
langit sudah mulai gelap, wajah Lun Zhing Yue tampak lesu saat keluar dari gerbang istana ke 15, wajah nya terlihat begitu gelisah, dan memerintahkan agar kusir kereta itu untuk pulang karena dirinya ingin pulang sendiri saja.
"bocah itu tidak ada di tempat ini, aku sangat ingin melihat nya walaupun sebentar" batin Lun Zhing Yue sambil melangkah menelusuri jembatan menuju kota huangdong.
kaki nya terhenti saat mendengar sebuah suara nada musik kecapi, Lun Zhing Yue memejamkan matanya dan melesat ke udara mencari sumber suara itu, dan kaki nya mendarat di sebuah lantai bangunan kecil terbuat dari kayu, yang mengambang di atas permukaan danau biru.
seorang laki-laki dengan pakaian putih, sedang menikmati permainan nya, walaupun tidak begitu mahir.
"hemmm... aku mengenal nada yang kau mainkan" ucap Lun Zhing Yue.
"nyonya? bagaimana kau bisa datang kemari? ucap Xiao Zhou dan menghentikan permainan nya.
"apa aku tidak boleh kesini?" tanya Lun Zhing Yue.
"gadis bodoh, harus nya pertanyaan ku, kenapa kau tidak pernah menemani tidur ku lagi?" batin Lun Zhing Yue
Xiao Zhou hanya tersenyum,
"bukan itu maksud ku, silahkan nyonya tapi maaf permainan ku masih sangat buruk" ucap Xiao Zhou tenang.
"kau benar, bagaimana jika aku mengajari mu beberapa lagu, dan kau bisa memanggilku guru" ucap Lun Zhing Yue.
"hemm... nyonya seperti menarik, baiklah guru terima hormat murid yang tak tahu diri ini" ucap Xiao Zhou dan kedua tersenyum dan mereka mulai belajar memainkan kecapi, dan sesekali terdengar riuh tawa kedua nya.
"aku begitu bahagia, aku bisa tertawa sesuka hati ku di hadapan bocah ini, ini sangat berbeda saat bersama kakak Huang yang terasa begitu kaku" batin Lun Zhing Yue dan menatap Xiao Zhou yang sedang fokus dengan pelajaran yang di berikan nya.
Xiao Zhou masuk ke sebuah kamar yang di bangunan itu, dan mulai membuat teh untuk mereka berdua, bangunan itu hanya memiliki satu kamar yang merupakan dapur dan sekaligus ruang tidur.
"ruangan ini sangat nyaman," ucap Lun Zhing Yue dan duduk di ranjang.
Xiao Zhou hanya sesekali melihat nya, dan sibuk menyiapkan teh untuk mereka berdua.
Lun Zhing Yue mendekati nya, seperti begitu tertarik melihat apa yang dilakukan pemuda itu.
"aku ingin tahu, sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan padaku beberapa hari yang lalu?" ucap Lun Zhing Yue.
sorot mata Xiao Zhou seketika berubah, wajah nya kembali menjadi dingin dan menghentikan kegiatan nya, dan berbalik kearah Lun Zhing Yue
__ADS_1
"baiklah, aku hanya ada satu permintaan padamu, dan tolong di kabulkan" ucap Xiao Zhou dengan tatapan begitu serius.
Lun Zhing Yue memundurkan sedikit langkah nya saat melihat pria di depan nya sudah berubah sepenuhnya.
"katakan, apa yang kau inginkan?" ucap Lun Zhing Yue, yang sedikit gugup.
"nyonya Huang, bebas aku dari janji yang telah aku ucap kan padamu tiga tahun yang lalu, maka aku tidak akan menggangu mu lagi, dan malam ini akan melepaskan mu" ucap Xiao Zhou
"janji tiga tahun yang lalu?? maafkan aku, tapi aku tidak mengerti apa yang kau katakan, selamat malam tuan Xiao Zhou" ucap Lun Zhing Yue dan melangkah menuju pintu keluar.
tapi tangan nya di tarik oleh Xiao Zhou dan tubuh nya kini sepenuhnya dalam pelukan Xiao Zhou.
"tolong nyonya, bebas kan aku dari janji darah yang telah aku buat," ucap Xiao Zhou
"tidak, aku tidak akan melakukan sesuatu yang bahkan sama sekali tidak aku mengerti" ucap Lun Zhing Yue menatap marah pada Xiao Zhou.
"aku sudah meminta mu baik-baik jadi jangan salah kan jika aku akan sedikit kasar" ucap Xiao Zhou.
"dengarkan aku baik-baik tuan Xiao Zhou, jika kau ingin membunuh ku, aku tidak takut sama sekali" teriak Lun Zhing Yue kesal.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
Xiao Zhou melepaskan kain yang mirip selendang di pakaian nya dan mengikuti kedua tangan Lun Zhing Yue di atas kepala nya, dan menggendong nya dan membaringkan nya di ranjang.
"kau? apa yang akan kau lakukan?" ucap Lun Zhing Yue saat pakaian nya sudah di buka oleh Xiao Zhou, dan juga melepaskan pakaian ya sendiri, walaupun masih mengenakan jubah tapi perut dan dada Xiao Zhou sudah terbuka, begitu pula dengan keadaan pakaian Lun Zhing Yue, perut dan dadanya sudah terlihat.
"tidak lepaskan aku, aaahhhh...." teriak Lun Zhing Yue dan berubah menjadi desahan pelan, seperti di tahan, saat bibir Xiao Zhou bermain di perut dan gunung nya.
"in-i sangat berbeda rasanya" batin Lun Zhing Yue sambil menggigit bibir bawahnya, dan memejamkan matanya.
kembali Xiao Zhou bermain di leher panjang Lun Zhing Yue membuat tubuh wanita itu bergetar hebat dan mencoba menahan desahannya, tetapi tetap saja mulai terdengar.
"aaahhhh ... ini sangat memalukan, aku seperti menikmati perbuatan bejat dari pemuda ini" batin Lun Zhing Yue.
Xiao Zhou menghentikan perbuatannya dan menatap wajah Lun Zhing Yue yang terlihat begitu terbakar birahi.
"nyonya, jangan mempersulit keadaan, cepat penuhi permintaan ku, dan aku tidak akan menyentuh tubuh mu lagi" ucap Xiao Zhou kesal.
"cih... tuan Xiao Zhou jangan bermimpi, aku tahu aku adalah seorang pria yang terhormat, kau tidak akan melakukan hal-hal sekeji ini, aku tahu kau hanya mengancam ku saja tidak lebih" ucap Lun Zhing Yue seperti menantang.
__ADS_1
"kau???? wanita keras kepala kenapa harus seperti ini hah? tidak ada ruginya bagimu jika kau melakukan permintaan ku" teriak Xiao Zhou dan mulai menaiki kan pakaian bawah Lun Zhing Yue dan melepaskan pakaian dalamnya.
mata lun zhing Yue terbelalak, dan terlihat panik,
"bajingan lepas kan aku" teriak Lun Zhing Yue.
"maafkan aku nyonya, kesucian seorang istri malam ini akan aku ambil" ucap Xiao Zhou dan menurunkan pakaian bawah nya sehingga pusaka nya mulai terlihat.
bibir Lun Zhing Yue terbuka lebar, dan tidak percaya apa yang di lihat nya,
"demi dewa.... benda ini begitu besar dan sedikit mengerikan, apa benda itu bisa masuk ke tubuh ku? aaahhh... tidak kenapa aku seperti berharap benda itu masuk ke milik ku, yang harus nya hanya untuk suami ku saja, aahh..." batin Lun Zhing Yue, dan merasakan benda itu mulai bergesekan di atas miliknya, yang sudah basah sedari tadi.
"aahhhh.... tubuh ku begitu nikmat, benda itu seperti sangat pintar menggaruk permukaan milik ku yang terasa gatal" batin Lun Zhing Yue
"nyonya Huang, cepat lah atau punya ku ini akan masuk ke milik mu yang paling kau jaga" teriak Xiao Zhou.
"ti-dak akan, tolong lepaskan aku," ucap lun zhing Yue tetapi kedua kaki Lun Zhing Yue sudah terlipat ke luar dan melilit bokong Xiao Zhou dan menekan nya agar lebih menempel ke arah nya.
aahhhh.....
dan ujung benda itu kini sudah bermain di permukan milik Lun Zhing Yue, dan bersiap memasuki nya, tetapi Xiao Zhou tidak melakukan, dan kembali hanya menggesek nya di atas bibir berair milik Lun Zhing Yue.
"aaahhhhssss.... lakukan lah, aku mohon jangan berhenti, aku mencintaimu, maafkan aku suamiku, aku istri yang sangat berdosa" ucap Lun Zhing Yue setetes air mata nya meleleh di pipi nya menatap mata Xiao Zhou dengan begitu sayu, sambil menggigit bibir bawahnya, membuat nya tampak begitu cantik.
Xiao Zhou melihat air mata Lun Zhing Yue, dan menghentikan perbuatannya,kedua nya hanya terdiam beberapa saat, Xiao Zhou mundur, dan merapikan pakaian nya, dan setelah nya melakukan pada Lun Zhing Yue, dan melepaskan ikatan tangan Lun Zhing Yue.
"maafkan aku nyonya, kau boleh pergi, biar beban janji ini akan ku tanggung seumur hidup ku" ucap Xiao Zhou dan duduk di ranjang di sebelah Lun Zhing Yue.
Lun Zhing Yue memejamkan matanya dan perasaan nya begitu campur aduk antara birahi, marah, malu, dan sedih karena telah mengkhianati suaminya.
plaaakkkk....
satu tamparan keras ke wajah Xiao Zhou,
"aku menyesal sudah mengenal mu, jangan pernah muncul di depan ku lagi" ucap Lun Zhing Yue, dan berlari keluar ruangan itu dan menghilang di kegelapan malam.
malam itu Lun Zhing Yue, menangis sejadi-jadinya, wanita itu begitu membenci dirinya sendiri, dan mengunci jendela nya kamarnya.
"ini sudah berakhir, aku tidak akan menemui nya lagi" batin Lun Zhing Yue dan tertidur karena kelelahan.
__ADS_1