
mereka bertiga memasuki sebuah ruangan, dan seorang pelayan membawakan teh untuk mereka.
"silahkan di nikmati anak muda" ucap pendeta sepuh itu
"kau ikut lah dengan ku ada yang harus kita bicarakan" ucap nya lagi sambil menarik lengan panjang Xiao Zhou membawa ke dalam ruang baca, dan membuat segel berwarna emas di sekitar ruangan tersebut.
Xiao Zhou hanya mengikuti dewa suci Qing Tao membawa nya.
"kau kesini untuk seorang bernama Sastrawan Tangan Dewa bukan?" tanya dewa suci Qing Tao
"itu benar dewa suci" ucap Xiao Zhou tenang
"hemmm...." dewa Qing Tao mengelus jenggot panjang nya
"baiklah... penguasa bayangan tuan Yang Tian kau boleh mendengar nya, karena nanti kau akan membantu bocah ini" ucap dewa suci Qing Tao dan sudah menarik telinga Yang Tian dari balik punggung Xiao Zhou
Yang Tian hanya mengangguk dan duduk di samping Xiao Zhou.
"baiklah kalian berdua dengarkan baik-baik, karena sebelum ajal ku kalian berdua lah yang orang terakhir yang aku temui" ucap Dewa suci Qing Tao.
"apa maksud dewa suci?" tanya Xiao Zhou
"besok adalah hari kematian ku, dan tidak ada yang bisa mengubah itu, jadi aku tidak akan mengulangi cerita ku" ucap Dewa suci Qing Tao
"untuk itu sekarang kita lupakan dulu, ramalan istrimu tentang Sastrawan Tangan Dewa, karena sekarang masih jauh dari itu" ucap Dewa suci Qing Tao lagi
"istriku?" tanya Xiao Zhou
"iya apa kau tidak sadar bola mata istrimu yang indah keunguan, adalah dari teratai ungu itu, ribuan tahun menyerap doa-doa yang aku keluar kan, dan membuat nya menjadi sosok bayi yang sangat cantik, dan di angkat anak oleh dewa kebijaksanaan, ya dia adalah Dewi Li Mei yin" ucap dewa suci Qing Tao
Xiao Zhou menggelengkan kepalanya
"Dewa suci ini sedikit membingungkan, selain sastrawan tangan Dewa apa yang kita bicarakan ini?"tanya Xiao Zhou
"dirimu, iya... pertama tentu saja kita akan membicarakan dirimu, bocah... dengarkan aku baik-baik, di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah ditakdirkan, semuanya.
dari awal jiwa mu yang di tolak neraka, sampai kau menjadi penguasa ke 15, semua adalah takdir.
dulu aku yang meramal Kaisar Langit akan menjadi seorang Kaisar Langit, tetapi dirimu sampai saat ini aku tidak bisa melihat masa depan mu, jadi.... kau adalah seseorang yang di luar siklus tiga alam yang ada, bisa di bilang kau dan segala yang kau miliki tidak terikat dengan tidak tunduk dengan hukum di tiga alam" ucap Dewa suci Qing Tao
"kau semakin ngelantur saja dewa tua" ucap yang Yang Tian dengan wajah tenang nya.
__ADS_1
Xiao Zhou menganggukan,
"apa yang dikatakan manusia ini benar dewa, mungkin usia mu sudah membuat mu pikun" ucap Xiao Zhou menyetujui ucapan Yang Tian.
"hemmm... mungkin saja aku sudah terlalu tua, dan itu mungkin saja tuan bayangan ini benar, tapi yang kedua ingin aku bicarakan adalah tentang pulau keseimbangan.
setiap alam memiliki pulau seperti milikmu itu, di langit ada pulau gunung suci yang pemilik nya adalah Dewi xhuwuan dan penjaga nya burung suci abadi, awalnya memiliki dua tingkatan, Phoenix merah yang melambangkan kemarahan dan biru yang melambangkan kesembuhan, mereka melebur diri dan menjadi Phoenix hitam abadi.
di alam bawah, ada pulau di bawah neraka, pulau gunung terbalik, awal nya memiliki dua tingkatan dan melebur menjadi satu, pemilik nya kami tidak tahu, tapi pulau itu di jaga oleh kura-kura dan ular.
sedangkan pulau mu, aku tidak tahu kenapa bisa memiliki tiga tingkatan, dan tidak ada yang tahu penjaga dari dua tingkatan teratas"
ucap dewa suci Qing Tao
langit sudah mulai gelap, para murid dari dewa suci Qing Tao sudah menyalakan lentera-lentera di sekeliling ruangan, dan setelah selesai mereka semua berkemas, dan berpamitan dengan dewa suci Qing Tao.
"dewa... para murid mu itu kemana?" tanya Xiao Zhou
"mereka semua sudah aku perintahkan menebar pengetahuan yang ku ajarkan, dan tidak kembali lagi ke tempat ini" ucap dewa suci Qing Tao
ketiga orang itu sekarang berpindah dan duduk dibelakang perpustakaan tua itu, terdapat balai kecil beratap, mereka duduk dengan tenang, Xiao Zhou mengeluarkan guci kesayangan nya.
"tolong berikan padaku" ucap dewa suci Qing Tao menunjuk guci milik Xiao Zhou
"bocah... aku tidak akan membuang minuman mu, aku hanya ingin mencoba nya" ucap dewa suci Qing Tao
Yang Tian dan Xiao Zhou saling bertatapan, dan Xiao Zhou menyerahkan guci arak itu kepada dewa suci Qing Tao
Dewa suci Qing Tao menuangkan arak dari guci milik Xiao Zhou dan meminum nya.
"aahhh... ini arak terjelek di istana langit, dewa arak begitu pelit ternyata, baiklah bocah ini hari terakhir ku, aku akan menghadiahkan arak terbaik di Langit, dalam guci mu ini" Dewa suci Qing Tao melakukan beberapa gerakan jari dan mantra, dan kembali menuangkan isi guci itu ke tiga cawan di depan tiga orang itu, dan ketiganya mulai meminum arak dari guci milik Xiao Zhou.
"seumur hidup aku tidak pernah minum arak, besok saat semua tumbuhan merunduk, semua hewan di tiga alam akan muram dan hari tercerah di musim semi tahun ini, adalah hari di mana dewa Yun fengyin akan membunuhku, dan akan membuka takdir baru bagi dirinya" ucap dewa suci Qing Tao
"aku harap arak ini akan menghilangkan semua kesucian tubuh ku, sehingga tubuh dewa Yun fengyin akan memiliki cela, dan tidak sempurna" ucap dewa suci Qing Tao lagi.
jederrrrt.... petir menyambar, hujan mulai mengguyur dengan derasnya.
.......
siang itu seperti yang di ramalkan dewa suci Qing Tao, semua tumbuhan ujung daun nya menghadap kebawah terlihat seperti sedang menunduk, terlihat burung hanya hinggap di pohon, dan matahari kali ini bersinar dengan bebas nya.
__ADS_1
blarrrrrrrr
dua tubuh dewa pemburu terlempar menembus atap perpustakaan tua itu, PPdan menghancurkan apa saja yang di timpa nya.
"pedang pembuka surga level 3, surga kemarahan" teriak Xiao Zhou dan mata nya benar-benar merah menyala, udara di sekitar mulai terbakar, Xiao Zhou melesat kencang ke udara, dengan pedang panjang mengerikan di tangan nya.
iblis darah mencoba menghalangi nya, tapi hanya satu tebasan dari pedang kematian sudah membuat nya terlempar puluhan meter
"gurita pedang" teriak seseorang dari bawah, dan delapan sulur yang terbuat dari ribuan pedang mendekati Xiao Zhou dan melindungi tubuh Xiao Zhou.
kini Xiao Zhou tampak seperti makhluk yang begitu menyeramkan
"cih... tamu tidak di undang rupanya, kalian bukanlah lawan dari dewa seperti ku" ucap Yun fengyin dan mengeluarkan tebasan pedang bintang nya.
Xiao Zhou mulai menghidar dan tebasan dari pedang bintang membelah perpustakaan tua itu dan, perlahan bangunan tua itu pun rata dengan tanah,
senyum lebar Xiao Zhou mulai terlihat, ada kegembiraan di wajah nya,
"hahahaha... kau dewa?? kekuatan mu memang di atas ku, tapi tehnik berpedang mu seperti bocah, dan kau tidak akan bisa mengalahkan aku dewa buruk rupa" ucap Xiao Zhou dan mulai melakukan serangan
traaangggg.... kedua inti pedang dari zaman yang sama bertemu,
bommmm..... tubuh Xiao Zhou terlempar kedalam tanah, karena tidak dapat menahan qi yang begitu kuat dari dewa Yun fengyin, membuat kawah di bekas reruntuhan perpustakaan itu.
tidak beberapa giliran Yang Tian juga mengalami hal yang serupa,
Yun fengyin kini sudah mencekik dua dewa pemburu dan menghisap salah satu nya hingga menjadi kering, tinggal dewa pemburuan yang seorang wanita dengan tiga pedang itu, sekarang tercekik tangan kiri Yun fengyin.
"bersiaplah ke neraka Dewi cantik" teriak Yun fengyin dan mulai menghisap nya
slassshhhh....
sebuah Phoenix hitam melesat di antara Yun fengyin dan Dewi pemburu itu, lidah bercabang, dan lengan kiri Yun fengyin terlihat terlepas dari tubuh nya,
dan saat Phoenix hitam itu menghilang, entah kekuatan dari mana menarik tubuh Xiao Zhou dan menghempaskan nya kedalam pusaran ruang. mereka bertiga terlempar di atas tumpukan salju tebal
"kita dimana?" ucap Xiao Zhou saling menatap dengan dua orang di samping nya yang tidak lain adalah Yang Tian dan Dewi pemburu.
"ini perbuatan dewa suci Qing Tao" ucap Dewi pemburu itu
"kau bisa berteleportasi, kembalikan kami ketempat tadi!!" teriak Xiao Zhou
__ADS_1
Dewi pemburu itu mengangguk dan membuat gerbang teleportasi, Xiao Zhou dan Yang Tian ikut masuk ke gerbang yang ada di atas salju itu, dan mereka menghilang,
gerbang teleportasi terbuka mereka keluar, tapi mata mereka melebar tidak percaya, kecuali Yang Tian yang wajah nya masih datar saja, tanpa ekspresi.