
"sepuluh ribu tahun menyalin kitab bodoh, kau jangan bermimpi, aku tidak akan melakukan hal itu meski tehnik segel ini begitu merepotkan, kau tidak akan bisa menahan ku seperti ini," guman Xiao Zhou merapal mantra dan pedang semesta berubah menjadi uap dan terserap ke huruf emas di dada nya.
pria berpakaian perang itu menggelengkan kepalanya menatap wanita yang sudah menghilang itu, dan kembali menatap ke arah Xiao Zhou
"siapa wanita itu dia begitu mudah memukul tuanku, dan juga bocah kurus itu..." suara pria itu terhenti sorot mata nya berubah menjadi kesal,
"tuanku rela berada di tempat rendahan ini salah satu penyebab nya adalah iblis ini, akan lebih mudah jika bocah ini lenyap selama nya," batin pria itu.
bawahan Dewa Wang Riu mencabut pedang dari punggung dan melesat ke arah Xiao Zhou.
Dewa Fei Yu yang melihat gerakan itu mencoba membantu dan menatap serangan itu, dan keduanya bertarung begitu dahsyat di udara,
"Dewa kecil, sebaiknya kau menyingkir, kau bukan lawan ku, ataupun pusaka ku ini, sasaran ku adalah bocah kecil itu," teriak Liu Bai
"kau berada di zaman ku, apapun yang kau lakukan seharusnya meminta izinku terlebih dahulu," ucap Dewa Li Fei Yu.
kecepatan Liu Bai begitu dahsyat, tidak bisa di lihat oleh mata manusia biasa, tampak Dewa Fei Yu yang terlindungi sungai pedang seperti bertarung seorang diri.
"traankkkk...."
"blarrrrr...."
"blarrrrr...."
ribuan ledakan di sekitar sungai pedang menunjukkan jika di tempat itu terjadi benturan dua pusaka langit,
praankkkkk....
pedang runcing dari Dewa Fei Yu pecah, membuat Dewa sipit itu begitu terkejut, dan hanya mampu menelan ludah karena posisi nya begitu terbuka dan akan menjadi sasaran empuk bagi Dewa Liu Bai.
"pedang mu hancur di saat tepat bukan? nah... selamat tinggal Dewa kecil," ucap Liu Bai dan menusuk tepat ke arah jantung Li Fei Yu.
Li Fei Yu, tidak mampu bergerak dan menahan pedang Liu Bai dengan menjepit nya dengan kedua telapak tangannya, tubuh nya terdorong mengikuti arah pedang dari Liu Bai, dan hanya beberapa detik akan menghantam tanah.
namun sebuah telapak tangan menahan punggung Li Fei Yu dari bawah, dan sebuah energi begitu gelap melindungi tubuh Dewa Li Fei Yu.
__ADS_1
"kakak ipar," ucap Li Fei Yu.
pedang Liu Bai mulai menyentuh dada Dewa Fei Yu dan perlahan ujung pedang itu berubah menjadi debu,
"apa?" guman Liu Bai.
"pedang mu hancur di saat yang tepat bukan?" terdengar suara dingin dengan nada cemoohan dari bawah tubuh Fei Yu.
dan sebuah tinju melewati tubuh Dewa Fei Yu, dan Liu Bai melihat pukulan dari Xiao Zhou dan bawahan Dewa Wang Riu itupun mengeluarkan tinjunya juga dan kali ini kepalan tangan Liu Bai dilapisi batu hitam begitu tebal, dan kedua tinju itu beradu.
"blaaarrrrr......"
sebuah gelombang kejut berbentuk lingkaran seperti riak air terbentuk dan menghancurkan apa saja yang di lewati nya.
Xiao Zhou dan Li Fei Yu mendarat dengan pelan, namun Dewa Liu Bai terlempar cukup jauh ke udara, dan dalam sekejap sudah kembali di hadapan mereka berdua, dan kali ini Dewa Wang Riu sudah di samping Liu Bai.
"tuanku ini adalah kesempatan untuk kita membunuh bocah ini," ucap Liu Bai dan lapisan batu di tangan nya mulai lenyap.
pria itu merapatkan kedua jari nya di depan bibir nya, beberapa lingkaran hitam dengan huruf berwarna merah di dalam nya melayang, dan semakin lama lingkaran hitam itu semakin banyak.
kini ratusan orang berpakaian perang mirip dengan Liu Bai sudah muncul dengan mata beruap biru mengurung tempat itu,
"uhukkkk....."
Liu Bai berlutut dengan darah menyembur dari sela-sela logam penutup wajah nya,
"Liu Bai sebaiknya kita pergi," ucap Wang Riu yang mengetahui jika belum waktunya menggunakan kekerasan.
"aku tidak apa-apa tuanku, jangan lupa aku memiliki jiwa yang cukup kuat, aku sudah biasa dalam pertempuran seperti ini," ucap Liu Bai.
"ad-adik ipar, bawalah kedua wanita itu, dan prajurit kekaisaran sebanyak yang kau bisa meninggalkan tempat ini, aku tidak akan mampu mengendalikan tubuh ku lagi," ucap Xiao Zhou yang terlihat tidak mampu berdiri, dan kini satu lutut nya menyentuh tanah.
"Zhou'er...." teriak Park Min Ji.
hawa iblis pembunuh keluar dari tubuh Xiao Zhou, setiap orang mulai merasa tertekan nya, pohon bambu yang tidak jauh darinya mulai layu dan mengering.
__ADS_1
"bocah kau jangan bercanda, segel emas itu tidak akan membuat mu gila dan menyerang kami bukan? aku sudah kehilangan pedang runcing ku, hanya kau yang bisa aku andalkan kali ini," ucap Li Fei Yu wajah nya tampak sedikit khawatir.
"adik ipar aku tidak akan menyerang kalian, tapi jika kedua bedebah itu memanfaatkan kalian maka aku tidak dapat membantu, yang ku tahu saat ini hanya bertarung saja, cepatlah," teriak Xiao Zhou.
Dewa Fei Yu mengangguk ke arah dua wanita yang berdiri tidak jauh dari nya.
Park Min Ji ingin mendekati Xiao Zhou namun lengan nya di tarik oleh Zhang Rui.
"tunggu adik Park, aku memiliki inti darah dari suami ku, aku bisa merasakan perbedaan hawa dari nya, bersabarlah sebentar saja," ucap Zhang Rui dengan wajah begitu serius.
Park Min Ji yang melihat Zhang Rui sedang begitu serius hanya mengangguk.
pedang kematian sudah muncul di tangan Xiao Zhou, bola matanya begitu pekat, rambut nya mulai sedikit melayang-layang,
"adik ipar ini kesempatan terakhir mu," ucap Xiao Zhou dan menatap ke arah Li Fei Yu.
semua prajurit kekaisaran yang menatap Xiao Zhou mata nya melebar, dan beberapa terjatuh dengan darah menyembur dari bibir mereka, Zhang Rui dengan cepat menutup mata Park Min Ji,
"adik Park... seperti nya suami kita sedang tidak ingin di ganggu, adik Fei Yu cepatlah!!" teriak Zhang Rui, sambil menarik kepala Park Min Ji ke bahu nya, agar tidak menatap ke arah Xiao Zhou.
"semua prajurit yang ingin selamat ikut aku," ucap Fei Yu
Li Fei Yu membuka gerbang teleportasi, dan menarik kedua wanita tinggi itu, jendral Hong dan beberapa prajurit yang memiliki kemampuan mental tinggi saja yang mampu bertahan dari tekanan hawa pembunuh Xiao Zhou.
kepergian Li Fei Yu membuat hutan bambu itu berubah drastis, karena Xiao Zhou melepaskan seluruh hawa pembunuh nya ke udara, membuat para prajurit kekaisaran yang tidak sempat melarikan diri tidak mampu bergerak dan mulai menjerit histeris, dan meregang nyawa, di pihak lain para prajurit Liu Bai melangkah meski langkah mereka cukup lambat mendekati Xiao Zhou.
"hahaha.... baiklah, para bedebah kalian menginginkan ku bukan? mari kita berpesta," ucap Xiao Zhou ujung pedang kematian sudah membuat garis setengah melingkar di tanah.
"kau jangan terlalu senang bocah...., ini adalah pasukan tak terkalahkan ku," ucap Liu Bai sambil menahan dadanya, pria itu terlihat begitu kesakitan.
Xiao Zhou menatap sekeliling nya dan di penuhi oleh ratusan prajurit Liu Bai,
"kalian terbuat dari api iblis biru, tapi kalian memilih majikan seorang Dewa, hahaha... kalian memalukan bangsa kalian," ucap Xiao Zhou.
pedang kematian kini mengeluarkan api biru sama seperti mata para prajurit itu.
__ADS_1
"kembali lah ke asal kalian, karena sebentar lagi majikan kalian juga akan kembali ke sana," ucap Xiao Zhou dan menebaskan pedangnya.