Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Pengakuan Ratu Xhin Ye


__ADS_3

Ratu Xhin Ye menatap lantai kayu di bawah sesaat,


"sang pengganti aku sedikit lapar, kau bisa menunggu ku di aula agung, aku akan menemani suami ku sarapan." ucap Ratu Xhin Ye, membuat wajah sang pengganti kecewa.


"baik penguasa." ucap sang pengganti hormat.


"aahhh... itu tidak perlu istri, tuan sang pengganti jika kau tidak terburu-buru kau bisa bergabung," ucap Xiao Zhou yang tidak ingin merusak hubungan kedua orang itu, membuat Ratu Xhin Ye menyipitkan matanya.


"ada apa dengan bocah ini, dia seperti tidak cemburu sama sekali jika istri nya dekat dengan pemuda lain?" batin Ratu Xhin Ye yang sedikit kesal.


sang pengganti hanya mengangguk, dan tersenyum tampan.


Ratu Xhin Ye duduk di mejanya, Xiao Zhou sedikit mencari jarak dan duduk sedikit berjauhan, namun sang pengganti duduk dekat dengan Ratu Xhin Ye.


Ratu Xhin Ye menggelengkan kepalanya,


"penguasa.... aku membawakan hadiah untuk anda, aku harap anda mengenakan nya di hari istimewa ini," ucap Sang Pengganti sambil mengeluarkan sebuah pakaian indah berwarna merah muda, yang begitu indah.


Ratu Xhin Ye hanya mengangguk, dan menerima pakaian itu, matanya menatap Xiao Zhou yang masih sibuk makan dan sesekali menatap Ratu Xhin Ye dengan senyum.


"itu pakaian yang indah," ucap Xiao Zhou sambil mengangguk dengan bibir penuh makanan, seperti tidak terganggu sama sekali.


"aaahhh... aku terlihat seperti istri yang sangat buruk saat ini, aku merasa begitu bersalah," batin Ratu Xhin Ye , meletakkan pakaian itu, dan mulai makan dengan begitu pelan, berbeda dengan Xiao Zhou yang memasukkan makanan penuh ke bibir nya.


sang pengganti menggelengkan kepalanya menatap cara makan Xiao Zhou, dan makan dengan menjaga wibawa nya.


"tuan Yu Jin muda hari ini aku akan membawa penguasa jalan-jalan, aku harap anda tidak keberatan," ucap Sang Pengganti sengaja ingin memprovokasi keadaan, agar Xiao Zhou menunjukkan sisi pemarah nya.


terlihat wajah kesal dari Ratu Xhin Ye, yang mengetahui tujuan dari sang pengganti yang begitu licik, dan menggelengkan kepalanya beberapa saat.


"itu bagus tuan Zhou Lan, penguasa membutuhkan udara segar," ucap Xiao Zhou.


Xiao Zhou mengakhiri makan nya,


"istri, tuan Zhou Lan , aku sudah selesai, terimakasih atas semua makanan nya selama ini, aku akan mengunjungi penjaga pulau sebentar, semoga hari kalian berdua menyenangkan," ucap Xiao Zhou.


Ratu Xhin Ye yang belum sempat menelan makanan nya, menatap Xiao Zhou yang sedang berdiri dan bersiap pergi.


"tunggu!!! ada yang ingin aku bicarakan suami,"ucap Ratu Xhin Ye dan dengan cepat menarik lengan Xiao Zhou meninggalkan aula keluarga.


"apa kau akan pergi sekarang?" tanya Ratu Xhin Ye saat mereka sudah berada di halaman depan istana Ratu Xhin Ye.


Xiao Zhou menghentikan langkahnya, dan menatap wajah Ratu Xhin Ye, dan sekeliling nya dan tidak ada orang di dekat mereka.


"latihan ku sudah selesai nyonya," ucap Xiao Zhou


"dengarkan aku, mungkin aku terlalu keras padamu waktu itu, tapi aku tidak bisa membiarkan kau pergi seperti ini, maksud ku aku harus membuat alasan kepada para pejabat ku, tinggal lah beberapa hari lagi," ucap Ratu Xhin Ye, mencari alasan agar Xiao Zhou tinggal lebih lama.


"tapi nyonya, ada yang harus ku lakukan untuk mahluk yang aku pernah ceritakan itu," ucap Xiao Zhou, membuat Ratu Xhin Ye terlihat begitu kecewa.


"tapi kau harus mendapatkan kesempatan seperti yang di dapat Sang Pengganti hari ini," batin Ratu Xhin Ye.

__ADS_1


"aku tahu itu Zhou'er... , baiklah... besok... iya besok kau boleh meninggalkan pulau ini," ucap Ratu Xhin Ye, suara nya berubah bersemangat, seperti sudah mendapatkan ide di kepala nya.


*****


kediaman Penyihir Agung.


terlihat keringat bercucuran di wajah tua Penyihir Agung, pria itu baru saja selesai menyalin sebuah gambar berbentuk simbol, dari sebuah kitab tebal di atas meja nya.


"ini sempurna, benar-benar sama," ucap Penyihir Agung, wajah nya terlihat puas melihat hasil kerjanya.


"cucuku kau temui bocah hitam itu, dan tanyakan apa dia mengetahui sesuatu tentang gambar seperti ini, meskipun aku meragukan nya, karena ini adalah peninggalan dari legenda serigala biru," ucap penyihir Agung.


"aku akan ke istana sekarang kakek," ucap Huan Zhi dan masuk ke kamar mewah nya, dan mengeluarkan semua pakaian nya, dan mencoba nya satu demi satu, hingga sore baru wanita itu keluar dengan dandanan begitu elegan, dan pakaian yang sopan tetapi begitu menunjukkan bentuk tubuh dari wanita itu.


Penyihir Agung hanya tersenyum menatap cucu kesayangan.


"tunggu Huan Zhi, apa kau menyukai pemuda itu?" tanya Penyihir Agung.


"kakek berhati-hatilah bicara, pria itu adalah suami penguasa, aku tidak akan berani," ucap Huan Zhi.


"hemmm... kau tidak menyangkal cucuku, hehehe... seorang suami penguasa boleh memiliki istri lebih dari satu," ucap Penyihir Agung dan meninggalkan cucunya yang berdiri dengan wajah yang merona.


****


Sang Pengganti yang mengetahui tujuan Xiao Zhou ke kediaman penjaga pulau, seperti kehilangan akal sehat nya, hati nya sudah di racuni oleh kebencian, dan hanya ingin membalas dendam dengan menunjukkan kemesraan di depan Xiao Zhou.


Sang Pengganti sengaja membawa Ratu Xhin Ye jalan-jalan ke tepian sungai yang begitu dekat dengan kediaman penjaga pulau.


"Penguasa... kau sudah setuju dengan semua keinginan ku hari ini, dan aku ingin kau mengingat semua kenangan kita di tempat ini," ucap Sang Pengganti, dan memerintahkan para pelayan mendirikan tenda dan memasak di pinggiran sungai itu.


Ratu Xhin Ye duduk di sebuah dermaga kayu yang diciptakan nya dengan sihir, sambil penataan pinggiran sungai yang membeku, air mengalir pelan dan sangat jernih.


"bisakah kau membacakan cerita ini untuk ku, penguasa," ucap Sang Pengganti menyerahkan sebuah kitab.


Ratu Xhin Ye hanya memejamkan mata, merasa kesal karena harus memenuhi semua keinginan Sang Pengganti, dan mulai membuka kitab itu, pikiran nya selalu terbayang wajah Xiao Zhou dan matanya sesekali menatap ke kediaman penjaga pulau.


Sang Pengganti melepaskan pakaian mahal nya dan berenang di sungai itu, dan tidak benar-benar ingin mendengar cerita dari Ratu Xhin Ye, tetapi hanya ingin menunjukkan otot-otot atletis nya dihadapan Ratu Xhin Ye, tanpa wanita itu bisa meninggalkan tempat itu karena sedang membacakan cerita untuk nya.


Xiao Zhou yang sudah selesai mengembalikan kitab ke penjaga pulau keluar dari kediaman Xiang Sun.


"apa-apaan ini? guman Xiang Sun menatap Ratu Xhin Ye dan sang pengganti di pinggiran sungai itu.


"seperti nya tuan Zhou Lan sedang kepanasan di musim salju ini paman, aku mohon diri penjaga pulau, terimakasih semua bantuan mu dan kebaikan mu, semoga kita bisa bertemu kelak, bagaimana dengan mutiara mu yang masih di tubuh ku ini?" ucap Xiao Zhou.


"kau simpan saja mutiara itu, aku senang bisa bertemu dengan mu buah besar, kau adalah pria berjiwa besar," ucap Xiang Sun dan mereka saling berpelukan.


Xiao Zhou kembali ke istana Ratu Xhin Ye, dan tidak mempedulikan kedua orang yang sedang memamerkan kemesraan di hadapan nya.


Seharian itu keduanya menghabiskan waktu bersama, dengan makan di tempat mewah, dan sang pengganti memberikan begitu banyak perhiasan indah pada Ratu Xhin Ye.


****

__ADS_1


Xiao Zhou berlatih menggunakan jurus naga air nya, menggunakan pedang semesta nya, tidak terlihat lagi urat menonjol di wajah pemuda itu,


"aku sudah dapat mengendalikan pedang ini walaupun hanya sedikit," batin Xiao Zhou senang.


sampai seorang berpakaian begitu indah, mendekati nya, sambil tersenyum cantik.


pedang semesta lenyap dari tangan kanan nya, Xiao Zhou menghentikan latihannya dan menatap ke arah tamu cantik nya.


"apa aku mengganggu mu tuan Yu Jin," ucap wanita itu yang tidak lain adalah Huan Zhi.


"tidak nona Huan, aku sudah selesai, silakan, apa ada yang bisa aku bantu?" ucap Xiao Zhou mempersilakan wanita itu duduk.


"aku tidak yakin tuan Yu Jin, tapi kakek ku ingin bertanya tentang gambar ini," ucap Huan Zhi sambil meletakkan sebuah sobekan kertas di atas meja.


Xiao Zhou memutar gambar itu, mengamati gambar itu beberapa saat, menggerakkan jari-jari dan mengangguk.


"nona Huan... aku tidak bisa membacanya jika kau tidak membawa gambar asli nya padaku, gambar ini kurang lengkap," ucap Xiao Zhou, membuat wajah Huan Zhi sedikit terkejut, karena kakek nya mengatakan bahwa dia sudah meniru dengan sempurna gambar itu, tapi Xiao Zhou hanya melihat nya beberapa detik sudah mengetahui bahwa gambar itu palsu.


"benarkah tuan Yu Jin, baiklah nanti aku akan menyampaikan kepada kakek ku," ucap Huan Zhi sedikit gugup dan tampak kaku.


"apa ada yang lain nya nona Huan?" tanya Xiao Zhou.


Huan Zhi memajukan bibirnya, keningnya sedikit berkerut,


"aku hanya ingin mengundang mu makan malam tuan Yu Jin, hanya kita berdua saja," ucap Huan Zhi wajah nya sedikit merunduk dan memerah.


"tapi nona kau tahu sendiri jika aku di larang keluar untuk saat ini," ucap Xiao Zhou.


"bagaimana jika makan di sini saja tuan, aku akan meminta dayang kenalan ku di tempat ini untuk menyiapkan makanan," ucap nona Huan Zhi tersenyum.


Xiao Zhou menatap ke dalam istana,


"hemm.... seperti nya wanita galak itu belum kembali," batin Xiao Zhou.


"seperti nya aku tidak bisa menolak itu, baiklah nona tapi aku akan membersihkan diri dulu," ucap Xiao Zhou.


"itu tidak perlu tuan Yu Jin, kau sudah terlihat rapi, lagipula aku sedikit menyukai aroma tubuh mu," ucap Huan Zhi tersenyum, yang mencium aroma tubuh Xiao Zhou yang membuat tubuh nya sedikit aneh, dan terlihat gairah di wajah merona nya.


mereka duduk saling berhadapan di taman belakang istana, dan Huan Zhi mengeluarkan sapu tangan dan mengelap wajah Xiao Zhou,


"apa aku begitu kotor?" tanya Xiao Zhou.


"tidak... ini untuk yang malam itu, saat minuman mu tumpah di pakaian mu, aku belum sempat mengelap nya, hihi" ucap Huan Zhi bercanda membuat kedua nya tertawa, dan pelayan pun datang membawa makanan dan meletakkan di meja mereka.


"rambut mu juga sudah mulai bersih dari abu naga itu," ucap Huan Zhi dan mengacak-acak rambut Xiao Zhou.


Ratu Xhin Ye datang bersama sang pengganti, tubuh nya berdiri membeku, mata indah nya sedang menatap dua orang sedang berbincang di halaman belakang istana nya, wajah nya seperti terbakar karena cemburu, saat tangan Huan Zhi memainkan rambut Xiao Zhou.


sang pengganti juga melihat kejadian itu.


"bagaimana jika kita bergabung dengan mereka penguasa, aku akan membuat suami anda agar bisa memperlakukan seorang istri lebih baik," ucap sang pengganti.

__ADS_1


"tidak... sudah cukup!!!! seharian ini aku sudah mengikuti semua keinginan mu, bahkan aku tidak bisa marah, dan tetap bersabar saat kau menjelek-jelekkan suamiku sendiri, dan sudah lebih dari cukup aku menyakiti hati suami ku, aku tidak ingin terlihat begitu rendah di mata nya, aku tidak ingin mengecewakan suami ku lagi." ucap Ratu Xhin Ye, dan melangkah menuju halaman belakang nya.


__ADS_2