Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Persembahan Choe Eun Soo


__ADS_3

Malam itu Choe Eun Soo tidak dapat tidur, pikiran nya masih terbayang tidak dapat percaya apa yang baru saja di lakukan nya dengan Xiao Zhou, pemuda tanggung yang mampu membuat nya tidak berdaya, dan menjerit-jerit penuh kenikmatan.


flash back.


"hentikan.... kita tidak bisa meneruskan ini," bisik Choe Eun Soo menahan tangan Xiao Zhou yang hendak menyentuh milik nya yang sudah begitu basah.


"kau benar nona Eun Soo... kita seharusnya tidak terlalu jauh," ucap Xiao Zhou.


"apa kau marah? tanya Choe Eun Soo.


Xiao Zhou tersenyum tipis, tidak terlihat jika pemuda itu mabuk meski begitu banyak minuman yang di teguk nya


"tidak.... sama sekali tidak nona, maafkan aku tadi, aku tetap lah lelaki normal yang tergoda tubuh wanita," ucap Xiao Zhou dan mengkancingkan pakaian atas Choe Eun Soo.


"maafkan aku juga, aku tidak bisa melakukan dengan mu meski aku menyukai mu," ucap Choe Eun Soo.


"itu bagus nona Eun Soo, berikan harta paling berharga mu ini hanya untuk suami mu kelak, orang yang benar-benar menyayangi mu," ucap Xiao Zhou mengacak-acak rambut Choe Eun Soo.


Choe Eun Soo menggeleng, dan seperti ada yang mengganjal di hatinya.


"terimakasih kau mau mengerti, tapi tunggu Zhou'er... aku tidak mau melakukan nya karena... karena... " ucapan Choe Eun Soo terputus-putus, dan memejamkan matanya seperti menguatkan tekad nya.


"aku hanya tidak ingin kau menganggap ku wanita murahan, melakukan itu tanpa ikatan pernikahan, aku bersumpah... aku tidak pernah bersentuhan dengan pria manapun setelah kita melakukan itu di perpustakaan mu beberapa tahun lalu, aku hanya mau... hanya dengan mu saja," ucap Choe Eun Soo sambil tertunduk malu, dengan air mata mengalir.


"aku tidak pernah berpikir seperti itu tentang mu, kita adalah teman, kau ingat kita berdua adalah pencuri," ucap Xiao Zhou dan menghapus air mata di pipi Choe Eun Soo.


"baiklah.... hari sudah larut sebaiknya aku mengantar mu kembali ke tempat mu," ucap Xiao Zhou dan bersiap berdiri.


"Zhou'er... hari ini aku melihat mu tidak kecewa sama sekali dengan penolakanku, aku yakin kau begitu menyayangiku, dan ingin menjagaku, serta yang paling penting aku juga menyayangi mu Zhou'er... tidak bisakah kau menjadi suamiku?" tanya Choe Eun Soo, dan mengelus wajah Xiao Zhou, terlihat hidung wanita itu sedikit memerah karena menangis.


"nona Eun Soo... pikirkan lagi, aku adalah pria dengan istri yang banyak, jika kau membuka hatimu kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku" ucap Xiao Zhou.

__ADS_1


Choe Eun Soo menggeleng sambil tersenyum, bibir nya yang merekah merah dan nafas nya yang harum bercampur dengan aroma alkohol membuat nya begitu menggoda.


"sekarang aku yakin kau memikirkan kebahagiaan ku lebih dari kebahagiaan mu, dan juga kau tidak menolak ku, terimakasih suami... aku benar-benar bahagia, bisakah kau menunggu setahun lagi, setelah aku menyelesaikan perjanjian ku dengan orang mesum itu, aku akan datang dan menjadi istri mu," ucap Choe Eun Soo.


Xiao Zhou tersenyum tipis dan mengangguk, dan ikut mengelus pipi Choe Eun Soo.


"baiklah aku akan menunggu mu," ucap Xiao Zhou


Choe Eun Soo pun ikut tersenyum, dan menatap sebentar kearah wanita yang di atas tubuh pangeran ke empat yang terlihat hanya diam dan terus bergerak.


"sekarang tunjukkan pada orang itu caramu memuaskan calon istri mu ini," guman Choe Eun Soo yang sudah mengetahui kemampuan Xiao Zhou saat di perpustakaan dulu, meski saat itu masih di lapisi pakaian dalam nya, tapi ujung benda itu sudah pernah memasuki nya.


Choe Eun Soo mendorong tubuh Xiao aku sehingga miring kebelakang dan bertumpu pada kedua tangan panjang nya.


wanita itu mulai melucuti sedikit pakaian bawah Xiao Zhou dan mengeluarkan benda besar nya.


"hemmm..... aku benar-benar merindukan benda ini," bisik Choe Eun Soo yang sekarang mengangkangi benda itu.


"nona Eun Soo bagaimana dengan pernikahan yang kau bicarakan tadi?" tanya Xiao Zhou.


"aku sudah menganggap mu suami ku, saat kau memasukkan ujung benda ini malam itu, jangan katakan kau melupakan nya," ucap Choe Eun Soo, dan menurunkan tubuhnya.


tampak milik Choe Eun Soo masih terbungkus pakaian dalam nya yang berwarna putih dan sedikit transparan, terlihat milik nya benar-benar begitu cembung dan tebal hingga begitu tercetak di pakaian tipis putih itu.


karena basah oleh cairan nya maka dapat dilihat dengan samar sedikit warna merah muda dan bentuk milik nya yang tebal, dan mulai bergesekan dengan ujung benda panas milik Xiao Zhou.


aaauuuhhhh.... lenguhan panjang Choe Eun Soo sekarang keduanya lengannya melingkar di leher Xiao Zhou, dan bagian bawah mereka saling bergesekan, sesekali ujung benda itu tertelan bersama pakaian tipis putih itu.


"aahhh.... itu hampir masuk," guman Choe Eun Soo tanpa sadar bibir nya terus saja terbuka.


__ADS_1


ilustrasi Choe Eun Soo


ouuuhhhh.... suami ini sangat besar, seperti nya tidak akan cukup, ucap Choe Eun Soo yang terlihat sudah tidak tahan lagi, dan jemari nya mulai menyingkap pakaian tipis putih yang sudah basah itu, dan kembali menggesek dan mulai tertelan ujung nya.


"hakkk...." pekikan Choe Eun Soo terdengar, membuat wanita penghibur pangeran ke empat menatap kearah mereka, matanya sedikit terbelalak melihat benda Xiao Zhou, dan tubuh nya sudah berhenti bergerak karena pangeran ke empat sudah lemas.


Choe Eun Soo menurunkan sedikit tubuh nya dan bergoyang pendek dan hanya mampu menelan ujung benda itu saja, dan tidak lama cairan putih mulai keluar dan melicinkan dan membuat gerakan Choe Eun Soo semakin lancar, dan sampai membawa nya kepuncak kenikmatan.


*****


hari pernikahan pun semakin dekat, Puteri Yun Qixuan pun sudah kembali, wanita dengan kulit putih bersih terawat itu mengenakan pakaian yang begitu indah, jubah nya yang panjang melambai meski melewati kakinya tetapi jubah itu tidak menyentuh tanah.


Wanita itu melangkah dengan anggun di aula agung, semua pejabat suku bul-bul dan suku Fiji menunduk kepala mereka seperti memberi hormat.


Xiao Zhou sedikit melebarkan matanya menatap wanita cantik itu, turun dari singasana nya dan menuruni beberapa undakan lantai hingga lantai yang sama dengan Puteri Yun Qixuan.


"suami aku datang," ucap Yun Qixuan membungkuk sopan.


Xiao Zhou sedikit membuka bibirnya tidak percaya jika Puteri Yun Qixuan bisa bertingkah begitu sopan.


"kau terlihat sedikit berbeda, apa kepalamu terbentur sesuatu, benarkah kau Puteri kasar yang aku kenal?" ucap Xiao Zhou.


Puteri Yun Qixuan melangkah mendekati Xiao Zhou memeluk nya dan mengalungkan kedua lengan nya yang kecil di leher Xiao Zhou sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Xiao Zhou, semua pejabat semakin menunduk tidak berani melihat apa yang terjadi di hadapan mereka.


"bocah kecil.... jangan membuat ku marah, di saat hari-hari bahagia kita, kau sudah tahu jika aku lebih ganas dari teman dewa batu mu itu," ucap Puteri Yun Qixuan menatap Dewa Yang Dong yang terlihat seperti ketakutan.


"aku mengerti Puteri, tentu saja," ucap Xiao Zhou menelan ludah nya.


"suami orang tuaku tidak bisa menghadiri pernikahan kita, karena aturan nya seperti itu," ucap Puteri Yun Qixuan, dan melepaskan pelukannya nya.


"aku mengerti Puteri," ucap Xiao Zhou.

__ADS_1


Puteri Yun Qixuan berjinjit dan wajah nya kini sedikit sejajar dengan wajah Xiao Zhou, bola matanya bergerak menatap satu persatu bola mata suami nya, terlihat senyum cerah dari bibir wanita itu


"apa kau tidak memiliki kata-kata yang lain, kau sudah mengulangi ucapan mu itu, hihihi...." ucap Puteri Yun Qixuan.


__ADS_2