
Xiao Zhou terbangun dan melihat sekeliling, keringat keluar dari sekujur tubuhnya, dadanya terasa sesak.
terlihat Li Mei yin masih tertidur lelap di bawah selimut hangat, nafasnya terdengar teratur, Xiao Zhou mengelus lembut wajah Dewi cantik itu, dan beranjak dari tempat tidur nya.
" kenapa mimpi itu terasa begitu nyata?" batin Xiao Zhou dan duduk di balkon kamarnya
" apa kau sudah melihat nya?" tanya suara yang ada di kepala Xiao Zhou
Xiao Zhou mengenal sekali suara sedikit serak itu
" katakan padaku iblis tua, apa yang terjadi?, apakah itu masa depan ku?" ucap Xiao Zhou
" hahaha.... tenanglah aku dan mou lu tidak mempunyai kemampuan meramal masa depan, kemampuan meramal seperti itu tidak bisa dipelajari, itu adalah kemampuan bawaan dari lahir, walaupun kami bisa mempelajari nya, tapi hasil tidak akan sepenuhnya tepat" ucap Zhen lu
Xiao Zhou mengeluarkankan guci kesayangan nya dan meneguk isi nya,
" apakah yang aku lihat tadi hanya mimpi belaka?" tanya Xiao Zhou
" aku juga berharap itu cuma mimpi, tapi sayangnya itu bukan mimpi biasa, itu adalah bayangan dari masa depan mu" ucap Zhen lu
" bayangan masa depan???" tanya Xiao Zhou tatapan matanya terlihat masih kosong.
"iya.... aku dan mou lu bisa melihat bayangan seperti itu, bayangan itu bisa berubah setiap saat tergantung usaha kita untuk merubah nya, berbeda dengan ramalan suci sekuat apapun kita berusaha, takdir itu akan tetap terjadi," ucap Zhen lu
Xiao Zhou menganggukan kepala nya, langit mulai terlihat membiru beberapa orang sudah terlihat mulai sibuk, terutama para dayang istana yang keluar masuk istana.
Xiao Zhou bisa melihat nya dari atas balkon kamarnya.
" apa kakek mengenal orang yang aku lihat dalam mimpi ku tadi?" tanya Xiao Zhou
" iya aku sangat mengenal nya, bahkan aku pernah melihat wajah di belakang topeng itu, kau ingat yang aku katakan beberapa hari lalu, tentang binatang iblis?? mahluk itulah yang aku maksud, seperti nya saudara ku sudah bisa menjinakkan makhluk itu dan membawanya ke bumi" ucap Zhen lu
kening Xiao Zhou sedikit berkerut
" ke bumi?? bagaimana kita menghentikan nya?"
" hahaha... bocah bodoh... apa kau sekarang sudah menjadi dewa kebaikan?? apa kau pikir bumi ini tanggung jawab mu?? " suara Zhen lu seperti mencemooh
Xiao Zhou mengangguk, terlihat senyum di bibirnya
" maafkan aku kakek iblis, kau benar... aku hanya seperti debu di bumi ini, banyak dewa yang akan menjaga keseimbangan bumi ini, jadi aku akan menjaga apa yang menjadi tanggung jawab ku saja" ucap Xiao Zhou dan meneguk isi guci nya dan melangkah keluar kamar nya.
.....
.....
__ADS_1
pagi itu Xiao Zhou dan Li Mei yin sedang sarapan di taman belakang, dan beberapa saat Yun Li Wei mendekati mereka, dan melempar pakaian ke arah Xiao Zhou.
Xiao Zhou dan Li Mei yin saling bertatapan dan keduanya menatap kearah Yun Li Wei seperti sedang bertanya
" pakailah pakaian itu, dan hari ini kau ikut dengan ku bocah" ucap Yun Li Wei dan bergabung sarapan, Li Mei yin hanya mengangguk dan tersenyum saja.
.....
hari itu kota danau biru begitu ramai, panggung besar telah di gelar di atas danau itu, panggung itu sudah beberapa hari di buat dan di peruntukan menggelar pertunjukan seni, dan juga pertarungan persahabatan, para kultivator muda.
para bangsawan hampir dari seluruh kekaisaran Wang datang ke kota itu, dan para tuan muda di temani oleh pasangan mereka masing-masing, terlihat begitu banyak wanita cantik dari kekaisaran itu yang sengaja di bawa oleh para bangsawan muda itu, dan mereka saling bersaing menunjukkan keunggulan dari wanita-wanita cantik mereka
tapi semuanya tidak berlangsung lama, saat semua mata tak berkedip menatap kearah Yun Li Wei, walaupun masih menggunakan topeng tapi tubuh matang nya begitu sempurna, pakaian sopan yang membalut tubuh itu tidak dapat menyembunyikan keindahan didalam nya, terutama di bagian bokong yang begitu ketat.
gunung yang indah, bokong yang membulat, dan menonjol kebelakang serta kaki panjang nya mampu meredupkan semua wanita yang jauh lebih muda dari nya di tempat itu.
para bangsawan muda itu begitu terbius akan kecantikan Yun Li Wei, dan banyak wanita cantik terlihat merunduk, menyadari tidak akan bisa menyaingi keindahan di hadapan mereka.
Yun Li Wei melangkah ke arah seorang remaja yang duduk di salah satu banku di sekitar panggung besar itu, dan duduk di sebelah remaja tampan itu, keduanya terlihat berbincang dan saling tersenyum penuh arti dan juga penuh kebahagiaan.
musik sudah mulai di mainkan, dan mengalunkan suara merdu, dan sampai tiba-tiba seorang tetua terbang dan mendarat di atas panggung itu.
" selamat datang di kota huangdong, namaku Huang Bai adalah tetua kota ini, hari ini akan ada pertarungan persahabatan, siapa saja boleh ikut berpartisipasi, aturan nya hanya satu tidak boleh membunuh, dan tidak boleh menyerang jika lawan sudah menyerah" ucap Huang Bai.
" bagaimana kalau kau ikut bertarung??" ucap Yun Li Wei
Xiao Zhou hanya menggeleng, bibirnya penuh dengan makanan ringan,
"tidak, aku masih makan nyonya"
"plakkkk,, kau panggil aku apa?" ucap Yun Li Wei matanya melebar dan memukul kepala Xiao Zhou dengan kesal.
" haha... maafkan aku, baiklah aku akan ikut, tapi apa kau akan memberikan aku hadiah?" tanya Xiao Zhou balik bertanya
Yun Li Wei membulatkan matanya, dan menatap mata Xiao Zhou kanan dan kiri bergantian, dan tersenyum
" baiklah bocah nakal, apa yang kau inginkan dariku?" tanya Yun Li Wei tersenyum dan membusungkan dada seakan benda itu ingin meloncat ke wajah Xiao Zhou
"glekkk" suara ludah tertelan terdengar dari bibir Xiao Zhou
" Wei'er kenapa kau begitu nakal? ucap Xiao Zhou
" hihi... tolong katakan lagi, selama hidup tidak ada yang memanggil ku dengan sebutan tadi, aku begitu senang, dan untuk mu aku bisa lakukan apa saja" bisik Yun Li Wei di telinga Xiao Zhou, hatinya begitu bahagia di panggil dengan panggilan baru oleh Xiao Zhou
Xiao Zhou hanya tersenyum
__ADS_1
" tunggu lah disini Wei'er, dan bersiaplah memberikan hadiahmu" ucap Xiao Zhou
"tentu saja... aku sudah siap, pergilah dan menangkan aku" guman Yun Li Wei sambil menggigit bibir bawahnya
"aahhhh.... aku generasi yang berada di bawah kaisar langit, kini telah menjadi gadis belasan tahun di hadapan mu bocah" batin Yun Li Wei tidak percaya dan menutup topeng nya dengan kedua tangan nya.
Xiao Zhou kini terbang dan mendarat di atas panggung, seperti biasa setiap di luar rumah tingkat kultivasi nya, di sembunyikan dan disesuaikan dengan usia nya yang terlihat cuma 17 tahun.
seorang pendekar muda bertubuh kekar yang berada di ranah pendekar ahli tingkat 5 menjadi lawan xiao Zhou, dan mereka mulai bertarung, dan tidak begitu lama pemuda kekar itu terlempar keluar panggung.
Xiao Zhou memenangkan pertarungan itu dengan mudah, dan tidak lama seorang pemuda berwajah dingin terbang dan mendarat di hadapan Xiao Zhou, pemuda itu berusia sekitar 25 tahun dan memiliki tingkat kultivasi di ranah pendekar legenda tingkat awal.
" dengan usia semuda dirimu sudah di ranah pendekar raja tingkat 2, tentunya kau cukup hebat" ucap pemuda itu
mata Xiao Zhou tidak menatap ke pemuda yang menjadi lawanya itu, tetapi kearah Yun Li Wei, terlihat Yun Li Wei sedang tersenyum ke arah Xiao Zhou.
pemuda berwajah dingin itu sangat kesal, karena ucapan nya di abaikan oleh Xiao Zhou
" apa wanita cantik itu kakak mu?" tanya pemuda itu lagi, yang kini mata nya hampir tidak berkedip kearah Yun Li Wei.
dan suhu udara tiba-tiba turun di tempat itu, mata Xiao Zhou menemukan seorang yang menggunakan caping, yang mengeluarkan hawa dingin tersebut
" aku mengenal hawa dingin ini" batin Xiao Zhou dan mengeluarkan pedang panjang nya dan menyelipkan di pinggangnya
"oohhh... ternyata kau mulai serius bocah, tapi seberapa besar pun usaha mu kau tidak akan bisa menang melawan ku yang berada di ranah pendekar legenda" ucap pemuda berwajah dingin itu, seperti tidak menyadari perubahan suhu di sekitar nya
"baiklah kakak... cukup bicara nya kita mulai saja" ucap Xiao Zhou dan mulai menarik pedang kematian nya
dan keduanya mulai bertarung, terlihat pemuda itu ingin mendominasi pertarungan itu, dan ingin mempermalukan Xiao Zhou di atas panggung, tapi usaha nya sia-sia karena justru pemuda itu sedikit kesulitan dengan serangan yang dikeluarkan Xiao Zhou, walaupun hanya sesekali saja.
bola mata Xiao Zhou, terus menatap langkah orang yang menggunakan caping yang menuju ke tempat Yun Li Wei duduk.
bammmm.... telapak tangan keduanya beradu dan Xiao Zhou terlempar keluar panggung,
" aku menyerah" ucap nya dan melangkah kearah Yun Li Wei... semua orang bertepuk tangan dan berteriak menyambut kemenangan pemuda itu.
"pemuda itu begitu tampan tapi kultivasi nya sangat lemah, hahahaha" ucap penonton dan beberapa orang lagi mencemooh nya.
Xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya mendengar cemoohan dari banyak penonton, Yun Li Wei tersenyum dan memeluk remaja itu.
" hihi... sayang sekali kau kalah bocah" sambut Yun Li Wei sambil mengacak acak rambut Xiao Zhou yang sedikit panjang, dan mereka duduk lagi berdampingan
" Wei'er.... bagaimana dengan hadiah nya? tanya Xiao Zhou berpura-pura kesal
" hemmm... seperti malam ini aku akan tidur sendirian lagi" guman Yun Li Wei pelan
__ADS_1