Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
politik busuk


__ADS_3

malam itu di kediaman Ibu Suri.


Kaisar muda di panggil dan di sebuah ranjang mewah di salah satu ruang rahasia di kediaman Ibu Suri, Kaisar muda itu melakukan perintah yang di berikan ibu nya.


Kaisar muda turun dari ranjang mewah itu dan mendekati Ibu Suri yang sedari tadi menonton dari balik tirai ranjang itu.


"ibu aku sudah melakukan yang ibu perintah kan, aku rasa ini tidak akan berguna" ucap Kaisar muda itu.


Ibu Suri mengelus kepala Kaisar muda itu dan menatap nya dalam-dalam,


"tabib sudah memeriksa semua nya, dan hari ini adalah masa terbaik dari gadis itu untuk menerima benih mu, sekarang kembali lah ke tempat mu, dan jangan lupa datang tiga hari lagi" ucap Ibu Suri.


****


"sudah hampir sebulan, beberapa hari lagi aku akan ke tempat Ibu Suri, aku ingin mendengar jawaban dari wanita itu, tapi kenapa wanita itu tidak melakukan apa-apa? ini tidak mungkin wanita licik itu pasti memiliki rencana" guman pangeran Jing Hao


pangeran Jing Hao duduk di ruang kerja nya sebagai pejabat tingkat tiga, sambil memikirkan rencana berikut nya, dan sampai seorang menteri mendatangi dengan sedikit berlari kecil.


"pangeran ada yang sangat penting yang ingin aku bicarakan" ucap menteri itu.


"ada apa menteri? katakan dengan jelas" ucap pangeran Jing Hao.


"Ibu Suri sedang memilih seorang selir, dan kita tidak bisa menghalangi nya, karena itu adalah hak khusus dari kekuasaan Ibu Suri, bahkan Kaisar pun tidak boleh ikut campur" ucap menteri tua itu.


"hemmm.... ternyata kau menggunakan cara ini rupanya," guman pangeran Jing Hao, sambil menarik nafas nya dalam-dalam dan memainkan jari nya di jenggot pendek nya.


"baiklah menteri, katakan siapa wanita yang di pilih nya, dan malam ini aku akan berkunjung ke tempat calon selir Kaisar" ucap pangeran Jing Hao.


dan malam pun tiba, pangeran Jing Hao sudah berada di kediaman calon selir dari Kaisar dan bicara dengan ayah dari calon selir itu.


"pangeran apa yang membawamu kesini?" tanya bangsawan itu

__ADS_1


"baiklah... aku tidak akan berbasa-basi lagi, kau sudah melihat potensi yang ku miliki, dan aku rasa kau sebaiknya mendukung ku bangsawan Li" ucap pangeran Jing Hao dengan wajah tenang nya.


"kau jangan bermimpi, aku adalah penduduk setia Ibu Suri dari generasi ke generasi, sebaiknya pangeran cepat tinggalkan tempat ini" ucap bangsawan Li.


"hahaha.... bangsawan Li aku kagum akan kesetiaan mu pada ibu suri, tapi politik selalu berubah, dan aku lihat, kau adalah seorang yang lihai membaca situasi, aku berharap kau tidak bernasib sama dengan menteri pertahanan chow" ucap pangeran Jing Hao, dan berdiri bersiap meninggalkan kediaman bangsawan Li.


"tunggu!!! maafkan aku ayah, tapi sejak lama aku sudah mengagumi kemampuan dari kakak Jing Hao" ucap seorang wanita cantik yang merupakan calon selir yang di pilih Ibu Suri.


"Puteri ku berhati-hatilah, kau adalah calon selir, kau tidak boleh berdekatan dengan pria lain lagi" ucap bangsawan Li.


"ayah tenang lah, aku tahu apa yang terbaik untuk ku, dan kejadian ini tidak akan ada yang tahu, jika kita tidak bicara keluar, kakak Jing Hao sebaiknya kita bicara di ruangan ku saja" ucap wanita cantik itu dan menarik lengan pangeran Jing Hao dan membawa nya ke ruangan lain.


dan tidak beberapa lama, desahan sudah terdengar dari ruangan itu,


"aahhhh... kakak Jing Hao lakukan sekarang, aku sudah lama memimpikan saat indah ini" ucap Puteri cantik bangsawan Li.


"hahaha... tidak semudah itu gadis ku, kau adalah calon selir tubuh mu harus tetap suci, jika tidak Ibu Suri akan melempar mu dari istana, kau tenang saja, setelah Kaisar bodoh itu mengambil kesucian mu, aku akan memberikan bayaran yang tidak akan kau lupakan seumur hidup mu, apa kau senang? dan ingat kau harus selalu meminum obat yang kuberikan ini, saat kau sudah menjadi selir Yang Mulia" ucap pangeran Jing Hao dan memberikan pil kepada wanita cantik itu.


di pulau mengambang di alam Langit.


seorang Dewi yang begitu cantik, dan anggun sedang duduk seperti sedang menunggu seseorang, mata yang tajam dan wajah yang tirus membuat nya tampak seperti wanita yang pintar, dan memiliki hati yang dingin.


dan seseorang pemuda memasuki pintu gerbang pintu di pulau itu, dan mendekati wanita cantik itu yang tidak lain adalah Dewi xhuwuan.


"aku dengar Phoenix adalah burung tercantik yang pernah ciptakan, keindahan nya bahkan mampu membuat seorang biksu suci meninggalkan pertapaan nya, dan seperti nya rumor itu bukan sekedar omong kosong belaka," ucap pemuda gagah berusia sekitar 35 tahun.


Dewi xhuwuan hanya mengangguk, tidak ada ekspresi dari wajah nya, mendengar pujian yang di tujukan pada nya.


"hemm.... aku rasa kedatangan mu bukan untuk memuji kecantikan ku, lagipula aku tidak ada waktu untuk omong kosong yang memuakkan ini" ucap Dewi xhuwuan dengan wajah dingin.


"seperti itu rupanya, terdengar sangat ironi pemilik seluruh waktu, tidak memiliki waktu.. hehe... kau masih saja angkuh seperti dulu, kau terlalu sombong karena kecantikan mu, kau memandang rendah orang lain, suatu saat kau akan merasakan hatimu sakit seperti yang aku rasakan, dan tunggu lah saat aku mencapai keabadian ku bersiaplah kau menjadi istri ku" ucap pemuda itu.

__ADS_1


"kau sang pembunuh dewa, katakan apa yang kau inginkan?" tanya Dewi xhuwuan.


"haha... hatimu benar-benar dingin, dan itu membuat ku semakin menginginkan mu, aku akan ke alam tengah, dan mencari hawa semesta dari si kembar Zhing dan Zhang, hanya penguasa ke 15 yang bisa mengeluarkan nya dari alam Qing Sui, aahhh sudahlah lagipula aku tidak tertarik dengan urusan orang lain" ucap pemuda itu dan ingin melangkah pergi.


"tunggu!!!! tadi kau bilang penguasa ke 15?" tanya Dewi xhuwuan.


"hemm.... apa ini? bagaimana kau bisa berubah seketika, apa kau mengenal penguasa ke 15?" tanya pemuda itu.


"apa yang aku lakukan? orang ini adalah pembaca ekspresi wajah yang hebat, dan sangat licik dalam memanipulasi orang, aku harus waspada" batin Dewi xhuwuan,


"itu bukan hal penting sekarang, katakan bagaimana bisa penguasa ke 15 mengeluarkan si kembar Zhing dan Zhang dari alam Qing Sui." tanya Dewi xhuwuan.


"penguasa alam Qing Sui, adalah Dewa suci Qing Tao tapi setelah alam Qing Sui kehilangan bayangan roda waktu yang kau telan, alam Qing Sui menjadi tidak terkendali, bahkan Dewa suci sebagai pencipta alam itu tidak mampu mengendalikan nya lagi, dan melepaskan nya begitu saja, dan sampai tibalah saat alam itu menarik Penguasa ke 15 masuk ke dalam nya, dan mampu menaklukkan ke tujuh penjaga gerbang, aku sama sekali tidak percaya ke tujuh penjaga gerbang akan bersumpah setia kepada penguasa ke 15, dan menjadikan nya penguasa baru alam Qing Sui." sang pembunuh dewa menghentikan cerita nya.


"saat aku berhasil mendapatkan hawa semesta, aku akan menelan bayangan roda waktu di alam lain, seperti yang pernah kau lakukan, dan kita akan menjadi pasangan abadi," ucap sang pembunuh dewa.


"sekarang aku hanya perlu mengetahui kelemahan penguasa ke 15, dan bisa mengendalikan nya sesuka hati ku" ucap sang pembunuh dewa lagi.


wajah Dewi xhuwuan sedikit memucat, dan cepat-cepat mengendalikan pikiran nya, agar tidak terlihat oleh sang pembunuh dewa.


"Zhou'er, kau akan dalam masalah, aku harus berhati-hati, sedikit saja aku salah bereaksi maka bajingan ini akan semakin tertarik menyerang Xiao Zhou" batin Dewi xhuwuan.


"apapun yang kau lakukan, percaya lah aku tidak akan pernah menjadi istri mu, sebaiknya kau lupakan saja ambisi mu itu" ucap Dewi xhuwuan tanpa ekspresi, tetapi dalam hatinya begitu khawatir memikirkan Xiao Zhou yang akan menghadapi sang pembunuh dewa


"haha... baiklah saat aku pergi, lagipula penguasa ke 15 adalah harta Karun bagiku, dan juga ada dendam di antara kami” ucap siang pembunuh dewa.


"apa maksud mu?" tanya Dewi xhuwuan.


"kau pasti melihat ku saat ini, aku sekarang dewa tanpa bayangan, bocah itu memotong bayangan ku saat mengikuti nya keluar dari alam Qing Sui, dan juga pemuda itu memiliki pedang yang sangat sempurna, bahkan mampu memotong bayangan, mungkin penguasa ke 15 memiliki banyak yang aku inginkan," ucap sang pembunuh dewa.


Dewi xhuwuan hanya diam menatap pemuda itu pergi dari pulau nya.

__ADS_1


"aku tidak akan membiarkan kau menyetuh pemuda itu, aku akan menghancurkan segala rencana mu" guman Dewi xhuwuan tangannya mengepal marah.


__ADS_2