Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 11


__ADS_3

"adik Geun Soo... ada apa dengan mu? kau terlihat begitu bersemangat, padahal sejak memasuki kota kau mengatakan begitu lelah," tanya Selir Park Min Ji, tampak wajah tirus nya begitu pucat lemas.


"kakak Min Ji, dari mana kakak mendapat pakaian itu? garis-garis pakaian dalam mu begitu terlihat, hihihi... dan apa kakak melihat pemuda tampan itu? ucap Park Geun Soo dan mulai duduk di ranjang sepupu nya dan menatap daerah yang sedikit cembung di antara paha Selir Park Min Ji.


"apa maksud mu pelayan itu?" tanya Park Min Ji, dan memakai jubah panjang nya menutupi pakaian nakal nya sekaligus menghentikan ulah sepupunya yang menatap ke milik pribadi nya.


Park Geun Soo mengangguk,


"hemm dasar... ternyata kau memperhatikan pelayan itu juga," batin Park Geun Soo.


"aku rasa dia bukan pelayan biasa kakak, kulit dan wajah nya tampak bersinar, dan kristal biru di kening nya itu, aku yakin dia hanya hidup di keluarga yang kurang beruntung," ucap Park Geun Soo.


"cukup Park Geun Soo, aku tahu kau wanita tidak setia, dan aku tidak melarang mu jika menjalin hubungan dengan tuan Kim, tapi pemuda itu terlalu kecil dan polos untuk mu, sebaiknya kau tidak mempermainkan perasaan nya, lagipula kau seorang bangsawan dan dia hanya pelayan," ucap Park Min Ji mulai kesal, yang mengetahui jika Park Geun Soo selalu mendekati pria-pria tampan.


"hihi... tenang lah kakak Min Ji.... tadi aku hanya bersenang-senang sedikit saja menggoda pelayan itu, tetapi tuan Kim terlalu menyeramkan untuk ku, aku tidak mau, mungkin jika pangeran ke empat aku tidak akan menolak nya," ucap Park Geun Soo dan keluar dari kamar Park Min Ji.


Park Min Ji hanya menggeleng mendengar ucapan adik sepupu nya, dan mulai mengeluarkan beberapa selimut dari cincin penyimpanan nya.


sudah dua hari mereka di tempat itu Park Geun Soo semakin hari selalu berusaha mendekati Xiao Zhou, meski di tanggapi dingin oleh Xiao Zhou wanita yang sudah bersuami itu seperti tidak menyerah, ini membuat Park Min Ji geram.

__ADS_1


****


Xiao Zhou menempati sebuah rumah kecil hanya beberapa langkah saja di belakang rumah megah itu, meskipun kecil, tetapi rumah itu begitu asri dan lengkap, dan jalan setapak menelusuri lereng menuju sebuah dermaga di tepi telaga, dekat dengan gudang jerami.


malam itu Tang Bao dan Xiao Zhou sedang berbincang di ruang tamu rumah kecilnya.


Xiao Zhou duduk di lantai beralaskan sebuah matras tipis dan berbulu begitu hangat buatan suku bul-bul, remaja itu melipat satu kaki secara vertikal, di hadapan nya terdapat sebuah meja pendek, dan sebuah jubah yang di gunakan seperti selimut menutupi punggung panjang nya, dan sebagian bahu kirinya.


seorang wanita dewasa yang begitu cantik, sedikit memamerkan belahan dada nya yang begitu membulat dan tertarik ke atas.


Rambut nya di gulung sekedar saja, dan dandanan begitu mencolok dengan bibir berwarna ungu terang sedang menuangkan isi guci untuk kedua pemuda itu, dan kemudian duduk di sebelah remaja bermata biru gelap itu, tampak paha putih nya sedikit mengintip dari sela-sela pakaian tidur sutra nya yang berwarna gelap.


Xiao Zhou hanya mengangguk, dan mengeluarkan sebuah topeng dari cincin nya, remaja itu meletakkan topeng itu di atas meja pendek nya, ujung telunjuk nya beberapa kali mengetuk topeng itu pelan dan mendorong ke arah Tang Bao.


"gunakan topeng ini, semakin banyak orang semakin beresiko, Adipati Zhou bukan orang kemarin, dia pasti menempatkan mata-mata di seluruh tempat, dan sengaja membuat orang-orang yang berkhianat palsu, untuk menyaring orang-orang seperti kita," ucap Xiao Zhou.


Tang Bao mengangguk dan meraih topeng pemberian Xiao Zhou.


"kakak ipar benar, aku akan selalu waspada," ucap Tang Bao.

__ADS_1


"sebaiknya jangan terlalu masuk, cukup ikuti saja dan perhatikan, lalu bagaimana dengan orang-orang dari kekaisaran Wang yang memihak ke Adipati Zhou? apa kau sudah mengetahui nama-nama nya?" tanya Xiao Zhou, sambil meneguk isi cawan nya.


"setelah pengiriman pil terlarang terhenti, mereka akan datang padaku," ucap Tang Bao yakin.


"baiklah... lakukan dengan hati-hati, tidak mudah menangkap orang-orang kuat di kekaisaran Wang," ucap Xiao Zhou.


wanita dengan riasan mencolok itu meremas jemari Xiao Zhou,


"penguasa beberapa orang sedang mendekat," ucap wanita itu.


"mereka orang-orang Zhou Chan, biarkan saja mereka akan semakin curiga jika kita menyingkirkan nya, siluman laba-laba kembali lah ke alam Qing Sui, dan adik ipar kau sebaiknya kembali ke ruangan mu" ucap Xiao Zhou.


"putera mahkota apa kau keberatan jika malam ini aku mengajarimu cara menaklukkan wanita? kau selalu memperhatikan ini sedari tadi, apa kau suka?" tanya wanita itu sambil menyentuh dan meraba kulit paha nya, dan menatap kesal ke arah Xiao Zhou karena tidak mendapat keinginan nya dari Xiao Zhou.


Tang Bao hanya tersenyum kecut,


"tidak perlu bibi laba-laba terimakasih," ucap Tang Bao gugup.


"apa kau yakin? aku bisa mengajari mu dengan baik, meski tidak sampai terlalu dalam," ucap siluman laba-laba, dengan jemari lentik semakin ke arah paha atas nya.

__ADS_1


kata-kata di ucapkan wanita itu seperti seorang yang berbisik, dan sengaja sedikit menekankan saat mengucapkan kata dalam, dengan senyum begitu menggoda.


__ADS_2