
"bukan kah kau pria dari klan pertapa itu? aku dengar kau lah satu-satunya orang yang melewati batasan klan, sejak delapan ratus ribu tahun terakhir, aaahhhh... udara hari ini terasa cukup panas, apa kau juga merasa kan nya?" tanya Huan Zhi sedikit membusungkan dada nya ke hadapan Xiao Zhou.
Xiao Zhou menggelengkan kepalanya, sesaat matanya menatap ke tempat lain, dan kembali menatap wanita itu, dan menghembuskan nafas panjang nya.
"nona aku tahu tujuan mu, saat ini aku sedang tidak ingin bermain, sebaiknya kau menyingkir dari hadapan ku, atau aku akan....
"kau ingin melakukan apa? apa yang bisa kau lakukan padaku? hihi.. dasar bocah, " ucap wanita itu dengan nada menggoda dan melangkah semakin mendekati Xiao Zhou.
"apa??? bocah? kau tadi memanggilku bocah? aaahhhs, aku tidak percaya ini" ucap Xiao Zhou sambil tersenyum kesal, menatap kearah jendela untuk beberapa saat.
Xiao Zhou mengangguk, seperti menyetujui wanita itu menyebut nya dengan sebutan bocah, dan mendekati Huan Zhi, matanya menatap mata wanita itu dalam-dalam.
"bocah? dengar nona kecil... kau ingin menggoda ku bukan? aku terlahir bukan menjadi orang yang baik, jadi kali ini kau salah sasaran nona, kau tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang bisa bocah ini berikan pada tubuh indah mu ini," ucap Xiao Zhou pelan, wajah nya begitu dekat dengan leher Huan Zhi.
tubuh Huan Zhi sedikit bergetar saat merasakan hembusan nafas Xiao Zhou di leher nya, ada perasaan aneh di tubuh nya yang kini membuat nya sedikit panas.
"aahh... apa yang kau lakukan? ucap Huan Zhi gugup, tubuh nya sedikit mundur dan kini Xiao Zhou sedikit mendorong tubuh Huan Zhi ke samping hingga menempel di dinding koridor sempit dan sedikit gelap itu.
Xiao Zhou menghimpit tubuh Huan Zhi di dinding itu, mata keduanya saling menatap,
"nona kecil... tadi kau bilang sedikit panas bukan? bagaimana jika kita berdua sedikit lebih berkeringat hari ini, kau bisa mengeluarkan sihir bodoh mu itu, dan kita bisa mencari tempat untuk berkeringat itu?" bisik Xiao Zhou bibir keduanya sudah begitu dekat,
tangan kiri Xiao Zhou mengelus lembut leher di bawah telinga kanan Huan Zhi, dan tangan kanan nya menarik pinggang wanita itu, membuat wanita itu sedikit terpekik, dan merasakan sedikit kenikmatan saat tubuh mereka saling berdesakan.
"kau, lepaskan aku," Huan Zhi yang kini juga ikut berbisik, mata sipit indah itu sudah terlihat sendu, tubuh nya benar-benar panas, dan tubuh nya sedikit terangkat keatas saat tubuh bagian bawah Xiao Zhou semakin mendesaknya, wanita itu mulai mengikuti gerakan Xiao Zhou, kedua kakinya sudah semakin melebar tanpa di sadari nya, saat milik mereka semakin sering saling bergesekan, hembusan nafas nya mulai terdengar dan semakin cepat.
"ehhh" lenguhan pelan terdengar dan bibir Huan Zhi sedikit terbuka.
mata keduanya sesekali saling menatap penuh gairah, dan mata Huan Zhi menatap bibir Xiao Zhou yang semakin dekat dengan bibir nya, dan tanpa di sadari bibirnya juga semakin terbuka.
"bibir merah mu ini begitu menggodaku nona," bisik Xiao Zhou.
"kurang ajar, berani nya pria ini bicara seperti itu padaku, tubuh ku seperti tidak dapat aku kendalikan, tapi tidak bisa ku pungkiri aku sedikit menyukai ini, perlakuan sedikit kasar nya ini membuat ku bergairah," batin Huan Zhi, dan bibir Xiao Zhou menyentuh ringan bibir sensual Huan Zhi.
Huan Zhi memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut dari bibir Xiao Zhou, di permukaan bibir nya,
"apa? bibir nya begitu lembut, dan gerakan nya sangat pelan." batin Huan Zhi dan berharap Xiao Zhou lebih menempel bibir nya, ingin sekali tangan Huan Zhi menarik kepala Xiao Zhou agar bibir mereka saling menempel erat, tapi wanita itu masih begitu malu.
Mata Huan Zhi terbuka saat Xiao Zhou menyudahi permainan bibir yang hanya saling bergesekan itu beberapa saat.
__ADS_1
"dengarkan aku nona kecil, kau seharusnya tidak mengikuti ucapan kekasih bodoh mu itu, kau akan terlihat seperti wanita lemah, kau adalah pejabat tinggi di istana ini, dan aku yakin kau adalah wanita yang cerdas, jadi mulai lah bertingkah seperti seorang wanita berkelas, dan tidak kekanakan seperti ini," ucap Xiao Zhou dan memperbaiki kancing bagian atas milik Huan Zhi.
mata Huan Zhi melebar, seperti tersadar dan tidak percaya jika dirinya bisa begitu mudah di cium pria asing, bahkan dirinya terlihat seperti menginginkan nya juga, wajah nya menjadi begitu merah karena malu, dan sangat marah pada Xiao Zhou.
"lepaskan aku bajingan," ucap Huan Zhi.
"itu jauh terlihat lebih baik," ucap Xiao Zhou terlihat sungging di bibirnya, dan meninggalkan Huan Zhi yang masih menempel di dinding koridor itu dengan nafas tersengal, kedua kaki masih melebar.
"tunggu!!! kau akan mati hari ini sampah," teriak Liu Fang dari arah belakang Xiao Zhou dan mengeluarkan sebuah bola sihir berwarna merah ke arah Xiao Zhou.
mata Huan Zhi terbelalak mengetahui jika sihir itu bisa membunuh seorang yang memiliki kemampuan langit tingkat bawah,
dan seseorang pengajar wanita setengah baya, sudah melambaikan tangan nya sambil merapal sebuah mantra.
wanita itu adalah orang yang membantu Xiao Zhou saat peristiwa mutiara besar itu, dan sejak itu, wanita pengajar itu diam-diam selalu mengawasi gerak-gerik Xiao Zhou, dan melaporkan nya pada majikannya.
sebuah perisai pertahanan muncul di koridor itu dan menahan serangan Liu Fang.
blaaarrrrr.....
sebuah ledakan dahsyat terdengar dan menghancurkan dinding di seberang Huan Zhi, terlihat halaman luas dari dinding yang hancur itu.
blaaarrrrr....
tubuh Xiao Zhou terlempar dan menembus dinding bangunan itu, Xiao Zhou terlempar dari lantai dua dan menghantam tanah, ternyata koridor tempat mereka bertarung itu terletak di lantai dua dari bangunan pelatihan klan penyihir itu.
Xiao Zhou berdiri dan mengusap-usap dadanya, terlihat dua lobang besar di dinding bangunan itu, tampak wajah khawatir dari Huan Zhi menatap Xiao Zhou, dan wajah marah dari Liu Fang di masing-masing lubang besar itu.
"berhenti kalian," teriak salah satu pengajar laki-laki, dengan wajah begitu marah.
ledakan dahsyat itu membuat para calon pejabat baru memenuhi tempat itu, dan beberapa pengajar lain nya datang ke koridor itu, dan menghentikan pertarungan itu,
kedua pemuda itu mendapat teguran dari pengajar, tetapi hanya Xiao Zhou mendapatkan hukuman dan tidak mendapatkan waktu beristirahat sampai akhir bulan.
selang beberapa hari dari peristiwa itu, para calon pejabat baru yang terlihat bersemangat, berbeda dengan para pengajar klan penyihir yang seperti marah karena mereka harus bersaing dengan para pejabat muda itu untuk menjadi sang pengganti. kesibukan Xiao Zhou semakin banyak, karena para pengajar begitu keras dalam memberikan pengarahan.
"baiklah para calon pejabat baru, sudah satu bulan kita belajar tanpa beristirahat yang cukup, jangan sampai ada kesalahan, dan terus berlatih, dan besok kalian bisa beristirahat selama tiga hari. " ucap pengajar itu, yang di iringi tepuk tangan dari para calon pejabat baru itu.
****
__ADS_1
"pemuda itu sudah sebulan tidak pernah datang, aku menyuruh nya untuk tidak kembali, aku tidak menyangka jika pemuda itu begitu penurut," guman Xhin Ye dan mencoba menyibukkan dirinya, dan matanya tidak pernah lepas dari telaga itu, seperti berharap seseorang muncul.
pagi itu Xiao Zhou sudah bergegas menuju bendungan, tidak lupa untuk mampir ke sebuah pasar, tidak banyak barang yang bisa di dapatkan nya, Xiao Zhou harus mencari hingga ke alam Him Sui, mencari bumbu, dan daging.
dan siang hari nya sudah berada di gubuk Xhin Ye dengan pakaian basah, karena harus melewati lorong di bawah bendungan itu.
"kera hitam kenapa kau datang lagi?" ucap Xhin Ye dengan wajah datar seperti biasa.
"nyonya Xhin aku ingin menggunakan telaga milik mu, jika kau tidak keberatan." ucap Xiao Zhou.
" k-kau boleh menggunakan nya, aku tidak perduli," ucap Xhin Ye dan masuk kedalam gubuk nya.
"demi dewa... ada apa dengan wanita itu?" batin Xiao Zhou, dan mulai berlatih di dasar telaga itu.
senja itu Xiao Zhou beristirahat sejenak dari latihan, dan duduk sambil menikmati guci nya, pikiran nya menerawang kepada orang berpakaian kuning keemasan, dan janggut yang melambai-lambai dalam mimpi nya itu.
"apa yang kau pikirkan? kau terlihat lelah," ucap wanita itu dan duduk di samping Xiao Zhou.
Xiao Zhou menggelengkan kepalanya, dan berusaha mencari topik lain untuk menutupi kegelisahan nya memikirkan mimpi buruk nya, dan juga tugas yang begitu banyak di bebankan oleh para pengajar di tempat pelatihan nya, begitu menguras energi nya.
"aahhh... semenjak ada pengumuman tentang sang pengganti, para pengajar itu seperti gila, mereka seperti ingin membunuh ku saja, mereka semua ingin terpilih." guman Xiao Zhou berbohong, dan mengalihkan pikirannya dari perang besar di istana langit.
keluhan Xiao Zhou membuat wanita itu sedikit tersenyum tipis, dada Xiao Zhou sedikit bergetar saat melihat senyum indah itu yang membuat wajah itu menjadi sempurna.
"benarkah? bagaimana dengan mu?" tanya wanita itu.
"aku? tidak... aku tidak tertarik, aku di sini bukan untuk urusan semacam itu." ucap Xiao Zhou.
"apa kau tahu apa itu sang pengganti?" tanya wanita itu.
Xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya,
"haruskah aku tahu?" tanya Xiao Zhou berbalik.
"hahaha.... aku lupa jika kau bukan dari pulau ini, tentu saja kau tidak ingin menetap di pulau ini, baiklah kera hitam... akan aku beri tahu, sang pengganti adalah jabatan tertinggi dari semua jabatan di pulau ini, hampir seperti penguasa. mereka akan bersaing menjadi terbaik di dalam klan, dan sampai hari yang di tentukan, maka penguasa akan memilih seorang yang menjadi sang pengganti," ucap wanita itu.
"hemmm... seperti itu rupanya, tapi nyonya Xhin kenapa hanya pria saja yang begitu bersemangat, apa wanita tidak dapat menjadi sang pengganti?" tanya Xiao Zhou dan mulai mengeluarkan kitab naga air nya.
"iya... hanya pria, karena sang pengganti juga akan menjadi semacam suami bagi penguasa, sang pengganti akan mendampingi penguasa jika menghadiri acara dimana pun dalam pulau ini, bagaimana apa sekarang kau tertarik menjadi sang pengganti?" ucap wanita itu.
__ADS_1