Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 41


__ADS_3

Xiao Zhou mengangkat pedang kematian di depan wajah nya dengan tangan kiri, dan tangan kanan nya mulai memegang gagang panjang dari pedang itu.


sriiikkkkkk.....


suara terdengar saat Xiao Zhou mengencangkan genggaman di gagang pedang itu, dan remaja itu pun mulai mencabut nya secara berlahan.


sriiinnnnnkkkkkk.....


suara nyaring yang terdengar panjang menunjukkan jika bilah pedang itu cukup panjang hingga mengeluarkan suara yang cukup lama.


mata Xiao Zhou menatap ke arah sosok paling belakang yang hanya melayang dan tidak ikut bergerak seperti rekan-rekan nya yang mengelilingi Xiao Zhou, dari atas atap rumah sederhana itu dua orang sedang menatap Xiao Zhou yang begitu tenang di kelilingi bayangan hitam dan semakin lama jumlah bayangan itu semakin banyak.


"kakak laba-laba apa kita harus membantu penguasa?" tanya seorang pria dengan wajah tertutup di bawah mata nya dan berambut putih pendek.


"penguasa sudah biasa bertarung melawan ribuan kultivasi, iblis bahkan dewa, aku hanya sedikit penasaran dengan orang yang paling belakang itu kenapa penguasa menatap nya begitu tajam, tingkat kultivasi nya hampir sama dengan sosok lain nya hanya di tingkat pendekar suci, dan yang lainnya hanya lah pengganggu, aku yakin penguasa tidak keberatan jika kita ikut menghabisi para pengganggu itu," ucap siluman laba-laba.


para bayangan hitam dengan suara parau itu mulai berpencar dan menyerang ke arah Xiao Zhou dengan berbagai macam senjata, dan beberapa menyerang ke arah rumah sederhana itu.


Xiao Zhou yang merasakan kehadiran dua bawahan nya tidak menghiraukan penyerang ke arah rumah sederhana itu, dan hanya melepaskan beberapa tebasan tanpa menatap ke arah lawan yang menyerangnya, namun tebasan pedang melengkung itu begitu tepat dan memotong tubuh dari bayangan penyerang nya.


"kenapa kau hanya diam? ini sangat membosankan," ucap Xiao Zhou yang menebaskan pedangnya ke atas kepala nya membuat dua buah bayangan yang menyerangnya dari atas kepala nya harus terbelah dan meregang nyawa.

__ADS_1


di dekat rumah sederhana itu Zhan Ji dan siluman laba-laba seperti tanpa kesulitan yang berarti, menghabisi para bayangan yang mencoba menyerang Park Min Ji.


orang yang berdiri paling belakang itu hanya tersenyum wajah nya yang di penuhi bekas luka terlihat sedikit menyeramkan melayang mendekati Xiao Zhou.


"hahaha.... kau yang begitu lama menghabisi para semut itu," ucap pria itu dan dengan sekali lambaian dari jemari nya, ribuan jarum keluar dari tubuh nya dan melesat ke segala arah.


Xiao Zhou memutar cara memegang pedang nya kini pedang itu ujung nya menghadap kebawah,dan dengan cepat berbalik menghadap ke arah rumah tempat Park Min Ji, tangan kiri nya membuat sebuah segel dan mengarahkan nya ke arah rumah sederhana itu, dan tangan kanan yang masih memegang pedang terbalik menahan jarum ke arah tubuh nya.


sresss....


sresss.....


sresss.....


"racun yang begitu kuat, manusia biasa tidak akan memiliki waktu untuk menelan penawaran jika terkena racun ini," ucap siluman laba-laba yang berhasil menangkap salah satu jarum itu.


"bagaimana dengan penguasa? seperti nya orang ini benar-benar kuat," tanya Zhan Ji yang tidak menyangka ada orang yang mampu merusak pakaian penguasa mereka.


" kau benar, kemampuan orang ini sangat hebat, tapi dia bukan lah lawan dari penguasa, penguasa hanya bermain-main saja, jangan lupa dia adalah bocah 16 tahun, jika saja tubuh nya berusia ratusan tahun saat mendapatkan kekuatan Mou Lu mungkin dia sudah menjadi biksu dan tidak pernah keluar dari ujung dunia, tapi Zhou'er ku... aahhh darah muda nya masih menggebu-gebu, dan dia lebih senang bertarung hanya mengikuti kekuatan lawan nya saja," jawab siluman laba-laba, wajah nya tampak bersemu kemerahan memikirkan permainan panas dari majikan nya itu.


"Zhou'er ku? kakak ke enam aku tahu kalian begitu dekat, tapi kau jangan terlalu berlebihan," ucap Zhan Ji hampir tidak terdengar, membuat wajah siluman laba-laba berubah kesal.

__ADS_1


"hihihi... benarkah kami terlihat seperti itu? aahhhh... saat tidak ada yang bisa membuat nya terkejut, maka kebosanan akan melanda, begitu juga dengan penguasa, apa yang di lakukan bocah berusia 16 tahun saat sedang bosan, mereka akan mencari tantangan, maka aku tidak akan heran jika penguasa selalu hanya menggunakan kemampuan manusia biasa nya, dan hanya bertarung jika ada lawan yang sepadan, itupun sebatas mengikuti kemapuan lawan nya saja," ucap siluman laba-laba.


di sisi lain Xiao Zhou tersenyum tipis menatap lengan pakaian bagian kanan nya yang mulai meleleh dan hancur memperlihatkan dada kanan dan beberapa huruf suci di bawah ketiak nya.


"harus kau lebih baik dari ini jika ingin membuat ku bertarung dengan serius dewa iblis," ucap Xiao Zhou dan mengembalikan cara memegang pedang nya seperti semula.


"hahaha.... kau benar, aku sedikit meremehkan mu penguasa ke 15, hahaha.... aku sedikit terkejut karena kau bisa mengetahui siapa aku, aku juga mendengar apa yang kau lakukan kepada para Zhangji itu di alam langit, tapi jika hal itu yang membuat mu begitu percaya diri untuk mengalahkan aku, lupakan saja!!! jika bukan karena cincin langit para Zhangji itu tidak akan bertekuk lutut kepada mu, dan aku akan membunuh wanita siluman itu dan juga wanita harum di dalam rumah itu terlebih dulu, setelah itu baru akan menguliti mu, " ucap sosok itu.


Zhan Ji mengerutkan keningnya menatap sosok itu.


"Dewa iblis?" guman Zhan Ji


siluman laba-laba memiringkan kepalanya, menatap dalam-dalam ke arah orang yang di panggil Dewa iblis itu, wajahnya berubah menjadi serius.


"aku pernah mendengar jika dari dua belas Dewa terkuat zaman pertengahan salah satu nya dewa iblis, apa dia yang di maksud oleh penguasa?" ucap siluman laba-laba.


"cih... aku tidak peduli siapa dia, tidak ada yang boleh menghina penguasa," ucap Zhan Ji dan melesat ke udara.


"tunggu adik ke tujuh, ahhh... dasar bocah merepotkan," ucap siluman laba-laba mencoba menahan Shinobi itu, namun gerakan Zhan Ji begitu cepat dan sudah di atas Dewa iblis, membuat siluman laba-laba ikut melesat ke arah sosok itu.


"sampai kapan aku akan terus menjadi mengasuh mu hah?!" teriak siluman laba-laba kesal mengejar Zhan Ji,

__ADS_1


__ADS_2