Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
nyanyian kematian Hua Ming


__ADS_3

flashback.


"a-apa ini?? katakan apa yang sedang terjadi?" ucap Yun Li Wei, air matanya menetes tidak dapat di bendung nya.


"tenanglah Wei'er, aku datang untuk mu, apa boleh aku membuka penutup wajah mempelai wanita ini?" ucap pria di depan Yun Li Wei.


"tentu saja suami bodohku, tidak ada orang yang lebih berhak lagi selain dari mu," ucap Yun Li Wei sambil terisak, suaranya terdengar masih parau dan masih menunduk.


pria itu membuka kain penutup wajah Yun Li Wei, tampak wajah nya begitu cantik, walaupun tanpa dandanan karena Yun Li Wei tidak mau di dandani, bibir merah darah nya terlihat sedikit tersenyum, perlahan mata nya menatap keatas, dan menatap wajah Xiao Zhou dengan seksama.


"kau jangan menatapku terlalu lama, aku belum berdandan" ucap Yun Li Wei malu.


Wang Jia Li mendekati suaminya long Fei,


"kau sudah melakukan tindakan yang benar kali ini suamiku, aku mencintaimu" ucap Wang Jia Li, Yun Li Wei dan Xiao Zhou menatap pasangan di samping mereka.


"tidak istriku, kaulah yang menyadarkan aku, akan kekeliruan ku selama ini, dan ibu maafkan aku selama ini aku sedikit keras kepala" ucap Long Fei menatap ibunya.


"sedikit?? kau sangat keras kepala anakku, tapi kali ini kau sudah membayar karena telah membawa bocah ini padaku, aku akan memaafkan mu" ucap Yun Li Wei dan kembali menatap Xiao Zhou sambil tersenyum.


"nah, seperti nya kalian ingin bicara berdua saja, dan kau bocah jagalah ibuku baik-baik jika setetes saja air mata keluar dari ibuku karena mu, aku akan mencincang mu, apa kau mengerti" ucap Long Fei mendekati Xiao Zhou, dan menatap nya tajam.


"aku mengerti, itu seperti nya restu terbaik yang pernah ku dengar" ucap Xiao Zhou.


"sudahlah Fei'er, kau jangan terlalu keras pada calon ayah tiri mu ini" ucap Yun Li Wei mengolok-olok long Fei


"ibu... aku sudah tua, jangan memanggilku seperti itu lagi" ucap Long Fei yang menarik Wang Jia Li untuk keluar dari tempat itu.


"sekarang aku harus memanggil mu apa adik kecil, ayah tiri apa ayah mertua?" goda Wang Jia Li sambil mengacak-acak rambut Xiao Zhou.


"menantu sebaiknya kau dan suami mu keluar, aku ingin bicara dengan pria muda ini" ucap Yun Li Wei sambil tersenyum indah.


"baiklah ibu mertua aku pergi, ayah mertua jaga ibu baik-baik" ucap Wang Jia Li tersenyum lebar.


"ibu aku pergi dulu, aku akan mengurus para cecunguk itu dulu" ucap Long Fei.


"apa aku boleh membantu mu?" tanya Xiao Zhou.


" tidak perlu, aku bisa menghajar mereka semua" ucap Long Fei meninggalkan ruangan tidur Yun Li Wei.


"Wei'er, apa tidak apa-apa membiarkan long Fei mengurus mereka semua?" tanya Xiao Zhou menatap Yun Li Wei

__ADS_1


"tenanglah, teman lama ku akan membantu nya, aku yakin semasih ada orang itu, tidak akan terjadi hal buruk terhadap putraku" ucap Yun Li Wei tenang.


****


Yun Li Wei menyingkir dan memberikan tempat yang cukup untuk kedua pria itu bertarung. tidak lupa Xiao Zhou membuat segel dewa kuno di sekitar tubuh istri nya.


Hua Ming mulai menyerang Xiao Zhou dengan kekuatan penuh nya, kecepatan begitu tinggi beberapa tebasan pedang nya menghancurkan apa saja yang ada didekatnya.


" kau cukup kuat juga bocah, tapi tidak ada yang mampu menghindari kecepatan pedang ku selama ini" ucap Hua Ming dan menelan sebuah pil membuat tubuh nya menjadi lebih berotot, urat-urat di seluruh tubuh nya mulai tercetak di balik kulit nya, bahkan kini wajah Hua Ming terlihat karena urat keunguan memenuhi wajah nya.


"matilah kau bocah tengik," teriak Hua Ming kecepatan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya, tapi sayang bagi Xiao Zhou kecepatan Hua Ming masih begitu lambat baginya.


"kau begitu percaya diri dengan kecepatan seperti ini, kau harus belajar 1000 tahun lagi agar bisa mengikuti gerakan ku, kecepatan mu itu bahkan tidak dapat menyentuh pakaian ku" teriak Xiao Zhou, dan menebaskan pedangnya secara vertikal dari bawah ke atas.


sreettttsssss.....


lengan kiri Hua Ming terlepas dari tubuh Hua Ming, tanpa disadari nya karena tebasan itu begitu cepat, bahkan mata Hua Ming tidak dapat melihat gerakan Xiao Zhou itu.


aaahhhkkkk..... darah menyebur dari tubuh bagian kiri Hua Ming, yang baru menyadari jika lengan kiri nya sudah tidak ada lagi.


"kapan bocah ini menebaskan pedangnya kearah lengan ku, kemampuan nya jauh di atas ku rupanya, aku harus mencari celah melarikan diri" batin Hua Ming


Hua Ming menggigit bilah pedang nya, dan menotok bagian kiri dada nya, membuat darah yang menyembur itu berhenti.


Hua Ming menyerang secara membabi buta karena marah tetapi tidak seperti nya percuma, karena kemampuan mereka yang begitu jauh berbeda, dan mencari jalan untuk mendekati Yun Li Wei untuk menjadikan nya sandra.


Xiao Zhou mengetahui arah serangan Hua Ming yang tidak ada kearah tubuh nya, dan pergerakan nya ketempat lain,


"istriku kau jangan pernah keluar dari segel ku, pemuda ini ingin menyerang mu" ucap Xiao Zhou.


wajah Hua Ming menjadi pucat karena rencana nya di ketahui Xiao Zhou, dan mencoba menerobos segel pelindung Yun Li Wei, namun semua nya gagal, tubuh Hua Ming terlempar beberapa meter ke udara membuat nya menjadi sasaran empuk bagi Xiao Zhou.


"jurus nyanyian pedang kematian" ucap Xiao Zhou dan melesat ke udara.


slaaassshhhh.... dan kedua pemuda itu mendarat dengan berdiri saling membelakangi.


Xiao Zhou mendekati Yun Li Wei dan membuka segel dewa kuno nya,


"sebaiknya kita keluar dari tempat ini istriku" ucap Xiao Zhou.


"bagaimana dengan bajingan licik itu?" tanya Yun Li Wei dengan tatapan marah ke arah Hua Ming berdiri.

__ADS_1


Yun Li Wei tidak bisa melihat serangan Xiao Zhou karena saat ini tubuh nya hanya seperti manusia biasa.


"suara indah apa ini?? ucap Hua Ming pelan,


"kenapa suara nya semakin mengerikan" ucap nya lagi.


aaahhhkkkk... darah mulai keluar dari kepala Hua Ming, perlahan darah juga keluar dari wajah nya, dan menyembur keluar.


tubuh Hua Ming terbelah dua, darah mengenang di lantai dan tubuh Hua Ming yang tidak utuh lagi, merupakan pemandangan yang begitu menjijikkan.


"kau benar suami, kita sebaiknya keluar" ucap Yun Li Wei, dan menarik lengan panjang Xiao Zhou


"kau terlihat jauh lebih tampan dengan tubuh tinggi seperti sekarang ini suami" ucap Yun Li Wei.


"kau dan nona Wang sebaiknya masuk aku akan menyegel kamar kalian, ada beberapa orang yang ingin aku selesaikan, aku tidak ingin kalian di manfaatkan oleh orang-orang licik itu" ucap Xiao Zhou.


"baiklah suami... cepatlah banyak yang ingin aku ceritakan" ucap Yun Li Wei


setelah memastikan keamanan Wang Jia Li dan Yun Li Wei, Xiao Zhou melesat keudara keluar dari jendela istana iblis itu, dan melihat dari udara, pertarungan empat orang di halaman yang luas.


Hua Shan yang melihat posisi tidak menguntungkan mulai menyelinap dan melarikan diri.


tapi seorang remaja sudah menunggu nya di gerbang keluar istana itu.


"siapa kau nak? tidak baik seorang di tingkat pendekar ahli, menutupi jalan pendekar raja seperti ku ini, tapi tidak apa-apa aku juga sangat kesal, aku ingin membunuh seseorang lemah seperti mu saat ini, untuk menghibur kekesalan ku" ucap Hua Shan dan mengeluarkan pedang mewah dari cincin nya.


"apa kau bernama Hua Shan?" tanya Xiao Zhou pelan,


pagi itu Long Fei bertemu Xiao Zhou di depan gerbang desa, Long Fei menceritakan semuanya, bahwa Hua Ming dan Hua Shan lah yang menjadi dalang untuk menghancurkan pulau keseimbangan.


Hua Shan mulai sedikit mundur,


"ini tidak bagus, siapa pemuda ini kenapa bisa mengetahui namaku? tapi itu tidak penting karena kemampuan ku jauh di atas nya, aku akan segera membunuhnya dan kembali kekaisaran Tang" batin Hua Shan.


Xiao Zhou melangkah mendekati Hua Shan, menggelengkan kepalanya, karena kesal harus mengulang pertanyaan nya.


"aku benci ini, apa kau bernama Hua Shan?" tanya Xiao Zhou lagi


"benar aku lah Hua Shan, aku dar......i


slassshhhhh....

__ADS_1


belum selesai ucapan nya, kepala Hua Shan sudah terlepas dari tubuh nya,


"kau lambat sekali, aku hanya perlu tahu nama mu saja, dan yang lain nya tidak penting" guman Xiao Zhou mengambil pedang mewah dan cincin dari tubuh tidak bernyawa Hua Shan.


__ADS_2