
Xiao Zhou duduk di ruang bacanya, pikiran nya masih menerawang,
"ini sudah hari 87, aku belum menemukan serpihan terakhir jiwa mou lu, hemmm.... seperti nya aku tidak akan mendapatkan serpihan terakhir jiwa mou lu dalam waktu dekat" Xiao Zhou menghembuskan nafas dengan panjang.
tiba-tiba seorang bersuara dari luar ruang baca nya,
"tuan muda, pejabat militer anda ingin menghadap" ucap seorang penjaga dari luar ruang baca itu
"izinkan masuk" ucap Xiao Zhou
pintu ruangan itu terbuka seorang berpakaian pejabat memasuki ruang baca itu
"salam hormat tuan muda, ada yang ingin hamba bicarakan," ucap pejabat itu sambil membungkuk sopan.
"kau pejabat strategi militer bukan? katakanlah tanpa ada yang di sembunyikan" ucap Xiao Zhou
"baik tuan muda...., saat ini para jendral dari tiga kekaisaran dan beberapa ketua sekte dari kekaisaran itu, sedang membahas tentang benteng tua di bagian barat kekaisaran Wang di aula istana anda" ucap pejabat itu.
"Kaisar Wang dan Kaisar Xia ingin meminta pendapat anda, anda sedang di tunggu di pertemuan itu" ucap pejabat militer itu lagi
Xiao Zhou menganggukan kepala, dan menatap mata pejabat itu
"aku tidak menyukai para ketua sekte itu, sebagai ahli militer, apa kau punya pendapat? tanya Xiao Zhou
"tuan muda...., jika tuan muda berkenan hamba akan membantu anda berbicara di pertemuan itu, jika itu tentang strategi perang, hamba adalah alhi nya" ucap pejabat itu.
Xiao Zhou menganggukan kepala nya lagi,
"baiklah.... sebaiknya kau berbicara dengan bagus nanti, ikut dengan ku" ucap Xiao Zhou dan mengeluarkan sebuah topeng dari cincin penyimpanan nya.
*****
tampak begitu orang sedang duduk melingkar, sebuah meja bundar di tengah aula luas itu di atas nya terlihat peta terbuat dari pasir, tampak mata semua orang tertuju pada sebuah bangunan benteng buatan di atas peta itu.
__ADS_1
dari orang-orang yang hadir di aula itu, tampak seorang duduk tenang dengan pakaian putih panjang nya menjuntai, dia adalah Li Quan yue dewa pedang yang menjadi salah satu orang terkuat di empat penguasa tertinggi, ada juga biksu suci dari sekte kuil cahaya suci, dan penguasa timur Lun xiang Tien.
beberapa kultivator ranah surgawi duduk dengan rasa tidak suka mereka harus menunggu seorang yang tidak mempunyai nama di dunia kultivator, karena permintaan dua Kaisar wanita itu.
"markas iblis ini beberapa hari yang lalu sudah mulai menyerang benteng di kota shinjong, jika benteng ini jatuh, maka akan terbuka jalan ke kekaisaran Ming, jadi perang ini bukan tanggung jawab kekaisaran Wang saja" ucap Kaisar Ming, yang sudah terlihat sehat.
"itu benar aku dengar jumlah mereka begitu banyak di dalam markas itu di perkirakan lebih dari lima juta iblis, dan yang menyerang beberapa hari yang lalu aku dengar lebih dari 15 ribu pasukan" ucap Wei houcon ketua sekte serigala hitam dari kekaisaran Xia
"harus berapa lama kita akan menunggu penguasa ke 15?" ucap ketua sekte dari kekaisaran Xia itu lagi.
"tenangkan dirimu tuan Wei, tunggulah sebentar lagi" teriak Xia xhialun matanya menatap tajam kearah Wei houcon.
Xiao Zhou mendengar ucapan Wei houcon, dan melangkah memasuki aula luas itu dan dengan tenang menatap semua orang di tempat itu dari balik topeng nya.
semua orang terdiam, topeng yang digunakan Xiao Zhou begitu mengintimidasi semua orang disana,
"maaf sudah membuat kalian semua menunggu, dari awal aku tidak tertarik dengan urusan kalian, aku hanya menyediakan tempat saja, karena tempat ku ini merupakan tempat terdekat dari kalian semua untuk berkumpul, jadi jika beberapa dari kalian meminta pendapat ku tentang urusan ini, aku bersedia tapi sebenarnya aku bukan lah ahli strategi perang, aku hanya seorang petarung biasa" ucap Xiao Zhou
"apa yang di katakan biksu suci itu benar, silakan tuan Xiao" ucap Li Quan yue.
semua orang hanya diam, tidak ada yang berani membantah ucapan biksu Guan Tong ataupun ucapan Li Quan yue, kemampuan mereka begitu di segani di empat kekaisaran.
Xiao Zhou hanya mengangguk, dirinya belum pernah membahas strategi perang sebelum nya, Xiao Zhou hanya seorang petarung, bukan ahli strategi.
"baiklah jika kalian memaksa.... aku sudah membicarakan ini dengan ahli perang istana kami, biarkan dia yang berbicara, " ucap Xiao Zhou mempersilahkan pejabat nya bicara
"baik... tuan muda" ucap pejabat itu
"serangan tadi malam adalah suatu serangan bayangan, mereka akan melakukan terus menerus, yang akan membuat kita bingung, dan akan mengambil langkah yang salah, dan mungkin serangan ini hanya pengalihan perhatian, serangan sesungguhnya nya adalah di tempat yang jauh dari kota shinjong, atau mungkin saja di kekaisaran lain,"ucap pejabat militer itu, sambil menarik nafas dalam-dalam.
"aku sangat yakin saat penyerang beberapa hari yang lalu, jumlah mereka tidak lebih dari tiga ribu orang saja, jika mereka mau, dengan jumlah begitu banyak di dalam markas, mereka bisa meratakan kota shinjong hanya dengan berjalan kaki saja, tanpa melakukan serangan dalam hitungan jam" ucap pejabat itu lagi.
"bagaimana kau bisa yakin jumlah mereka tiga ribu bukan lima belas ribu seperti yang aku dengar" ucap Wei houcon yang tidak suka kata-kata nya ada yang melawan.
__ADS_1
"apakah Anda beberapa hari yang lalu ada di tempat kejadian, jika tidak berarti sama dengan ku kita hanya mendengar dari orang saja, tapi jika yang anda bicara benar, apakah anda yakin pertahanan kita di kota shinjong yang hanya berjumlah 2300 orang mampu mengalahkan orang sebanyak 15 ribu? aku rasa tidak ada pendekar setengah dewa di antara prajurit kekaisaran Wang" ucap pejabat militer itu.
semua orang mengangguk, dan setuju dengan ucapan pejabat itu kecuali Wei houcon.
"kau begitu sombong dengan ucapan mu, siapa namamu? dan dalam perang ini apa yang bisa kau berikan? sekte kami sudah siap dengan dua ribu kultivator muda, di ranah ahli, sedang kan kau dan penguasa mu berapa orang yang bisa kau berikan? seratus? atau dua ratus?" ucap Wei houcon seperti mengejek.
pejabat itu tersenyum, dan memberi hormat kepada Xiao Zhou,
"tuan muda boleh hamba menjawab? tanya pejabat militer itu
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"aku hanya ahli strategi, aku tidak memiliki nama, dan tentang pasukan yang bisa di keluarkan dari pulau ini, jika penguasa kami mau kami dari suku bulbul atas perintah penguasa pulau ini, kami mampu mengeluarkan pasukan tidak kurang dari tujuh juta petarung di ranah pendekar raja, tanpa perlu makanan, dan kami juga mempunyai panglima perang setengah abadi, jadi bisa di bilang kami setara dengan pasukan kekaisaran Langit, dan jika penguasa kami mau kami bisa melawan iblis ini tanpa bantuan kalian" ucap pejabat militer itu,
semua mata terbelalak, terutama Wei houcon
"kau sebaiknya jangan berbohong dalam pertemuan penting seperti ini" ucap Wei houcon.
"dia bicara benar tuan Wei, aku biksu suci Guan Tong bisa mengetahui kebohongan seseorang, hanya dari getaran terkecil di jantung nya" ucap biksu suci itu tenang.
semua orang tercengang, dan takjub dengan kekuatan dari penguasa ke 15, mereka mulai berharap penguasa ke 15, mau membantu mereka dalam perang ini.
"penguasa ke 15 bisakah kami melihat wajah anda, agar orang-orang di seluruh kekaisaran bisa mengenal wajah anda" ucap Wei houcon yang kini terlihat seperti penjilat
"orang-orang di sini tidak ada urusan nya dengan wajah ku tua Wei, jadi untuk sementara kalian semua mengumpulkan pasukan, aku akan menjaga benteng shinjong untuk jangka waktu satu tahun dari sekarang, aku harap tahun depan kalian sudah siap, karena perang ini bukan tanggung jawab ku saja" ucap Xiao Zhou keluar aula itu, yang di ikuti oleh pejabat militer itu,
Xiao Zhou melangkah memasuki ruang keluarga, nya dimana anak dan para istri nya sudah menunggu,
mata Xiao Zhou menjadi kabur, dan berlutut, dan jatuh tengkurap seperti tidak bertenaga, darah nampak keluar dan mengalir di lantai dari balik topeng bekas milik Yang Tian yang belum sempat di lepaskan nya. semua orang berlari ke arah Xiao Zhou
"suamiiiiiiii" teriak beberapa wanita secara bersamaan, dan mendekati nya.
" tunggu....!!!! jangan ada yang berani mendekat, jika melawan aku akan langsung membunuh nya" ucap seseorang dengan suara bergetar karena marah, orang itu tiada lain adalah tetua Zhifu.
__ADS_1