Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Ratu Xhin Ye


__ADS_3

para pemusik berhenti bermain juga para penari itu, semua mata seperti teralihkan ke gerbang besar yang terbuka di aula luas itu, di benak mereka, sedang memikirkan siapa seseorang yang akan masuk dari gerbang tinggi itu? hanya seorang yang memiliki jabatan tertinggi di pulau ini lah yang bisa menggunakan gerbang itu.


seorang wanita memiliki kecantikan surgawi memasuki aula luas itu, rambut nya di Gelung ke atas memperlihatkan leher putih jenjang nya, dengan pakaian kebesaran nya yang berwarna putih di padu dengan jubah merah tua, dengan ornamen seekor merak berwarna emas, membalut tubuh indah wanita itu.


wanita itu melangkah melewati jalan lebar yang membelah aula luas itu menjadi dua.


anting panjang dan beberapa hiasan mewah menghiasi rambut tergelung itu, semua yang menempel di tubuh wanita itu membuat nya terlihat begitu anggun dan tidak dapat di bandingkan dengan siapa pun di tempat itu, tidak akan ada yang meragukan lagi, jika wanita itu adalah seorang Ratu yang mampu meredup semua cahaya wanita lain di tempat itu.



ilustrasi penguasa pulau ke dua (Ratu Xhin Ye)


wajah Xiao Zhou begitu pucat saat melihat penguasa pulau itu, dan dengan cepat memalingkan wajahnya, membelakangi wanita cantik yang sedang melintas di hadapan nya, menuju singasana yang berada di lantai yang sedikit lebih tinggi dari tempat Xiao Zhou.


dan dengan wajah dingin nya, wanita itu melangkah tanpa menatap sedikit pun ke arah nya.


wanita cantik itu duduk di singgasana, dengan sorot mata yang begitu menenangkan dan wajah tegak serta senyum tipis menatap semua orang. beberapa orang mulai berbisik, dan saling beradu mulut, membuat perjamuan itu sedikit ramai dan gaduh.


"putera ku kenapa kau membalikan tubuh mu? kau tidak boleh bersikap seperti itu," bisik Yu Jin tua


"tapi ayah apa yang terjadi, kenapa perjamuan ini menjadi kacau?" tanya Xiao Zhou berbisik kepada Yu Jin tua.


"i-itu karena penguasa selama ini selalu mengenakan topeng suci, namun kali ini tidak mengenakan nya lagi," ucap Yu Jin tua yang juga berbisik dan sedikit gugup, karena mereka duduk di antara pejabat tinggi dan juga dengan Penyihir Agung.


"ayah sebaiknya kita pergi dari perjamuan ini," ucap Xiao Zhou.


"bocah bodoh, kenapa kita pergi? keributan ini tidak ada hubungannya dengan kita, dan juga ini pertama kalinya ayah mu ini bicara dengan seorang Penyihir Agung, ayah masih ingin sedikit berbincang dengan nya." ucap Yu Jin tua pelan.


Ratu Xhin Ye duduk di singgasana nya, singasana itu terletak di tempat teratas di aula luas itu, dan tiba-tiba berdiri dengan wajah tegak menatap semua orang dengan masih begitu tenang.


"tenanglah kalian semua, aku tahu apa yang kalian ingin tanyakan, dan aku akan menjawab nya setelah perjamuan, dan pengangkatan sang pengganti." ucap Ratu Xhin Ye, membuat aula luas itu menjadi hening.

__ADS_1


sang pengganti sudah naik ke atas panggung, dan membungkuk memberi hormat kepada penguasa pulau itu, walaupun terlihat sudah tua, tetapi tubuh nya terlihat kekar dan tinggi, dia adalah Zhou Lang seorang pengajar dari klan petarung.


seseorang pejabat senior maju dan membaca sebuah gulungan.


"hari ini atas nama penguasa pulau, dengan kekuasaan yang di berikan padaku, aku mengangkat saudara Zhou Lang dari klan petarung sebagai sang pengganti, dan melaksanakan tugas nya menjalankan roda pemerintahan, dan..."


suara pejabat itu terhenti, sambil seperti memfokuskan matanya ke gulungan itu, seperti tidak percaya apa yang tertulis, dan kembali membacanya


"dan tugas nya yang mendampingi Ratu Xhin Ye akan di tiadakan karena saat ini Ratu Xhin Ye sudah memiliki seorang suami,"


terdengar gemuruh suara di barisan para pejabat di aula luas itu, menenggelamkan suara pejabat yang sedang membaca gulungan itu, semua saling tatap dan berbicara, dan tidak menghiraukan sang pengganti yang sedang di angkat.


"semua diammm!!!!!" teriak seseorang bertubuh gemuk dengan wajah di penuhi kumis dan alis yang lebar, Xiang Sun membelalakkan matanya membuat semua orang di tempat itu seperti berhenti bernafas, dan suasana aula itu menjadi tenang.


seseorang maju ke hadapan Ratu Xhin Ye, membuat semua kembali tenang


"maafkan aku penguasa, aku adalah pejabat lama Liu Fang tua, bisakah penguasa menjelaskan tentang semua ini," ucap Liu Fang tua, dengan suara serak nya.


Ratu Xhin Ye mengangguk, dan wajah masih tenang, tapi tangan Ratu Xhin Ye mengepal kencang, dirinya tahu akan mulai di serang oleh orang-orang yang ingin menjatuhkan wibawa nya.


"aku sudah mengatakan di awal, aku akan menjawab semua nya, tapi sepertinya pejabat Liu bukan orang yang sabar, baiklah, sekarang aku umum kan, benar... aku sudah menikah beberapa bulan yang lalu," ucap Ratu Xhin Ye dengan nada menantang, membuat wajah pejabat Liu begitu ketakutan, semua orang masih terdiam.


"dan malam ini, kita akan selesaikan perjamuan ini terlebih dahulu setelah itu, akan aku perkenalkan kepada kalian semua suami ku, apa sekarang kalian puas?" ucap Ratu Xhin Ye menatap pejabat Liu dengan wajah kesal.


"maafkan jika hamba lancang penguasa, kami akan mengikuti perintah mu sampai perjamuan ini selesai, hamba hanya berharap suami pilihan anda dapat memuaskan kami semua," ucap pejabat Liu Fang tua, mundur beberapa langkah dan turun dari panggung.


Ratu Xhin Ye mengangguk, dengan senyum tipis nya yang tenang, tetapi jemari ratu Xhin Ye masih mengepal kencang.


"apa yang harus aku lakukan? bocah itu pasti tidak akan bisa memuaskan mereka, dan tekanan akan segera menggulung ku, aahhh... setidaknya aku harus meraih dukungan dari dua ketua klan," batin Ratu Xhin Ye, dan menatap para ketua klan di tempat mereka masing-masing.


****

__ADS_1


acara makan-makan pun di mulai membuat orang-orang itu melupakan sejenak tentang kejadian tadi, dan menyantap hidangan mewah di meja mereka, terlihat Yu Jin tua, begitu bersemangat dan beberapa pejabat tinggi, dari klan penyihir datang berkenalan dengan nya, ini karena Penyihir Agung menyebut mereka dengan sebutan teman.


"aahhh... ternyata menjadi pejabat tinggi begitu menyenangkan, bagaimana jika menjadi seorang sang pengganti?" batin Yu Jin tua, senyum nya tidak pernah hilang dari bibirnya.


terlihat Penyihir Agung hanya meminum teh dari cawan kecil nya, keningnya sesekali berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.


"sekarang politik akan mulai bergelora, siapa yang bergerak lebih dulu?" batin Penyihir Agung sambil tersenyum memainkan cawan cantik yang sudah kosong.


tebakan Penyihir Agung benar sebuah surat sudah berada di tangan nya, seorang pemuda berpakaian klan petarung membawakan nya.


Penyihir Agung membaca surat itu, dan mengangguk sebagai isyarat mengiyakan ke pemuda tadi,


"hemm... ketua klan petarung meminta ku bersekutu untuk menolak suami dari penguasa, baiklah... aku rasa tidak ada salahnya membantu klan petarung saat ini," batin Penyihir Agung menarik nafas dalam-dalam.


Penyihir Agung terkenal akan kebengisan nya, tidak ada yang selamat saat melakukan kesalahan kepada nya, hanya satu lambaian tangan saja, akan membuat hidup orang yang bertentangan dengan nya itu pastikan dalam kesulitan besar.


Xiao Zhou masih menyantap makanan nya, Huan Zhi terlihat duduk di samping nya menyela tempat duduk kakek nya, mereka berdua saling tersenyum, tampak kebencian terlihat di wajah Liu Fang muda, tapi tidak ada yang berani menentang ucapan Penyihir Agung.


"aahhh penguasa.... apa kau datang ingin bicara denganku? penguasa tidak perlu repot-repot seperti ini, kau cukup memanggil ku saja," ucap Penyihir Agung, membuat wajah Xiao Zhou membeku, semua orang yang duduk di sekeliling berdiri dan memberi hormat, termasuk Yu Jin tua yang terlihat gemetar hebat.


Xiao Zhou masih tetap membelakangi Ratu Xhin Ye, bibir nya penuh makanan yang tidak bisa di telan nya, berkali-kali Huan Zhi mencubit lengan panjang Xiao Zhou agar berdiri dan berbalik, tapi tidak di hiraukan oleh Xiao Zhou.


"situasi ini sangat membuat ku kesulitan, orang-orang yang membantuku akan dalam bahaya," batin Xiao Zhou, menatap wajah gemetar Yu Jin tua.


Ratu Xhin Ye tersenyum,


"tidak Penyihir Agung, kali ini aku datang bukan menemui mu," ucap Ratu Xhin Ye menatap Penyihir Agung, dan pandangan nya beralih pada Yu Jin tua yang membungkuk di samping Xiao Zhou, yang masih duduk dan membelakangi nya.


"aahhh... bukankah kau Yu Jin tua?" tanya Ratu Xhin Ye.


tubuh Yu Jin tua semakin bergetar, dan hampir terjatuh.

__ADS_1


"be-nar pe-penguasa, aku adalah Yu Jin tua," ucap Yu Jin tua dengan suara terputus-putus, dan bergetar hebat, sambil maju mendekati Ratu Xhin Ye dan ingin berlutut, namun di tahan oleh Ratu Xhin Ye.


"apa yang kau lakukan? kau tidak boleh berlutut di depan menantu mu, ayah mertua," ucap Ratu Xhin Ye tersenyum indah, sambil menatap punggung Xiao Zhou dari belakang.


__ADS_2