan terbaik dari suku Fiji, dan 15 penjaga dengan kualitas singa setiap hari nya, aku akan berkunjung lagi, jaga diri kalian, ingat lah kau sedang di awasi selalu bersikap seolah-olah kau tidak mengetahui nya." ucap Xiang Sun dan membuka segel nya tadi, dan meninggalkan kediaman Yu Jin tua.
*****
pagi itu Xiao Zhou bersiap bekerja, terlihat Ratu Xhin Ye sedang duduk dan seorang pejabat senior sedang bicara, dan sesekali mengangguk, dan tidak lama pejabat itu pun pergi.
Ratu Xhin Ye tersenyum ke arah Xiao Zhou, sambil menarik nafas dalam-dalam, seperti menenangkan suatu permainan.
"kali ini kau akan kecewa bocah bodoh, kau tidak akan bisa bertemu teman gadis mu itu lagi," batin Ratu Xhin Ye sambil terus tersenyum membuat Xiao Zhou mengerutkan keningnya.
Xiao Zhou tersenyum tipis, dan terlihat senang, membuat alis Ratu Xhin Ye sedikit terangkat,
"apa ini? bocah itu seperti tidak peduli jika tidak bertemu nona Huan, apa benar mereka berdua hanya berteman?" batin Ratu Xhin Ye.
"terimakasih nyonya, hari ini aku akan berlatih," ucap Xiao Zhou tenang, dan meninggalkan tempat itu
mata Xiao Zhou menangkap seikat bunga dan sebuah kotak kayu yang indah di samping nya, di meja makan di hadapan Ratu Xhin Ye.
"hemmm apa ini?... seperti nya seseorang sedang mengirim hadiah cantik untuk mu nyonya," ucap Xiao Zhou, masih tersenyum dan duduk di meja makan.
Ratu Xhin Ye menatap bunga itu dan ikut tersenyum,
"aku begitu menyukai bunga tulip darah ini, sang pengganti memberikan ku dan juga obat, sebagai permintaan maafnya, dia begitu pintar memperlakukan wanita, sekarang orang itu sedang menunggu ku di depan,": ucap Ratu Xhin Ye.
__ADS_1
"hemmm.... nyonya Xhin kau terlihat senang, apa kalian berdua memiliki perasaan?" tanya Xiao Zhou menggoda.
"kenapa kau menanyakan itu? tunggu dulu, jangan katakan jika kau cemburu? hihihi.... " tanya Ratu Xhin Ye, seperti berharap agar pria itu cemburu.
"sang pengganti hanya meminta maaf tentang kejadian malam itu, dan dia hanya ingin bersikap baik padaku," ucap Ratu Xhin Ye, menatap mata Xiao Zhou sambil tersenyum.
Xiao Zhou mengangguk,
"baiklah nyonya, hari ini aku akan ke kediaman paman Xiang Sun, dan mengembalikan kitab milik nya, semoga hari kalian menyenangkan," ucap Xiao Zhou, yang sudah bersiap meninggalkan pulau itu beberapa hari lagi.
*****
pengumuman tentang bintang besar Bing Ju begitu cepat tersebar, ini membuat penduduk pulau itu begitu bersemangat, karena selama ini mereka tidak pernah ada perubahan dalam keseharian mereka.
Mereka sangat ingin melihat dunia luar, tapi tidak ada yang mampu untuk menemukan cara nya, mereka seperti sudah putus asa, dan menjalani hidup seperti itu terus.
Dan kali ini terasa sedikit berbeda, perubahan sudah terjadi, penguasa mereka kini memiliki suami, ini sudah menjadi perubahan yang besar, dan adanya tentang berita bintang besar muncul, membuat semangat mereka hidup kembali.
para pejabat ritual sudah menyiapkan semua nya, pada bulan penuh beberapa hari lagi adalah tepat muncul nya bintang besar Bing Ju, dan malam itu penguasa mereka akan melakukan ritual penyambung keturunan dengan suami nya.
kepala pejabat militer telah mengumumkan, bahwa keamanan akan di perketat dua kali lipat, dan melepaskan naga Xiang Sun sebagai pelindung.
"penjaga pulau apa kau sudah mendengar perintah penguasa, kami semua di perintahkan melakukan yang terbaik, jadi apa yang kau tunggu," ucap pejabat militer baru itu dengan sedikit sombong.
"hemmm... dasar pejabat baru, bukan kah ini sedikit berlebihan." batin Xiang Sun sedikit kesal sambil menggelengkan kepalanya.
"baiklah pejabat militer, berapa lama aku harus melakukan nya?" tanya Xiang Sun, yang tidak ingin berdebat dengan pejabat baru yang ingin mencari muka.
"kali ini hanya sepuluh hari," ucap pejabat militer itu angkuh.
"baiklah pejabat, aku akan tertidur sepuluh hari," ucap Xiang Sun, dan melompat ke udara, tubuh Xiang Sun kini berubah menjadi naga dan semakin membesar dan memanjang.
Tubuh nya mulai melilit pulau itu, dan berulang-ulang, dan mengikuti bentuk dari segel itu dan pulau itu kini tertutup sepenuhnya oleh tubuh naga Xiang Sun, pulau tingkat ke dua pun menjadi gelap.
praaakkkkk...
__ADS_1
praaakkkkk....
tubuh Xiang Sun kini mulai berubah menjadi transparan, dan cahaya kembali masuk ke pulau tingkat ke dua itu, membuat nya terang seperti sediakala.