
di pulau keseimbangan.
Xiao Zhou tertidur dan mulai bermimpi saat terakhir nya di alam Qing Sui.
sudah tak terhitung beberapa kali bibir nya mengeluarkan darah, dan sebelum mata nya tertutup terlihat bayangan makhluk yang mengikuti mereka keluar dari gerbang itu, dengan sisa kesadaran nya Xiao Zhou menebaskan pedang semesta ke arah mahluk itu, dan hanya itu yang menjadi ingatan terakhir nya.
****
di kediaman puteri Yun Qixuan, seorang wanita cantik dengan tubuh yang sangat terawat, sedang berbaring menatap langit gelap yang mulai membiru, dan terdengar beberapa dayang istana mulai sibuk di membersihkan kediaman nya.
"apa apa dengan penguasa ke 15? sikap nya begitu dingin padaku, sangat berbeda dari yang aku ingat dulu, pemuda itu mengendong ku saat aku di tubuh pelayan ku, aahhh ini sangat memusingkan, apa dia begitu membenci ku atas penolakan ku dulu? sebaiknya aku meminta maaf kepada nya" batin Yun Qixuan.
pagi itu Yun Qixuan, berbincang dengan Puteri Ming Mei, kedua nya tampak begitu akrab,
"kakak Ming, bisakah kau membantu ku?" ucap Puteri Yun Qixuan.
Puteri Ming Mei hanya mengangguk dan tersenyum, dan sore hari nya kedua nya di bantu beberapa pelayan sedang sibuk memasak di rumah kediaman Puteri Yun Qixuan.
rumah itu di siapkan untuk para tamu keluarga istana, letak nya hampir menempel dengan istana ke 15, dengan bangunan indah dan tidak terlalu besar, lengkap dengan dapur dan taman yang asri.
"hihi... adik Yun kau sangat pintar memasak," ucap Puteri Ming Mei.
"kakak Ming terlalu memuji, apa benar suami kakak menyukai ikan kuah ini" tanya Puteri Yun Qixuan.
"iya, Zhou'er sangat menyukai nya," ucap Puteri Ming Mei
"hihi... aku harap dengan makanan ini bocah itu tidak marah lagi padaku" ucap Yun Qixuan.
"semoga saja adik Yun, baiklah... hari sudah mulai malam kakak pergi dulu, semoga kau beruntung" ucap Puteri Ming Mei dan meninggalkan kediaman Puteri Yun Qixuan.
Xiao Zhou duduk di meja makan di kediaman puteri Yun Qixuan,
"katakan apa maksud mu dengan semua ini?" tanya Xiao Zhou
"aku hanya ingin meminta maaf atas penolakan ku dulu" ucap Yun Qixuan.
"baiklah tuan Puteri, aku bukan orang yang suka mempermasalahkan hal-hal kecil seperti itu, bahkan aku sudah lama melupakan nya, jadi tidak perlu seperti ini" ucap Xiao Zhou dingin.
"hihi... aku senang jika kau tidak marah lagi, bagaimana jika aku meminta ayah untuk memikirkan kembali tentang perjodohan kita" ucap Yun Qixuan.
"blarrrrrrrr...." pukulan keras Xiao Zhou menghancurkan meja, dan membuat makanan di atas nya berantakan.
"bocah tengik apa yang sudah kau lakukan, apa kau tahu aku sudah membuat nya begitu lama" teriak Puteri Yun Qixuan.
"berhentilah seperti anak kecil, tuan Puteri seharusnya mengikuti apa yang sudah di perintahkan oleh Kaisar Langit tentang pembatalan perjodohan kita" ucap Xiao Zhou
Puteri Yun Qixuan mendekat ke arah Xiao Zhou,
__ADS_1
"katakan.... apa kau tidak menyukai ku?" tanya Yun Qixuan.
"tidakkkk.... aku sama sekali tidak menyukai mu, dan juga tingkah kekanakan mu itu" ucap Xiao Zhou
plaakkkkkk.....
sebuah tamparan keras di wajah Xiao Zhou,
"cukup.... aku rasa ini sudah cukup keluar dari tempat ku" teriak Puteri Yun Qixuan marah.
Xiao Zhou mengangguk, dan keluar dari ruangan itu, terlihat senyum di ujung bibir nya, dan keluar dari ruangan itu.
"bukankah itu sudah berlebihan?" ucap suara wanita di belakang Xiao Zhou.
Xiao Zhou menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke arah suara itu.
"kau tahu betul mengapa aku melakukan nya Mei'er" ucap Xiao Zhou.
"aku tidak tahu, tapi kau benar-benar berbeda" ucap Puteri Ming Mei.
"maafkan aku Mei'er, aku hanya ingin tuan Puteri Yun Qixuan membenciku, jika perjodohan ini di teruskan Kaisar Langit akan kecewa jika suatu saat meminta bantuan pada menantu nya yang bahkan tidak bisa berkultivasi lagi," ucap Xiao Zhou.
"suami apa kau yakin jika Kaisar Langit membutuhkan bantuan dari mu?" ucap Puteri Ming Mei
"walaupun tampak aku seperti melebih-lebihkan, tapi perjodohan diplomatik seperti ini harus memberikan ke untungkan kepada kedua belah pihak, apa kau pikir Kaisar Langit menikahkan putri kesayangannya dengan ku karena menyukai aku? atau karena orang tuaku adalah Dewa kuat? tidak Mei'er.... aku tidak bisa memberikan bantuan apapun kepada mertua ku kelak" ucap Xiao Zhou.
malam itu Yun Qixuan tidak dapat memejamkan matanya,
"Xiao Zhou aku sangat membenci mu, lihat saja aku akan mengganggu hidup mu selamanya, kau tidak akan pernah tenang" guman Yun Qixuan
sudah beberapa hari, belum ada pesan dari Kaisar Langit untuk Yun Qixuan kembali ke istana nya di alam Langit, hubungan Xiao Zhou dan Yun Qixuan semakin dingin, dan sudah tidak mempedulikan satu sama lain lagi.
wanita cantik itu pun sering menemani Puteri Yun Qixuan, dan Xiao Zhou menarik tangan Puteri Yun Qixuan dan membawa nya ke tempat yang sedikit sepi, saat Puteri Yun Qixuan berjalan-jalan di kota kecil di pulau keseimbangan.
"tuan Puteri, sebaiknya kau menjauhi wanita itu" ucap Xiao Zhou.
"apa ini? kenapa?? kenapa aku harus menjauhi wanita itu? apakah wanita itu adalah teman wanita yang sudah kau campakkan?" tanya Puteri Yun Qixuan dengan senyum tipis.
"hemm... itu tidak penting, tapi wanita itu berbahaya" ucap Xiao Zhou.
"ada apa dengan mu penguasa ke 15, sekarang kau seperti peduli dengan ku? tidak... berhentilah bertingkah seperti kau mengetahui apa yang baik dan buruk untuk ku" ucap Puteri Yun Qixuan.
Xiao Zhou menyunggingkan bibirnya,
"kau benar, baiklah maafkan aku, aku tidak akan melakukan nya lagi" ucap Xiao Zhou dan melangkah meninggalkan Puteri Yun Qixuan, yang masih terlihat kesal.
"seperti nya rencana mu berjalan lancar suami" ucap Yun Li Wei saat melihat kejadian itu.
__ADS_1
"haciiiuuu.... bau ini lagi, Dewa batu kemarilah" ucap Xiao Zhou dan tiba-tiba saja seorang tinggi besar sudah berdiri di samping Xiao Zhou di atas menara di istana nya.
"kakak zhou kau memanggilku" ucap Dewa Yang Dong dengan suara berat nya.
"kau seorang Dewa, kau tidak perlu memanggil ku kakak" ucap Xiao Zhou.
"tidak kakak Zhou, setelah apa yang kau berikan padaku ini, aku tidak akan mampu membayar semua ini bahkan dengan nyawaku sekalipun, aku sudah melepas gelar Dewa ku, kau boleh memanggil ku dengan panggilan Gou dong, itu adalah nama kecil ku dulu" ucap Dewa Yang Dong
"hemmm... iya, kau awasi tuan Puteri Yun Qixuan, apapun yang terjadi jangan sampai tuan Puteri keluar dari gerbang pulau ini" ucap Xiao Zhou.
"baik kakak Zhou, apa aku harus menyamar?" tanya Dewa Yang Dong.
"seperti nya akan sulit untuk mu menyamar, dengan tubuh sebesar itu" ucap Xiao Zhou dan meninggalkan menara di temani Yun Li Wei yang memeluk lengan panjang Xiao Zhou dengan begitu manja.
malam itu keduanya sedang menikmati ranjang mewah dengan di kelilingi oleh kain transparan yang indah.
"aahhhh..... suami, kau benar-benar luar biasa, ini membuat ku gila, miliku begitu penuh, hanya sedikit gerakan saja akan membuat seluruh tubuh ku begitu nikmat, bisakah kau melakukan nya dari belakang" ucap Yun Li Wei, yang hanya menggunakan pakaian tidur sangat pendek, dan terbuka pada bagian atas nya.
"aku juga" ucap Xiao Zhou tangan nya mengelus punggung mulus dan kurus milik Yun Li Wei.
"Wei'er, punggung mu ada bekas luka nya?" tanya Xiao Zhou.
"emmmsss... Iyah... itu adalah tanda lahir ku, aahhhsss.... aku akan lagi suami" teriak Yun Li Wei wajahnya mendongak keatas, dengan bibir terbuka, dan mengejang untuk kesekian kalinya, dan kini matras mereka sudah benar-benar basah di beberapa bagian, karena air seni, dan cairan nikmat dari Yun Li Wei.
****
suatu pagi Dewa Lou yi datang dan berdiri di aula utama istana ke 15, dan beberapa peti sudah di keluarkan oleh nya dan berjejer di aula itu.
penguasa ke 15 terima lah pesan dari Kaisar Langit ucap Dewa Lou yi, Xiao Zhou maju ke depan dan berlutut di hadapan Dewa Lou yi di ikuti oleh semua pejabat nya.
Dewa Lou yi mengeluarkan gulungan dari balik lengan jubah nya, gulungan yang sama dengan yang waktu itu, Dewa Lou yi berdeham dan mulai membacanya, sampai tiba-tiba seorang wanita masuk dan mengambil gulungan itu dari tangan nya.
"biarkan aku yang membacakan nya" ucap wanita itu dengan wajah begitu tenang.
"tuan Puteri anda? suara Dewa Lou yi terputus saat melihat mata wanita itu melebar kearah nya.
"ahhh... baiklah silahkan di teruskan tuan Puteri" ucap Dewa Lou yi dan perlahan mundur.
Puteri Yun Qixuan menatap Xiao Zhou penuh kemenangan, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Xiao Zhou yang masih tanpa ekspresi.
"bocah bodoh, terimalah penderitaan mu, setelah ini aku akan menghukum mu" bisik Yun Qixuan.
Xiao Zhou mengangguk dengan wajah tenang.
"dengan senang hati aku akan menerima hukuman dari mu, dan aku sudah sangat siap" bisik Xiao Zhou.
"penguasa ke 15 dengarkan baik-baik," ucap Puteri Yun Qixuan.
__ADS_1