Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Pilar Langit terakhir


__ADS_3

di alam langit.


Kaisar Langit hanya mengelus janggut panjang nya, dan memejamkan matanya dalam-dalam saat mendengar laporan dari beberapa pengawal nya.


tampak wajah Dewa lautan begitu khawatir, dan hanya terdiam.


"istana laut telah jatuh ke tangan musuh, dan saat ini penjahat Fengyin menguasai tempat itu," ucap Kaisar Langit.


"Yang Mulia.... izinkan hamba turun ke istana laut dan menghabisi penjahat Fengyin," ucap Dewa Perang berlutut di hadapan Kaisar Langit.


"Dewa Perang... aku tahu kau sangat berani, namun bukan hal mudah menembus segel dan membuka gerbang teleportasi di istana bawah laut itu.


Hal itu hanya bisa di lakukan dari dalam segel itu, dan memiliki kemampuan langit tingkat tinggi di atas level 7 bisa melakukan nya, hanya pilar Langit Zhou shilin yang berada di level itu saat ini," ucap Dewa lautan.


"kita hanya bisa masuk dan keluar melalui gerbang nya saja, dan saat ini kita tidak tahu apa yang menanti kita di gerbang panjang penuh jebakan itu," ucap Dewa lautan lagi.


"Dewa lautan... kenapa kau memihak musuh? aku Dewa Perang tidak pernah takut mati," teriak Dewa Perang yang begitu kesal karena berkali-kali di permalukan oleh Yun Fengyin.


"tenanglah Dewa Perang... kita semua tahu jika Dewa lautan ada di pihak kita, dan aku tahu kau tidak takut mati, tapi mati secara sia-sia adalah keputusan yang tidak baik untuk saat ini, masuk ke istana laut saat ini seperti tindakan bunuh diri," ucap Dewa Kebijaksanaan.


Dewa Perang membuang wajah seperti begitu kesal dengan situasi ini.


Dewa Pengetahuan maju beberapa langkah dan membungkuk di hadapan Kaisar Langit.


"izinkan hamba bicara Yang Mulia," ucap Dewa Pengetahuan.


"Bicara lah Dewa Pengetahuan, situasi sudah seperti ini, kau tidak perlu terlalu formal," ucap Kaisar Langit.


Dewa Pengetahuan mengangguk seperti mengerti maksud Kaisar Langit, yang terlihat begitu tertekan dengan ulah Sang Pembunuh Dewa.


"saat ini Sang Pembunuh Dewa berkat pusaka pagoda emas sudah menjadi abadi, dia tidak bisa di bunuh, bahkan pagoda emas sekarang melindungi tubuh nya yang sedang tertidur, pagoda emas adalah pelindung terkuat di alam langit," ucapan Dewa Pengetahuan terhenti.


semua Dewa di tempat itu terlihat begitu tegang, sekaligus khawatir dengan kekuatan Sang Pembunuh Dewa yang sudah berada di puncak kemampuan langit tingkat tinggi, mungkin setelah terbangun Sang Pembunuh Dewa akan menjadi Dewa pertama yang memiliki kemampuan langit tingkat akhir, dan itu berarti menghancurkan istana langit tidak akan sulit baginya.


"Yang Mulia.... bagaimana jika kita meminta bantuan pilar langit terakhir," ucap Dewa Pengetahuan.

__ADS_1


Kaisar Langit menarik nafas dalam-dalam.


"hemmm... Dewa Pengetahuan saran mu kali ini sedikit sulit, karena pilar langit itu begitu tua, bahkan saat ini mungkin sudah di ujung usia nya, meski dia begitu kuat aku pikir pilar langit tidak akan bersedia," ucap Kaisar Langit.


"Yang Mulia... kenapa anda berpikir demikian? Biksu Mio Ming adalah seorang pilar langit dan sudah tugas nya membantu istana ini saat ada kesulitan seperti saat ini," ucap Dewa Pengetahuan.


Kaisar Langit mengangguk, dan secara bersamaan dengan Dewa Pengetahuan keduanya memejamkan mata mereka, dan saat membuka mata kedua orang itu sudah berada di depan sebuah kuil tua yang sangat sederhana.


seorang biksu yang terlihat begitu sepuh sedang duduk, dengan mata terpejam dan satu telapak tangan di depan dadanya.


keduanya orang itu membungkuk di depan biksu itu memberi hormat, dan biksu itupun membuka mata nya, lipatan di kulit mata nya dan seluruh wajah nya begitu terlihat nyata, matanya yang jernih menentramkan menatap kedua tamu nya.


"Yang Mulia... aku tahu maksud kedatangan kalian, tapi ini maafkan aku, aku sudah dapat membantu kali ini," ucap biksu sepuh itu.


"pilar langit... kenapa kau tidak dapat membantu kami saat ini? Sang Pembunuh Dewa sudah abadi saat ini, hanya kau yang bisa menghentikan nya," tanya Dewa Pengetahuan.


"hahaha.... Dewa Pengetahuan kau selalu saja bertanya, dan aku.. selalu kesulitan menjawab pertanyaan mu sedari kau kecil.


Abadi? tidak abadi? semua sudah di takdir kan, dan takdir ku tidak menghentikan orang itu," ucap Biksu Mio Ming.


"hancur? tidak hancur, Yang Mulia... masa akan selalu berganti, peradaban akan berubah, kalian jangan terpaku pada hal seperti itu, aku yakin Yang Mulia akan menemukan cara mengatasi masalah ini, baiklah waktu ku sudah habis, selamat tinggal, perjalanan kalian masih panjang, bertahan dan percaya pada kemampuan kalian," ucap Biksu Mio Ming, dan mulai berubah menjadi butiran debu berkilauan, dan terbang keatas debu-debu bercahaya itu kini terlihat seperti bintang.


kedua tamu itu saling menatap, dan Kaisar Langit menatap debu berkilauan itu, menyatukan telapak tangannya di depan dada sambil membaca doa beberapa saat.


"hahaha... aku beruntung membawa dewa pintar seperti mu saat terakhir seperti ini, Dewa Pengetahuan... katakan jika kau mengerti semua ucapan terakhir Biksu Mio Ming," ucap Kaisar Langit dan masih menatap ke atas.


Mata Dewa Pengetahuan sedikit melebar, dan menggeleng pelan seperti orang bingung.


"Dewa Pengetahuan.... aku akan benar-benar membunuhmu jika tidak mengerti pesan terakhir dari pilar langit Mio Ming itu," ucap Kaisar Langit.


"katakan padaku apa maksud dari pe-san itu?" ucap Kaisar Langit dan menatap kearah Dewa Pengetahuan.


Mata Kaisar Langit terbelalak sesaat, dan memejamkan nya dalam-dalam, saat mengetahui jika Dewa Pengetahuan sudah tidak ada di tempat nya berdiri tadi.


*****

__ADS_1


Saat Sang Pembunuh Dewa menghisap bayangan roda waktu dari pagoda emas pendewasaan, seorang remaja sedang duduk menatap jalan menuju pulau tingkat ke tiga.


Xiao Zhou mengambil pakaian nya yang tinggal sedikit dalam cincin penyimpanan nya, dan dua bilah pedang panjang tertancap di hadapan nya.


Matanya yang gelap karena sudah menyatu dengan akar jiwa dewa iblis kuno, dapat melihat jika di depan bukan rantai besar biasa, tetapi ruang dimensi yang begitu banyak.


"katakan pedang semesta, kau mengenal labirin ini bukan?" tanya Xiao Zhou.


"aku mengenal nya tuan, ini adalah labirin kesengsaraan tiga alam, dan terdapat dua gerbang,


Xiao Zhou menyipitkan matanya menatap rantai besar itu, dan mulai tampak di bawah rantai itu sebuah alam yang terlihat menyala.


"tapi kenapa waktu itu aku tidak bisa melihat nya?" tanya Xiao Zhou.


"itu karena saat itu anda belum memiliki akar jiwa Dewa iblis tuanku," jawab pedang semesta.


"berapa lama waktu yang aku perlukan untuk melewati rantai ini?" tanya Xiao Zhou.


"jika anda selamat melewati dua gerbang itu, maka dengan kecepatan terbang anda memerlukan setidaknya delapan tahun tuanku," ucap pedang semesta.


"glek...." terdengar ludah tertelan dari Xiao Zhou.


"delapan tahun? katakan pedang pintar apa ada cara yang lebih cepat?" tanya Xiao Zhou.


"ada tuanku, anda bisa menggunakan menggunakan kekuatan ku saat terbang dan menembus ruang dimensi ini," ucap pedang semesta.


"baiklah... kita berangkat," ucap Xiao Zhou dan meraih gagang pedang semesta.


"tapi tunggu tuan ku... ini sangat aneh, aku yang menganggap diriku paling lama melintasi waktu, dan paling tua, tetapi hari ini harus mengakui jika dari pulau itu keluar hawa walaupun begitu samar tapi aku dapat merasakan nya, hawa yang bahkan lebih tua dari ku," ucap pedang semesta.


Xiao Zhou mengerutkan keningnya,


"siapa yang mengeluarkan hawa seperti itu, apakah dia seorang Dewa suci, atau Dewa kuno?" guman Xiao Zhou, seperti bicara pada dirinya sendiri.


"tidak... Dewa kuno sudah tidak ada lagi, sebaiknya kita tidak menggangu nya," ucap pedang semesta.

__ADS_1


__ADS_2