
Xiao Zhou dan Yang Tian memasuki sebuah halaman belakang istana Puteri Ming Mei terlihat puluhan dayang berbaris sekitar 10 meter dari tempat Puteri Ming Mei duduk termenung,
" kau manusia tanpa ekspresi, tunggu lah aku disini" ucap Xiao Zhou menatap Yang Tian
"dan satu lagi jangan membunuh satu orang pun, apa kau mengerti?" ucap Xiao Zhou lagi
Yang Tian hanya mengangguk
"kakak Yumiko baru mengunjungiku, aku harap dia membawa kabar mengenai bocah itu" batin puteri Ming Mei matanya menerawang jauh, tanpa dirinya sadari Xiao Zhou sudah ada di belakang nya
"Puteri Ming Mei" ucap Xiao Zhou pelan
deggggg....
jantung Puteri Ming Mei seperti berhenti berdetak mendengar suara Xiao Zhou, tangan nya bergetar begitu pun dengan bibir nya yang hanya sedikit terbuka tanpa mampu untuk bicara.
"zhou'er....." akhirnya hanya kata itu keluar dari bibir indah nya
Puteri Ming Mei berdiri perlahan dari tempat duduknya, tanpa berani melihat orang bicara tadi, takut akan dirinya salah mengenali suara orang itu, takut jika orang itu bukanlah Xiao Zhou
"bicara lah"
suara serak Puteri Ming Mei hampir tidak bisa di dengar, seluruh tenaga yang dimiliki nya lenyap tanpa bekas.
"ak-ku mo-mohon bicara lah lagi"
teriak nya mengeluarkan semua sisa tenaga yang dimilikinya, dan kali ini di ikuti dengan tangisan Puteri Ming Mei tidak terbendung lagi, air matanya menetes seperti air.
"ini aku Xiao Zhou" ucap Xiao Zhou sedikit lebih keras
"plakkkkk..." tamparan keras di pipi Xiao Zhou,
tangan Puteri Ming Mei bergetar dan menarik kerah pakaian Xiao Zhou dan memeluk serta mecium bibir Xiao Zhou
"kemana saja kau bocah, kenapa kau begitu lama?" ucap Puteri Ming Mei air mata nya membasahi wajah Xiao Zhou
"tenanglah istriku, sebaiknya kita duduk" ucap Xiao Zhou
Puteri Ming Mei hanya mengangguk dan masih terisak, dan duduk di pangkuan Xiao Zhou dan membenamkan kepalanya di dada pemuda itu
Xiao Zhou hanya berdiam dan membiarkan tangisan istrinya tertumpah, bersama beban berat yang selama ini dirinya pikul sendirian, untuk waktu yang cukup lama.
Xiao Zhou mengelus lembut kepala Puteri Ming Mei dan perlahan tangisan Puteri Ming Mei mereda, terdengar nafas halus dan untuk beberapa saat Puteri Ming Mei tertidur lelap
"apa kau sudah merasa baikan?" tanya Xiao Zhou saat Puteri Ming Mei terbangun dari pelukan lembut suaminya.
__ADS_1
Puteri Ming Mei tidak menjawab, matanya menatap wajah Xiao Zhou terlihat kerinduan yang begitu sangat di matanya.
"ini bukan rumah ku, bisakah kita pulang ke rumah kita suamiku?" tanya Puteri Ming Mei
"tentu saja istriku, maafkan aku, kau sudah memikul beban ini sendirian, sekarang bersandar lah padaku dan serahkan sisanya padaku, biarkan aku akan mengurus semuanya.
dan juga berkemaslah kita akan pulang" ucap Xiao Zhou, terlihat kini wajah Puteri Ming Mei tampak lebih tenang
"baiklah istriku... waktu kita tidak banyak, sekarang bisakah kita bertemu Kaisar," ucap Xiao Zhou lagi
"aku tidak yakin, sangat sulit menemuinya sekarang, nyawa ayah ku saat ini di kuasai oleh penasehat Huang, jika kau memaksa dan mereka merasa terancam, aku takut mereka akan segera membunuh ayahku" ucap Puteri Ming Mei
"aku tahu itu, itulah sebabnya aku tidak langsung menerobos ke kediaman kaisar, dan kau hanya perlu memberikan aku jarak ke ayah mu dua meter saja, setelah itu aku pasti kan semua akan baik-baik saja" ucap Xiao Zhou
"apa kau yakin suamiku?, jika begitu sebaiknya kau ikut dengan ku dan jangan mengeluarkan tindakan yang mencurigakan sedikit pun" ucap Puteri Ming Mei
sore itu Puteri Ming Mei , Xiao Zhou dan Yang Tian mendekat kearah kediaman kaisar
"maaf Puteri penasehat Huang memberi perintah tidak ada yang boleh memasuki kediaman Kaisar tanpa izinnya" ucap penjaga itu
"berani nya kau, aku Puteri Kaisar apa kau sudah bosan hidup hah?" teriak puteri Ming Mei kencang membuat penasehat Huang keluar dari aula Kaisar Ming
"Puteri.... Kaisar saat ini sedang tidak sehat, sebaiknya Puteri tidak berkunjung saat ini" ucap penasehat Huang
"tolonglah penasehat Huang, kali ini suamiku ingin meminta izin kaisar untuk membawaku pergi dari kekaisaran ini" ucap Puteri Ming Mei dan di ikuti oleh Xiao Zhou yang menunduk
"hemmmm..... baiklah kalian tunggu sebentar disini, aku akan bicarakan dengan Yang Mulia Kaisar" ucap penasehat Huang dan pintu aula di tutup kembali
"apa itu menantu Kaisar" ucap iblis Lou zi yang melayang layang di belakang penasehat Huang, yang selama ini tidak ada yang melihat nya
"iya itu adalah Xiao Zhou kemampuan bertarung nya sangat tinggi, apa kita membiarkan nya mendekat kesini?" tanya penasehat Huang
"hemmm... meski kemampuan nya di tingkat pendekar suci, tapi dia tidak bisa melihat ku, dan jikapun bocah itu bertindak jauh, Kaisar akan langsung kita bunuh, jadi biarkan saja mereka sebentar" ucap iblis Lou zi
pintu aula terbuka
"Kaisar mengizinkan kalian masuk, tapi hanya Puteri dan menantunya saja, dan juga tinggal kan cincin dan senjata kalian semua di luar" ucap penasehat Huang dari balik pintu aula
"baiklah, Yang Tian punggung sedikit gatal" ucap Xiao Zhou dan menyerahkan cincin kepada penjaga pintu aula istana, Yang Tian hanya mengangguk dan berdiam seperti batu di luar pintu aula kekaisaran.
keduanya memasuki aula Kaisar, tampak Kaisar Ming duduk di atas singasana tanpa bergerak, bau busuk sudah sangat menyengat dari tempat itu, terlihat kulit kaisar Ming sudah mulai di tumbuhi jamur.
"ayah menantumu ingin meminta izin darimu ayah" ucap Puteri Ming Mei berlutut sekitar 4 meter dari singasana Kaisar Ming
"Xiao Zhou yang ingin mendekat ke arah kaisar di larang oleh penasehat Huang yang berada satu meter di samping Kaisar Ming.
__ADS_1
"berhenti di sana bocah, dan berlutut di hadapan Yang Mulia" ucap penasehat Huang
Xiao Zhou hanya mengangguk dan berlutut, mata Puteri Ming Mei menatap kearah Xiao Zhou
"bagaimana ini jarak zhou'er dengan Kaisar belum cukup dekat" batin putri Ming Mei panik
"tenanglah istriku dari sini saja aku bisa meminta izin dari Yang Mulia Kaisar" ucap Xiao Zhou melihat kepanikan istrinya.
dan Xiao Zhou mengeluarkankan teknik menapak Mega nya,
"kecepatan adalah aku" ucap Xiao Zhou dan terlihat rambut nya mulai bergoyang seperti di dalam air, begitu pun dengan pakaian nya tidak ada yang menyadari karena ruangan yang agak gelap.
dalam sekali kedipan mata, Xiao Zhou melesat ke sisi Kaisar Ming dan memasang segel pelindung ketubuh Kaisar Ming, dan juga ke tubuh Puteri Ming Mei.
penasehat Huang dan iblis Lou zi terkejut dengan gerakan cepat Xiao Zhou, dan begitu marah karena merasa telah di bodohi di depan mata nya sendiri.
"bocah tengik.... apa kau tahu tindakan mu akan membuat Yang Mulia terluka bahkan terbunuh" ucap penasehat Huang
"sejak kapan mahluk busuk itu mengikuti mu penasehat Huang" ucap Xiao Zhou
"kau bocah... jadi selama ini kau melihat ku?, ini tidak mungkin bahkan delapan dewa penjaga pun tidak bisa melihat jiwaku ini" teriak Lou zi
"cepat bunuh Kaisar tidak berguna itu" ucap iblis Lou zi menatap penasehat Huang
penasehat Huang mengayunkan pedangnya ke tubuh Kaisar Ming
praaannnkkkk...
tubuh penasehat Huang terlempar keudara
"tubuh Kaisar Ming sudah terlindungi segel dewa kuno, kau tidak akan bisa melukai nya" ucap Xiao Zhou dan mulai merapal mantra dan menutup seluruh aula itu dengan segel dewa kuno
"iblis kau tidak akan bisa lari kemana-mana kali ini" ucap Xiao Zhou dan ribuan huruf suci kuno bersinar mulai bergerak menyegel tempat itu
"ini tidak mungkin, kau cepat bunuh bocah itu" perintah iblis Lou zi panik, kembali menatap kearah penasehat Huang
"baiklah bocah... matilah kau sekarang pengacau!!!" teriak penasehat Huang terbang keudara dan menyerang Xiao Zhou dari udara
"manusia tanpa ekspresi apa kau tidak ingin membunuh?, lakukan sekarang" ucap Xiao Zhou
dan dalam sekejap sesosok bayangan melesat dari balik punggung Xiao Zhou ke arah penasehat Huang yang melayang di udara.
slassshhhhh....
suasana menjadi sunyi, tidak ada suara pertarungan ataupun serangan yang datang dari penasehat Huang,
__ADS_1
dugggg....
kepala penasehat Huang sudah lebih dulu menyetuh lantai aula dari pada tubuh nya, dan di ikuti oleh Yang Tian yang mendarat dengan pelan, tetap dengan wajah datarnya dan sudah memasukan Kembali pedang nya ke dalam sarung pedang di punggung nya.