Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
gelembung energi


__ADS_3

Dewa pengetahuan tersenyum,


"bocah kecil itu memiliki sesuatu yang membuat nya hampir selalu memenangkan pertarungan nya, itu adalah gelembung energi" ucap Dewa Pengetahuan kembali meminum teh yang si suguhan pelayan dari suku bulbul


"gelembung energi? aku tidak pernah mendengar nya" ucap Lou fang


Dewa pengetahuan hanya mengangguk,


"gelembung energi, artinya saat tertentu energi qi dalam tubuh bocah itu akan mampu berkembang bekali-kali lipat dari normal nya, tubuh kita juga bisa melakukan ini tapi tidak sebesar bocah itu, tubuh mu hanya bisa menambah paling banyak hanya menjadi 5300 energi qi murni.


tapi bocah itu.... jika bola matanya sudah berubah dia akan bisa memiliki 6000 sampai 9000 energi qi murni atau mungkin lebih, tanpa bisa di rasakan oleh orang lain, dan energi sebesar itu setara dengan dewa hebat, tetapi sayangnya jika sering menggunakan gelembung energi ini bocah itu akan sulit menaikkan ranah kultivasi nya" ucap Dewa Pengetahuan.


Lou fang menyipitkan matanya,


"a-apa itu berarti bocah itu bisa mengalahkan dewa?" tanya Lou fang.


"seperti nya begitu, aku yang sudah sepuh ini hanya memiliki 10 ribu energi qi murni, tetapi aku sama sekali tidak memiliki tehnik pertarungan, jika beradu tapak mungkin kau Dan bocah itu akan mati dalam hitungan detik, tapi jika beradu tehnik aku akan kalah" ucap Dewa Pengetahuan.


"dewa terendah memiliki 6000 energi qi murni, seperti dewa penjaga pagoda Gong Du yang tewas tadi siang, pembunuh nya aku kira memiliki 12 ribu energi qi murni, jadi yang membunuh nya adalah dewa," ucap Dewa Pengetahuan.


"dewa penjaga pagoda tewas? tanya Lou fang


"kekacauan ini benar-benar terjadi, sesuai ramalan suci itu, hemmm... " ucap Dewa Pengetahuan menarik nafas dalam-dalam, dan mengelus jenggot nya.


******


cairan berlian hitam itu semakin sedikit, dan menipis terserap ke dalam tubuh Xiao Zhou, dan tidak beberapa lama cairan itupun hilang.


tubuh Xiao Zhou yang masih melayang di atas ranjangnya, terlihat bercahaya dan kulitnya tampak begitu lembut, dan halus.


dan huruf suci kuno di punggung nya kini sudah berubah huruf-huruf suci kuno itu bertambah dan membentuk gambaran seperti tanda tambah tepat di tengah-tengah punggung Xiao Zhou. dan di lapisi ornamen-ornamen indah membuat nya terlihat sangar, dan terdapat lambang matahari dan bulan separuh di gambar itu.


cahaya dari tubuh Xiao Zhou menghilang dan tubuh Xiao Zhou kembali terbaring di ranjang nya tanpa sehelai benang pun, semua istrinya melihat kejadian itu, dengan perasaan penuh was-was, menyelimuti tubuh suami mereka dengan penuh kasih.


"apa yang terjadi?" kata-kata pertama yang keluar dari bibir Xiao Zhou saat membuka matanya.


"suami istirahat lah dulu, itu pertanyaan yang harus nya kami ucapkan" ucap Xue air matanya mengalir keluar.


Xiao Zhou menganggukan kepala nya, dan tersenyum sambil memejamkan matanya.


"aku sangat lelah" ucap Xiao Zhou dan terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


pagi-pagi buta para dayang sudah menunggu didepan ruang tidur Xiao Zhou, wajah mereka tampak begitu sumringah, dan saling menatap satu sama lain dengan senyum kegembiraan.


Xiao Zhou terbangun dan menemukan dirinya di peluk oleh beberapa wanita, Kim Yun, dan Li Mei yin mengapit nya dan ada gadis kembar di bagian kaki Xiao Zhou.


Xiao Zhou tersenyum dan mengelus kepala kedua gadis kembar itu.


"suami kau sudah bangun?" ucap Li Mei yin


"iya yin'er... kalian tidurlah dulu, aku ingin mencari udara segar" ucap Xiao Zhou dan bangkit dari ranjang nya dan mencari pakaian tidur nya dan melangkah menuju pintu kamar.


Li Mei yin duduk dan menyipitkan matanya menatap kearah tubuh Xiao Zhou, terutama pada bagian kebanggaan suami nya itu. dan ketiga wanita lain terbangun, serta melakukan hal yang sama.


"tunggu suami, kau tampak berbeda sekarang," ucap Li Mei yin menatap tubuh Xiao Zhou


"iya kau berbeda, bagian itu mu juga lain" ucap Kim Yun dengan wajah sedikit memerah.


"he' eh... berbeda" ucap kedua gadis kembar itu hampir bersamaan.


"kalian semua seperti nya masih ngantuk jadi pengelihatan kalian tidak baik, sebaiknya tidur saja" ucap Xiao Zhou membuka pintu kamarnya, dan di sambut para dayang.


"tuan muda anda akhirnya bangun juga, silahkan kami sudah menyiapkan semua nya," ucap dayang paling senior dan membawa Xiao Zhou ke ruangan untuk membersihkan diri.


"seperti nya kita akan mengalami sedikit kesulitan, jika harus memasukkan benda itu" ucap Kim Yun sambil tersenyum dan menggigit bibir bawahnya, di ikuti oleh anggukan setuju dari ketiga madu nya, yang masih membeku dengan pikiran melayang panas.


kabar itu menyebar kesemua isteri Xiao Zhou dan dengan perasaan campur aduk dan tidak sabar, mereka menunggu kedatangan Xiao Zhou di ruang makan.


Xiao Zhou memasuki ruangan makan itu dan membeku melihat semua istrinya berkumpul di satu tempat saja.


"apa yang kalian lakukan, kenapa kalian berkumpul menjadi satu seperti itu, sebaiknya kita makan" ucap Xiao Zhou yang tidak mengerti arti pandangan para istri nya.


"dayang sebaiknya kalian semua keluar, dan bawa semua tuan kecil juga keluar, biar kami yang melayani makan dari suami kami saat ini, dan jangan ada yang berani memasuki ruang makan ini" ucap Liu fenghua, dengan bibir bergetar seperti sedang menahan gairah.


semua dayang menganggukan kepala, dan keluar membawa anak-anak Xiao Zhou keluar ruang makan itu, tampak Xia xhialun pertama mendekati tubuh Xiao Zhou memperhatikan dari ujung atas sampai bawah.


"suami kau bertambah tinggi?" ucap Xia xhialun.


Liu fenghua menyipitkan matanya, dan mengangguk, serta mendekat kearah Xiao Zhou.


"adik Xia benar sekarang tinggi tubuh mu, 186 centimeter, ucap Liu fenghua dan menarik lengan panjang Xiao Zhou dan mendudukkan nya di kursi di ruang makan itu.


Xia xhialun seperti tidak sabaran meraba, dan memasukkan tangannya kebalik jubah bagian bawah Xiao Zhou.

__ADS_1


matanya melebar, dan terpekik sesaat, bibir nya masih terbuka,


"kalian tidak akan percaya ini," ucap Xia xhialun saat benda yang di pegang nya sudah mekar sempurna.


semua mata menatap Xia xhialun tanpa berkedip.


Yumiko yang sudah tidak sabar ikut memasukan tangan nya ke tempat yang sama dengan Xia xhialun, hal yang sama terjadi suaranya terpekik, dan jari-jari tangan kirinya dengan cepat menutup bibir nya agar tidak terlalu terdengar,


"apa kalian semua sudah benar-benar gila" ucap Xiao Zhou, kesal terhadap tingkah para istri nya.


Yumiko tidak menjawab pertanyaan suami nya,


" walaupun semakin besar, ukuran nya tidak jauh berbeda dari semula, tetapi ini begitu kekar dan berurat," ucap Yumiko, terdengar ludah tertelan dari beberapa istri Xiao Zhou.


"suami... aku harap kau tidak begitu lapar hari ini, karena saat ini kami yang benar-benar lapar" ucap Zhang Rui dengan wajah sedikit memerah nya.


"he' eh..." ucap kedua gadis kembar itu mengangguk, Ratu Alisa hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, merasa sesuatu yang panas dan lembab di bagian bawah tubuh nya.


Xia xhialun menatap wajah Xiao Zhou dan seperti ingin menelan nya bulat-bulat, dan menarik lengan Xiao Zhou membawa ke kamar tidur milik nya.


para istri lain nya hanya menguping dari luar ruangan itu, dan tidak beberapa lama terdengar sedikit pekikan dari kamar itu, dan desahan yang begitu keras dari bibir Xia xhialun.


"suami ini sungguh nikmat rasanya, aku sangat menyukai nya, aku sudah keluar beberapa kali, tapi aku masih merasa gatal dan ingin menikmati nya terus, suami aku sangat mencintaimu, tolong... bisakah lebih keras lagi, ak-ku mau keluar lagi suami" ucap Xia xhialun terputus-putus, dan seperti sedikit berteriak


desahan Xia xhialun terdengar lagi bertambah keras kali ini, membuat para wanita cantik itu menjadi semakin panas, sampai beberapa saat tidak terdengar lagi suara khas milik Xia xhialun.


dan sampai siang itu akhirnya Xiao Zhou berhasil menyelesaikan tugas nya sebagai suami, dari sekian banyak istri nya. tampak sampai menjelang sore tidak seorang pun dari Isti Xiao Zhou yang keluar dari kamar mereka masing-masing.


sore itu Xiao Zhou duduk di ruang baca nya di temani seorang pria yang tidak memiliki ekspresi. pria itu menyerahkan cincin milik penasehat Huang.


"jumlah harta dalam cincin ini sangat tidak wajar, aku akan mengembalikan pada kaisar Ming" ucap Xiao Zhou dan melangkah keluar menuju pintu di lantai dua. di ikuti oleh Yang Tian dan beberapa saat kemudian menjadi bayangan dan menempati tempat biasanya.


Xiao Zhou keluar dari rumah makan merak putih di kekaisaran Ming, langit sudah mulai gelap, terlihat di gerbang timur ibukota kekaisaran Ming itu seperti terjadi kebakaran, hujan mulai mengguyur bumi, Xiao Zhou melesat melihat kebakaran tadi, tapi wajah nya berubah pucat, begitu banyak mayat di tempat itu dan banyak bangunan yang sudah hancur.


perlahan Xiao Zhou menelusuri jalan besar di ibukota itu, yang kini tampak seperti Medan perang, tampak di depan nya seorang pria paruh baya, menatap tajam kearah nya.


deggggg.... jantung Xiao Zhou berdebar,


"ini??? suasana ini tidak asing bagiku, iya.... ini adalah mimpi beberapa bulan yang lalu, tapi bukan pria ini yang aku lihat, dimana pria bertopeng dan membawa dua pedang panjang itu?" batin Xiao Zhou dan menatap sekeliling mencari sosok dalam mimpi nya itu.


"aku harap semua istriku masih di pulau, bersama tetua Zhifu" batin Xiao Zhou lagi

__ADS_1


__ADS_2