
Mata Sang Pembunuh Dewa melebar, dengan bibir bergetar karena begitu marah, karena untuk pertama kalinya ada seseorang yang menyebut nya sebagai keledai, namun tidak ada yang dapat di lakukan nya karena seluruh tubuh nya sama sekali tidak bisa bergerak hanya mata dan bibirnya saja yang mampu bergerak.
Pilar langit Zhou Shillin memejamkan mata tua di bawah alis panjang yang hampir menyentuh tulang pipinya.
"Tuan bermata biru kau akhirnya datang juga, aahh... aku begitu lega, meskipun aku mati saat ini, maka aku akan mati dengan tenang, karena alam ini akan selamat dari bencana besar," ucap Zhou Shilin.
"diamlah... simpan energi mu itu, kau sudah melempar ku dengan cara licik waktu di tebing itu, aku masih belum melakukan perhitungan dengan mu," ucap Xiao Zhou.
"hehehe... kau masih mengingat nya rupanya, kultivator tanpa tingkatan kultivasi? tidak ada yang lebih dari ini," ucap Pilar Langit Zhou Shilin dan mengatur nafasnya.
Xiao Zhou mendekati Dewa Pengetahuan dan Dewa Formasi Lou Yi yang duduk sejajar, nafas nya mulai tersengal, dengan mata terpejam dan wajah tertunduk.
Xiao Zhou menyentuh bahu kedua Dewa itu, kedua telapak tangan nya bersinar dan dan terserap ke tubuh ke dua Dewa itu.
"waktu kalian belum tiba," ucap Xiao Zhou.
cahaya keemasan mulai muncul seperti waktu bergerak terbaik pecahan cahaha-cahaya itu kembali menyatu dan membentuk formasi pelindung dan sungai sastra dan kedua nya kembali ke tubuh ke masing-masing dewa itu, dan perlahan mata kedua Dewa sepuh itu terbuka lagi dengan nafas yang sudah teratur.
kepala Sang Pembunuh Dewa sedikit miring ke samping dan menggeleng, tidak percaya apa yang barusan terjadi.
"tidak mungkin... kau tidak bisa menghidupkan orang mati," ucap Sang Pembunuh Dewa yang masih membeku.
Xiao Zhou mendekati Sang Pembunuh Dewa, dan menjatuhkan pecahan lantai yang membeku di udara di sekitar tubuh melayang pria itu, menatap Sang Pembunuh Dewa dengan tajam, sesekali menatap kearah Pedang tebal nya menancap di lantai bata itu.
Sang Pembunuh Dewa mengikuti arah pandangan Xiao Zhou, dan ikut menatap pedang nya yang tidak pernah lepas dari genggaman nya saat bertarung.
"pedangku kenapa kau mengkhianati ku?" batin sang Pembunuh Dewa dalam pikiran nya.
"maafkan aku tuan, setiap pedang harus tunduk di hadapan Dewa Pedang, dan pemuda yang kini di hadapan ku sudah menguasai semua tehnik Pedang dan menjadi dewa dari seluruh pedang di tiga alam, tidak ada yang bisa ku lakukan kecuali menunduk di hadapan nya, itu adalah sumpah setiap pedang," ucap pedang tebal itu.
__ADS_1
"apa Dewa pedang? baiklah... tapi bagaimana dengan mu Cincin Langit?" tanya Sang Pembunuh Dewa dalam pikiran nya lagi.
"aku tidak pernah berpikir sebelum ini, aku tidak menyangka jika pusaka ini merupakan sebuah pedang, aku begitu bodoh selama ini, Dewa Ling... Cincin setengah ini adalah pedang bulan yang sesungguhnya," ucap Dewi yang berada di dalam cincin Langit.
Xiao Zhou mengambil pedang tebal yang tertancap di lantai di hadapan Sang Pembunuh Dewa,
"kau pikir kuat saja bisa menjadi Kaisar Langit, jika hanya itu syarat nya mungkin ayah mu sudah menjadi Kaisar Langit, menjadi Kaisar Langit begitu sulit kau harus memenuhi banyak syarat selain kau benar-benar adil dan bijaksana, bahkan kau harus membuang semua perasaan yang kau miliki, dan menempatkan kewajiban sebagai Kaisar Langit diatas segala-galanya, jadi orang-orang seperti kita sangat tidak layak menjadi seorang Kaisar langit," ucap Xiao Zhou.
Sang Pembunuh Dewa tidak mempedulikan ucapan Xiao Zhou, hanya memikirkan bagaimana semua orang hanya bisa menggerakkan bola mata mereka, dan begitu tertarik akan kekuatan Xiao Zhou.
"kekuatan macam apa ini?," batin Sang Pembunuh Dewa.
"siapa kau?" tanya Sang Pembunuh Dewa.
"aku? kau sudah sepikun itu rupanya? baiklah... aku adalah orang yang sama dengan orang yang sudah memotong bayangan mu, apa itu mengingatkan mu akan sesuatu?" tanya Xiao Zhou.
"apa? kau penguasa ke 15? tidak mungkin, kau tidak bisa sekuat ini hanya dalam beberapa tahun saja, katakan tipuan apalagi yang kau mainkan kali ini? apa ini ilusi mu saja hah?" ucap Sang Pembunuh Dewa.
"bukan... aku tidak melakukan hal-hal seperti itu lagi, aku adalah penguasa waktu, dan saat ini aku sedang menghentikan nya, dan aku bisa memainkan nya sesuka hati ku, kali ini hanya sebatas mata dan bibir kalian saja yang bisa bergerak, bagaimana Sang Pembunuh Dewa apa kau tertarik?" ucap Xiao Zhou.
Wajah Sang Pembunuh Dewa memucat,
"ini tidak mungkin, tidak ada Dewa yang dapat mengetahui rahasia teka-teki waktu," batin Sang Pembunuh Dewa,
"hahaha... kau pikir dengan mengendalikan waktu kau bisa menang, banyak pengendali waktu di alam ini," ucap Sang Pembunuh Dewa asal bicara.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis,
"tidak... selain aku, tidak ada yang benar-benar pengendali waktu, mereka hanya menggunakan kecepatan mereka, dan memanipulasi lawan-lawan mereka, atau mereka hanya membuat ilusi mengendalikan bayangan waktu dalam ruang dimensi mereka, tetapi di luar ruang itu waktu masih berputar seperti biasa, tapi lihat lah sekeliling mu saat ini, mungkin itu akan memberi mu jawaban," ucap Xiao Zhou
__ADS_1
Dewa Pengetahuan mengangguk,
"jadi kau yang membuat matahari dan bulan tertutup selama tiga hari beberapa bulan lalu?" tanya Dewa Pengetahuan
Xiao Zhou menggelengkan kepalanya mengingat penderitaan nya selama tiga hari yang melelehkan dantian nya itu.
"aku menelan kedua benda itu, dan itu begitu panas dan juga dingin yang teramat sangat, aku seperti dalam mimpi buruk," ucap Xiao Zhou, membuat Dewa Pengetahuan hanya menyungging senyum nya sedikit, ini adalah senyum pertama Dewa Pengetahuan semenjak jatuh nya istana laut.
"apa benar orang ini sudah pernah ke ujung dunia?" batin Sang Pembunuh Dewa, menyipitkan matanya sedikit, yang pernah mendengar jika roda waktu berada di ujung dunia.
"bukan kah namamu Ling Zhein? kau benar-benar berbakat menjadi orang jahat, kau bahkan membunuh ayahmu sendiri," ucap Xiao Zhou dan menatap pedang tebal milik lawan nya itu, dan mengangkat nya dengan kedua tangan nya.
bammmm.....
Xiao Zhou menghantamkan pedang tebal itu telak ke wajah Sang Pembunuh Dewa, meski sudah di lindungi pagoda emas tetapi tubuh nya terlempar begitu kencang.
blaaarrrrr.....
tubuh nya menembus dinding istana sekaligus menghancurkan beberapa benteng di Medan pertempuran itu.
semua menatap kejadian itu seperti tidak percaya, Sang Pembunuh Dewa akan terlempar begitu jauh.
Xiao Zhou menghela nafas nya, dan semua kembali bisa bergerak, dan pertempuran kembali terjadi di Medan perang itu, pedang-pedang kembali kepada tuannya masing-masing, hanya pedang tebal itu masih di tangan Xiao Zhou.
Kaisar langit menatap Xiao Zhou tanpa berkedip, dan masih belum bisa menebak siapa pemuda ini sebenarnya.
"siapa pemuda kecil ini, aku tidak bisa merasakan hawa apapun dari tubuh nya," guman Kaisar Langit.
"ayah... apa kau tidak mengenali menantu mu sendiri?" ucap Puteri Yun Qixuan tersenyum dan sedikit tertunduk wajah nya terlihat memerah, begitu senang mengetahui situasi sekarang sudah seperti sudah terbalik, dan juga begitu merindukan pemuda yang selalu membuat hati bergetar.
__ADS_1